" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

Sabtu, 15 Agustus 2020

Jangan terlalu pusing dengan penilain dan pendapat manusia


أنا أحبك يا رسول الله


Sebelum baca, harus BERSHOLAWAT dulu!,
Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!






Suatu hari,Lukmanul Hakim berjalan² ke pasar dgn menunggangi seekor keledai,sdg anaknya menuntun keledai tsb.Ketika melewati kerumunan,ia mendengar org² berbisik² tentangnya.
“Lihatlah orgtua itu,sungguh tak punya kasih syg.Anaknya dibiarkan jln kaki,sdg ia malah menunggangi keledai”
Mendengar perkataan itu,Lukmanul Hakim berujar kpd anaknya:“Anakku,naiklah engkau ke keledai ini,biar ayah yg menuntunnya”

Mereka lantas melanjutkan perjlnan.Hingga kemudian bertemu sekelompok orang.Orang² itu berkomentar:

“Ya rabb,lihatlah anak itu! Sungguh tdk patut! Ayahnya yg tua disuruh menarik keledai,sdgkan ia yg masih muda justru berada diatas keledai”

Komentar itu membuat Lukmanul Hakim tertegun.Ia lalu meminta anaknya turun.Ke-2nya kini sama² berjln sambil menuntun keledai.Tak lama kemudian,mereka bertemu segerombolan org.
“Betapa bodoh 2 org yg menuntun keledai itu,harusnya mereka menungganginya,bkn menuntunnya seperti sapi/kambing,hhaa”
Lukmanul Hakim terdiam sesaat lalu menyuruh anaknya naik ke atas keledai bersamanya.Keledai berjalan pelan karena dinaiki 2 orang.Orang² yg melihat itu jatuh iba.
“Sgt tdk berperasaan! Keledai sekecil itu malah ditunggangi 2 org”
Lukmanul Hakim mengindahkan komentar itu,berpikir sejenak lalu memutuskan utk turun dr keledai.Ia meminta anaknya utk mengikat 4 kaki keledai disebilah kayu spy dpt diangkat.Jadilah ke-2 nya kini memikul seekor keledai.Melihat itu,org² terbahak.
"Ada org gila memikul keledai." Teriak mereka

Lukmanul Hakim lalu mengajak anaknya meletakkan keledai ditanah.Kemudian ia berkata kpd anaknya:“Anakku,sesungguhnya kita tdk bisa lepas dr gunjingan org lain"
Anaknya bertanya:"Bagaimana cara kita menanggapinya ayah?"
Lukman mneruskan nasehatnya:"Org yg berakal tdk akan mengambil pertimbangan melainkan hanya kpd Allah.Barangsiapa mendpt petunjuk kebenaran dr Allah,itulah yg menjd pertimbangannya dlm mengambil kputusan.Jk kelak km menemukan kebenaran jgn smpai hatimu berubah hanya karena mendengar perkataan org lain.

Back to top
Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :




http://www. alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!



Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Siapa yang mengajak kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengikutinya, tidak akan dikurangi sedikitpun dari pahala mereka…” (HR. Muslim 2674, Abu Daud 4609 dan yang lainnya).


TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN

✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar