Peta


Lihat alikhlasmusholaku.top di peta yang lebih besar
" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

Kamis, 06 Mei 2021

Wahai emak emak rempong, baca kalau berani

 

أنا أحبك يا رسول الله


Sebelum baca, harus BERSHOLAWAT dulu!,
Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!


Share On Whatsapp:


Keliatannya sepele sih ... 


JANGAN BERI MAKAN KELUARGA DENGAN BELANJA BER AKAD BATHIL


Emak² : " Ayam sekilo brp man?"

Penjual : "28ribu bu..!"

Emak² : "27 ribu deh..!"

Penjual: "iya deh"

Emak² : "hati ampela" sepasangnya brp..?"

Penjual: "2 ribu.."

Emak² : minta 3 pasang, "Sama ceker sekilo ya.."

Penjual : "ceker sekilo nya 16.000 bu.."

Emak² : "Udah lempengin jadi 15 aja..!"

Penjual : "iya udah.."

Emak² : "Jadi total brp bang semua..?"

Penjual : "Ayam + hati ampela + ceker jadi 48 ribu”

Emak² : "Alah udah 45 ribu aja.. Nih 50 ribu, kembaliin goceng sini..!"

Penjual : ..

Emak: kasih bonus sayap satu ini yaa (sambil masukin sayap ke kantong kresek)

Penjual: 


✳ Wahai emak2 shalihah Dalam jual beli ada 3 rukun yg harus terpenuhi, yaitu:


1. Al Aqidan (penjual & pembeli)

2. Al Ma'qud alaih (uang & barang)

3. Shigat Akad.


▶ Shigat Akad adalah bentuk isyarat dari penjual dan pembeli yg melakukan transaksi tanpa paksaan.


Nah kira² sudahkah kita perhatikan sikap kita yg biasa berbelanja dalam bertransaksi ?


Sudah ikhlaskah penjual melepas barang dagangannya ?


Jangan sampai tidak ikhlas nya penjual melepas barang dagangan nya menjadikan barang yg kita beli menjadi tidak diridhai karena dilakukan dengan bathil atau memaksa penjual.


✴ “Hai orang² yg beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dgn cara yg Bathil, kecuali dgn jalan perniagaan yg berlaku dengan suka sama suka di antara kamu" 

(QS.An-Nisaa:29)


Uang yg kita dapat halal, untuk beli barang yg juga halal jangan sampai rusak karena transaksinya yg tak diridhai Allah..


Jangan sampai kita betransaksi jual beli seperti ini ya makemak

ini adab jual beli.

Selamat berbelanja dengan baik dan sehat 💗


#copas



Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :




http://www. alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!



Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Siapa yang mengajak kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengikutinya, tidak akan dikurangi sedikitpun dari pahala mereka…” (HR. Muslim 2674, Abu Daud 4609 dan yang lainnya).


TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN

✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar