Peta


Lihat alikhlasmusholaku.top di peta yang lebih besar
" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

Selasa, 25 Mei 2021

10 KEUTAMAAN SHALAT TAHIYATUL MASJID

 

أنا أحبك يا رسول الله


Sebelum baca, harus BERSHOLAWAT dulu!,
Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!


Share On Whatsapp:




Shalat Tahiyatul Masjid merupakan shalat yang dilaksanakan sebanyak dua roka’at yang dilakukan seseorang saat masuk ke dalam masjid dan hukumnya termasuk ke dalam sunnah dan menjadi hak setiap orang yang akan masuk ke masjid. Shalat Tahiyatul Masjid ini disyariatkan untuk setiap waktu ketika seseorang memasuki masjid dan memiliki maksud untuk duduk di dalamnya. Ini adalah pendapat dari Imam Asy-Syafi’i serta Ahmad bin Hambal yang kemudian juga diperkuat oleh Ibnu Baz, Ibnu Taimiyah dan juga Ibnu Al-Utsaimin –rahimahumullah.


Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda,


Artinya : “Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah ia shalat dua rakaat sebelum ia duduk.”(Hadits Bukhari Nomor 425).


Jabir bin Abdilah–radhiyallahu ‘anhu juga berkata, “ulaik Al-Ghathafani datang pada hari Jum’at, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang berkhutbah, dia pun duduk. Maka beliau langsung bertanya padanya,


Artinya : “Wahai Sulaik, bangun dan shalatlah dua raka’at, kerjakanlah dengan ringan.” Kemudian beliau bersabda: “Jika salah seorang dari kalian datang pada hari Jum’at, sedangkan Imam sedang berkhutbah, maka hendaklah ia shalat dua raka’at dengan ringan.” (Hadits Muslim Nomor 1449).


Adapun niat shalat tahiyatul masjid, sebenarnya sah saja jika dicukupkan dengan usholli, “aku berniat shalat”, sebagaimana shalat sunnah mutlak. Namun boleh juga semisal kita menyebutkan niat secara lengkap, seperti:


Usholli sunnatan tahiyyatal masjidi rok’ataini lillaahi ta’aalaa


Artinya: “Saya niat shalat tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah ta’ala”


Hal yang perlu diperhatikan dalam shalat tahiyatul masjid ini ialah bahwa pahalanya bisa didapatkan bahkan jika seseorang masuk masjid kemudian shalat fardhu atau shalat lainnya. Karena kesunnahan shalat ini ialah yang penting seseorang melakukan shalat sebelum ia duduk di dalam masjid, meskipun tidak secara spesifik shalat tahiyatul masjid itu sendiri yang ia lakukan. Hal yang sama juga berlaku pada shalat sunnah wudhu, yakni ketika seseorang sudah melakukan wudhu, maka ia disunnahkan melakukan shalat, apapun shalat yang dia lakukan.


Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha, Al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imam al-Syâfi’i (Surabaya: Al-Fithrah, 2000), juz I, h. 215:


Artinya: “Pahala kesunnahan shalat tahiyatul masjid ini bisa dihasilkan dengan ia mengerjakan shalat fardhu atau shalat sunnah lainnya, karena tujuan utamanya ialah agar seseorang jangan tergesa-gesa duduk di dalam masjid tanpa ia melakukan shalat”.


KEUTAMAAN SHALAT TAHIYYATUL MASJID


1. Bentuk Pemuliaan Pada Masjid


Melaksanakan shalat tahiyatul masjid ini merupakan salah satu bentuk pemuliaan terhadap masjid dimana merupakan rumah Allah atau baitullah. Menurut jumhur ulama, kedudukan dari shalat sunnah ini adalah seperti pada saat mengucapkan salam di saat masuk rumah atau mengucapkan salam saat bertemu dengan saudara seiman.


Ini juga kembali ditekankan oleh Imam Nawawi rahimahullaah yang mengatakan,


“Sebagian mereka (ulama) mengungkapkannya dengan Tahiyyah Rabbil Masjid (menghormati Rabb masjid), karena maksud dari shalat tersebut sebagai kegiatan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah, bukan kepada masjidnya, karena orang yang memasuki rumah raja, ia akan menghormat kepada raja bukan kepada rumahnya.” (Hasyiyah Ibnu Qasim, 2/252)


2. Menghapus Dosa dan Ditinggikan Derajat


Shalat tahiyatul masjid yang menjadi salah satu shalat sunnah ini juga akan menghapus dosa dan meninggikan derajat, karena dengan memperbanyak sujud bisa dilakukan dengan cara menjalankan beberapa shalat sunnah seperti shalat tahiyatul masjid.


“Aku bertemu [Tsauban], maula Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, lalu aku bertanya, ‘Kabarkanlah kepadaku dengan suatu amal yang jika kukerjakan niscaya Allah akan memasukkanku ke dalam surga disebabkan amal tersebut, -atau dia berkata, aku berkata, ‘Dengan amalan yang paling disukai Allah-, lalu dia diam, kemudian aku bertanya kepadanya, lalu dia diam kemudian dia bertanya kepadanya yang ketiga kalinya.’


Dia menjawab, ‘Aku telah menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, maka dia menjawab, ‘Hendaklah kamu memperbanyak sujud kepada Allah, karena tidaklah kamu bersujud kepada Allah dengan suatu sujud melainkan Allah akan mengangkatmu satu derajat dengannya, dan menghapuskan dosa darimu dengannya’.” (Ma’dan) berkata, “Kemudian aku bertemu (Abu ad-Darda’), lalu aku bertanya kepadanya, maka dia menjawabku seperti sesuatu yang dikatakan Tsauban kepadaku.” (Hadits Muslim Nomor 753).


3. Menyelesaikan Masalah Dalam Hidup


Keutamaan lain dari shalat tahiyatul masjid adalah sebagai sarana dalam menyelesaikan segala macam permasalahan yang terjadi di dalam hidup. Dalam kehidupan Rasulullah saw yang paling mulia, beliau pernah mendapatkan masalah atau urusan sehingga membuat beliau menjadi prihatin dan resah sehingga Rasulullah SAW. lebih memperbanyak shalat-shalat sunnahnya.


4. Sebagai Bentuk Rasa Syukur


Shalat tahiyatul masjid juga merupakan salah satu bentuk rasa syukur dari seorang hamba kepada Allah SWT atas segala nikmat yang sudah diperoleh seperti nikmat rezeki, nikmat kesehatan, nikmat mendengar, nikmat bernafas, nikmat berjalan dan berbagai nikmat lain yang sudah Allah SWT berikan.


Semasa hidup Rasulullah SAW. pada setiap malamnya selalu mengerjakan sholat sunnah hingga kaki beliau bengkak. Dalam sebuah hadits diriwayatkan, ketika istri beliau Aisyah melihatnya, Aisyah bertanya:


Artinya : “Bukankah Allah telah mengampuni anda terhadap dosa-dosa anda yang lalu maupun yang akan datang? Beliau menjawab: “Tidak bolehkah saya menjadi hamba yang bersyukur.” (Hadits Bukhari Nomor 4459).


5. Meraih Wali Allah Yang Terdepan


Dengan rajin menunaikan shalat sunah seperti tahiyatul masjid ini, maka seseorang akan dijadikan wali Allah yang sangat istimewa. Wali Allah yang dimaksud disini bukanlah seseorang dengan ilmu sakti seperti dapat terbang serta memakai tasbih dan surban, namun orang yang beriman dan beratkwa.


Artinya : “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. Yunus Ayat 62-63)


6. Menutupi Kekurangan Shalat Wajib


Shalat tahiyatul masjid juga digunakan untuk menutupi kekurangan shalat wajib. Hal ini tercermin dari sebuah hadits Rasulullah Saw yang berarti,


Artinya : “Sesungguhnya yang pertama kali akan di hisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah shalatnya, Allah Jalla wa ‘Azza berfirman kepada Malaikat -Dan Dia lebih mengetahui (amalan seseorang) -; “Periksalah shalat hamba-Ku, sempurnakah atau justru kurang? Sekiranya sempurna, maka catatlah baginya dengan sempurna, dan jika terdapat kekurangan, Allah berfirman; “Periksalah lagi, apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah? Jikalau terdapat shalat sunnahnya, Allah berfirman; “Cukupkanlah kekurangan yang ada pada shalat wajib hamba-Ku itu dengan shalat sunnahnya.” (Hadits Abu Daud Nomor 733)


7. Cermin Ketakwaan dan Tawakkal


Melaksanakan shalat tahiyatul masjid juga merupakan salah satu cerminan dari tingkat ketakwaan dan juga rasa tawakkal atau berserah diri dari seorang hamba Allah pada Allah SWT. Salah satu shalat sunnah ini adalah salah satu wujud dari kesungguhan serta tekad yang berasal dari seorang hamba yang dilakukan hingga rela menghabiskan waktu, tenaga bahkan mungkin hartanya hanya untuk mengerjakan shalat sehingga lebih mendekatkan diri pada Allah.


Oleh karena itu, akan sangat wajar jika seorang hamba yang melakukan shalat tahiyatul masjid merupakan cerminan dari ketaatan serta ketakwaan pada Allah. Allah juga sudah menjanjikan berbagai pahala serta kemuliaan sebagai pahala dari menjalankan shalat tahiyatul masjid ini.


8. Menambahkan Kesempurnaan Shalat Fardu


Keutamaan dan juga manfaat dari menjalankan shalat sunnah seperti shalat tahiyatuol masjid ini adalah untuk menyempurnakan shalat fardhu. Dengan ini, jika ada kelalaian pada shalat fardhu, lupa, kesalahan atau kekurangan maka bisa disempurnakan dengan shalat sunnah tersebut.


Artinya : “Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya.” (QS. Al-Baqarah 184).


Sholat-sholat sunnah atau yang juga disebut dengan sholat tathawwu’ termasuk dalam wilayah kebajikan dari sisi ayat yang disebutkan di atas. Yang dimaksud dengan kata “itulah yang lebih baik baginya” adalah lebih memperbaiki dan menyempurnakan adanya kekurangan-kekurangan kebaikan pada yang wajib.


9. Shalat Tahiyatul Masjid Merupakan Sebaik-Baik Amalan


Shalat tahiyatul masjid merupakan amalan yang paling utama. Tsauban berkata jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


Artinya : “Beristiqamahlah kalian, dan sekali-kali kalian tidak akan dapat untuk menghitung. Ketahuilah, sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah shalat, dan tidak ada yang menjaga wudlu kecuali orang mukmin.” (Hadits Ibnu Majah Nomor 274)


10. Shalat Yang Dianjurkan dan Tidak Bisa Diremehkan


Shalat tahiyatul masjid merupakan shalat yang sangat dianjurkan dan tidak dapat dianggap remeh dan dengan melaksanakan shalat ini maka akan dimuliakan di surga karena sudah memuliakan masjid.


Wallahu’alam


Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :




http://www. alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!



Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Siapa yang mengajak kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengikutinya, tidak akan dikurangi sedikitpun dari pahala mereka…” (HR. Muslim 2674, Abu Daud 4609 dan yang lainnya).


TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN

✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar