" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

Senin, 27 Juli 2020

ANAK SEHARGA SURGA


أنا أحبك يا رسول الله


Sebelum baca, harus BERSHOLAWAT dulu!,
Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!





Dikandung sembilan bulan, dilahirkan susah payah, disusui dua tahun jika harus diterlantarkan tanpa pengasuhan dan pendidikan terbaik lantas apa maknanya berpayah-payah mendapatkan keturunan. 

Disambut gembira kelahirannya, diberikan nama terbaik,disembelih kambing untuk aqiqah,perasaan bahagia membuncah melengkapi hari-hari indah di dalam rumah. Jika dalam pengasuhan dan pendidikannya dijalani dengan beban-beban emosional yang akan merusak jiwa ananda,lantas apa makna bahagia melahirkannya.

Oleh karena itu setiap ayah dan bunda harus menyadari bahwa anak hadir di tengah-tengah ayah bunda bukanlah dihargai seadanya tanpa nilai berharga di hadapan Allah swt. Apa lagi dihargai dengan sejumlah harta yang akan diperoleh darinya yang justru belum tentu dapat meraih bahagia apalagi ridhaNya.

Setiap orang tua dalam Islam  menginginkan kesalehan anak dalam artian ayah bunda akan merasa puas dan bahagia jika menyaksikan anak-anaknya berada dalam ketaatan total kepada Allah swt.,sehingga ketaatan itu Allah yang beli. Allah beli pengorbanan ketaan itu seharga surga. Tidak ada harga yang lebih tinggi dari harga yang dijanjikan Allah swt pada setiap nilai taat,nilai ketakwaan. 

Mendapatkan anak yang taat tidaklah mudah dan harganya tidak bisa dibeli oleh manusia manapun tentu ikhtiar untuk itu bukanlah ikhtiar rendahan namun ikhtiar sungguhan dan komitmen yang tinggi untuk menjadikan perhiasan dunia ini “anak” dapat menjadi daya tarik sang Khaliqnya untuk membelinya dengan surga. 

Bahkan Allah berjanji siapapun yang berjual beli dalam rangka taat dan mencari ridhaNya akan dibayar dengan surga. 

Tauladan utama bagi orang tua dalam perkara ini adalah Nabi Ibrahim as, yang menyiapkan anaknya menjadi anak yang ketaatannya tiada bandingnya, walau Ismail berkorban nyawa dalam ketaatan tersebut. 

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ

“Sungguh telah ada untuk kalian teladan yang baik dalam diri Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya.” (al-Mumtahanah: 4)*

Kisah ketaatan Ayah dan anak ini diabadikan dalam Alquran :

 “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?” 

Apa jawab Ismail saat itu :

“Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan menemuiku insya-Allah sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah. 

Aku hanya meminta dalam melaksanakan perintah Allah itu agar ayah mengikatku kuat kuat supaya aku tidak banyak bergerak sehingga menyusahkan Ayah, kedua agar menanggalkan pakaianku supaya tidak terkan darah yang akan menyebabkan berkurangnya pahalaku ketika ibuku melihatnya, ketiga tajamkanlah pedangmu dan percepatlah pelaksanaan penyembelihan agar meringankan penderitaaan dan rasa pendihku, keempat dan yang terakhir sampaikanlah salamku kepada ibuku berikanlah kepadanya pakaianku ini untuk menjadi penghiburnya dalam kesedihan dan tanda mata serta kenang-kenangan baginya dari putera tunggalnya”

Kita juga dapat menyaksikan bagaimana para ibu mempersembahkan anak-anaknya meminta taat mengarungi medan jihad membela agama Allah swt. 
Sebutlah itu Alkhansa binti ‘Amru, ibunda para syuhada, empat0rang anaknya. Tidak anak-anaknya bersemangat menjemput syahid kalau bukan didikan yang sungguh-sungguh dari ibunya. 

Suatu hari perintah berjihad dikumandangkan untuk melawan tentara Persia. Di malam hari mereka berempat saling berdiskusi dan saling memperebutkan kesempatan untuk pergi berjihad dan tak ada keputusan yang final siapa diantara mereka  yang akan menemani bundanya di rumah. 
Diskusi yang berebut jihad itupun didengar oleh ibunda Alkhansa lalu berkata : 

"Wahai anak-anakku, sesungguhnya kalian memeluk agama ini tanpa paksaan dan berhijrah dengan kehendak sendiri. Demi Allah, yang tiada Tuhan selain Dia. Sesungguhnya, kalian adalah putra-putra dari seorang lelaki dan dari seorang perempuan yang sama," ujarnya.

Ia pun memberikan ridha bagi keempat anaknya untuk berjihad. "Berangkatlah kalian dan bertempurlah hingga syahid menjemput kalian." 

Lalu berangkatlah keempat puteranya tersebut hingga menemui kesyahidannya. 

Di era ini juga ada seorang ibu yang digelari ibu para mujahid S’aad Jundullah. Memiliki 5 orang anak dimana semuanya menjadi bintang para mujahid. Sejak usia 15 tahun anak-anaknya sudah diterjunkan untuk perjuangan Islam bahkan terjuan ke medan jihad memerangi Israel. 

Bahkan di wilayah perang saat ini, banyak sekali para bunda yang merindukan anak-anaknya menempuh jalan kesyahidan namun banyak pula yang measa takut untuk itu. 

Hari inipun semangat menggelora dari para ayah bunda untuk mengorbitkan anak-anaknya menjadi pejuang Islam, berada di barisan para pejuang menegakkan islam kaffah dalam naungan khilafah. 

Persiapan itu saat ini sedang berlangsung, berjibaku dengan sungguh-sungguh hingga diraih anak-anak yang tingkat ketaatan melebih ayah bundanya,melampaui  ilmu dan ibadah dan perjuangan ayah bundanya hadir di tengah-tengah umat melakukan amar ma’ruf nahyi munkar dengan keberanian yang memesona, siap menerima resiko syahid berhadapan dengan kekuasaan kufur. 

Anak seharga surga bukanlah anak biasa yang sekedar menjadi dokter mengobati orang sakit,menjadi insinyur membangun gedung-gedung,menjadi ilmuwan melahirkan teori-teori. Tapi lebih dari itu,anak seharga surga adalah anak yang ketaatannya tanpa tapi dan tanpa bentar dulu namun anak yang saat Allah perintah bersegera, saat Allah melarang menahan diri.

Anak seharga surga adalah anak yang memilih jalan kesyahidan dalam kematiannya. Anak seharga surga yang berani mati mengatakan yang haq di hadapan penguasa yang zalim. 
Wallaahua’lam bishshowab.

Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :





http://www. alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!



Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Siapa yang mengajak kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengikutinya, tidak akan dikurangi sedikitpun dari pahala mereka…” (HR. Muslim 2674, Abu Daud 4609 dan yang lainnya).


TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN

✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :

14 BAHAYA AKIBAT TAK JAGA LISAN MENURUT IMAM AL-GHAZALI


أنا أحبك يا رسول الله


Sebelum baca, harus BERSHOLAWAT dulu!,
Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!






بسم الله الرحمن الرحيم. 


Imam Al-Ghazali mengingatkan tentang bahaya tak menjaga lisan.

''Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, hendaklah ia mengucapkan perkataan yang benar atau (lebih baik) diam.''  (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam kitabnya Ihya Ulumiddin, Imam Al-Ghazali, mengemukakan ada 14 macam bahaya lidah yang harus diperhatikan manusia.

1. Perkataan yang tidak bermanfaat yang bisa membuat hati kasar.

2. Mereka yang banyak omong, maka ia banyak bohong.

3. Omong kosong.

وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

Padahal ciri-ciri orang beriman ( Quran Surat Al-Mu’minun Ayat 3) adalah mereka yang senantiasa menghindarkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat.

4. Menyebabkan pertengkaran dan dendam kesumat (rasa dendam dan benci yang sangat mendalam)

5. Banyak bicara akan menimbulkan permusuhan antarkelompok dan golongan.

6. Mereka yang berbohong dengan mengaku sebagai pakar suatu bidang.

 7. Ucapan yang mengandung hujatan dan cacian.

8. Ucapan yang mengutuk seseorang atau satu golongan.

9. Ungkapan syair atau nyanyian porno yang membangkitkan nafsu kebinatangan seseorang.

10. Senda gurau dengan memperolok-olok orang lain.
Rasulullah bersabda: ''Sesungguhnya mereka yang menertawakan teman-temannya, mereka akan jatuh ke dalam neraka, lebih jatuh dari bintang surya.''

11. Mengejek orang lain.

Surat Al-Hujurat Ayat 11

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ


Allah berfirman: ''Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum merendahkan (menertawakan) kaum yang lain. Boleh jadi (yang ditertawakan itu) lebih baik dari mereka (yang menertawakan). Jangan pula sekelompok wanita menertawakan kelompok wanita yang lain, boleh jadi (yang diperolok-olok itu) lebih baik dari mereka dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu memanggil dengan gelar-gelar yang buruk,''  (QS. Al Hujurat : 11)

12. Membuka rahasia orang lain.

13. Berjanji palsu.

14. Bersumpah palsu.
Semua itu akan merusak nilai-nilai amanah. Rasulullah bersabda:  ''Waspadalah terhadap pembohong! Sebab pembohong dan orang-orang yang dzalim sama-sama dalam neraka.'' (HR Ibnu Majah)

Seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah: "Apa penyebab terbesar orang masuk neraka?'' Nabi menjawab: "Karena lidah dan kemaluannya.'' (HR Turmudzi).

Mudah-mudahan kita semua dapat mengendalikan diri.
aamiin

 📖 _*(Dikutip oleh Imam Al-Ghazali  dalam kitabnya Ihya Ulumiddin. 

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞


Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :




http://www. alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!



Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Siapa yang mengajak kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengikutinya, tidak akan dikurangi sedikitpun dari pahala mereka…” (HR. Muslim 2674, Abu Daud 4609 dan yang lainnya).


TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN

✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :