" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

Senin, 04 Mei 2020

Juz 30 Surat An-Naba’ Ayat 1 – Surat An-Nas Ayat 6


أنا أحبك يا رسول الله


Sebelum baca, harus BERSHOLAWAT dulu!,
Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



Klik untuk mendengarkan ⏯ atau klik titik 3 untuk download ⇓ murothal



سورة الـنبإ

Surah An-Naba’

Bismillāhir rahmānir rahīm

عَمَّ يَتَسَاءلُونَ ﴿١﴾
78/An-Naba’-1: AAamma yatasaaloona
Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? (1)
عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ ﴿٢﴾
78/An-Naba’-2: AAani alnnabai alAAatheemi
Tentang berita yang besar, (2)
الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ ﴿٣﴾
78/An-Naba’-3: Allathee hum feehi mukhtalifoona
yang mereka perselisihkan tentang ini. (3)
كَلَّا سَيَعْلَمُونَ ﴿٤﴾
78/An-Naba’-4: Kalla sayaAAlamoona
Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, (4)
ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ ﴿٥﴾
78/An-Naba’-5: Thumma kalla sayaAAlamoona
kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka mengetahui. (5)
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا ﴿٦﴾
78/An-Naba’-6: Alam najAAali alarda mihadan
Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, (6)
وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا ﴿٧﴾
78/An-Naba’-7: Waaljibala awtadan
dan gunung-gunung sebagai pasak?, (7)
وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا ﴿٨﴾
78/An-Naba’-8: Wakhalaqnakum azwajan
dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, (8)
وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا ﴿٩﴾
78/An-Naba’-9: WajaAAalna nawmakum subatan
dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, (9)
وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا ﴿١٠﴾
78/An-Naba’-10: WajaAAalna allayla libasan
dan Kami jadikan malam sebagai pakaian, (10)
وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا ﴿١١﴾
78/An-Naba’-11: WajaAAalna alnnahara maAAashan
dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, (11)
وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا ﴿١٢﴾
78/An-Naba’-12: Wabanayna fawqakum sabAAan shidadan
dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh, (12)
وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا ﴿١٣﴾
78/An-Naba’-13: WajaAAalna sirajan wahhajan
dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), (13)
وَأَنزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاء ثَجَّاجًا ﴿١٤﴾
78/An-Naba’-14: Waanzalna mina almuAAsirati maan thajjajan
dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, (14)
لِنُخْرِجَ بِهِ حَبًّا وَنَبَاتًا ﴿١٥﴾
78/An-Naba’-15: Linukhrija bihi habban wanabatan
supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, (15)
وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا ﴿١٦﴾
78/An-Naba’-16: Wajannatin alfafan
dan kebun-kebun yang lebat? (16)
إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا ﴿١٧﴾
78/An-Naba’-17: Inna yawma alfasli kana meeqatan
Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, (17)
يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا ﴿١٨﴾
78/An-Naba’-18: Yawma yunfakhu fee alssoori fatatoona afwajan
yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, (18)
وَفُتِحَتِ السَّمَاء فَكَانَتْ أَبْوَابًا ﴿١٩﴾
78/An-Naba’-19: Wafutihati alssamao fakanat abwaban
dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, (19)
وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا ﴿٢٠﴾
78/An-Naba’-20: Wasuyyirati aljibalu fakanat saraban
dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia. (20)
إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا ﴿٢١﴾
78/An-Naba’-21: Inna jahannama kanat mirsadan
Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai, (21)
لِلْطَّاغِينَ مَآبًا ﴿٢٢﴾
78/An-Naba’-22: Lilttagheena maaban
lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, (22)
لَابِثِينَ فِيهَا أَحْقَابًا ﴿٢٣﴾
78/An-Naba’-23: Labitheena feeha ahqaban
mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, (23)
لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا ﴿٢٤﴾
78/An-Naba’-24: La yathooqoona feeha bardan wala sharaban
mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, (24)
إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا ﴿٢٥﴾
78/An-Naba’-25: Illa hameeman waghassaqan
selain air yang mendidih dan nanah, (25)
جَزَاء وِفَاقًا ﴿٢٦﴾
78/An-Naba’-26: Jazaan wifaqan
sebagai pambalasan yang setimpal. (26)
إِنَّهُمْ كَانُوا لَا يَرْجُونَ حِسَابًا ﴿٢٧﴾
78/An-Naba’-27: Innahum kanoo la yarjoona hisaban
Sesungguhnya mereka tidak berharap (takut) kepada hisab, (27)
وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا كِذَّابًا ﴿٢٨﴾
78/An-Naba’-28: Wakaththaboo biayatina kiththaban
dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya. (28)
وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ كِتَابًا ﴿٢٩﴾
78/An-Naba’-29: Wakulla shayin ahsaynahu kitaban
Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab. (29)
فَذُوقُوا فَلَن نَّزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا ﴿٣٠﴾
78/An-Naba’-30: Fathooqoo falan nazeedakum illa AAathaban
Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab. (30)
إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا ﴿٣١﴾
78/An-Naba’-31: Inna lilmuttaqeena mafazan
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (31)
حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا ﴿٣٢﴾
78/An-Naba’-32: Hadaiqa waaAAnaban
(yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, (32)
وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا ﴿٣٣﴾
78/An-Naba’-33: WakawaAAiba atraban
dan gadis-gadis remaja yang sebaya, (33)
وَكَأْسًا دِهَاقًا ﴿٣٤﴾
78/An-Naba’-34: Wakasan dihaqan
dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). (34)
لَّا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا كِذَّابًا ﴿٣٥﴾
78/An-Naba’-35: La yasmaAAoona feeha laghwan wala kiththaban
Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula) perkataan dusta. (35)
جَزَاء مِّن رَّبِّكَ عَطَاء حِسَابًا ﴿٣٦﴾
78/An-Naba’-36: Jazaan min rabbika AAataan hisaban
Sebagai pembalasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak, (36)
رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرحْمَنِ لَا يَمْلِكُونَ مِنْهُ خِطَابًا ﴿٣٧﴾
78/An-Naba’-37: Rabbi alssamawati waalardi wama baynahuma alrrahmani la yamlikoona minhu khitaban
Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia. (37)
يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلَائِكَةُ صَفًّا لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرحْمَنُ وَقَالَ صَوَابًا ﴿٣٨﴾
78/An-Naba’-38: Yawma yaqoomu alrroohu waalmalaikatu saffan la yatakallamoona illa man athina lahu alrrahmanu waqala sawaban
Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar. (38)
ذَلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّ فَمَن شَاء اتَّخَذَ إِلَى رَبِّهِ مَآبًا ﴿٣٩﴾
78/An-Naba’-39: Thalika alyawmu alhaqqu faman shaa ittakhatha ila rabbihi maaban
Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya. (39)
إِنَّا أَنذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنتُ تُرَابًا ﴿٤٠﴾
78/An-Naba’-40: Inna antharnakum AAathaban qareeban yawma yanthuru almaro ma qaddamat yadahu wayaqoolu alkafiru ya laytanee kuntu turaban
Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah". (40)


سورة الـنازعات

Surah An-Nazi’at

Bismillāhir rahmānir rahīm

وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا ﴿١﴾
79/An-Nazi’at-1: WaalnnaziAAati gharqan
Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras, (1)
وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا ﴿٢﴾
79/An-Nazi’at-2: Waalnnashitati nashtan
dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut, (2)
وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًا ﴿٣﴾
79/An-Nazi’at-3: Waalssabihati sabhan
dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat, (3)
فَالسَّابِقَاتِ سَبْقًا ﴿٤﴾
79/An-Nazi’at-4: Faalssabiqati sabqan
dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang, (4)
فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًا ﴿٥﴾
79/An-Nazi’at-5: Faalmudabbirati amran
dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia). (5)
يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ ﴿٦﴾
79/An-Nazi’at-6: Yawma tarjufu alrrajifatu
(Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncang alam, (6)
تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ ﴿٧﴾
79/An-Nazi’at-7: TatbaAAuha alrradifatu
tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. (7)
قُلُوبٌ يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ ﴿٨﴾
79/An-Nazi’at-8: Quloobun yawmaithin wajifatun
Hati manusia pada waktu itu sangat takut, (8)
أَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ ﴿٩﴾
يَقُولُونَ أَئِنَّا لَمَرْدُودُونَ فِي الْحَافِرَةِ ﴿١٠﴾
79/An-Nazi’at-10: Yaqooloona ainna lamardoodoona fee alhafirati
(Orang-orang kafir) berkata: "Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula? (10)
أَئِذَا كُنَّا عِظَامًا نَّخِرَةً ﴿١١﴾
79/An-Nazi’at-11: Aitha kunna AAithaman nakhiratan
Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?" (11)
قَالُوا تِلْكَ إِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ ﴿١٢﴾
79/An-Nazi’at-12: Qaloo tilka ithan karratun khasiratun
Mereka berkata: "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan". (12)
فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ ﴿١٣﴾
79/An-Nazi’at-13: Fainnama hiya zajratun wahidatun
Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah satu kali tiupan saja, (13)
فَإِذَا هُم بِالسَّاهِرَةِ ﴿١٤﴾
79/An-Nazi’at-14: Faitha hum bialssahirati
maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi. (14)
هَلْ أتَاكَ حَدِيثُ مُوسَى ﴿١٥﴾
79/An-Nazi’at-15: Hal ataka hadeethu moosa
Sudah sampaikah kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa. (15)
إِذْ نَادَاهُ رَبُّهُ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى ﴿١٦﴾
79/An-Nazi’at-16: Ith nadahu rabbuhu bialwadi almuqaddasi tuwan
Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thuwa; (16)
اذْهَبْ إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى ﴿١٧﴾
79/An-Nazi’at-17: Ithhab ila firAAawna innahu tagha
"Pergilah kamu kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas, (17)
فَقُلْ هَل لَّكَ إِلَى أَن تَزَكَّى ﴿١٨﴾
79/An-Nazi’at-18: Faqul hal laka ila an tazakka
dan katakanlah (kepada Fir'aun): "Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)". (18)
وَأَهْدِيَكَ إِلَى رَبِّكَ فَتَخْشَى ﴿١٩﴾
79/An-Nazi’at-19: Waahdiyaka ila rabbika fatakhsha
Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?" (19)
فَأَرَاهُ الْآيَةَ الْكُبْرَى ﴿٢٠﴾
79/An-Nazi’at-20: Faarahu alayata alkubra
Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. (20)
فَكَذَّبَ وَعَصَى ﴿٢١﴾
79/An-Nazi’at-21: Fakaththaba waAAasa
Tetapi Fir'aun mendustakan dan mendurhakai. (21)
ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَى ﴿٢٢﴾
79/An-Nazi’at-22: Thumma adbara yasAAa
Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). (22)
فَحَشَرَ فَنَادَى ﴿٢٣﴾
79/An-Nazi’at-23: Fahashara fanada
Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (23)
فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَى ﴿٢٤﴾
79/An-Nazi’at-24: Faqala ana rabbukumu alaAAla
(Seraya) berkata: "Akulah tuhanmu yang paling tinggi". (24)
فَأَخَذَهُ اللَّهُ نَكَالَ الْآخِرَةِ وَالْأُولَى ﴿٢٥﴾
79/An-Nazi’at-25: Faakhathahu Allahu nakala alakhirati waaloola
Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. (25)
إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَن يَخْشَى ﴿٢٦﴾
79/An-Nazi’at-26: Inna fee thalika laAAibratan liman yakhsha
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya). (26)
أَأَنتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاء بَنَاهَا ﴿٢٧﴾
79/An-Nazi’at-27: Aantum ashaddu khalqan ami alssamao banaha
Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya, (27)
رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا ﴿٢٨﴾
79/An-Nazi’at-28: RafaAAa samkaha fasawwaha
Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, (28)
وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَاهَا ﴿٢٩﴾
79/An-Nazi’at-29: Waaghtasha laylaha waakhraja duhaha
dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. (29)
وَالْأَرْضَ بَعْدَ ذَلِكَ دَحَاهَا ﴿٣٠﴾
79/An-Nazi’at-30: Waalarda baAAda thalika dahaha
Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. (30)
أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءهَا وَمَرْعَاهَا ﴿٣١﴾
79/An-Nazi’at-31: Akhraja minha maaha wamarAAaha
Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. (31)
وَالْجِبَالَ أَرْسَاهَا ﴿٣٢﴾
79/An-Nazi’at-32: Waaljibala arsaha
Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh, (32)
مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ ﴿٣٣﴾
79/An-Nazi’at-33: MataAAan lakum walianAAamikum
(semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu. (33)
فَإِذَا جَاءتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَى ﴿٣٤﴾
79/An-Nazi’at-34: Faitha jaati alttammatu alkubra
Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang. (34)
يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْإِنسَانُ مَا سَعَى ﴿٣٥﴾
79/An-Nazi’at-35: Yawma yatathakkaru alinsanu ma saAAa
Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, (35)
وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَن يَرَى ﴿٣٦﴾
79/An-Nazi’at-36: Waburrizati aljaheemu liman yara
dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. (36)
فَأَمَّا مَن طَغَى ﴿٣٧﴾
79/An-Nazi’at-37: Faamma man tagha
Adapun orang yang melampaui batas, (37)
وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا ﴿٣٨﴾
79/An-Nazi’at-38: Waathara alhayata alddunya
dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, (38)
فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى ﴿٣٩﴾
79/An-Nazi’at-39: Fainna aljaheema hiya almawa
maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). (39)
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى ﴿٤٠﴾
79/An-Nazi’at-40: Waama man khafa maqama rabbihi wanaha alnnafsa AAani alhawa
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, (40)
فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى ﴿٤١﴾
79/An-Nazi’at-41: Fainna aljannata hiya almawa
maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya). (41)
يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ﴿٤٢﴾
79/An-Nazi’at-42: Yasaloonaka AAani alssaAAati ayyana mursaha
(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan, kapankah terjadinya? (42)
فِيمَ أَنتَ مِن ذِكْرَاهَا ﴿٤٣﴾
79/An-Nazi’at-43: Feema anta min thikraha
Siapakah kamu (maka) dapat menyebutkan (waktunya)? (43)
إِلَى رَبِّكَ مُنتَهَاهَا ﴿٤٤﴾
79/An-Nazi’at-44: Ila rabbika muntahaha
Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). (44)
إِنَّمَا أَنتَ مُنذِرُ مَن يَخْشَاهَا ﴿٤٥﴾
79/An-Nazi’at-45: Innama anta munthiru man yakhshaha
Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit) (45)
كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا ﴿٤٦﴾
79/An-Nazi’at-46: Kaannahum yawma yarawnaha lam yalbathoo illa AAashiyyatan aw duhaha
Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari. (46)


سورة عبس

Surah Abasa

Bismillāhir rahmānir rahīm

عَبَسَ وَتَوَلَّى ﴿١﴾
80/Abasa-1: AAabasa watawalla
Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, (1)
أَن جَاءهُ الْأَعْمَى ﴿٢﴾
80/Abasa-2: An jaahu alaAAma
karena telah datang seorang buta kepadanya. (2)
وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى ﴿٣﴾
80/Abasa-3: Wama yudreeka laAAallahu yazzakka
Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa), (3)
أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنفَعَهُ الذِّكْرَى ﴿٤﴾
80/Abasa-4: Aw yaththakkaru fatanfaAAahu alththikra
atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya? (4)
أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَى ﴿٥﴾
80/Abasa-5: Amma mani istaghna
Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup, (5)
فَأَنتَ لَهُ تَصَدَّى ﴿٦﴾
80/Abasa-6: Faanta lahu tasadda
maka kamu melayaninya. (6)
وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّى ﴿٧﴾
80/Abasa-7: Wama AAalayka alla yazzakka
Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman). (7)
وَأَمَّا مَن جَاءكَ يَسْعَى ﴿٨﴾
80/Abasa-8: Waamma man jaaka yasAAa
Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran), (8)
وَهُوَ يَخْشَى ﴿٩﴾
80/Abasa-9: Wahuwa yakhsha
sedang ia takut kepada (Allah), (9)
فَأَنتَ عَنْهُ تَلَهَّى ﴿١٠﴾
80/Abasa-10: Faanta AAanhu talahha
maka kamu mengabaikannya. (10)
كَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ ﴿١١﴾
80/Abasa-11: Kalla innaha tathkiratun
Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan, (11)
فَمَن شَاء ذَكَرَهُ ﴿١٢﴾
80/Abasa-12: Faman shathakarahu
maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya, (12)
فِي صُحُفٍ مُّكَرَّمَةٍ ﴿١٣﴾
80/Abasa-13: Fee suhufin mukarramatin
di dalam kitab-kitab yang dimuliakan, (13)
مَّرْفُوعَةٍ مُّطَهَّرَةٍ ﴿١٤﴾
80/Abasa-14: MarfooAAatin mutahharatin
yang ditinggikan lagi disucikan, (14)
بِأَيْدِي سَفَرَةٍ ﴿١٥﴾
80/Abasa-15: Biaydee safaratin
di tangan para penulis (malaikat), (15)
كِرَامٍ بَرَرَةٍ ﴿١٦﴾
80/Abasa-16: Kiramin bararatin
yang mulia lagi berbakti. (16)
قُتِلَ الْإِنسَانُ مَا أَكْفَرَهُ ﴿١٧﴾
80/Abasa-17: Qutila alinsanu ma akfarahu
Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya? (17)
مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهُ ﴿١٨﴾
80/Abasa-18: Min ayyi shayin khalaqahu
Dari apakah Allah menciptakannya? (18)
مِن نُّطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ ﴿١٩﴾
80/Abasa-19: Min nutfatin khalaqahu faqaddarahu
Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya. (19)
ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَهُ ﴿٢٠﴾
80/Abasa-20: Thumma alssabeela yassarahu
Kemudian Dia memudahkan jalannya. (20)
ثُمَّ أَمَاتَهُ فَأَقْبَرَهُ ﴿٢١﴾
80/Abasa-21: Thumma amatahu faaqbarahu
kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur, (21)
ثُمَّ إِذَا شَاء أَنشَرَهُ ﴿٢٢﴾
80/Abasa-22: Thumma itha shaa ansharahu
kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali. (22)
كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَا أَمَرَهُ ﴿٢٣﴾
80/Abasa-23: Kalla lamma yaqdi ma amarahu
Sekali-kali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya, (23)
فَلْيَنظُرِ الْإِنسَانُ إِلَى طَعَامِهِ ﴿٢٤﴾
80/Abasa-24: Falyanthuri alinsanu ila taAAamihi
maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. (24)
أَنَّا صَبَبْنَا الْمَاء صَبًّا ﴿٢٥﴾
80/Abasa-25: Anna sababna almasabban
Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), (25)
ثُمَّ شَقَقْنَا الْأَرْضَ شَقًّا ﴿٢٦﴾
80/Abasa-26: Thumma shaqaqna alarda shaqqan
kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, (26)
فَأَنبَتْنَا فِيهَا حَبًّا ﴿٢٧﴾
80/Abasa-27: Faanbatna feeha habban
lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, (27)
وَعِنَبًا وَقَضْبًا ﴿٢٨﴾
80/Abasa-28: WaAAinaban waqadban
anggur dan sayur-sayuran, (28)
وَزَيْتُونًا وَنَخْلًا ﴿٢٩﴾
80/Abasa-29: Wazaytoonan wanakhlan
zaitun dan kurma, (29)
وَحَدَائِقَ غُلْبًا ﴿٣٠﴾
80/Abasa-30: Wahadaiqa ghulban
kebun-kebun (yang) lebat, (30)
وَفَاكِهَةً وَأَبًّا ﴿٣١﴾
80/Abasa-31: Wafakihatan waabban
dan buah-buahan serta rumput-rumputan, (31)
مَّتَاعًا لَّكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ ﴿٣٢﴾
80/Abasa-32: MataAAan lakum walianAAamikum
untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu. (32)
فَإِذَا جَاءتِ الصَّاخَّةُ ﴿٣٣﴾
80/Abasa-33: Faitha jaati alssakhkhatu
Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), (33)
يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ ﴿٣٤﴾
80/Abasa-34: Yawma yafirru almaro min akheehi
pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, (34)
وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ ﴿٣٥﴾
80/Abasa-35: Waommihi waabeehi
dari ibu dan bapaknya, (35)
وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ ﴿٣٦﴾
80/Abasa-36: Wasahibatihi wabaneehi
dari istri dan anak-anaknya. (36)
لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ ﴿٣٧﴾
80/Abasa-37: Likulli imriin minhum yawmaithin shanun yughneehi
Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. (37)
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُّسْفِرَةٌ ﴿٣٨﴾
80/Abasa-38: Wujoohun yawmaithin musfiratun
Banyak muka pada hari itu berseri-seri, (38)
ضَاحِكَةٌ مُّسْتَبْشِرَةٌ ﴿٣٩﴾
80/Abasa-39: Dahikatun mustabshiratun
tertawa dan bergembira ria, (39)
وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ ﴿٤٠﴾
80/Abasa-40: Wawujoohun yawmaithin AAalayha ghabaratun
dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu, (40)
تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ ﴿٤١﴾
80/Abasa-41: Tarhaquha qataratun
dan ditutup lagi oleh kegelapan. (41)
أُوْلَئِكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ ﴿٤٢﴾
80/Abasa-42: Olaika humu alkafaratu alfajaratu
Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka. (42)


سورة التكوير

Surah At-Takwir

Bismillāhir rahmānir rahīm

إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ ﴿١﴾
81/At-Takwir-1: Itha alshshamsu kuwwirat
Apabila matahari digulung, (1)
وَإِذَا النُّجُومُ انكَدَرَتْ ﴿٢﴾
81/At-Takwir-2: Waitha alnnujoomu inkadarat
dan apabila bintang-bintang berjatuhan, (2)
وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ ﴿٣﴾
81/At-Takwir-3: Waitha aljibalu suyyirat
dan apabila gunung-gunung dihancurkan, (3)
وَإِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْ ﴿٤﴾
81/At-Takwir-4: Waitha alAAisharu AAuttilat
dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan) (4)
وَإِذَا الْوُحُوشُ حُشِرَتْ ﴿٥﴾
81/At-Takwir-5: Waitha alwuhooshu hushirat
dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, (5)
وَإِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ ﴿٦﴾
81/At-Takwir-6: Waitha albiharu sujjirat
dan apabila lautan dijadikan meluap (6)
وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ ﴿٧﴾
81/At-Takwir-7: Waitha alnnufoosu zuwwijat
dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh) (7)
وَإِذَا الْمَوْؤُودَةُ سُئِلَتْ ﴿٨﴾
81/At-Takwir-8: Waitha almawoodatu suilat
dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, (8)
بِأَيِّ ذَنبٍ قُتِلَتْ ﴿٩﴾
81/At-Takwir-9: Biayyi thanbin qutilat
karena dosa apakah dia dibunuh, (9)
وَإِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْ ﴿١٠﴾
81/At-Takwir-10: Waitha alssuhufu nushirat
dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka, (10)
وَإِذَا السَّمَاء كُشِطَتْ ﴿١١﴾
81/At-Takwir-11: Waitha alssamao kushitat
dan apabila langit dilenyapkan, (11)
وَإِذَا الْجَحِيمُ سُعِّرَتْ ﴿١٢﴾
81/At-Takwir-12: Waitha aljaheemu suAAAAirat
dan apabila neraka Jahim dinyalakan, (12)
وَإِذَا الْجَنَّةُ أُزْلِفَتْ ﴿١٣﴾
81/At-Takwir-13: Waitha aljannatu ozlifat
dan apabila surga didekatkan, (13)
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا أَحْضَرَتْ ﴿١٤﴾
81/At-Takwir-14: AAalimat nafsun ma ahdarat
maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya. (14)
فَلَا أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ ﴿١٥﴾
81/At-Takwir-15: Fala oqsimu bialkhunnasi
Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang, (15)
الْجَوَارِ الْكُنَّسِ ﴿١٦﴾
81/At-Takwir-16: Aljawari alkunnasi
yang beredar dan terbenam, (16)
وَاللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ ﴿١٧﴾
81/At-Takwir-17: Waallayli itha AAasAAasa
demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, (17)
وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ ﴿١٨﴾
81/At-Takwir-18: Waalssubhi itha tanaffasa
dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing, (18)
إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ ﴿١٩﴾
81/At-Takwir-19: Innahu laqawlu rasoolin kareemin
sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), (19)
ذِي قُوَّةٍ عِندَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ ﴿٢٠﴾
81/At-Takwir-20: Thee quwwatin AAinda thee alAAarshi makeenin
yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arsy, (20)
مُطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ ﴿٢١﴾
81/At-Takwir-21: MutaAAin thamma ameenin
yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya. (21)
وَمَا صَاحِبُكُم بِمَجْنُونٍ ﴿٢٢﴾
81/At-Takwir-22: Wama sahibukum bimajnoonin
Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila. (22)
وَلَقَدْ رَآهُ بِالْأُفُقِ الْمُبِينِ ﴿٢٣﴾
81/At-Takwir-23: Walaqad raahu bialofuqi almubeeni
Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang. (23)
وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِينٍ ﴿٢٤﴾
81/At-Takwir-24: Wama huwa AAala alghaybi bidaneenin
Dan dia (Muhammad) bukanlah orang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib. (24)
وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ ﴿٢٥﴾
81/At-Takwir-25: Wama huwa biqawli shaytanin rajeemin
Dan Al Quran itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk, (25)
فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ ﴿٢٦﴾
81/At-Takwir-26: Faayna tathhaboona
maka ke manakah kamu akan pergi? (26)
إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَالَمِينَ ﴿٢٧﴾
81/At-Takwir-27: In huwa illa thikrun lilAAalameena
Al Quran itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam, (27)
لِمَن شَاء مِنكُمْ أَن يَسْتَقِيمَ ﴿٢٨﴾
81/At-Takwir-28: Liman shaa minkum an yastaqeema
(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. (28)
وَمَا تَشَاؤُونَ إِلَّا أَن يَشَاء اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ ﴿٢٩﴾
Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (29)

سورة الانفطار

Surah Al-Infitar

Bismillāhir rahmānir rahīm

إِذَا السَّمَاء انفَطَرَتْ ﴿١﴾
82/Al-Infitar-1: Itha alssamao infatarat
Apabila langit terbelah, (1)
وَإِذَا الْكَوَاكِبُ انتَثَرَتْ ﴿٢﴾
82/Al-Infitar-2: Waitha alkawakibu intatharat
dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, (2)
وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ ﴿٣﴾
82/Al-Infitar-3: Waitha albiharu fujjirat
dan apabila lautan menjadikan meluap, (3)
وَإِذَا الْقُبُورُ بُعْثِرَتْ ﴿٤﴾
82/Al-Infitar-4: Waitha alqubooru buAAthirat
dan apabila kuburan-kuburan dibongkar, (4)
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ ﴿٥﴾
82/Al-Infitar-5: AAalimat nafsun ma qaddamat waakhkharat
maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya. (5)
يَا أَيُّهَا الْإِنسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ ﴿٦﴾
82/Al-Infitar-6: Ya ayyuha alinsanu ma gharraka birabbika alkareemi
Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah. (6)
الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ ﴿٧﴾
82/Al-Infitar-7: Allathee khalaqaka fasawwaka faAAadalaka
Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, (7)
فِي أَيِّ صُورَةٍ مَّا شَاء رَكَّبَكَ ﴿٨﴾
82/Al-Infitar-8: Fee ayyi sooratin ma shaa rakkabaka
dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu. (8)
كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُونَ بِالدِّينِ ﴿٩﴾
82/Al-Infitar-9: Kalla bal tukaththiboona bialddeeni
Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan. (9)
وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ ﴿١٠﴾
82/Al-Infitar-10: Wainna AAalaykum lahafitheena
Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), (10)
كِرَامًا كَاتِبِينَ ﴿١١﴾
82/Al-Infitar-11: Kiraman katibeena
yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), (11)
يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ ﴿١٢﴾
82/Al-Infitar-12: YaAAlamoona ma tafAAaloona
mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan. (12)
إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ ﴿١٣﴾
82/Al-Infitar-13: Inna alabrara lafee naAAeemin
Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan, (13)
وَإِنَّ الْفُجَّارَ لَفِي جَحِيمٍ ﴿١٤﴾
82/Al-Infitar-14: Wainna alfujjara lafee jaheemin
dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka. (14)
يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّينِ ﴿١٥﴾
82/Al-Infitar-15: Yaslawnaha yawma alddeeni
Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan. (15)
وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَائِبِينَ ﴿١٦﴾
82/Al-Infitar-16: Wama hum AAanha bighaibeena
Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu. (16)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ ﴿١٧﴾
82/Al-Infitar-17: Wama adraka ma yawmu alddeeni
Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? (17)
ثُمَّ مَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ ﴿١٨﴾
82/Al-Infitar-18: Thumma ma adraka ma yawmu alddeeni
Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? (18)
يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْئًا وَالْأَمْرُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ ﴿١٩﴾
82/Al-Infitar-19: Yawma la tamliku nafsun linafsin shayan waalamru yawmaithin lillahi
(Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah. (19)


سورة المطـفـفين

Surah Al-Tatfif

Bismillāhir rahmānir rahīm

وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ ﴿١﴾
83/Al-Tatfif-1: Waylun lilmutaffifeena
Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (1)
الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُواْ عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ ﴿٢﴾
83/Al-Tatfif-2: Allatheena itha iktaloo AAala alnnasi yastawfoona
(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, (2)
وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ ﴿٣﴾
83/Al-Tatfif-3: Waitha kaloohum aw wazanoohum yukhsiroona
dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. (3)
أَلَا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُم مَّبْعُوثُونَ ﴿٤﴾
83/Al-Tatfif-4: Ala yathunnu olaika annahum mabAAoothoona
Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, (4)
لِيَوْمٍ عَظِيمٍ ﴿٥﴾
83/Al-Tatfif-5: Liyawmin AAatheemin
pada suatu hari yang besar, (5)
يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٦﴾
83/Al-Tatfif-6: Yawma yaqoomu alnnasu lirabbi alAAalameena
(yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam? (6)
كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الفُجَّارِ لَفِي سِجِّينٍ ﴿٧﴾
83/Al-Tatfif-7: Kalla inna kitaba alfujjari lafee sijjeenin
Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin. (7)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا سِجِّينٌ ﴿٨﴾
83/Al-Tatfif-8: Wama adraka ma sijjeenun
Tahukah kamu apakah sijjin itu? (8)
كِتَابٌ مَّرْقُومٌ ﴿٩﴾
83/Al-Tatfif-9: Kitabun marqoomun
(Ialah) kitab yang bertulis. (9)
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ ﴿١٠﴾
83/Al-Tatfif-10: Waylun yawmaithin lilmukaththibeena
Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan, (10)
الَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوْمِ الدِّينِ ﴿١١﴾
83/Al-Tatfif-11: Allatheena yukaththiboona biyawmi alddeeni
(yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan. (11)
وَمَا يُكَذِّبُ بِهِ إِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ ﴿١٢﴾
83/Al-Tatfif-12: Wama yukaththibu bihi illa kullu muAAtadin atheemin
Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa, (12)
إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ ﴿١٣﴾
83/Al-Tatfif-13: Itha tutla AAalayhi ayatuna qala asateeru alawwaleena
yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu" (13)
كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ ﴿١٤﴾
83/Al-Tatfif-14: Kalla bal rana AAala quloobihim ma kanoo yaksiboona
Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka. (14)
كَلَّا إِنَّهُمْ عَن رَّبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّمَحْجُوبُونَ ﴿١٥﴾
83/Al-Tatfif-15: Kalla innahum AAan rabbihim yawmaithin lamahjooboona
Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka. (15)
ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُو الْجَحِيمِ ﴿١٦﴾
83/Al-Tatfif-16: Thumma innahum lasaloo aljaheemi
Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka. (16)
ثُمَّ يُقَالُ هَذَا الَّذِي كُنتُم بِهِ تُكَذِّبُونَ ﴿١٧﴾
83/Al-Tatfif-17: Thumma yuqalu hatha allathee kuntum bihi tukaththiboona
Kemudian, dikatakan (kepada mereka): "Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan". (17)
كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْأَبْرَارِ لَفِي عِلِّيِّينَ ﴿١٨﴾
83/Al-Tatfif-18: Kalla inna kitaba alabrari lafee AAilliyyeena
Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (tersimpan) dalam 'Illiyyin. (18)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا عِلِّيُّونَ ﴿١٩﴾
83/Al-Tatfif-19: Wama adraka ma AAilliyyoona
Tahukah kamu apakah 'Illiyyin itu? (19)
كِتَابٌ مَّرْقُومٌ ﴿٢٠﴾
83/Al-Tatfif-20: Kitabun marqoomun
(Yaitu) kitab yang bertulis, (20)
يَشْهَدُهُ الْمُقَرَّبُونَ ﴿٢١﴾
83/Al-Tatfif-21: Yashhaduhu almuqarraboona
yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah). (21)
إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ ﴿٢٢﴾
83/Al-Tatfif-22: Inna alabrara lafee naAAeemin
Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (surga), (22)
عَلَى الْأَرَائِكِ يَنظُرُونَ ﴿٢٣﴾
83/Al-Tatfif-23: AAala alaraiki yanthuroona
mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. (23)
تَعْرِفُ فِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيمِ ﴿٢٤﴾
83/Al-Tatfif-24: TaAArifu fee wujoohihim nadrata alnnaAAeemi
Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan. (24)
يُسْقَوْنَ مِن رَّحِيقٍ مَّخْتُومٍ ﴿٢٥﴾
83/Al-Tatfif-25: Yusqawna min raheeqin makhtoomin
Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya), (25)
خِتَامُهُ مِسْكٌ وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ ﴿٢٦﴾
83/Al-Tatfif-26: Khitamuhu miskun wafee thalika falyatanafasi almutanafisoona
laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. (26)
وَمِزَاجُهُ مِن تَسْنِيمٍ ﴿٢٧﴾
83/Al-Tatfif-27: Wamizajuhu min tasneemin
Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim, (27)
عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُونَ ﴿٢٨﴾
83/Al-Tatfif-28: AAaynan yashrabu biha almuqarraboona
(yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah. (28)
إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُواْ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ ﴿٢٩﴾
83/Al-Tatfif-29: Inna allatheena ajramoo kanoo mina allatheena amanoo yadhakoona
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman. (29)
وَإِذَا مَرُّواْ بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ ﴿٣٠﴾
83/Al-Tatfif-30: Waitha marroo bihim yataghamazoona
Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. (30)
وَإِذَا انقَلَبُواْ إِلَى أَهْلِهِمُ انقَلَبُواْ فَكِهِينَ ﴿٣١﴾
83/Al-Tatfif-31: Waitha inqalaboo ila ahlihimu inqalaboo fakiheena
Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. (31)
وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَؤُلَاء لَضَالُّونَ ﴿٣٢﴾
83/Al-Tatfif-32: Waitha raawhum qaloo inna haolai ladalloona
Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat", (32)
وَمَا أُرْسِلُوا عَلَيْهِمْ حَافِظِينَ ﴿٣٣﴾
83/Al-Tatfif-33: Wama orsiloo AAalayhim hafitheena
padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin. (33)
فَالْيَوْمَ الَّذِينَ آمَنُواْ مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ ﴿٣٤﴾
83/Al-Tatfif-34: Faalyawma allatheena amanoo mina alkuffari yadhakoona
Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir, (34)
عَلَى الْأَرَائِكِ يَنظُرُونَ ﴿٣٥﴾
83/Al-Tatfif-35: AAala alaraiki yanthuroona
mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. (35)
هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ ﴿٣٦﴾
83/Al-Tatfif-36: Hal thuwwiba alkuffaru ma kanoo yafAAaloona
Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (36)


سورة الانشقاق

Surah Al-Insyiqaq

Bismillāhir rahmānir rahīm

إِذَا السَّمَاء انشَقَّتْ ﴿١﴾
84/Al-Insyiqaq-1: Itha alssamao inshaqqat
Apabila langit terbelah, (1)
وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ ﴿٢﴾
84/Al-Insyiqaq-2: Waathinat lirabbiha wahuqqat
dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh, (2)
وَإِذَا الْأَرْضُ مُدَّتْ ﴿٣﴾
84/Al-Insyiqaq-3: Waitha alardu muddat
dan apabila bumi diratakan, (3)
وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ ﴿٤﴾
84/Al-Insyiqaq-4: Waalqat ma feeha watakhallat
dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong, (4)
وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ ﴿٥﴾
84/Al-Insyiqaq-5: Waathinat lirabbiha wahuqqat
dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya). (5)
يَا أَيُّهَا الْإِنسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَاقِيهِ ﴿٦﴾
84/Al-Insyiqaq-6: Ya ayyuha alinsanu innaka kadihun ila rabbika kadhan famulaqeehi
Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya. (6)
فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ ﴿٧﴾
84/Al-Insyiqaq-7: Faama man ootiya kitabahu biyameenihi
Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, (7)
فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا ﴿٨﴾
84/Al-Insyiqaq-8: Fasawfa yuhasabu hisaban yaseeran
maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, (8)
وَيَنقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُورًا ﴿٩﴾
84/Al-Insyiqaq-9: Wayanqalibu ila ahlihi masrooran
dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. (9)
وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاء ظَهْرِهِ ﴿١٠﴾
84/Al-Insyiqaq-10: Waamma man ootiya kitabahu warathahrihi
Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang, (10)
فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُورًا ﴿١١﴾
84/Al-Insyiqaq-11: Fasawfa yadAAoo thubooran
maka dia akan berteriak: "Celakalah aku". (11)
وَيَصْلَى سَعِيرًا ﴿١٢﴾
84/Al-Insyiqaq-12: Wayasla saAAeeran
Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (12)
إِنَّهُ كَانَ فِي أَهْلِهِ مَسْرُورًا ﴿١٣﴾
84/Al-Insyiqaq-13: Innahu kana fee ahlihi masrooran
Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir). (13)
إِنَّهُ ظَنَّ أَن لَّن يَحُورَ ﴿١٤﴾
84/Al-Insyiqaq-14: Innahu thanna an lan yahoora
Sesungguhnya dia menyangka bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Tuhannya). (14)
بَلَى إِنَّ رَبَّهُ كَانَ بِهِ بَصِيرًا ﴿١٥﴾
84/Al-Insyiqaq-15: Bala inna rabbahu kana bihi baseeran
(Bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya. (15)
فَلَا أُقْسِمُ بِالشَّفَقِ ﴿١٦﴾
84/Al-Insyiqaq-16: Fala oqsimu bialshshafaqi
Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja, (16)
وَاللَّيْلِ وَمَا وَسَقَ ﴿١٧﴾
84/Al-Insyiqaq-17: Waallayli wama wasaqa
dan dengan malam dan apa yang diselubunginya, (17)
وَالْقَمَرِ إِذَا اتَّسَقَ ﴿١٨﴾
84/Al-Insyiqaq-18: Waalqamari itha ittasaqa
dan dengan bulan apabila jadi purnama, (18)
لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَن طَبَقٍ ﴿١٩﴾
84/Al-Insyiqaq-19: Latarkabunna tabaqan AAan tabaqin
sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan), (19)
فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ ﴿٢٠﴾
84/Al-Insyiqaq-20: Fama lahum la yuminoona
Mengapa mereka tidak mau beriman? (20)
وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنُ لَا يَسْجُدُونَ* ﴿٢١﴾
84/Al-Insyiqaq-21: Waitha quria AAalayhimu alquranu la yasjudoona
dan apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud, (21)
بَلِ الَّذِينَ كَفَرُواْ يُكَذِّبُونَ ﴿٢٢﴾
84/Al-Insyiqaq-22: Bali allatheena kafaroo yukaththiboona
bahkan orang-orang kafir itu mendustakan(nya). (22)
وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُوعُونَ ﴿٢٣﴾
84/Al-Insyiqaq-23: WaAllahu aAAlamu bima yooAAoona
Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka). (23)
فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ ﴿٢٤﴾
84/Al-Insyiqaq-24: Fabashshirhum biAAathabin aleemin
Maka beri kabar gembiralah mereka dengan azab yang pedih, (24)
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ لَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ ﴿٢٥﴾
84/Al-Insyiqaq-25: Illa allatheena amanoo waAAamiloo alssalihati lahum ajrun ghayru mamnoonin
tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya. (25)


سورة البروج

Surah Al-Buruj

Bismillāhir rahmānir rahīm

وَالسَّمَاء ذَاتِ الْبُرُوجِ ﴿١﴾
85/Al-Buruj-1: Waalssamathati alburooji
Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, (1)
وَالْيَوْمِ الْمَوْعُودِ ﴿٢﴾
85/Al-Buruj-2: Waalyawmi almawAAoodi
dan hari yang dijanjikan, (2)
وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ ﴿٣﴾
85/Al-Buruj-3: Washahidin wamashhoodin
dan yang menyaksikan dan yang disaksikan. (3)
قُتِلَ أَصْحَابُ الْأُخْدُودِ ﴿٤﴾
85/Al-Buruj-4: Qutila ashabu alukhdoodi
Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, (4)
النَّارِ ذَاتِ الْوَقُودِ ﴿٥﴾
85/Al-Buruj-5: Alnnari thati alwaqoodi
yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, (5)
إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُودٌ ﴿٦﴾
85/Al-Buruj-6: Ith hum AAalayha quAAoodun
ketika mereka duduk di sekitarnya, (6)
وَهُمْ عَلَى مَا يَفْعَلُونَ بِالْمُؤْمِنِينَ شُهُودٌ ﴿٧﴾
85/Al-Buruj-7: Wahum AAala ma yafAAaloona bialmumineena shuhoodun
sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. (7)
وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَن يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ ﴿٨﴾
85/Al-Buruj-8: Wama naqamoo minhum illa an yuminoo biAllahi alAAazeezi alhameedi
Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, (8)
الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ ﴿٩﴾
85/Al-Buruj-9: Allathee lahu mulku alssamawati waalardi waAllahu AAala kulli shayin shaheedun
Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. (9)
إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ ﴿١٠﴾
85/Al-Buruj-10: Inna allatheena fatanoo almumineena waalmuminati thumma lam yatooboo falahum AAathabu jahannama walahum AAathabu alhareeqi
Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar. (10)
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيرُ ﴿١١﴾
85/Al-Buruj-11: Inna allatheena amanoo waAAamiloo alssalihati lahum jannatun tajree min tahtiha alanharu thalika alfawzu alkabeeru
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar. (11)
إِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ ﴿١٢﴾
85/Al-Buruj-12: Inna batsha rabbika lashadeedun
Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras. (12)
إِنَّهُ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيدُ ﴿١٣﴾
85/Al-Buruj-13: Innahu huwa yubdio wayuAAeedu
Sesungguhnya Dialah Yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali). (13)
وَهُوَ الْغَفُورُ الْوَدُودُ ﴿١٤﴾
85/Al-Buruj-14: Wahuwa alghafooru alwadoodu
Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih, (14)
ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيدُ ﴿١٥﴾
85/Al-Buruj-15: Thoo alAAarshi almajeedi
yang mempunyai 'Arsy, lagi Maha Mulia, (15)
فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ ﴿١٦﴾
85/Al-Buruj-16: FaAAAAalun lima yureedu
Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya. (16)
هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْجُنُودِ ﴿١٧﴾
85/Al-Buruj-17: Hal ataka hadeethu aljunoodi
Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang, (17)
فِرْعَوْنَ وَثَمُودَ ﴿١٨﴾
85/Al-Buruj-18: FirAAawna wathamooda
(yaitu kaum) Fir'aun dan (kaum) Tsamud? (18)
بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي تَكْذِيبٍ ﴿١٩﴾
85/Al-Buruj-19: Bali allatheena kafaroo fee taktheebin
Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan, (19)
وَاللَّهُ مِن وَرَائِهِم مُّحِيطٌ ﴿٢٠﴾
85/Al-Buruj-20: WaAllahu min waraihim muheetun
padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka. (20)
بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَّجِيدٌ ﴿٢١﴾
85/Al-Buruj-21: Bal huwa quranun majeedun
Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Quran yang mulia, (21)
فِي لَوْحٍ مَّحْفُوظٍ ﴿٢٢﴾
85/Al-Buruj-22: Fee lawhin mahfoothin
yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh. (22)


سورة الـطارق

Surah At-Tariq

Bismillāhir rahmānir rahīm

وَالسَّمَاء وَالطَّارِقِ ﴿١﴾
86/At-Tariq-1: Waalssamai waalttariqi
Demi langit dan yang datang pada malam hari, (1)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الطَّارِقُ ﴿٢﴾
86/At-Tariq-2: Wama adraka ma alttariqu
tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu? (2)
النَّجْمُ الثَّاقِبُ ﴿٣﴾
86/At-Tariq-3: Alnnajmu alththaqibu
(yaitu) bintang yang cahayanya menembus, (3)
إِن كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ ﴿٤﴾
86/At-Tariq-4: In kullu nafsin lamma AAalayha hafithun
tidak ada suatu jiwapun (diri) melainkan ada penjaganya. (4)
فَلْيَنظُرِ الْإِنسَانُ مِمَّ خُلِقَ ﴿٥﴾
86/At-Tariq-5: Falyanthuri alinsanu mimma khuliqa
Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? (5)
خُلِقَ مِن مَّاء دَافِقٍ ﴿٦﴾
86/At-Tariq-6: Khuliqa min main dafiqin
Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, (6)
يَخْرُجُ مِن بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ ﴿٧﴾
86/At-Tariq-7: Yakhruju min bayni alssulbi waalttaraibi
yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. (7)
إِنَّهُ عَلَى رَجْعِهِ لَقَادِرٌ ﴿٨﴾
86/At-Tariq-8: Innahu AAala rajAAihi laqadirun
Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati). (8)
يَوْمَ تُبْلَى السَّرَائِرُ ﴿٩﴾
86/At-Tariq-9: Yawma tubla alssarairu
Pada hari dinampakkan segala rahasia, (9)
فَمَا لَهُ مِن قُوَّةٍ وَلَا نَاصِرٍ ﴿١٠﴾
86/At-Tariq-10: Fama lahu min quwwatin wala nasirin
maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatanpun dan tidak (pula) seorang penolong. (10)
وَالسَّمَاء ذَاتِ الرَّجْعِ ﴿١١﴾
86/At-Tariq-11: Waalssamathati alrrajAAi
Demi langit yang mengandung hujan (11)
وَالْأَرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِ ﴿١٢﴾
86/At-Tariq-12: Waalardthati alssadAAi
dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, (12)
إِنَّهُ لَقَوْلٌ فَصْلٌ ﴿١٣﴾
86/At-Tariq-13: Innahu laqawlun faslun
sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil. (13)
وَمَا هُوَ بِالْهَزْلِ ﴿١٤﴾
86/At-Tariq-14: Wama huwa bialhazli
dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau. (14)
إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا ﴿١٥﴾
86/At-Tariq-15: Innahum yakeedoona kaydan
Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. (15)
وَأَكِيدُ كَيْدًا ﴿١٦﴾
86/At-Tariq-16: Waakeedu kaydan
Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. (16)
فَمَهِّلِ الْكَافِرِينَ أَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا ﴿١٧﴾
86/At-Tariq-17: Famahhili alkafireena amhilhum ruwaydan
Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar. (17)

سورة الأعـلى

Surah Al-A’la

Bismillāhir rahmānir rahīm

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى ﴿١﴾
87/Al-A’la-1: Sabbihi isma rabbika alaAAla
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tingi, (1)
الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّى ﴿٢﴾
87/Al-A’la-2: Allathee khalaqa fasawwa
yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya), (2)
وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَى ﴿٣﴾
87/Al-A’la-3: Waallathee qaddara fahada
dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk, (3)
وَالَّذِي أَخْرَجَ الْمَرْعَى ﴿٤﴾
87/Al-A’la-4: Waallathee akhraja almarAAa
dan yang menumbuhkan rumput-rumputan, (4)
فَجَعَلَهُ غُثَاء أَحْوَى ﴿٥﴾
87/Al-A’la-5: FajaAAalahu ghuthaan ahwa
lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman. (5)
سَنُقْرِؤُكَ فَلَا تَنسَى ﴿٦﴾
87/Al-A’la-6: Sanuqrioka fala tansa
Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa, (6)
إِلَّا مَا شَاء اللَّهُ إِنَّهُ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفَى ﴿٧﴾
87/Al-A’la-7: Illa ma shaa Allahu innahu yaAAlamu aljahra wama yakhfa
kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. (7)
وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرَى ﴿٨﴾
87/Al-A’la-8: Wanuyassiruka lilyusra
dan Kami akan memberi kamu taufik ke jalan yang mudah, (8)
فَذَكِّرْ إِن نَّفَعَتِ الذِّكْرَى ﴿٩﴾
87/Al-A’la-9: Fathakkir in nafaAAati alththikra
oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat, (9)
سَيَذَّكَّرُ مَن يَخْشَى ﴿١٠﴾
87/Al-A’la-10: Sayaththakkaru man yakhsha
orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran, (10)
وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى ﴿١١﴾
87/Al-A’la-11: Wayatajannabuha alashqa
dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (11)
الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَى ﴿١٢﴾
87/Al-A’la-12: Allathee yasla alnnara alkubra
(Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). (12)
ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَى ﴿١٣﴾
87/Al-A’la-13: Thumma la yamootu feeha wala yahya
Kemudian dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. (13)
قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّى ﴿١٤﴾
87/Al-A’la-14: Qad aflaha man tazakka
Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), (14)
وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى ﴿١٥﴾
87/Al-A’la-15: Wathakara isma rabbihi fasalla
dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang. (15)
بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا ﴿١٦﴾
87/Al-A’la-16: Bal tuthiroona alhayata alddunya
Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. (16)
وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى ﴿١٧﴾
87/Al-A’la-17: Waalakhiratu khayrun waabqa
Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (17)
إِنَّ هَذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَى ﴿١٨﴾
87/Al-A’la-18: Inna hatha lafee alssuhufi aloola
Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (18)
صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى ﴿١٩﴾
87/Al-A’la-19: Suhufi ibraheema wamoosa
(yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa (19)


سورة الغاشـيـة

Surah Al-Gasyiyah

Bismillāhir rahmānir rahīm

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ ﴿١﴾
88/Al-Gasyiyah-1: Hal ataka hadeethu alghashiyati
Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan? (1)
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خَاشِعَةٌ ﴿٢﴾
88/Al-Gasyiyah-2: Wujoohun yawmaithin khashiAAatun
Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, (2)
عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ ﴿٣﴾
88/Al-Gasyiyah-3: AAamilatun nasibatun
bekerja keras lagi kepayahan, (3)
تَصْلَى نَارًا حَامِيَةً ﴿٤﴾
88/Al-Gasyiyah-4: Tasla naran hamiyatan
memasuki api yang sangat panas (neraka), (4)
تُسْقَى مِنْ عَيْنٍ آنِيَةٍ ﴿٥﴾
88/Al-Gasyiyah-5: Tusqa min AAaynin aniyatin
diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas. (5)
لَّيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٍ ﴿٦﴾
88/Al-Gasyiyah-6: Laysa lahum taAAamun illa min dareeAAin
Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, (6)
لَا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِي مِن جُوعٍ ﴿٧﴾
88/Al-Gasyiyah-7: La yusminu wala yughnee min jooAAin
yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. (7)
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاعِمَةٌ ﴿٨﴾
88/Al-Gasyiyah-8: Wujoohun yawmaithin naAAimatun
Banyak muka pada hari itu berseri-seri, (8)
لِسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ ﴿٩﴾
88/Al-Gasyiyah-9: LisaAAyiha radiyatun
merasa senang karena usahanya, (9)
فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ ﴿١٠﴾
88/Al-Gasyiyah-10: Fee jannatin AAaliyatin
dalam surga yang tinggi, (10)
لَّا تَسْمَعُ فِيهَا لَاغِيَةً ﴿١١﴾
88/Al-Gasyiyah-11: La tasmaAAu feeha laghiyatan
tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna. (11)
فِيهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ ﴿١٢﴾
88/Al-Gasyiyah-12: Feeha AAaynun jariyatun
Di dalamnya ada mata air yang mengalir. (12)
فِيهَا سُرُرٌ مَّرْفُوعَةٌ ﴿١٣﴾
88/Al-Gasyiyah-13: Feeha sururun marfooAAatun
Di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan, (13)
وَأَكْوَابٌ مَّوْضُوعَةٌ ﴿١٤﴾
88/Al-Gasyiyah-14: Waakwabun mawdooAAatun
dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), (14)
وَنَمَارِقُ مَصْفُوفَةٌ ﴿١٥﴾
88/Al-Gasyiyah-15: Wanamariqu masfoofatun
dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, (15)
وَزَرَابِيُّ مَبْثُوثَةٌ ﴿١٦﴾
88/Al-Gasyiyah-16: Wazarabiyyu mabthoothatun
dan permadani-permadani yang terhampar. (16)
أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ ﴿١٧﴾
88/Al-Gasyiyah-17: Afala yanthuroona ila alibili kayfa khuliqat
Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan, (17)
وَإِلَى السَّمَاء كَيْفَ رُفِعَتْ ﴿١٨﴾
88/Al-Gasyiyah-18: Waila alssamai kayfa rufiAAat
Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? (18)
وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ ﴿١٩﴾
88/Al-Gasyiyah-19: Waila aljibali kayfa nusibat
Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? (19)
وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ ﴿٢٠﴾
88/Al-Gasyiyah-20: Waila alardi kayfa sutihat
Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? (20)
فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنتَ مُذَكِّرٌ ﴿٢١﴾
88/Al-Gasyiyah-21: Fathakkir innama anta muthakkirun
Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. (21)
لَّسْتَ عَلَيْهِم بِمُصَيْطِرٍ ﴿٢٢﴾
88/Al-Gasyiyah-22: Lasta AAalayhim bimusaytirin
Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka, (22)
إِلَّا مَن تَوَلَّى وَكَفَرَ ﴿٢٣﴾
88/Al-Gasyiyah-23: Illa man tawalla wakafara
tetapi orang yang berpaling dan kafir, (23)
فَيُعَذِّبُهُ اللَّهُ الْعَذَابَ الْأَكْبَرَ ﴿٢٤﴾
88/Al-Gasyiyah-24: FayuAAaththibuhu Allahu alAAathaba alakbara
maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar. (24)
إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ ﴿٢٥﴾
88/Al-Gasyiyah-25: Inna ilayna iyabahum
Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, (25)
ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ ﴿٢٦﴾
88/Al-Gasyiyah-26: Thumma inna AAalayna hisabahum
kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka. (26)


سورة الفجر

Surah Al-Fajr

Bismillāhir rahmānir rahīm

وَالْفَجْرِ ﴿١﴾
89/Al-Fajr-1: Waalfajri
Demi fajar, (1)
وَلَيَالٍ عَشْرٍ ﴿٢﴾
89/Al-Fajr-2: Walayalin AAashrin
dan malam yang sepuluh, (2)
وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ ﴿٣﴾
89/Al-Fajr-3: WaalshshafAAi waalwatri
dan yang genap dan yang ganjil, (3)
وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ ﴿٤﴾
89/Al-Fajr-4: Waallayli itha yasri
dan malam bila berlalu. (4)
هَلْ فِي ذَلِكَ قَسَمٌ لِّذِي حِجْرٍ ﴿٥﴾
89/Al-Fajr-5: Hal fee thalika qasamun lithee hijrin
Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal. (5)
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ ﴿٦﴾
89/Al-Fajr-6: Alam tara kayfa faAAala rabbuka biAAadin
Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Aad? (6)
إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ ﴿٧﴾
89/Al-Fajr-7: Irama thati alAAimadi
(yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi, (7)
الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلَادِ ﴿٨﴾
89/Al-Fajr-8: Allatee lam yukhlaq mithluha fee albiladi
yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain, (8)
وَثَمُودَ الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ ﴿٩﴾
89/Al-Fajr-9: Wathamooda allatheena jaboo alssakhra bialwadi
dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah, (9)
وَفِرْعَوْنَ ذِي الْأَوْتَادِ ﴿١٠﴾
89/Al-Fajr-10: WafirAAawna thee alawtadi
dan kaum Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak), (10)
الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلَادِ ﴿١١﴾
89/Al-Fajr-11: Allatheena taghaw fee albiladi
yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri, (11)
فَأَكْثَرُوا فِيهَا الْفَسَادَ ﴿١٢﴾
89/Al-Fajr-12: Faaktharoo feeha alfasada
lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu, (12)
فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ ﴿١٣﴾
89/Al-Fajr-13: Fasabba AAalayhim rabbuka sawta AAathabin
karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab, (13)
إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ ﴿١٤﴾
89/Al-Fajr-14: Inna rabbaka labialmirsadi
sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi. (14)
فَأَمَّا الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ ﴿١٥﴾
89/Al-Fajr-15: Faamma alinsanu itha ma ibtalahu rabbuhu faakramahu wanaAAAAamahu fayaqoolu rabbee akramani
Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku". (15)
وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ ﴿١٦﴾
89/Al-Fajr-16: Waamma itha ma ibtalahu faqadara AAalayhi rizqahu fayaqoolu rabbee ahanani
Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku". (16)
كَلَّا بَل لَّا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ ﴿١٧﴾
89/Al-Fajr-17: Kalla bal la tukrimoona alyateema
Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, (17)
وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ ﴿١٨﴾
89/Al-Fajr-18: Wala tahaddoona AAala taAAami almiskeeni
dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, (18)
وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلًا لَّمًّا ﴿١٩﴾
89/Al-Fajr-19: Watakuloona altturatha aklan lamman
dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil), (19)
وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا ﴿٢٠﴾
89/Al-Fajr-20: Watuhibboona almala hubban jamman
dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan. (20)
كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا ﴿٢١﴾
89/Al-Fajr-21: Kalla itha dukkati alardu dakkan dakkan
Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut, (21)
وَجَاء رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا ﴿٢٢﴾
89/Al-Fajr-22: Wajaa rabbuka waalmalaku saffan saffan
dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris. (22)
وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنسَانُ وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى ﴿٢٣﴾
89/Al-Fajr-23: Wajeea yawmaithin bijahannama yawmaithin yatathakkaru alinsanu waanna lahu alththikra
Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. (23)
يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي ﴿٢٤﴾
89/Al-Fajr-24: Yaqoolu ya laytanee qaddamtu lihayatee
Dia mengatakan: "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini". (24)
فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَدٌ ﴿٢٥﴾
89/Al-Fajr-25: Fayawmaithin la yuAAaththibu AAathabahu ahadun
Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya. (25)
وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُ أَحَدٌ ﴿٢٦﴾
89/Al-Fajr-26: Wala yoothiqu wathaqahu ahadun
dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya. (26)
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ﴿٢٧﴾
ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ﴿٢٨﴾
89/Al-Fajr-28: IrjiAAee ila rabbiki radiyatan mardiyyatan
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. (28)
فَادْخُلِي فِي عِبَادِي ﴿٢٩﴾
89/Al-Fajr-29: Faodkhulee fee AAibadee
Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, (29)
وَادْخُلِي جَنَّتِي ﴿٣٠﴾
89/Al-Fajr-30: Waodkhulee jannatee
masuklah ke dalam surga-Ku. (30)


سورة الـبلد

Surah Al-Balad

Bismillāhir rahmānir rahīm

لَا أُقْسِمُ بِهَذَا الْبَلَدِ ﴿١﴾
90/Al-Balad-1: La oqsimu bihatha albaladi
Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah), (1)
وَأَنتَ حِلٌّ بِهَذَا الْبَلَدِ ﴿٢﴾
90/Al-Balad-2: Waanta hillun bihatha albaladi
dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini, (2)
وَوَالِدٍ وَمَا وَلَدَ ﴿٣﴾
90/Al-Balad-3: Wawalidin wama walada
dan demi bapak dan anaknya. (3)
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي كَبَدٍ ﴿٤﴾
90/Al-Balad-4: Laqad khalaqna alinsana fee kabadin
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. (4)
أَيَحْسَبُ أَن لَّن يَقْدِرَ عَلَيْهِ أَحَدٌ ﴿٥﴾
90/Al-Balad-5: Ayahsabu an lan yaqdira AAalayhi ahadun
Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun yang berkuasa atasnya? (5)
يَقُولُ أَهْلَكْتُ مَالًا لُّبَدًا ﴿٦﴾
90/Al-Balad-6: Yaqoolu ahlaktu malan lubadan
Dan mengatakan: "Aku telah menghabiskan harta yang banyak". (6)
أَيَحْسَبُ أَن لَّمْ يَرَهُ أَحَدٌ ﴿٧﴾
90/Al-Balad-7: Ayahsabu an lam yarahu ahadun
Apakah dia menyangka bahwa tiada seorangpun yang melihatnya? (7)
أَلَمْ نَجْعَل لَّهُ عَيْنَيْنِ ﴿٨﴾
90/Al-Balad-8: Alam najAAal lahu AAaynayni
Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, (8)
وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ ﴿٩﴾
90/Al-Balad-9: Walisanan washafatayni
lidah dan dua buah bibir. (9)
وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ ﴿١٠﴾
90/Al-Balad-10: Wahadaynahu alnnajdayni
Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan, (10)
فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ ﴿١١﴾
90/Al-Balad-11: Fala iqtahama alAAaqabata
Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. (11)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ ﴿١٢﴾
90/Al-Balad-12: Wama adraka ma alAAaqabatu
Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (12)
فَكُّ رَقَبَةٍ ﴿١٣﴾
90/Al-Balad-13: Fakku raqabatin
(yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, (13)
أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ ﴿١٤﴾
90/Al-Balad-14: Aw itAAamun fee yawmin thee masghabatin
atau memberi makan pada hari kelaparan, (14)
يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ ﴿١٥﴾
90/Al-Balad-15: Yateeman tha maqrabatin
(kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, (15)
أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ ﴿١٦﴾
90/Al-Balad-16: Aw miskeenan tha matrabatin
atau kepada orang miskin yang sangat fakir. (16)
ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ ﴿١٧﴾
90/Al-Balad-17: Thumma kana mina allatheena amanoo watawasaw bialssabri watawasaw bialmarhamati
Dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. (17)
أُوْلَئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ ﴿١٨﴾
90/Al-Balad-18: Olaika ashabu almaymanati
Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan. (18)
وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا هُمْ أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ ﴿١٩﴾
90/Al-Balad-19: Waallatheena kafaroo biayatina hum ashabu almashamati
Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri. (19)
عَلَيْهِمْ نَارٌ مُّؤْصَدَةٌ ﴿٢٠﴾
90/Al-Balad-20: AAalayhim narun musadatun
Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat. (20)


سورة الـشـمـس

Surah Asy-Syams

Bismillāhir rahmānir rahīm

وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا ﴿١﴾
91/Asy-Syams-1: Waalshshamsi waduhaha
Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, (1)
وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا ﴿٢﴾
91/Asy-Syams-2: Waalqamari itha talaha
dan bulan apabila mengiringinya, (2)
وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا ﴿٣﴾
91/Asy-Syams-3: Waalnnahari itha jallaha
dan siang apabila menampakkannya, (3)
وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا ﴿٤﴾
91/Asy-Syams-4: Waallayli itha yaghshaha
dan malam apabila menutupinya, (4)
وَالسَّمَاء وَمَا بَنَاهَا ﴿٥﴾
91/Asy-Syams-5: Waalssamai wama banaha
dan langit serta pembinaannya, (5)
وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا ﴿٦﴾
91/Asy-Syams-6: Waalardi wama tahaha
dan bumi serta penghamparannya, (6)
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا ﴿٧﴾
91/Asy-Syams-7: Wanafsin wama sawwaha
dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), (7)
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا ﴿٨﴾
91/Asy-Syams-8: Faalhamaha fujooraha wataqwaha
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. (8)
قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا ﴿٩﴾
91/Asy-Syams-9: Qad aflaha man zakkaha
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, (9)
وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا ﴿١٠﴾
91/Asy-Syams-10: Waqad khaba man dassaha
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (10)
كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَاهَا ﴿١١﴾
91/Asy-Syams-11: Kaththabat thamoodu bitaghwaha
(Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas, (11)
إِذِ انبَعَثَ أَشْقَاهَا ﴿١٢﴾
91/Asy-Syams-12: Ithi inbaAAatha ashqaha
ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka, (12)
فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ نَاقَةَ اللَّهِ وَسُقْيَاهَا ﴿١٣﴾
91/Asy-Syams-13: Faqala lahum rasoolu Allahi naqata Allahi wasuqyaha
lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka: ("Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya". (13)
فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُم بِذَنبِهِمْ فَسَوَّاهَا ﴿١٤﴾
91/Asy-Syams-14: Fakaththaboohu faAAaqarooha fadamdama AAalayhim rabbuhum bithanbihim fasawwaha
Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah), (14)
وَلَا يَخَافُ عُقْبَاهَا ﴿١٥﴾
91/Asy-Syams-15: Wala yakhafu AAuqbaha
dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu. (15)


سورة اللـيـل

Surah Al-Lail

Bismillāhir rahmānir rahīm

وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى ﴿١﴾
92/Al-Lail-1: Waallayli itha yaghsha
Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), (1)
وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى ﴿٢﴾
92/Al-Lail-2: Waalnnahari itha tajalla
dan siang apabila terang benderang, (2)
وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنثَى ﴿٣﴾
92/Al-Lail-3: Wama khalaqa alththakara waalontha
dan penciptaan laki-laki dan perempuan, (3)
إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّى ﴿٤﴾
92/Al-Lail-4: Inna saAAyakum lashatta
sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. (4)
فَأَمَّا مَن أَعْطَى وَاتَّقَى ﴿٥﴾
92/Al-Lail-5: Faamma man aAAta waittaqa
Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, (5)
وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى ﴿٦﴾
92/Al-Lail-6: Wasaddaqa bialhusna
dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), (6)
فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى ﴿٧﴾
92/Al-Lail-7: Fasanuyassiruhu lilyusra
maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. (7)
وَأَمَّا مَن بَخِلَ وَاسْتَغْنَى ﴿٨﴾
92/Al-Lail-8: Waamma man bakhila waistaghna
Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, (8)
وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى ﴿٩﴾
92/Al-Lail-9: Wakaththaba bialhusna
serta mendustakan pahala terbaik, (9)
فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى ﴿١٠﴾
92/Al-Lail-10: Fasanuyassiruhu lilAAusra
maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. (10)
وَمَا يُغْنِي عَنْهُ مَالُهُ إِذَا تَرَدَّى ﴿١١﴾
92/Al-Lail-11: Wama yughnee AAanhu maluhu itha taradda
Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa. (11)
إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَى ﴿١٢﴾
92/Al-Lail-12: Inna AAalayna lalhuda
Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk, (12)
وَإِنَّ لَنَا لَلْآخِرَةَ وَالْأُولَى ﴿١٣﴾
92/Al-Lail-13: Wainna lana lalakhirata waaloola
dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia. (13)
فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّى ﴿١٤﴾
92/Al-Lail-14: Faanthartukum naran talaththa
Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala. (14)
لَا يَصْلَاهَا إِلَّا الْأَشْقَى ﴿١٥﴾
92/Al-Lail-15: La yaslaha illa alashqa
Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, (15)
الَّذِي كَذَّبَ وَتَوَلَّى ﴿١٦﴾
92/Al-Lail-16: Allathee kaththaba watawalla
yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman). (16)
وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى ﴿١٧﴾
92/Al-Lail-17: Wasayujannabuha alatqa
Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, (17)
الَّذِي يُؤْتِي مَالَهُ يَتَزَكَّى ﴿١٨﴾
92/Al-Lail-18: Allathee yutee malahu yatazakka
yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, (18)
وَمَا لِأَحَدٍ عِندَهُ مِن نِّعْمَةٍ تُجْزَى ﴿١٩﴾
92/Al-Lail-19: Wama liahadin AAindahu min niAAmatin tujza
padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, (19)
إِلَّا ابْتِغَاء وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَى ﴿٢٠﴾
92/Al-Lail-20: Illa ibtighaa wajhi rabbihi alaAAla
tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi. (20)
وَلَسَوْفَ يَرْضَى ﴿٢١﴾
92/Al-Lail-21: Walasawfa yarda
Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan. (21)


سورة الضـحى

Surah Ad-Duha

Bismillāhir rahmānir rahīm

وَالضُّحَى ﴿١﴾
93/Ad-Duha-1: Waaldduha
Demi waktu matahari sepenggalahan naik, (1)
وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَى ﴿٢﴾
93/Ad-Duha-2: Waallayli itha saja
dan demi malam apabila telah sunyi (gelap), (2)
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَى ﴿٣﴾
93/Ad-Duha-3: Ma waddaAAaka rabbuka wama qala
Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu. (3)
وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَى ﴿٤﴾
93/Ad-Duha-4: Walalakhiratu khayrun laka mina aloola
Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan). (4)
وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى ﴿٥﴾
93/Ad-Duha-5: Walasawfa yuAAteeka rabbuka fatarda
Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas. (5)
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَى ﴿٦﴾
93/Ad-Duha-6: Alam yajidka yateeman faawa
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu? (6)
وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَى ﴿٧﴾
93/Ad-Duha-7: Wawajadaka dallan fahada
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. (7)
وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَى ﴿٨﴾
93/Ad-Duha-8: Wawajadaka AAailan faaghna
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. (8)
فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ ﴿٩﴾
93/Ad-Duha-9: Faamma alyateema fala taqhar
Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. (9)
وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ ﴿١٠﴾
93/Ad-Duha-10: Waamma alssaila fala tanhar
Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya. (10)
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ﴿١١﴾
Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan. (11)


سورة الـشرح

Surah Al-Insyirah

Bismillāhir rahmānir rahīm

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ ﴿١﴾
94/Al-Insyirah-1: Alam nashrah laka sadraka
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, (1)
وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ ﴿٢﴾
94/Al-Insyirah-2: WawadaAAna AAanka wizraka
dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, (2)
الَّذِي أَنقَضَ ظَهْرَكَ ﴿٣﴾
94/Al-Insyirah-3: Allathee anqadthahraka
yang memberatkan punggungmu? (3)
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ ﴿٤﴾
94/Al-Insyirah-4: WarafaAAna laka thikraka
Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu, (4)
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴿٥﴾
94/Al-Insyirah-5: Fainna maAAa alAAusri yusran
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, (5)
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴿٦﴾
94/Al-Insyirah-6: Inna maAAa alAAusri yusran
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (6)
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ ﴿٧﴾
94/Al-Insyirah-7: Faitha faraghta fainsab
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, (7)
وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ ﴿٨﴾
dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (8)


سورة الـتين

Surah At-Tin

Bismillāhir rahmānir rahīm

وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ ﴿١﴾
95/At-Tin-1: Waaltteeni waalzzaytooni
Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, (1)
وَطُورِ سِينِينَ ﴿٢﴾
95/At-Tin-2: Watoori seeneena
dan demi bukit Sinai, (2)
وَهَذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ ﴿٣﴾
95/At-Tin-3: Wahatha albaladi alameeni
dan demi kota (Mekah) ini yang aman, (3)
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ﴿٤﴾
95/At-Tin-4: Laqad khalaqna alinsana fee ahsani taqweemin
sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (4)
ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ ﴿٥﴾
95/At-Tin-5: Thumma radadnahu asfala safileena
Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), (5)
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ ﴿٦﴾
95/At-Tin-6: Illa allatheena amanoo waAAamiloo alssalihati falahum ajrun ghayru mamnoonin
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. (6)
فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّينِ ﴿٧﴾
95/At-Tin-7: Fama yukaththibuka baAAdu bialddeeni
Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? (7)
أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ ﴿٨﴾
95/At-Tin-8: Alaysa Allahu biahkami alhakimeena
Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya? (8)


سورة الـعلق

Surah Al-'Alaq

Bismillāhir rahmānir rahīm

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ﴿١﴾
96/Al-'Alaq-1: Iqra biismi rabbika allathee khalaqa
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, (1)
خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ ﴿٢﴾
96/Al-'Alaq-2: Khalaqa alinsana min AAalaqin
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. (2)
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ﴿٣﴾
96/Al-'Alaq-3: Iqra warabbuka alakramu
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, (3)
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ﴿٤﴾
96/Al-'Alaq-4: Allathee AAallama bialqalami
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, (4)
عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ﴿٥﴾
96/Al-'Alaq-5: AAallama alinsana ma lam yaAAlam
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (5)
كَلَّا إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَى ﴿٦﴾
96/Al-'Alaq-6: Kalla inna alinsana layatgha
Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, (6)
أَن رَّآهُ اسْتَغْنَى ﴿٧﴾
96/Al-'Alaq-7: An raahu istaghna
karena dia melihat dirinya serba cukup. (7)
إِنَّ إِلَى رَبِّكَ الرُّجْعَى ﴿٨﴾
96/Al-'Alaq-8: Inna ila rabbika alrrujAAa
Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu). (8)
أَرَأَيْتَ الَّذِي يَنْهَى ﴿٩﴾
96/Al-'Alaq-9: Araayta allathee yanha
Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang, (9)
عَبْدًا إِذَا صَلَّى ﴿١٠﴾
96/Al-'Alaq-10: AAabdan itha salla
seorang hamba ketika mengerjakan shalat, (10)
أَرَأَيْتَ إِن كَانَ عَلَى الْهُدَى ﴿١١﴾
96/Al-'Alaq-11: Araayta in kana AAala alhuda
bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran, (11)
أَوْ أَمَرَ بِالتَّقْوَى ﴿١٢﴾
96/Al-'Alaq-12: Aw amara bialttaqwa
atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)? (12)
أَرَأَيْتَ إِن كَذَّبَ وَتَوَلَّى ﴿١٣﴾
96/Al-'Alaq-13: Araayta in kaththaba watawalla
Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling? (13)
أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَى ﴿١٤﴾
96/Al-'Alaq-14: Alam yaAAlam bianna Allaha yara
Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya? (14)
كَلَّا لَئِن لَّمْ يَنتَهِ لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ ﴿١٥﴾
96/Al-'Alaq-15: Kalla lain lam yantahi lanasfaAAan bialnnasiyati
Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (15)
نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ ﴿١٦﴾
96/Al-'Alaq-16: Nasiyatin kathibatin khatiatin
(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka. (16)
فَلْيَدْعُ نَادِيَه ﴿١٧﴾
96/Al-'Alaq-17: FalyadAAu nadiyahu
Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya), (17)
سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ ﴿١٨﴾
96/Al-'Alaq-18: SanadAAu alzzabaniyata
kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah, (18)
كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ* ﴿١٩﴾
96/Al-'Alaq-19: Kalla la tutiAAhu waosjud waiqtarib
sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan). (19)


سورة الـقدر

Surah Al-Qadr

Bismillāhir rahmānir rahīm

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ﴿١﴾
97/Al-Qadr-1: Inna anzalnahu fee laylati alqadri
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. (1)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ﴿٢﴾
97/Al-Qadr-2: Wama adraka ma laylatu alqadri
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? (2)
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ ﴿٣﴾
97/Al-Qadr-3: Laylatu alqadri khayrun min alfi shahrin
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (3)
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ ﴿٤﴾
97/Al-Qadr-4: Tanazzalu almalaikatu waalrroohu feeha biithni rabbihim min kulli amrin
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. (4)
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ﴿٥﴾
97/Al-Qadr-5: Salamun hiya hatta matlaAAi alfajri
Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (5)


سورة الـبينة

Surah Al-Bayyinah

Bismillāhir rahmānir rahīm

لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ ﴿١﴾
98/Al-Bayyinah-1: Lam yakuni allatheena kafaroo min ahli alkitabi waalmushrikeena munfakkeena hatta tatiyahumu albayyinatu
Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata, (1)
رَسُولٌ مِّنَ اللَّهِ يَتْلُو صُحُفًا مُّطَهَّرَةً ﴿٢﴾
98/Al-Bayyinah-2: Rasoolun mina Allahi yatloo suhufan mutahharatan
(yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Quran), (2)
فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ ﴿٣﴾
98/Al-Bayyinah-3: Feeha kutubun qayyimatun
di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus. (3)
وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءتْهُمُ الْبَيِّنَةُ ﴿٤﴾
98/Al-Bayyinah-4: Wama tafarraqa allatheena ootoo alkitaba illa min baAAdi ma jaathumu albayyinatu
Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata. (4)
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ ﴿٥﴾
98/Al-Bayyinah-5: Wama omiroo illa liyaAAbudoo Allaha mukhliseena lahu alddeena hunafaa wayuqeemoo alssalata wayutoo alzzakata wathalika deenu alqayyimati
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (5)
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُوْلَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ ﴿٦﴾
98/Al-Bayyinah-6: Inna allatheena kafaroo min ahli alkitabi waalmushrikeena fee nari jahannama khalideena feeha olaika hum sharru albariyyati
Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (6)
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُوْلَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ ﴿٧﴾
98/Al-Bayyinah-7: Inna allatheena amanoo waAAamiloo alssalihati olaika hum khayru albariyyati
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. (7)
جَزَاؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ ﴿٨﴾
98/Al-Bayyinah-8: Jazaohum AAinda rabbihim jannatu AAadnin tajree min tahtiha alanharu khalideena feeha abadan radiya Allahu AAanhum waradoo AAanhu thalika liman khashiya rabbahu
Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. (8)


سورة الـزلزلة

Surah Az-Zalzalah

Bismillāhir rahmānir rahīm

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا ﴿١﴾
99/Az-Zalzalah-1: Itha zulzilati alardu zilzalaha
Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), (1)
وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا ﴿٢﴾
99/Az-Zalzalah-2: Waakhrajati alardu athqalaha
dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, (2)
وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَا ﴿٣﴾
99/Az-Zalzalah-3: Waqala alinsanu ma laha
dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?", (3)
يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا ﴿٤﴾
99/Az-Zalzalah-4: Yawmaithin tuhaddithu akhbaraha
pada hari itu bumi menceritakan beritanya, (4)
بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا ﴿٥﴾
99/Az-Zalzalah-5: Bianna rabbaka awha laha
karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. (5)
يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ ﴿٦﴾
99/Az-Zalzalah-6: Yawmaithin yasduru alnnasu ashtatan liyuraw aAAmalahum
Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka, (6)
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ ﴿٧﴾
99/Az-Zalzalah-7: Faman yaAAmal mithqala tharratin khayran yarahu
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (7)
وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ ﴿٨﴾
99/Az-Zalzalah-8: Waman yaAAmal mithqala tharratin sharran yarahu
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (8)



سورة الـعاديات

Surah Al-'Adiyat

Bismillāhir rahmānir rahīm

وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا ﴿١﴾
100/Al-'Adiyat-1: WaalAAadiyati dabhan
Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah, (1)
فَالْمُورِيَاتِ قَدْحًا ﴿٢﴾
100/Al-'Adiyat-2: Faalmooriyati qadhan
dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya), (2)
فَالْمُغِيرَاتِ صُبْحًا ﴿٣﴾
100/Al-'Adiyat-3: Faalmugheerati subhan
dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi, (3)
فَأَثَرْنَ بِهِ نَقْعًا ﴿٤﴾
100/Al-'Adiyat-4: Faatharna bihi naqAAan
maka ia menerbangkan debu, (4)
فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا ﴿٥﴾
100/Al-'Adiyat-5: Fawasatna bihi jamAAan
dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh, (5)
إِنَّ الْإِنسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ ﴿٦﴾
100/Al-'Adiyat-6: Inna alinsana lirabbihi lakanoodun
sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, (6)
وَإِنَّهُ عَلَى ذَلِكَ لَشَهِيدٌ ﴿٧﴾
100/Al-'Adiyat-7: Wainnahu AAala thalika lashaheedun
dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, (7)
وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ ﴿٨﴾
100/Al-'Adiyat-8: Wainnahu lihubbi alkhayri lashadeedun
dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta. (8)
أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ ﴿٩﴾
100/Al-'Adiyat-9: Afala yaAAlamu itha buAAthira ma fee alquboori
Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, (9)
وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ ﴿١٠﴾
100/Al-'Adiyat-10: Wahussila ma fee alssudoori
dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada, (10)
إِنَّ رَبَّهُم بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّخَبِيرٌ ﴿١١﴾
100/Al-'Adiyat-11: Inna rabbahum bihim yawmaithin lakhabeerun
sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka. (11)


سورة الـقارعـة

Surah Al-Qari'ah

Bismillāhir rahmānir rahīm

الْقَارِعَةُ ﴿١﴾
مَا الْقَارِعَةُ ﴿٢﴾
101/Al-Qari'ah-2: Ma alqariAAatu
apakah hari Kiamat itu? (2)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ ﴿٣﴾
101/Al-Qari'ah-3: Wama adraka ma alqariAAatu
Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? (3)
يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ ﴿٤﴾
101/Al-Qari'ah-4: Yawma yakoonu alnnasu kaalfarashi almabthoothi
Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, (4)
وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنفُوشِ ﴿٥﴾
101/Al-Qari'ah-5: Watakoonu aljibalu kaalAAihni almanfooshi
dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (5)
فَأَمَّا مَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ ﴿٦﴾
101/Al-Qari'ah-6: Faamma man thaqulat mawazeenuhu
Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, (6)
فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ ﴿٧﴾
101/Al-Qari'ah-7: Fahuwa fee AAeeshatin radiyatin
maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. (7)
وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ ﴿٨﴾
101/Al-Qari'ah-8: Waamma man khaffat mawazeenuhu
Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, (8)
فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ ﴿٩﴾
101/Al-Qari'ah-9: Faommuhu hawiyatun
maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. (9)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ ﴿١٠﴾
101/Al-Qari'ah-10: Wama adraka ma hiyah
Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (10)
نَارٌ حَامِيَةٌ ﴿١١﴾
101/Al-Qari'ah-11: Narun hamiyatun
(Yaitu) api yang sangat panas. (11)


سورة الـتكاثر

Surah At-Takasur

Bismillāhir rahmānir rahīm

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ ﴿١﴾
102/At-Takasur-1: Alhakumu alttakathuru
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, (1)
حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ ﴿٢﴾
102/At-Takasur-2: Hatta zurtumu almaqabira
sampai kamu masuk ke dalam kubur. (2)
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ ﴿٣﴾
102/At-Takasur-3: Kalla sawfa taAAlamoona
Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), (3)
ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ ﴿٤﴾
102/At-Takasur-4: Thumma kalla sawfa taAAlamoona
dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. (4)
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ ﴿٥﴾
102/At-Takasur-5: Kalla law taAAlamoona AAilma alyaqeeni
Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, (5)
لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ ﴿٦﴾
102/At-Takasur-6: Latarawunna aljaheema
niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, (6)
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ ﴿٧﴾
102/At-Takasur-7: Thumma latarawunnaha AAayna alyaqeeni
dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin. (7)
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ ﴿٨﴾
kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). (8)


سورة الـعصر

Surah Al-'Asr

Bismillāhir rahmānir rahīm

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾
إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾
103/Al-'Asr-2: Inna alinsana lafee khusrin
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, (2)
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣﴾
103/Al-'Asr-3: Illa allatheena amanoo waAAamiloo alssalihati watawasaw bialhaqqi watawasaw bialssabri
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (3)


سورة الـهمزة

Surah Al-Humazah

Bismillāhir rahmānir rahīm

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ ﴿١﴾
104/Al-Humazah-1: Waylun likulli humazatin lumazatin
Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, (1)
الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ ﴿٢﴾
104/Al-Humazah-2: Allathee jamaAAa malan waAAaddadahu
yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, (2)
يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ ﴿٣﴾
104/Al-Humazah-3: Yahsabu anna malahu akhladahu
dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya, (3)
كَلَّا لَيُنبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ ﴿٤﴾
104/Al-Humazah-4: Kalla layunbathanna fee alhutamati
sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. (4)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ ﴿٥﴾
104/Al-Humazah-5: Wama adraka ma alhutamatu
Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (5)
نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ ﴿٦﴾
104/Al-Humazah-6: Naru Allahi almooqadatu
(yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, (6)
الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ ﴿٧﴾
104/Al-Humazah-7: Allatee tattaliAAu AAala alafidati
yang (membakar) sampai ke hati. (7)
إِنَّهَا عَلَيْهِم مُّؤْصَدَةٌ ﴿٨﴾
104/Al-Humazah-8: lnnaha AAalayhim musadatun
Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (8)
فِي عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ ﴿٩﴾
104/Al-Humazah-9: Fee AAamadin mumaddadatin
(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang. (9)


سورة الـفيل

Surah Al-Fil

Bismillāhir rahmānir rahīm

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ ﴿١﴾
105/Al-Fil-1: Alam tara kayfa faAAala rabbuka biashabi alfeeli
Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? (1)
أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ ﴿٢﴾
105/Al-Fil-2: Alam yajAAal kaydahum fee tadleelin
Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia? (2)
وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ ﴿٣﴾
105/Al-Fil-3: Waarsala AAalayhim tayran ababeela
dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, (3)
تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ ﴿٤﴾
105/Al-Fil-4: Tarmeehim bihijaratin min sijjeelin
yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, (4)
فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍ ﴿٥﴾
105/Al-Fil-5: FajaAAalahum kaAAasfin makoolin
lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (5)


سورة قريش

Surah Quraisy

Bismillāhir rahmānir rahīm

لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ ﴿١﴾
106/Quraisy-1: Lieelafi qurayshin
Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (1)
إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاء وَالصَّيْفِ ﴿٢﴾
106/Quraisy-2: Eelafihim rihlata alshshitai waalssayfi
(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. (2)
فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ ﴿٣﴾
106/Quraisy-3: FalyaAAbudoo rabba hatha albayti
Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah). (3)
الَّذِي أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَآمَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ ﴿٤﴾
106/Quraisy-4: Allathee atAAamahum min jooAAin waamanahum min khawfin
Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan. (4)


سورة المـاعون

Surah Al-Ma’un

Bismillāhir rahmānir rahīm

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ ﴿١﴾
107/Al-Ma’un-1: Araayta allathee yukaththibu bialddeeni
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? (1)
فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ ﴿٢﴾
107/Al-Ma’un-2: Fathalika allathee yaduAAAAu alyateema
Itulah orang yang menghardik anak yatim, (2)
وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ ﴿٣﴾
107/Al-Ma’un-3: Wala yahuddu AAala taAAami almiskeeni
dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. (3)
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ ﴿٤﴾
107/Al-Ma’un-4: Fawaylun lilmusalleena
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (4)
الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ﴿٥﴾
107/Al-Ma’un-5: Allatheena hum AAan salatihim sahoona
(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, (5)
الَّذِينَ هُمْ يُرَاؤُونَ ﴿٦﴾
107/Al-Ma’un-6: Allatheena hum yuraoona
orang-orang yang berbuat riya, (6)
وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ ﴿٧﴾
107/Al-Ma’un-7: WayamnaAAoona almaAAoona
dan enggan (menolong dengan) barang berguna. (7)


سورة الـكوثر

Surah Al-Kausar

Bismillāhir rahmānir rahīm

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ﴿١﴾
108/Al-Kausar-1: Inna aAAtaynaka alkawthara
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. (1)
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ﴿٢﴾
108/Al-Kausar-2: Fasalli lirabbika wainhar
Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. (2)
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ ﴿٣﴾
108/Al-Kausar-3: Inna shaniaka huwa alabtaru
Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus. (3)


سورة الـكافرون

Surah Al-Kafirun

Bismillāhir rahmānir rahīm

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ﴿١﴾
109/Al-Kafirun-1: Qul ya ayyuha alkafiroona
Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, (1)
لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾
109/Al-Kafirun-2: La aAAbudu ma taAAbudoona
Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. (2)
وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٣﴾
109/Al-Kafirun-3: Wala antum AAabidoona ma aAAbudu
Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. (3)
وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾
109/Al-Kafirun-4: Wala ana AAabidun ma AAabadtum
Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, (4)
وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٥﴾
109/Al-Kafirun-5: Wala antum AAabidoona ma aAAbudu
dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. (5)
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿٦﴾
109/Al-Kafirun-6: Lakum deenukum waliya deeni
Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku". (6)


سورة الـنصر

Surah An-Nasr

Bismillāhir rahmānir rahīm

إِذَا جَاء نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ ﴿١﴾
110/An-Nasr-1: Itha jaa nasru Allahi waalfathu
Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, (1)
وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا ﴿٢﴾
110/An-Nasr-2: Waraayta alnnasa yadkhuloona fee deeni Allahi afwajan
dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, (2)
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا ﴿٣﴾
110/An-Nasr-3: Fasabbih bihamdi rabbika waistaghfirhu innahu kana tawwaban
maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (3)


سورة الـمسد

Surah Al-Lahab

Bismillāhir rahmānir rahīm

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ ﴿١﴾
111/Al-Lahab-1: Tabbat yada abee lahabin watabba
Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. (1)
مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ ﴿٢﴾
111/Al-Lahab-2: Ma aghna AAanhu maluhu wama kasaba
Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. (2)
سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ ﴿٣﴾
111/Al-Lahab-3: Sayasla naran thata lahabin
Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. (3)
وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ ﴿٤﴾
111/Al-Lahab-4: Waimraatuhu hammalata alhatabi
Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. (4)
فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِّن مَّسَدٍ ﴿٥﴾
111/Al-Lahab-5: Fee jeediha hablun min masadin
Yang di lehernya ada tali dari sabut. (5)


سورة الإخلاص

Surah Al-Ikhlas

Bismillāhir rahmānir rahīm

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾
112/Al-Ikhlas-1: Qul huwa Allahu ahadun
Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa. (1)
اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾
112/Al-Ikhlas-2: Allahu alssamadu
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. (2)
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾
112/Al-Ikhlas-3: Lam yalid walam yooladu
Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, (3)
وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾
112/Al-Ikhlas-4: Walam yakun lahu kufuwan ahadun
dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia". (4)


سورة الـفلق

Surah Al-Falaq

Bismillāhir rahmānir rahīm

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾
113/Al-Falaq-1: Qul aAAoothu birabbi alfalaqi
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, (1)
مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾
113/Al-Falaq-2: Min sharri ma khalaqa
dari kejahatan makhluk-Nya, (2)
وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾
113/Al-Falaq-3: Wamin sharri ghasiqin itha waqaba
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, (3)
وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾
113/Al-Falaq-4: Wamin sharri alnnaffathati fee alAAuqadi
dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, (4)
وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾
dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki". (5)


سورة الـناس

Surah An-Nas

Bismillāhir rahmānir rahīm

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴿١﴾
114/An-Nas-1: Qul aAAoothu birabbi alnnasi
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. (1)
مَلِكِ النَّاسِ ﴿٢﴾
114/An-Nas-2: Maliki alnnasi
Raja manusia. (2)
إِلَهِ النَّاسِ ﴿٣﴾
114/An-Nas-3: Ilahi alnnasi
Sembahan manusia. (3)
مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤﴾
114/An-Nas-4: Min sharri alwaswasi alkhannasi
Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, (4)
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ﴿٥﴾
114/An-Nas-5: Allathee yuwaswisu fee sudoori alnnasi
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, (5)
مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ ﴿٦﴾
114/An-Nas-6: Mina aljinnati wa alnnasm
dari (golongan) jin dan manusia. (6)


Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)


TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN

✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar