" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

Minggu, 14 Juni 2020

KISAH NYATA: PENYESALAN SUAMI KARENA POLIGAMI + VIDEO


أنا أحبك يا رسول الله


Sebelum baca, harus BERSHOLAWAT dulu!,
Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK



Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



--ISTRI WAJIB BACA--
Kisah nyata.yg mungkin bisa diambil ibrohnya.terutama bagi kaum Adam yg ingin berpoligami.
Sayap - sayap patah 🌷

Kala jari jemariku menulis kalimat kalimat ini karena mataku yg tak sanggup lg menampung perihnya airmata..
Kawan...
Semua yang disyariatkan Allah adalah benar yg harus kita lakukan..
Dan Syariat itu tidak pernah salah dan keliru yg menjadikannya hancur adalah pribadi manusia.....


Sebut saja namaku Abdullah.
Aku diberi Allah pendamping yg supel,
pintar, rajin dan sangat sholehah, sebut saja namanya Aisyah, hidupku sangat bahagia apalagi Aisyah telah memberiku dua orang putra dan satu orang putri..

Rumah tanggaku sangat bahagia.
Suatu hari hatiku di uji oleh Allah Aku jatuh cinta pada seseorang gadis yang sangat cantik dan lebih mudah, sebut saja namanya Fatimah yang lebih membuatku semakin kuat ingin menikah lagi dgn Fatimah karena ia sangat sholehah dan bersedia menjadi istri kedua ku.

Akhirnya aku putuskan untuk menikah dengan Fatimah, aku sudah memberi tahu istriku namun Aisyah tidak menjawab apa apa..
Yg kulihat hanya airmata yang tiba-tiba jatuh saat ku sampaikan itu, aku tak peduli.. Toh nanti jg dia akan menerima..

Terjadilah pernikahan antara aku dan Fatimah.. Awal awal nya memang agak susah tp lama ke lamaan akhirnya baik-baik saja hanya saja Aisyah sedikit lebih pendiam dari setelah aku menikah lg.
Waktu terus bergulir tidak terasa aku sedah membinah rumah tangga dgn Fatimah sudah satu tahun dan dikaruniai seorang putri yg sekarang berusia 6 bulan, semantara Aisyah tidak banyak yang berubah darinya,..

Hari-hari terus bergulir dan aku mulai bosan dan jenuh ,
sehingga terjadilah badai dalam keluargaku, aku ingin mencereikan salah satu istriku, akhirnya terjadi pertengkaran dalam keluargaku dan jatuhlah talak ku pada Aisyah, kulihat ada airmata di wajahnya namun dia terus diam dlm kebisuan air mata..
Ku biarkan Ghozy, Ghassan dan Balqis anak anak ku ikut dengan Aisyah karena aku tahu mereka pasti akan memilih ibunya..

Tahun berganti tahun..
Hidupku dengan Fatimah pun mulai goyang, sebenarnya aku sangat bahagia dengannya namun sifat manja dan tidak memahami perasaanku membuatku tdk nyaman, dan tak jarang rumah tangga kami mulai diterpa pertengkaran.

Suatu ketika kami pernah bertengkar hebat dan membuat aku enggan pulang ke rumah, akupun mampir disebuah mesjid, kularutkan diri dlm sholat..
Dlm mesjid itupun aku rindu dengan Aisyah dan anak-anak ku.. Tp dimana mereka?
7 tahun yg silam saat aku mentalak Aisyah,, Ghozy putra pertamaku berusia 5 tahun,
dan Ghassan berusia 4 tahun sementara Balqis berusia1tahun,
hingga kini aku tak pernah mananyakan kabar mereka apalagi mengirimkan mereka biaya hidup.. Sungguh semakin membuatku menderita memikirkannya .

Saat itu hujan turun dengan lebatnya..
Aku pelan pelan dan diam diam mulai mencari Aisyah dan anak-anak ku, namun hasilnya tak berhasil, aku mulai menanyakan kiri kanan pada keluarganya atau pada teman teman Aisyah tp tetap nihil ..

Mereka hilang bagai ditelan bumi..
Dimana mereka ya Allah.. Doaku dalam hati. Aku semakin ketakutan manakala tak mendapat info apa apa tentang mereka.. Pikiran ku semakin tak menentu.. Di sisi lain Fatimah hidup denganku dengan sejuta tuntutan.

Hari-hari pun terus berlalu..
Bahkan hampir 6 bulan aku mencari mereka.. Hingga pada suatu hari sehabis mengikuti kajian..
Tiba-tiba seorang ustadz mendekatiku "Abdullah... Apakah kau sudah bertemu Aisyah dan anak-anak mu......?"
ku geleng kan kepala dgn air mata.. Kerinduan..

Ustadz itu berkata " insyaallah mereka baik-baik saja" perkataan sang ustadz membuatku menatap wajahnya lekat lekat..
Wajah sang ustadz seolah tersirat ia mengetahui keberadaan Aisyah dan anak-anak ku... Ternyata benarlah dugaan ku sang ustadz memberi tahu setelah ku desak dimana Aisyah dan anak-anak ku..

Aisyah menghilang dalam hidupku dan menetap di sebuah kota yg sangat jauh dari tempat yg pernah menjadi kota tempat kami saat membina rumah tangga.. Jauh dan sangat jauh...jarak tempuhnya 4hari perjalanan....
Di sebuah pondok pesantren dipelosok desa tepat dilereng gunung...

Saat itu aku berangkat bersama sang ustadz sebagai petunjuk dan mediator yg mempertemukan aku dgn dia Aisyah.. Perjalanan yg panjang membuat aku dan sang Ustadz ingin beristirahat sejenak..
Mampirlah kami disalah satu mesjid di tempat itu.. Dada ku bergemuruh, perasaanku tak menentu, aku jd ketakutan manakala anak anak ku tdk mau melihatku apalagi menerima ku.. terus ku yakinkan hatiku..

Tiba-tiba lamunanku hilang oleh merdunya suara adzan, airmata ku menetes menghayati kalimat sang mu'adzin.. Saat itu waktu magrib.. Aku dan Ustad memutuskan bermalam dimesjid tersebut.
Allahu Akbar... Suara imam menggema aku tenggelam dalam sholat oleh tartil nya bacaan imam.. Menunjukkan sangat fasih dlm melafalkan Al Quran.. Setelah selesai sholat sang imam memberikan tausyiah singkat tentang hargailah orang yg selalu bersama Kita.. Lisan sang imam benar-benar mengiris hatiku...

Keesokan hari dikala subuh menjelang aku berdoa ya ALLAH pertemukan aku dgn Aisyah dan anak-anak ku... Adzan subuhpun berkumandang.. Sebelum sholat sang ustadz berkata insyaallah pagi ini kau akan bertemu dengan putra pertamamu...
Semakin bergemuruh hatiku ditambah lg suara sang imam membuat para jama'ah memecahkan tangisan.. Sungguh desa dan tempat yg dipilih Aisyah benar-benar sangat damai dari kebisingan dunia.

Benar lah pagi itu aku bertemu dengan putra sulungku Ghozy yg tiada lain adalah imam yang dari tadi malam membuat jemaah menangis karena tartilnya membaca Quran... Hatiku bergemuruh..
Dalam usia yang sangat mudah ia telah memiliki ilmu setara gurunya.. Hatiku kembali bergemuruh mana kala melihat nya tumbuh menjadi penghafal Quran... Menetes air mata ku kepeluk di erat sekali kutanyakn kabar ibu dan adik adik nya..... Dgn gaya bahasa yang sangat sopan Ghozy menceritakan perjalanan ibunya menanggung ketiga anaknya tanpa ada sosok ayah.. Ghozy telah di dewasakan oleh ilmunya walau ia baru berumur 14 tahun... Kisah perjalanan istrinya di dengar dgn airmata tak terbendung...
Hati Abdullah semakin merinding kala Ghozy mengatakan bahwa adiknya Ghassan yg usia beda setahun dg Ghozy telah berangkat ke madinah krn prestasinya..
Disisi lain Balqis yg berusia sembilan tahun telah selesai mengikuti program kelas tahfidz.. Ghozy dgn tegas mengatakan kami semua bs seperti yg abi dengar karena sosok ibu yang telah abi tinggalkan..
Umi membesarkan dan mendidik kami untuk lebih mencintai Allah..
Umi memberi kami makan dr hasil kerjanya sebagai orang yang mencuci piring di dapur pondok ini.. Abi..
Umi tak pernah mengajari kami untuk membencimu tp ketahuilah kau adalah ayah kami,tp kau tak layak jd suami dr ibuku.. Kalimat itu terdengar bagai petir..
Dunia terasa gelap.. Wajah ku menunduk.. Aku tak tahu harus berbuat apa.

Untuk mu yang sedang membaca tulisan ku.. Jgn kau berbuat seperti ku..
Seseorang yg ada disamping mu sekarang adalah orang terbaik yg di pilih Allah untukmu maka jangan sia sia kan...
Aku tak bs melanjutkan tulisanku ini karena airmata ku menghalangi pandangan ku....
Untukmu istri ku Aisyah..
Walau aku tak layak untukmu... Kini kau bukti kan bahwa sikapmu adalah cerminan dari namamu..
Hal terindah dalam hidupku kau telah menjadikan anak anak ku sebagai jundi jundi sejati....

Untukmu istri ku Aisyah.. Dikala Allah mempertanyakan diriku tentang anak anak ku.. Apa yg menjadi hujjah ku...?
Untukmu istriku Aisyah... Aku telah membuang berlianku..sungguh anak anak kita tumbuh menjadi anak anak mutthaqiin.. Satu hal yang ku mohon pd Allah.. Aku diberi kesempatan untuk berkumpul dan menembus dosa dan kesalahan dgn kalian.


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
IBROH YG BISA DIAMBIL DARI KISAH INI, BAHWA BERSYUKUR SELALU KPD ALLAAH DGN ORG² TERDEKAT SAAT INI,

LENGKAPI KEKURANGANNYA,
TUTUPI CACATNYA,
PUJILAH ALLAH SELALU ATAS KEBAIKANNYA📚🌹🍃

🍃NB: JIKA ANDA MENDUKUNG PERJUANGAN DAKWAH FANSPAGE INI, KAMI MINTA DO'ANYA & BANTU SHARE POSTINGAN INI BIAR SEMAKIN BANYAK YANG BISA MEMETIK MANFAAT... DAN SEMOGA BEKAL AMAL JARIYAH BAGI ANDA... AAMIIN…!!!


Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :




http://www. alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!



Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Siapa yang mengajak kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengikutinya, tidak akan dikurangi sedikitpun dari pahala mereka…” (HR. Muslim 2674, Abu Daud 4609 dan yang lainnya).



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN

✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar