Peta


Lihat alikhlasmusholaku.top di peta yang lebih besar
" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

Minggu, 30 Mei 2021

KISAH ANAK KECIL YANG MENUMBANGKAN 'ULAMA' SOMBONG DAN TERSESAT

 

أنا أحبك يا رسول الله


Sebelum baca, harus BERSHOLAWAT dulu!,
Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK





Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!


Share On Whatsapp:


Alkisah di masa mam Abu Hanifah, ada anak masih kecil sekitar umur 7 tahun, dan seorang ulama yang memiliki Ilmu luas dan tiada bandingannya namanya Dahriyah.


Seluruh Ulama pada waktu itu tidak ada yang mampu menandinginya di saat berdebat, terutama dalam bab Tauhid. 


Maka muncullah sifat kesombongannya, bahkan akhirnya ia berani mengatakan bahwa ALLAH itu tidak ada...!!


Sayangnya belum ada Ulama yang mampu mengalahkan dia dalam berdebat, sampai tiba pada suatu pagi ketika para Ulama dikumpulkan di suatu Majlis milik Syaikh Himad, guru Imam Abu Hanifah, yang pada hari itu Abu Hanifah kecil hadir juga di majlis itu.


Maka Dahriyah naik ke mimbar lalu berkata dengan sombong dan congkaknya:

 

Siapakah di antara kalian hai para Ulama yang akan sanggup menjawab pertanyaanku?


Sejenak suasana hening, para Ulama semua diam, namun tiba-tiba berdirilah 

Abu Hanifah dan berkata: "Abu Hanifah:" 


*Dahriyah:" Siapa kamu, hai anak ingusan, berani kamu bicara denganku. 

Tidakkah kamu tahu, bahwa banyak yang berumur tua, bersorban besar, para pejabat, dan para pemilik jubah kebesaran, mereka semua kalah dan diam dari pertanyaanku, kamu masih ingusan dan kecil berani menantangku...!


**Abu Hanifah menjawab, "ALLAAH tidak menyimpan kemuliaan dan keagungan kepada pemilik sorban yang besar dan para pejabat dan para pembesar, tetapi kemuliaan hanya diberikan kepada Al-Ulama"


*Dahriyah bertanya, "Apakah kamu akan menjawab pertanyanku?


**Abu Hanifah menjawab,"Ya aku akan menjawab pertanyaanmu dengan taufiq ALLAAH"


*Dahriyyah bertanya" Apakah ALLAH itu ada?


**Abu Hanifah menjawab," Ya, ada"


*Dahriyah bertanya," Dimana Dia ?


**Abu Hanifah menjawab," DIA, tiada tempat bagi DIA"


*Dahriyyah bertanya,"Bagaimana bisa disebut ada bila Dia tak punya tempat?


**Abu Hanifah menjawab," Dalilnya ada di badan kamu, yaitu Ruh.

Saya tanya, kalau kamu yakin Ruh itu ada, maka di mana tempatnya? Di kepalamu, di perutmu atau di kakimu?"


Dahriyah diam seribu bahasa dengan muka malu...


Lalu Abu Hanifah minta air susu pada Gurunya, Syaikh Himad lalu  bertanya kepada Dahriyah:


"Apakah kamu yakin di dalam susu ini ada manis, Dahriyah?"


*Dahriyah menjawab," Ya saya yakin di susu itu ada manis."


**Abu Hanifah bertanya,"Kalau kamu yakin ada manisnya, saya tanya apakah manisnya ada di bawah, atau di tengah, atau di atas?"


Lagi-lagi Dahriyah diam dengan rasa malu.


** Abu Hanifah menjelaskan," Seperti Ruh atau manis yang tidak memiliki tempat, maka seperti itu pula tidak akan ditemukan bagi ALLAAH tempat di Alam ini baik di Arsy atau Dunia ini'


Dahriyah bertanya lagi,"Sebelum ALLAAH itu apa dan setelah ALLAAH itu apa?


**Abu Hanifah:menjawab,"tidak ada apa-apa sebelum ALLAH dan sesudahnya tidak ada apa-apa".


*Dahriyah bertanya,"Bagaimana bisa dijelaskan bila sebelum dan sesudahnya tak ada apa-apa?"


**Abu Hanifah menjawab,''Dalilnya ada di jari tangan kamu. 

Apakah sebelum jempol dan apakah setelah kelingking? 

Dan apakah kamu bisa menerangkan jempol 👍 duluan atau kelingking 🤙 duluan ?"


Demikianlah sifat ALLAH. Ada sebelum semuanya ada dan tetap ada bila semua tiada. Itulah makna kalimat Ada bagi Hak ALLAH.


Lagi-lagi Dahriyah dipermalukan oleh abu hanifah.


 *Dahriyah berkata, " Satu lagi pertanyaanku untukmu, abu Hamish,, apa perbuatan ALLAH sekarang?


**Abu Hanifah menjawab," Anda  telah membalikkan fakta, seharusnya yang bertanya itu di bawah mimbar dan yang ditanya di atas mimbar"


Akhirnya Dahriyah turun dari mimbar dan Abu Hanifah naik ke atas mimbar.


*Dahriyah  mengulang pertanyaannya  dari bawah mimbar "Apa perbuatan ALLAH sekarang?"


**Abu Hanifah menjawab,"Perbuatan ALLAH sekarang adalah menjatuhkan orang yang tersesat seperti kamu ke bawah jurang Neraka dan menaikkan yang benar seperti aku ke atas mimbar keagungan."


Maha Suci ALLAH yang telah menyelamatkan keyakinan Islam melalui seorang anak kecil.


Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari sifat-sifat: 

* Sok, 

* Tinggi Hati, 

* Angkuh, 

* Meremehkan/Merendahkan Orang, 

* Buruk Sangka, 

* Takabbur, 

* Dzalim  

*sombong

(Dikutip dari Kitab _Fathul Majid_, Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi Asy-Syafi’i; والله اعلم Semoga bermanfaat.Aamiin  ❤


Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :




http://www. alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!



Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Siapa yang mengajak kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengikutinya, tidak akan dikurangi sedikitpun dari pahala mereka…” (HR. Muslim 2674, Abu Daud 4609 dan yang lainnya).


TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN

✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar