" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

Jumat, 21 Agustus 2020

HIKMAH DIJADIKANNYA BULAN MUHARROM DI AWAL TAHUN + VIDEO


أنا أحبك يا رسول الله


Sebelum baca, harus BERSHOLAWAT dulu!,
Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!




أَنْ يَحْصُـلَ الِابْتِـدَاءُ بِشَـهْرٍ حَـرَام ، وَيُخْـتَمَ 
بِشَهْرٍ حَرَام، ٍوَتُتَوَسَّطَ السَّـنَةُ بِشَهْرٍ حَرَام،ٍ 
وَهُـوَ رَجَـبٌ، وَإِنَّـمَا تَـوَالَى شَـهْرَانِ فِـي الْآخِـرِ لِإِرَادَةِ تَفْضِـيلِ الْخِتَـامِ وَالْأَعْـمَالُ بِالْخَـوَاتِيمِ .

Agar awal tahun diawali dengan Bulan Haram (Muharram), ditutup dengan Bulan Haram (Dzulhijjah), dan ditengahi juga oleh Bulan Haram, yaitu Rajab. Adapun akhir tahun ditutup dengan dua Bulan Haram (Dzulqa'dah dan Dzulhijjah), maksudnya untuk mengistimewakan penutup, karena amalan itu ditentukan oleh penutupnya. #Ibnu_Hajar_alAsqalani
كـتـاب فــتح البــاري : (١٠٨/٨)
CATATAN
Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam penanggalan Hijriyah. Nabi ﷺ menjuluki bulan ini sebagai Syahrullah atau "Bulan Allah". Dalam sebuah hadits yang Shahih Nabi ﷺ bersabda:

*Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di Bulan Allah yaitu bulan Muharram. Dan sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam.* [HR. Muslim]

Penyandaran kepada Allah ini tentu keistimewaan tersendiri bagi Muharram. Karena bulan Ramadhan sendiri tidak disebut sebagai Syahrullah.

Dahulu sebelum datangnya Nabi Muhammad ﷺ, bulan Muharram ini dinamakan Shafar Al-Awwal, sedangkan bulan Shafar dinamakan Shafar Ats-Tsani. Baru setelah datangnya Islam, bulan ini dinamakan Al-Muharram.

Al-Muharram dalam bahasa Arab berarti; waktu yang diharamkan. Maksudnya; haram menzalimi diri dengan perbuatan dosa.

Tentang bulan haram ini, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di keempat bulan itu” (QS At-Taubah: 36)

Empat (4) bulan haram yang dimaksud adalah; *Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.* _Pada bulan-bulan ini, perbuatan dosa sekecil apapun itu amatlah dahsyat dan berbahaya, dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain._

Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata:

فَجَعَلَهُنَّ حُرُماً وَعَظَّمَ حُرُمَاتِهِنَّ وَجَعَلَ الذَّنْبَ فِيْهِنَّ أَعْظَمُ، وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ وَاْلأَجْرُ أَعْظَمُ.

“…Allah menjadikannya bulan-bulan haram, memberatkan hal-hal yang diharamkan di dalamnya dan menjadikan perbuatan dosa di dalamnya lebih berat serta menjadikan amalan shaleh dan pahala juga lebih besar.”

Qotadah rahimahullah juga pernah berkata:

إنَّ الظُّلْمَ فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ أَعْظَمُ خَطِيْئَةً وَوِزْراً مِنَ الظُّلْمِ فِيْمَا سِوَاهَا، وَإِنْ كَانَ الظُّلْمُ عَلَى كُلِّ حَالٍ عَظِيْماً، وَلَكِنَّ اللهَ يُعَظِّمُ مِنْ أَمْرِه مَا يَشَاءُ.
“Sungguh kezaliman pada bulan-bulan haram lebih dahsyat daripada kezaliman di bulan-bulan yang lain. Meskipun sejatinya kezaliman itu dahsyat dan berat pada setiap keadaan, tetapi Allah mengagungkan perkara-perkara yang dikehendaki-Nya.”
@STaushiyyah

Back to top
Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :




http://www. alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!



Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Siapa yang mengajak kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengikutinya, tidak akan dikurangi sedikitpun dari pahala mereka…” (HR. Muslim 2674, Abu Daud 4609 dan yang lainnya).


TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN

✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar