" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

Rabu, 16 September 2020

KISAH PENGGALI KUBURAN JADI ULAMA OLEH SHAIKH HISYAM AL BURHANI + VIDEO

 


أنا أحبك يا رسول الله


Sebelum baca, harus BERSHOLAWAT dulu!,
Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!





Penuturan Syekh Hisyam al-Burhani ini sangat inspiratif. Sempatkan baca, minimal untuk diri kita.

"Aku ceritakan sebuah kisah nyata bukan dongeng fiktif. Di tempat kami di Damaskus, ada pekuburan, namanya 'Dahdah'. Pekuburan ini sangat masyhur di seantero Suriah. Di sana dimakamkan para wali, ilmuan, pejuang, dan syuhada'. Semua yang pernah ke Damaskus pasti tak akan pernah melewatkan ziarah di pekuburan ini.

Alkisah, ada seorang penggali kubur "alhaffar". Suatu hari datang seorang wanita, Ia meminta kepada penggali kubur untuk membuat sebuah kuburan, maka galian pun dibuatnya. Satu jam kemudian datanglah jenazah yang tidak banyak diantar orang-orang seperti biasanya, hanya beberapa orang saja yang melayat hingga pemakaman. Jenazah pun diturunkan dan dibuka peti jenazahnya. Sang mayit lalu diturunkan dalam kubur, dan si penggali ada di dalam menerima jasad tersebut untuk meletakkannya. Ketika hendak meletakkan jasad tersebut, tetiba kuburan itu terbuka dan berubah menjadi taman indah bak cerita keindahan taman surgawi.

Aku katakan kejadian ini benar-benar nyata, bukan hayalan dan bukan pula dongeng seribu satu malam. Tapi ini adalah kisah nyata.

Laki-laki penggali kubur tadi pingsan karena melihat kejadian tersebut. Dia juga melihat dua orang datang dengan berkuda mengambil mayit tersebut dan membawanya pergi. Dan laki-laki penggali kubur itu pun pingsan lagi. Anehnya, orang-orang di sekitarnya tidak melihat apapun. Dia sendiri yang menyaksikan kejadian tersebut. Lalu, orang-orang mencoba percikkan air ke wajah penggali kubur itu, baru ia sadar, dan diangkatnya dari dalam galian kuburan. Mereka bertanya "Engkau kenapa, wahai penggali kubur?" Dia pun menjawab "Demi Allah, aku melihat keanehan. Aku melihat begini, begini, begini." Lali mereka berkomentar degan nada tak percaya, "Mungkin itu halusinasi kamu." Dan merekapun pergi meninggalkan sang penggali kubur.

Beberapa bulan kemudian, si wanita yang sama datang lagi. Ia meminta kembali si penggali kubur untuk membuat galian kubur lagi dan kuburan pun digalinya. Satu jam setelahnya, mayit pun tiba. Ia memasukkan mayit tersebut ke dalam kubur. Si penggali kubur kembali melihat taman surga dan dua orang malaikat datang mengambil mayit itu. Tetapi kali ini penggali kubur itu tidak pingsan. Ia segera keluar dari kubur dan mengejar wanita tadi untuk bertanya "Siapa kamu, wahai wanita? Darimana kamu berasal?" Wanita itu pun menjawab "Tuan, aku tertimpa musibah. Mayit ini adalah anakku. Sebelumnya aku juga punya anak lain yang meninggal dan engkau juga yang menggali kuburnya. Aku kehilangan keduanya." Penggali kubur bertanya kembali "Oooh.. kamu yang punya dua anak laki-laki itu?" "Iya, kenapa?" Wanita itu menimpali. Penggali kubur kembali bercerita dengan nada tanya, "Demi Allah, aku melihat keanehan. Yang pertama, aku masukkan jenazah ke dalam kubur, lalu terbukalah taman-taman surga. Yang kedua juga demikian. Apa amalan keduanya sehingga Allah memperlakukan sedemikian rupa, mereka mendapat kemuliaan yang luar biasa?" Wanita itu pun menjawab, "Anakku yang pertama, dia adalah seorang pencari ilmu, sementara yang baru saja meninggal ini adalah pekerja sebagai tukang kayu. Dia memberikan hasil kerja kepada saudaranya. Semua biaya hidup adiknya ditanggung untuk menuntut ilmu. Maka Allah membalas keduanya. Pencari ilmu dan orang yang membiayainya, Allah akan perlakukan keduanya seindah itu".

Penggali kubur setelah melihat kejadian, dan mendengar jawaban dari wanita tersebut, ia tinggalkan kuburan menuju Masjid At-Taubah. Masjid yang kami hidup di sana. Ayahku dan kakek-kakekku semua beramal di masjid ini. Kakek kami, namanya Syaikh Burhani juga beramal di masjid ini.

Penggali kubur datang kepada kakek saya ini, dan berkata "Aku ingin menuntut ilmu". "Bagus, umurmu sekarang sudah 50 tahun, kau lupakan hidupmu tanpa menuntut ilmu, dan sekarang baru mau memulainya. Apa alasanmu?" tanya As-Syaikh. Si penggali kubur itu pun menjawab "Karena aku menemui kejadian begini, begini, dan begini". "Baiklah, segera mulai mencari ilmu!" sahut As-Syaikh. Si penggali kubur pun mulai belajar Kitab Al Jurumiyah, menghafal beberapa matan, dan seterusnya. Dia mulai sibuk dengan ilmu, hingga dia menjadi salah satu ulama besar, dialah As Syaikh Abdur Rahman Al Haffar, salah satu ulama besar Damaskus. Keluarganya semua setelah itu menjadi penuntut ilmu. Yang terakhir adalah Syaikh Abdul Rozak Al Haffar, salah satu ulama besar Damaskus saat ini.

Inilah kisah nyata. Aku sampaikan kepada kalian untuk memberi kabar gembira bahwa seorang penuntut ilmu dan penanggung biayanya, keduanya akan diperlakukan oleh Tuhan indah seperti itu.

Dengan perlakuan yang baik ini, tetapi itu jika niatnya benar. Mencari ilmu tidak karena tujuan ijazah lalu ditata di stopmap bertumpuk, atau dipigura di dinding. Mencari ilmu tidak dengan tujuan agar disebut sebagai seorang alim, tidak pula dengan tujuan agar punya gaji untuk hidup di dunia. Itu semua tujuan duniawi dan hendaklah dijadikan tujuan belakang saja. Karena tujuan utama menuntut ilmu adalah melaksanakan perintah Allah, sebagaimana yang diisyaratkan dalam firman Allah SWT yang diturunkan pertama kali kepada Nabi Agung Muhammad SAW:

ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ
خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ
ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ
ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ
عَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ"

------------
Kisah nyata ini adalah nasehat untuk kita, agar tak pernah lelah belajar, dan tak segan membiayai orang yang sedang belajar.


Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :




http://www. alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!



Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Siapa yang mengajak kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengikutinya, tidak akan dikurangi sedikitpun dari pahala mereka…” (HR. Muslim 2674, Abu Daud 4609 dan yang lainnya).


TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN

✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar