" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

Senin, 04 Mei 2020

Juz 29 Surat Al-Mulk Ayat 1 – Surat Al-Mursalat Ayat 50


أنا أحبك يا رسول الله


Sebelum baca, harus BERSHOLAWAT dulu!,
Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



Klik untuk mendengarkan ⏯ atau klik titik 3 untuk download ⇓ murothal



سورة الـملك

Surah Al-Mulk

Bismillāhir rahmānir rahīm

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿١﴾
67/Al-Mulk-1: Tabaraka allathee biyadihi almulku wahuwa AAala kulli shayin qadeerun
Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, (1)
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ ﴿٢﴾
67/Al-Mulk-2: Allathee khalaqa almawta waalhayata liyabluwakum ayyukum ahsanu AAamalan wahuwa alAAazeezu alghafooru
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, (2)
الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا مَّا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِن تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِن فُطُورٍ ﴿٣﴾
67/Al-Mulk-3: Allathee khalaqa sabAAa samawatin tibaqan ma tara fee khalqi alrrahmani min tafawutin fairjiAAi albasara hal tara min futoorin
Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? (3)
ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِأً وَهُوَ حَسِيرٌ ﴿٤﴾
67/Al-Mulk-4: Thumma irjiAAi albasara karratayni yanqalib ilayka albasaru khasian wahuwa haseerun
Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. (4)
وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاء الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِّلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ ﴿٥﴾
67/Al-Mulk-5: Walaqad zayyanna alssamaa alddunya bimasabeeha wajaAAalnaha rujooman lilshshayateeni waaAAtadna lahum AAathaba alssaAAeeri
Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala. (5)
وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ ﴿٦﴾
67/Al-Mulk-6: Walillatheena kafaroo birabbihim AAathabu jahannama wabisa almaseeru
Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (6)
إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ ﴿٧﴾
67/Al-Mulk-7: Itha olqoo feeha samiAAoo laha shaheeqan wahiya tafooru
Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, (7)
تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ ﴿٨﴾
67/Al-Mulk-8: Takadu tamayyazu mina alghaythi kullama olqiya feeha fawjun saalahum khazanatuha alam yatikum natheerun
hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?" (8)
قَالُوا بَلَى قَدْ جَاءنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِن شَيْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ كَبِيرٍ ﴿٩﴾
67/Al-Mulk-9: Qaloo bala qad jaana natheerun fakaththabna waqulna ma nazzala Allahu min shayin in antum illa fee dalalin kabeerin
Mereka menjawab: "Benar ada", sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan(nya) dan kami katakan: "Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar". (9)
وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ ﴿١٠﴾
67/Al-Mulk-10: Waqaloo law kunna nasmaAAu aw naAAqilu ma kunna fee ashabi alssaAAeeri
Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala". (10)
فَاعْتَرَفُوا بِذَنبِهِمْ فَسُحْقًا لِّأَصْحَابِ السَّعِيرِ ﴿١١﴾
67/Al-Mulk-11: FaiAAtarafoo bithanbihim fasuhqan liashabi alssaAAeeri
Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. (11)
إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِالْغَيْبِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ ﴿١٢﴾
67/Al-Mulk-12: Inna allatheena yakhshawna rabbahum bialghaybi lahum maghfiratun waajrun kabeerun
Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar. (12)
وَأَسِرُّوا قَوْلَكُمْ أَوِ اجْهَرُوا بِهِ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ ﴿١٣﴾
67/Al-Mulk-13: Waasirroo qawlakum awi ijharoo bihi innahu AAaleemun bithati alssudoori
Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. (13)
أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ ﴿١٤﴾
67/Al-Mulk-14: Ala yaAAlamu man khalaqa wahuwa allateefu alkhabeeru
Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui? (14)
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِن رِّزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ ﴿١٥﴾
67/Al-Mulk-15: Huwa allathee jaAAala lakumu alardthaloolan faimshoo fee manakibiha wakuloo min rizqihi wailayhi alnnushooru
Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (15)
أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاء أَن يَخْسِفَ بِكُمُ الأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ ﴿١٦﴾
67/Al-Mulk-16: Aamintum man fee alssamai an yakhsifa bikumu alarda faitha hiya tamooru
Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?, (16)
أَمْ أَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاء أَن يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ ﴿١٧﴾
67/Al-Mulk-17: Am amintum man fee alssamai an yursila AAalaykum hasiban fasataAAlamoona kayfa natheeri
atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku? (17)
وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ ﴿١٨﴾
67/Al-Mulk-18: Walaqad kaththaba allatheena min qablihim fakayfa kana nakeeri
Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka alangkah hebatnya kemurkaan-Ku. (18)
أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَافَّاتٍ وَيَقْبِضْنَ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا الرَّحْمَنُ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ بَصِيرٌ ﴿١٩﴾
67/Al-Mulk-19: Awalam yaraw ila alttayri fawqahum saffatin wayaqbidna ma yumsikuhunna illa alrrahmanu innahu bikulli shayin baseerun
Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu. (19)
أَمَّنْ هَذَا الَّذِي هُوَ جُندٌ لَّكُمْ يَنصُرُكُم مِّن دُونِ الرَّحْمَنِ إِنِ الْكَافِرُونَ إِلَّا فِي غُرُورٍ ﴿٢٠﴾
67/Al-Mulk-20: Amman hatha allathee huwa jundun lakum yansurukum min dooni alrrahmani ini alkafiroona illa fee ghuroorin
Atau siapakah dia yang menjadi tentara bagimu yang akan menolongmu selain daripada Allah Yang Maha Pemurah? Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu. (20)
أَمَّنْ هَذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ بَل لَّجُّوا فِي عُتُوٍّ وَنُفُورٍ ﴿٢١﴾
67/Al-Mulk-21: Amman hatha allathee yarzuqukum in amsaka rizqahu bal lajjoo fee AAutuwwin wanufoorin
Atau siapakah dia yang memberi kamu rezeki jika Allah menahan rezeki-Nya? Sebenarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri? (21)
أَفَمَن يَمْشِي مُكِبًّا عَلَى وَجْهِهِ أَهْدَى أَمَّن يَمْشِي سَوِيًّا عَلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴿٢٢﴾
67/Al-Mulk-22: Afaman yamshee mukibban AAala wajhihi ahda amman yamshee sawiyyan AAala siratin mustaqeemin
Maka apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih banyak mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus? (22)
قُلْ هُوَ الَّذِي أَنشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ ﴿٢٣﴾
67/Al-Mulk-23: Qul huwa allathee anshaakum wajaAAala lakumu alssamAAa waalabsara waalafidata qaleelan ma tashkuroona
Katakanlah: "Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur. (23)
قُلْ هُوَ الَّذِي ذَرَأَكُمْ فِي الْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ ﴿٢٤﴾
67/Al-Mulk-24: Qul huwa allathee tharaakum fee alardi wailayhi tuhsharoona
Katakanlah: "Dialah Yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya-lah kamu kelak dikumpulkan". (24)
وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ ﴿٢٥﴾
67/Al-Mulk-25: Wayaqooloona mata hatha alwaAAdu in kuntum sadiqeena
Dan mereka berkata: "Kapankah datangnya ancaman itu jika kamu adalah orang-orang yang benar?" (25)
قُلْ إِنَّمَا الْعِلْمُ عِندَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُّبِينٌ ﴿٢٦﴾
67/Al-Mulk-26: Qul innama alAAilmu AAinda Allahi wainnama ana natheerun mubeenun
Katakanlah: "Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan". (26)
فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً سِيئَتْ وُجُوهُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَقِيلَ هَذَا الَّذِي كُنتُم بِهِ تَدَّعُونَ ﴿٢٧﴾
67/Al-Mulk-27: Falamma raawhu zulfatan seeat wujoohu allatheena kafaroo waqeela hatha allathee kuntum bihi taddaAAoona
Ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat) sudah dekat, muka orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan (kepada mereka) inilah (azab) yang dahulunya kamu selalu meminta-mintanya. (27)
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِيَ اللَّهُ وَمَن مَّعِيَ أَوْ رَحِمَنَا فَمَن يُجِيرُ الْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ ﴿٢٨﴾
67/Al-Mulk-28: Qul araaytum in ahlakaniya Allahu waman maAAiya aw rahimana faman yujeeru alkafireena min AAathabin aleemin
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersama dengan aku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk surga), tetapi siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari siksa yang pedih?" (28)
قُلْ هُوَ الرَّحْمَنُ آمَنَّا بِهِ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ ﴿٢٩﴾
67/Al-Mulk-29: Qul huwa alrrahmanu amanna bihi waAAalayhi tawakkalna fasataAAlamoona man huwa fee dalalin mubeenin
Katakanlah: "Dialah Allah Yang Maha Penyayang kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah kami bertawakkal. Kelak kamu akan mengetahui siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata". (29)
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْرًا فَمَن يَأْتِيكُم بِمَاء مَّعِينٍ ﴿٣٠﴾
67/Al-Mulk-30: Qul araaytum in asbaha maokum ghawran faman yateekum bimain maAAeenin
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?". (30)

سورة الـقـلـم

Surah Al-Qalam

Bismillāhir rahmānir rahīm

ن وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ ﴿١﴾
68/Al-Qalam-1: Noon waalqalami wama yasturoona
Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis, (1)
مَا أَنتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ ﴿٢﴾
68/Al-Qalam-2: Ma anta biniAAmati rabbika bimajnoonin
berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila. (2)
وَإِنَّ لَكَ لَأَجْرًا غَيْرَ مَمْنُونٍ ﴿٣﴾
68/Al-Qalam-3: Wainna laka laajran ghayra mamnoonin
Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. (3)
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ ﴿٤﴾
68/Al-Qalam-4: Wainnaka laAAala khuluqin AAatheemin
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (4)
فَسَتُبْصِرُ وَيُبْصِرُونَ ﴿٥﴾
68/Al-Qalam-5: Fasatubsiru wayubsiroona
Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir)pun akan melihat, (5)
بِأَييِّكُمُ الْمَفْتُونُ ﴿٦﴾
68/Al-Qalam-6: Biayyikumu almaftoonu
siapa di antara kamu yang gila. (6)
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ ﴿٧﴾
68/Al-Qalam-7: Inna rabbaka huwa aAAlamu biman dalla AAan sabeelihi wahuwa aAAlamu bialmuhtadeena
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (7)
فَلَا تُطِعِ الْمُكَذِّبِينَ ﴿٨﴾
68/Al-Qalam-8: Fala tutiAAi almukaththibeena
Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah). (8)
وَدُّوا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ ﴿٩﴾
68/Al-Qalam-9: Waddoo law tudhinu fayudhinoona
Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu). (9)
وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِينٍ ﴿١٠﴾
68/Al-Qalam-10: Wala tutiAA kulla hallafin maheenin
Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, (10)
هَمَّازٍ مَّشَّاء بِنَمِيمٍ ﴿١١﴾
68/Al-Qalam-11: Hammazin mashshain binameemin
yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, (11)
مَنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ ﴿١٢﴾
68/Al-Qalam-12: MannaAAin lilkhayri muAAtadin atheemin
yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa, (12)
عُتُلٍّ بَعْدَ ذَلِكَ زَنِيمٍ ﴿١٣﴾
68/Al-Qalam-13: AAutullin baAAda thalika zaneemin
yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya, (13)
أَن كَانَ ذَا مَالٍ وَبَنِينَ ﴿١٤﴾
68/Al-Qalam-14: An kana tha malin wabaneena
karena dia mempunyai (banyak) harta dan anak. (14)
إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ ﴿١٥﴾
68/Al-Qalam-15: Itha tutla AAalayhi ayatuna qala asateeru alawwaleena
Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala". (15)
سَنَسِمُهُ عَلَى الْخُرْطُومِ ﴿١٦﴾
68/Al-Qalam-16: Sanasimuhu AAala alkhurtoomi
Kelak akan Kami beri tanda dia di belalai(nya). (16)
إِنَّا بَلَوْنَاهُمْ كَمَا بَلَوْنَا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ ﴿١٧﴾
68/Al-Qalam-17: Inna balawnahum kama balawna ashaba aljannati ith aqsamoo layasrimunnaha musbiheena
Sesungguhnya Kami telah mencobai mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah mencobai pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akanmemetik (hasil)nya di pagi hari, (17)
وَلَا يَسْتَثْنُونَ ﴿١٨﴾
68/Al-Qalam-18: Wala yastathnoona
dan mereka tidak menyisihkan (hak fakir miskin), (18)
فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِّن رَّبِّكَ وَهُمْ نَائِمُونَ ﴿١٩﴾
68/Al-Qalam-19: Fatafa AAalayha taifun min rabbika wahum naimoona
lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur, (19)
فَأَصْبَحَتْ كَالصَّرِيمِ ﴿٢٠﴾
68/Al-Qalam-20: Faasbahat kaalssareemi
maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita. (20)
فَتَنَادَوا مُصْبِحِينَ ﴿٢١﴾
68/Al-Qalam-21: Fatanadaw musbiheena
lalu mereka panggil memanggil di pagi hari: (21)
أَنِ اغْدُوا عَلَى حَرْثِكُمْ إِن كُنتُمْ صَارِمِينَ ﴿٢٢﴾
68/Al-Qalam-22: Ani ighdoo AAala harthikum in kuntum sarimeena
"Pergilah diwaktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya". (22)
فَانطَلَقُوا وَهُمْ يَتَخَافَتُونَ ﴿٢٣﴾
68/Al-Qalam-23: Faintalaqoo wahum yatakhafatoona
Maka pergilah mereka saling berbisik-bisik. (23)
أَن لَّا يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُم مِّسْكِينٌ ﴿٢٤﴾
68/Al-Qalam-24: An la yadkhulannaha alyawma AAalaykum miskeenun
"Pada hari ini janganlah ada seorang miskinpun masuk ke dalam kebunmu". (24)
وَغَدَوْا عَلَى حَرْدٍ قَادِرِينَ ﴿٢٥﴾
68/Al-Qalam-25: Waghadaw AAala hardin qadireena
Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka (menolongnya). (25)
فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوا إِنَّا لَضَالُّونَ ﴿٢٦﴾
68/Al-Qalam-26: Falamma raawha qaloo inna ladalloona
Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan), (26)
بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ ﴿٢٧﴾
68/Al-Qalam-27: Bal nahnu mahroomoona
bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)". (27)
قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُونَ ﴿٢٨﴾
68/Al-Qalam-28: Qala awsatuhum alam aqul lakum lawla tusabbihoona
Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka: "Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?" (28)
قَالُوا سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ ﴿٢٩﴾
68/Al-Qalam-29: Qaloo subhana rabbina inna kunna thalimeena
Mereka mengucapkan: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim". (29)
فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَتَلَاوَمُونَ ﴿٣٠﴾
68/Al-Qalam-30: Faaqbala baAAduhum AAala baAAdin yatalawamoona
Lalu sebahagian mereka menghadapi sebahagian yang lain seraya cela mencela. (30)
قَالُوا يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا طَاغِينَ ﴿٣١﴾
68/Al-Qalam-31: Qaloo ya waylana inna kunna tagheena
Mereka berkata: "Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas". (31)
عَسَى رَبُّنَا أَن يُبْدِلَنَا خَيْرًا مِّنْهَا إِنَّا إِلَى رَبِّنَا رَاغِبُونَ ﴿٣٢﴾
68/Al-Qalam-32: AAasa rabbuna an yubdilana khayran minha inna ila rabbina raghiboona
Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita. (32)
كَذَلِكَ الْعَذَابُ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ ﴿٣٣﴾
68/Al-Qalam-33: Kathalika alAAathabu walaAAathabu alakhirati akbaru law kanoo yaAAlamoona
Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui. (33)
إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ ﴿٣٤﴾
68/Al-Qalam-34: Inna lilmuttaqeena AAinda rabbihim jannati alnnaAAeemi
Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya. (34)
أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ ﴿٣٥﴾
68/Al-Qalam-35: AfanajAAalu almuslimeena kaalmujrimeena
Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)? (35)
مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ ﴿٣٦﴾
68/Al-Qalam-36: Ma lakum kayfa tahkumoona
Atau adakah kamu (berbuat demikian): bagaimanakah kamu mengambil keputusan? (36)
أَمْ لَكُمْ كِتَابٌ فِيهِ تَدْرُسُونَ ﴿٣٧﴾
68/Al-Qalam-37: Am lakum kitabun feehi tadrusoona
Atau adakah kamu mempunyai sebuah kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu membacanya?, (37)
إِنَّ لَكُمْ فِيهِ لَمَا يَتَخَيَّرُونَ ﴿٣٨﴾
68/Al-Qalam-38: Inna lakum feehi lama takhayyaroona
bahwa di dalamnya kamu benar-benar boleh memilih apa yang kamu sukai untukmu. (38)
أَمْ لَكُمْ أَيْمَانٌ عَلَيْنَا بَالِغَةٌ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ إِنَّ لَكُمْ لَمَا تَحْكُمُونَ ﴿٣٩﴾
68/Al-Qalam-39: Am lakum aymanun AAalayna balighatun ila yawmi alqiyamati inna lakum lama tahkumoona
Atau apakah kamu memperoleh janji yang diperkuat dengan sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari kiamat; sesungguhnya kamu benar-benar dapat mengambil keputusan (sekehendakmu)? (39)
سَلْهُم أَيُّهُم بِذَلِكَ زَعِيمٌ ﴿٤٠﴾
68/Al-Qalam-40: Salhum ayyuhum bithalika zaAAeemun
Tanyakanlah kepada mereka: "Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil itu?" (40)
أَمْ لَهُمْ شُرَكَاء فَلْيَأْتُوا بِشُرَكَائِهِمْ إِن كَانُوا صَادِقِينَ ﴿٤١﴾
68/Al-Qalam-41: Am lahum shurakao falyatoo bishurakaihim in kanoo sadiqeena
Atau apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu? Maka hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka adalah orang-orang yang benar. (41)
يَوْمَ يُكْشَفُ عَن سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ ﴿٤٢﴾
68/Al-Qalam-42: Yawma yukshafu AAan saqin wayudAAawna ila alssujoodi fala yastateeAAoona
Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa, (42)
خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ وَقَدْ كَانُوا يُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ وَهُمْ سَالِمُونَ ﴿٤٣﴾
68/Al-Qalam-43: KhashiAAatan absaruhum tarhaquhum thillatun waqad kanoo yudAAawna ila alssujoodi wahum salimoona
(dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera. (43)
فَذَرْنِي وَمَن يُكَذِّبُ بِهَذَا الْحَدِيثِ سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ ﴿٤٤﴾
68/Al-Qalam-44: Fatharnee waman yukaththibu bihatha alhadeethi sanastadrijuhum min haythu la yaAAlamoona
Maka serahkanlah (ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al Quran). Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui, (44)
وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ ﴿٤٥﴾
68/Al-Qalam-45: Waomlee lahum inna kaydee mateenun
dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat tangguh. (45)
أَمْ تَسْأَلُهُمْ أَجْرًا فَهُم مِّن مَّغْرَمٍ مُّثْقَلُونَ ﴿٤٦﴾
68/Al-Qalam-46: Am tasaluhum ajran fahum min maghramin muthqaloona
Apakah kamu meminta upah kepada mereka, lalu mereka diberati dengan hutang? (46)
أَمْ عِندَهُمُ الْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُونَ ﴿٤٧﴾
68/Al-Qalam-47: Am AAindahumu alghaybu fahum yaktuboona
Ataukah ada pada mereka ilmu tentang yang ghaib lalu mereka menulis (padanya apa yang mereka tetapkan)? (47)
فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُن كَصَاحِبِ الْحُوتِ إِذْ نَادَى وَهُوَ مَكْظُومٌ ﴿٤٨﴾
68/Al-Qalam-48: Faisbir lihukmi rabbika wala takun kasahibi alhooti ith nada wahuwa makthoomun
Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya). (48)
لَوْلَا أَن تَدَارَكَهُ نِعْمَةٌ مِّن رَّبِّهِ لَنُبِذَ بِالْعَرَاء وَهُوَ مَذْمُومٌ ﴿٤٩﴾
68/Al-Qalam-49: Lawla an tadarakahu niAAmatun min rabbihi lanubitha bialAAarai wahuwa mathmoomun
Kalau sekiranya ia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, benar-benar ia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela. (49)
فَاجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَجَعَلَهُ مِنَ الصَّالِحِينَ ﴿٥٠﴾
68/Al-Qalam-50: Faijtabahu rabbuhu fajaAAalahu mina alssaliheena
Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang-orang yang saleh. (50)
وَإِن يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ ﴿٥١﴾
68/Al-Qalam-51: Wain yakadu allatheena kafaroo layuzliqoonaka biabsarihim lamma samiAAoo alththikra wayaqooloona innahu lamajnoonun
Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata: "Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila". (51)
وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَالَمِينَ ﴿٥٢﴾
68/Al-Qalam-52: Wama huwa illa thikrun lilAAalameena
Dan Al Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat. (52)

سورة الـحاقّـة

Surah Al-Haqqah

Bismillāhir rahmānir rahīm

الْحَاقَّةُ ﴿١﴾
69/Al-Haqqah-1: Alhaqqatu
Hari kiamat, (1)
مَا الْحَاقَّةُ ﴿٢﴾
69/Al-Haqqah-2: Ma alhaqqatu
apakah hari kiamat itu? (2)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحَاقَّةُ ﴿٣﴾
69/Al-Haqqah-3: Wama adraka ma alhaqqatu
Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu? (3)
كَذَّبَتْ ثَمُودُ وَعَادٌ بِالْقَارِعَةِ ﴿٤﴾
69/Al-Haqqah-4: Kaththabat thamoodu waAAadun bialqariAAati
Kaum Tsamud dan 'Aad telah mendustakan hari kiamat. (4)
فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهْلِكُوا بِالطَّاغِيَةِ ﴿٥﴾
69/Al-Haqqah-5: Faamma thamoodu faohlikoo bialttaghiyati
Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa. (5)
وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ ﴿٦﴾
69/Al-Haqqah-6: Waamma AAadun faohlikoo bireehin sarsarin AAatiyatin
Adapun kaum 'Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, (6)
سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَى كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ ﴿٧﴾
69/Al-Haqqah-7: Sakhkharaha AAalayhim sabAAa layalin wathamaniyata ayyamin husooman fatara alqawma feeha sarAAa kaannahum aAAjazu nakhlin khawiyatun
yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum 'Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). (7)
فَهَلْ تَرَى لَهُم مِّن بَاقِيَةٍ ﴿٨﴾
69/Al-Haqqah-8: Fahal tara lahum min baqiyatin
Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka. (8)
وَجَاء فِرْعَوْنُ وَمَن قَبْلَهُ وَالْمُؤْتَفِكَاتُ بِالْخَاطِئَةِ ﴿٩﴾
69/Al-Haqqah-9: Wajaa firAAawnu waman qablahu waalmutafikatu bialkhatiati
Dan telah datang Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar. (9)
فَعَصَوْا رَسُولَ رَبِّهِمْ فَأَخَذَهُمْ أَخْذَةً رَّابِيَةً ﴿١٠﴾
69/Al-Haqqah-10: FaAAasaw rasoola rabbihim faakhathahum akhthatan rabiyatan
Maka (masing-masing) mereka mendurhakai rasul Tuhan mereka, lalu Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras. (10)
إِنَّا لَمَّا طَغَى الْمَاء حَمَلْنَاكُمْ فِي الْجَارِيَةِ ﴿١١﴾
69/Al-Haqqah-11: Inna lamma tagha almahamalnakum fee aljariyati
Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu, ke dalam bahtera, (11)
لِنَجْعَلَهَا لَكُمْ تَذْكِرَةً وَتَعِيَهَا أُذُنٌ وَاعِيَةٌ ﴿١٢﴾
69/Al-Haqqah-12: LinajAAalaha lakum tathkiratan wataAAiyaha othunun waAAiyatun
agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar. (12)
فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ نَفْخَةٌ وَاحِدَةٌ ﴿١٣﴾
69/Al-Haqqah-13: Faitha nufikha fee alssoori nafkhatun wahidatun
Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup (13)
وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً ﴿١٤﴾
69/Al-Haqqah-14: Wahumilati alardu waaljibalu fadukkata dakkatan wahidatan
dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. (14)
فَيَوْمَئِذٍ وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ ﴿١٥﴾
69/Al-Haqqah-15: Fayawmaithin waqaAAati alwaqiAAatu
Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat, (15)
وَانشَقَّتِ السَّمَاء فَهِيَ يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةٌ ﴿١٦﴾
69/Al-Haqqah-16: Wainshaqqati alssamao fahiya yawmaithin wahiyatun
dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah. (16)
وَالْمَلَكُ عَلَى أَرْجَائِهَا وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ ﴿١٧﴾
69/Al-Haqqah-17: Waalmalaku AAala arjaiha wayahmilu AAarsha rabbika fawqahum yawmaithin thamaniyatun
Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka. (17)
يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَى مِنكُمْ خَافِيَةٌ ﴿١٨﴾
69/Al-Haqqah-18: Yawmaithin tuAAradoona la takhfa minkum khafiyatun
Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah). (18)
فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَؤُوا كِتَابِيهْ ﴿١٩﴾
69/Al-Haqqah-19: Faamma man ootiya kitabahu biyameenihi fayaqoolu haomu iqraoo kitabiyah
Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: "Ambillah, bacalah kitabku (ini)". (19)
إِنِّي ظَنَنتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيهْ ﴿٢٠﴾
69/Al-Haqqah-20: Innee thanantu annee mulaqin hisabiyah
Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku. (20)
فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ ﴿٢١﴾
69/Al-Haqqah-21: Fahuwa fee AAeeshatin radiyatin
Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai, (21)
فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ ﴿٢٢﴾
69/Al-Haqqah-22: Fee jannatin AAaliyatin
dalam surga yang tinggi, (22)
قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ ﴿٢٣﴾
69/Al-Haqqah-23: Qutoofuha daniyatun
buah-buahannya dekat, (23)
كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ ﴿٢٤﴾
69/Al-Haqqah-24: Kuloo waishraboo haneean bima aslaftum fee alayyami alkhaliyati
(kepada mereka dikatakan): "Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu". (24)
وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيهْ ﴿٢٥﴾
69/Al-Haqqah-25: Waamma man ootiya kitabahu bishimalihi fayaqoolu ya laytanee lam oota kitabiyah
Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: "Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). (25)
وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيهْ ﴿٢٦﴾
69/Al-Haqqah-26: Walam adri ma hisabiyah
Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. (26)
يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ ﴿٢٧﴾
69/Al-Haqqah-27: Ya laytaha kanati alqadiyatu
Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. (27)
مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيهْ ﴿٢٨﴾
69/Al-Haqqah-28: Ma aghna AAannee maliyah
Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. (28)
هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيهْ ﴿٢٩﴾
69/Al-Haqqah-29: Halaka AAannee sultaniyah
Telah hilang kekuasaanku daripadaku". (29)
خُذُوهُ فَغُلُّوهُ ﴿٣٠﴾
69/Al-Haqqah-30: Khuthoohu faghulloohu
(Allah berfirman): "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. (30)
ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ ﴿٣١﴾
69/Al-Haqqah-31: Thumma aljaheema salloohu
Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. (31)
ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ ﴿٣٢﴾
69/Al-Haqqah-32: Thumma fee silsilatin tharAAuha sabAAoona thiraAAan faoslukoohu
Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. (32)
إِنَّهُ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ ﴿٣٣﴾
69/Al-Haqqah-33: Innahu kana la yuminu biAllahi alAAatheemi
Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar. (33)
وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ ﴿٣٤﴾
69/Al-Haqqah-34: Wala yahuddu AAala taAAami almiskeeni
Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. (34)
فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَاهُنَا حَمِيمٌ ﴿٣٥﴾
69/Al-Haqqah-35: Falaysa lahu alyawma hahuna hameemun
Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini. (35)
وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ ﴿٣٦﴾
69/Al-Haqqah-36: Wala taAAamun illa min ghisleenin
Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah. (36)
لَا يَأْكُلُهُ إِلَّا الْخَاطِؤُونَ ﴿٣٧﴾
69/Al-Haqqah-37: La yakuluhu illa alkhatioona
Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa. (37)
فَلَا أُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُونَ ﴿٣٨﴾
69/Al-Haqqah-38: Fala oqsimu bima tubsiroona
Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat. (38)
وَمَا لَا تُبْصِرُونَ ﴿٣٩﴾
69/Al-Haqqah-39: Wama la tubsiroona
Dan dengan apa yang tidak kamu lihat. (39)
إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ ﴿٤٠﴾
69/Al-Haqqah-40: Innahu laqawlu rasoolin kareemin
Sesungguhnya Al Quran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia, (40)
وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ قَلِيلًا مَا تُؤْمِنُونَ ﴿٤١﴾
69/Al-Haqqah-41: Wama huwa biqawli shaAAirin qaleelan ma tuminoona
dan Al Quran itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya. (41)
وَلَا بِقَوْلِ كَاهِنٍ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ ﴿٤٢﴾
69/Al-Haqqah-42: Wala biqawli kahinin qaleelan ma tathakkaroona
Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. (42)
تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٤٣﴾
69/Al-Haqqah-43: Tanzeelun min rabbi alAAalameena
Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam. (43)
وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ ﴿٤٤﴾
69/Al-Haqqah-44: Walaw taqawwala AAalayna baAAda alaqaweeli
Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, (44)
لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ ﴿٤٥﴾
69/Al-Haqqah-45: Laakhathna minhu bialyameeni
niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. (45)
ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ ﴿٤٦﴾
69/Al-Haqqah-46: Thumma laqataAAna minhu alwateena
Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. (46)
فَمَا مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ ﴿٤٧﴾
69/Al-Haqqah-47: Fama minkum min ahadin AAanhu hajizeena
Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu. (47)
وَإِنَّهُ لَتَذْكِرَةٌ لِّلْمُتَّقِينَ ﴿٤٨﴾
69/Al-Haqqah-48: Wainnahu latathkiratun lilmuttaqeena
Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (48)
وَإِنَّا لَنَعْلَمُ أَنَّ مِنكُم مُّكَذِّبِينَ ﴿٤٩﴾
69/Al-Haqqah-49: Wainna lanaAAlamu anna minkum mukaththibeena
Dan sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan(nya). (49)
وَإِنَّهُ لَحَسْرَةٌ عَلَى الْكَافِرِينَ ﴿٥٠﴾
69/Al-Haqqah-50: Wainnahu lahasratun AAala alkafireena
Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat). (50)
وَإِنَّهُ لَحَقُّ الْيَقِينِ ﴿٥١﴾
69/Al-Haqqah-51: Wainnahu lahaqqu alyaqeeni
Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar kebenaran yang diyakini. (51)
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ ﴿٥٢﴾
69/Al-Haqqah-52: Fasabbih biismi rabbika alAAatheemi
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar. (52)


سورة الـمعارج

Surah Al-Ma’arij

Bismillāhir rahmānir rahīm

سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ ﴿١﴾
70/Al-Ma’arij-1: Saala sailun biAAathabin waqiAAin
Seseorang telah meminta kedatangan azab yang akan menimpa, (1)
لِّلْكَافِرينَ لَيْسَ لَهُ دَافِعٌ ﴿٢﴾
70/Al-Ma’arij-2: Lilkafireena laysa lahu dafiAAun
orang-orang kafir, yang tidak seorangpun dapat menolaknya, (2)
مِّنَ اللَّهِ ذِي الْمَعَارِجِ ﴿٣﴾
70/Al-Ma’arij-3: Mina Allahi thee almaAAariji
(yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik. (3)
تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ ﴿٤﴾
70/Al-Ma’arij-4: TaAAruju almalaikatu waalrroohu ilayhi fee yawmin kana miqdaruhu khamseena alfa sanatin
Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun. (4)
فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلًا ﴿٥﴾
70/Al-Ma’arij-5: Faisbir sabran jameelan
Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik. (5)
إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُ بَعِيدًا ﴿٦﴾
70/Al-Ma’arij-6: Innahum yarawnahu baAAeedan
Sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu jauh (mustahil). (6)
وَنَرَاهُ قَرِيبًا ﴿٧﴾
70/Al-Ma’arij-7: Wanarahu qareeban
Sedangkan Kami memandangnya dekat (mungkin terjadi). (7)
يَوْمَ تَكُونُ السَّمَاء كَالْمُهْلِ ﴿٨﴾
70/Al-Ma’arij-8: Yawma takoonu alssamao kaalmuhli
Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak, (8)
وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ ﴿٩﴾
70/Al-Ma’arij-9: Watakoonu aljibalu kaalAAihni
dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan), (9)
وَلَا يَسْأَلُ حَمِيمٌ حَمِيمًا ﴿١٠﴾
70/Al-Ma’arij-10: Wala yasalu hameemun hameeman
dan tidak ada seorang teman akrabpun menanyakan temannya, (10)
يُبَصَّرُونَهُمْ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِ ﴿١١﴾
70/Al-Ma’arij-11: Yubassaroonahum yawaddu almujrimu law yaftadee min AAathabi yawmiithin bibaneehi
sedang mereka saling memandang. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya, (11)
وَصَاحِبَتِهِ وَأَخِيهِ ﴿١٢﴾
70/Al-Ma’arij-12: Wasahibatihi waakheehi
dan isterinya dan saudaranya, (12)
وَفَصِيلَتِهِ الَّتِي تُؤْويهِ ﴿١٣﴾
70/Al-Ma’arij-13: Wafaseelatihi allatee tuweehi
dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia). (13)
وَمَن فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ يُنجِيهِ ﴿١٤﴾
70/Al-Ma’arij-14: Waman fee alardi jameeAAan thumma yunjeehi
Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya. (14)
كَلَّا إِنَّهَا لَظَى ﴿١٥﴾
70/Al-Ma’arij-15: Kalla innaha latha
Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak, (15)
نَزَّاعَةً لِّلشَّوَى ﴿١٦﴾
70/Al-Ma’arij-16: NazzaAAatan lilshshawa
yang mengelupas kulit kepala, (16)
تَدْعُو مَنْ أَدْبَرَ وَتَوَلَّى ﴿١٧﴾
70/Al-Ma’arij-17: TadAAoo man adbara watawalla
yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama), (17)
وَجَمَعَ فَأَوْعَى ﴿١٨﴾
70/Al-Ma’arij-18: WajamaAAa faawAAa
serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya. (18)
إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا ﴿١٩﴾
70/Al-Ma’arij-19: Inna alinsana khuliqa halooAAan
Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. (19)
إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا ﴿٢٠﴾
70/Al-Ma’arij-20: Itha massahu alshsharru jazooAAan
Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, (20)
وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا ﴿٢١﴾
70/Al-Ma’arij-21: Waitha massahu alkhayru manooAAan
dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, (21)
إِلَّا الْمُصَلِّينَ ﴿٢٢﴾
70/Al-Ma’arij-22: Illa almusalleena
kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, (22)
الَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ ﴿٢٣﴾
70/Al-Ma’arij-23: Allatheena hum AAala salatihim daimoona
yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, (23)
وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَّعْلُومٌ ﴿٢٤﴾
70/Al-Ma’arij-24: Waallatheena fee amwalihim haqqun maAAloomun
dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, (24)
لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ ﴿٢٥﴾
70/Al-Ma’arij-25: Lilssaili waalmahroomi
bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta), (25)
وَالَّذِينَ يُصَدِّقُونَ بِيَوْمِ الدِّينِ ﴿٢٦﴾
70/Al-Ma’arij-26: Waallatheena yusaddiqoona biyawmi alddeeni
dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan, (26)
وَالَّذِينَ هُم مِّنْ عَذَابِ رَبِّهِم مُّشْفِقُونَ ﴿٢٧﴾
70/Al-Ma’arij-27: Waallatheena hum min AAathabi rabbihim mushfiqoona
dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya. (27)
إِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمْ غَيْرُ مَأْمُونٍ ﴿٢٨﴾
70/Al-Ma’arij-28: Inna AAathaba rabbihim ghayru mamoonin
Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya). (28)
وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ﴿٢٩﴾
70/Al-Ma’arij-29: Waallatheena hum lifuroojihim hafithoona
Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, (29)
إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ ﴿٣٠﴾
70/Al-Ma’arij-30: Illa AAala azwajihim aw ma malakat aymanuhum fainnahum ghayru maloomeena
kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. (30)
فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاء ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ ﴿٣١﴾
70/Al-Ma’arij-31: Famani ibtagha warathalika faolaika humu alAAadoona
Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (31)
وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ ﴿٣٢﴾
70/Al-Ma’arij-32: Waallatheena hum liamanatihim waAAahdihim raAAoona
Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. (32)
وَالَّذِينَ هُم بِشَهَادَاتِهِمْ قَائِمُونَ ﴿٣٣﴾
70/Al-Ma’arij-33: Waallatheena hum bishahadatihim qaimoona
Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya. (33)
وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ ﴿٣٤﴾
70/Al-Ma’arij-34: Waallatheena hum AAala salatihim yuhafithoona
Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. (34)
أُوْلَئِكَ فِي جَنَّاتٍ مُّكْرَمُونَ ﴿٣٥﴾
70/Al-Ma’arij-35: Olaika fee jannatin mukramoona
Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan. (35)
فَمَالِ الَّذِينَ كَفَرُوا قِبَلَكَ مُهْطِعِينَ ﴿٣٦﴾
70/Al-Ma’arij-36: Famali allatheena kafaroo qibalaka muhtiAAeena
Mengapakah orang-orang kafir itu bersegera datang ke arahmu, (36)
عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ عِزِينَ ﴿٣٧﴾
70/Al-Ma’arij-37: AAani alyameeni waAAani alshshimali AAizeena
dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok. (37)
أَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ أَن يُدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيمٍ ﴿٣٨﴾
70/Al-Ma’arij-38: AyatmaAAu kullu imriin minhum an yudkhala jannata naAAeemin
Adakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk ke dalam surga yang penuh kenikmatan?, (38)
كَلَّا إِنَّا خَلَقْنَاهُم مِّمَّا يَعْلَمُونَ ﴿٣٩﴾
70/Al-Ma’arij-39: Kalla inna khalaqnahum mimma yaAAlamoona
sekali-kali tidak! Sesungguhnya Kami ciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani). (39)
فَلَا أُقْسِمُ بِرَبِّ الْمَشَارِقِ وَالْمَغَارِبِ إِنَّا لَقَادِرُونَ ﴿٤٠﴾
70/Al-Ma’arij-40: Fala oqsimu birabbi almashariqi waalmagharibi inna laqadiroona
Maka aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa. (40)
عَلَى أَن نُّبَدِّلَ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ ﴿٤١﴾
70/Al-Ma’arij-41: AAala an nubaddila khayran minhum wama nahnu bimasbooqeena
Untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan. (41)
فَذَرْهُمْ يَخُوضُوا وَيَلْعَبُوا حَتَّى يُلَاقُوا يَوْمَهُمُ الَّذِي يُوعَدُونَ ﴿٤٢﴾
70/Al-Ma’arij-42: Fatharhum yakhoodoo wayalAAaboo hatta yulaqoo yawmahumu allathee yooAAadoona
Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kebatilan) dan bermain-main sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka, (42)
يَوْمَ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ سِرَاعًا كَأَنَّهُمْ إِلَى نُصُبٍ يُوفِضُونَ ﴿٤٣﴾
70/Al-Ma’arij-43: Yawma yakhrujoona mina alajdathi siraAAan kaannahum ila nusubin yoofidoona
(yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia), (43)
خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ذَلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ ﴿٤٤﴾
70/Al-Ma’arij-44: KhashiAAatan absaruhum tarhaquhum thillatun thalika alyawmu allathee kanoo yooAAadoona
dalam keadaan mereka menekurkan pandangannya (serta) diliputi kehinaan. Itulah hari yang dahulunya diancamkan kepada mereka. (44)


سورة نوح

Surah Nuh

Bismillāhir rahmānir rahīm

إِنَّا أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ أَنْ أَنذِرْ قَوْمَكَ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿١﴾
71/Nuh-1: Inna arsalna noohan ila qawmihi an anthir qawmaka min qabli an yatiyahum AAathabun aleemun
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): "Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih", (1)
قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي لَكُمْ نَذِيرٌ مُّبِينٌ ﴿٢﴾
71/Nuh-2: Qala ya qawmi innee lakum natheerun mubeenun
Nuh berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu, (2)
أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوهُ وَأَطِيعُونِ ﴿٣﴾
71/Nuh-3: Ani oAAbudoo Allaha waittaqoohu waateeAAooni
(yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku, (3)
يَغْفِرْ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرْكُمْ إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى إِنَّ أَجَلَ اللَّهِ إِذَا جَاء لَا يُؤَخَّرُ لَوْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿٤﴾
71/Nuh-4: Yaghfir lakum min thunoobikum wayuakhkhirkum ila ajalin musamman inna ajala Allahi itha jaa la yuakhkharu law kuntum taAAlamoona
niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui". (4)
قَالَ رَبِّ إِنِّي دَعَوْتُ قَوْمِي لَيْلًا وَنَهَارًا ﴿٥﴾
71/Nuh-5: Qala rabbi innee daAAawtu qawmee laylan wanaharan
Nuh berkata: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, (5)
فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَائِي إِلَّا فِرَارًا ﴿٦﴾
71/Nuh-6: Falam yazidhum duAAaee illa firaran
maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). (6)
وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوا أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ وَاسْتَغْشَوْا ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَارًا ﴿٧﴾
71/Nuh-7: Wainnee kullama daAAawtuhum litaghfira lahum jaAAaloo asabiAAahum fee athanihim waistaghshaw thiyabahum waasarroo waistakbaroo istikbaran
Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat. (7)
ثُمَّ إِنِّي دَعَوْتُهُمْ جِهَارًا ﴿٨﴾
71/Nuh-8: Thumma innee daAAawtuhum jiharan
Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan, (8)
ثُمَّ إِنِّي أَعْلَنتُ لَهُمْ وَأَسْرَرْتُ لَهُمْ إِسْرَارًا ﴿٩﴾
71/Nuh-9: Thumma innee aAAlantu lahum waasrartu lahum israran
kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam, (9)
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ﴿١٠﴾
71/Nuh-10: Faqultu istaghfiroo rabbakum innahu kana ghaffaran
maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, (10)
يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَارًا ﴿١١﴾
71/Nuh-11: Yursili alssamaa AAalaykum midraran
niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, (11)
وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا ﴿١٢﴾
71/Nuh-12: Wayumdidkum biamwalin wabaneena wayajAAal lakum jannatin wayajAAal lakum anharan
dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. (12)
مَّا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا ﴿١٣﴾
71/Nuh-13: Ma lakum la tarjoona lillahi waqaran
Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah? (13)
وَقَدْ خَلَقَكُمْ أَطْوَارًا ﴿١٤﴾
71/Nuh-14: Waqad khalaqakum atwaran
Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian. (14)
أَلَمْ تَرَوْا كَيْفَ خَلَقَ اللَّهُ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ﴿١٥﴾
71/Nuh-15: Alam taraw kayfa khalaqa Allahu sabAAa samawatin tibaqan
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? (15)
وَجَعَلَ الْقَمَرَ فِيهِنَّ نُورًا وَجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا ﴿١٦﴾
71/Nuh-16: WajaAAala alqamara feehinna nooran wajaAAala alshshamsa sirajan
Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita? (16)
وَاللَّهُ أَنبَتَكُم مِّنَ الْأَرْضِ نَبَاتًا ﴿١٧﴾
71/Nuh-17: WaAllahu anbatakum mina alardi nabatan
Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya, (17)
ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجًا ﴿١٨﴾
71/Nuh-18: Thumma yuAAeedukum feeha wayukhrijukum ikhrajan
kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya. (18)
وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ بِسَاطًا ﴿١٩﴾
71/Nuh-19: WaAllahu jaAAala lakumu alarda bisatan
Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, (19)
لِتَسْلُكُوا مِنْهَا سُبُلًا فِجَاجًا ﴿٢٠﴾
71/Nuh-20: Litaslukoo minha subulan fijajan
supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu". (20)
قَالَ نُوحٌ رَّبِّ إِنَّهُمْ عَصَوْنِي وَاتَّبَعُوا مَن لَّمْ يَزِدْهُ مَالُهُ وَوَلَدُهُ إِلَّا خَسَارًا ﴿٢١﴾
71/Nuh-21: Qala noohun rabbi innahum AAasawnee waittabaAAoo man lam yazidhu maluhu wawaladuhu illa khasaran
Nuh berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka telah mendurhakaiku dan telah mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka, (21)
وَمَكَرُوا مَكْرًا كُبَّارًا ﴿٢٢﴾
71/Nuh-22: Wamakaroo makran kubbaran
dan melakukan tipu-daya yang amat besar". (22)
وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا ﴿٢٣﴾
71/Nuh-23: Waqaloo la tatharunna alihatakum wala tatharunna waddan wala suwaAAan wala yaghootha wayaAAooqa wanasran
Dan mereka berkata: "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa', yaghuts, ya'uq dan nasr". (23)
وَقَدْ أَضَلُّوا كَثِيرًا وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا ضَلَالًا ﴿٢٤﴾
71/Nuh-24: Waqad adalloo katheeran wala tazidi alththalimeena illa dalalan
Dan sesudahnya mereka menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan. (24)
مِمَّا خَطِيئَاتِهِمْ أُغْرِقُوا فَأُدْخِلُوا نَارًا فَلَمْ يَجِدُوا لَهُم مِّن دُونِ اللَّهِ أَنصَارًا ﴿٢٥﴾
71/Nuh-25: Mimma khateeatihim oghriqoo faodkhiloo naran falam yajidoo lahum min dooni Allahi ansaran
Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah. (25)
وَقَالَ نُوحٌ رَّبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْأَرْضِ مِنَ الْكَافِرِينَ دَيَّارًا ﴿٢٦﴾
71/Nuh-26: Waqala noohun rabbi la tathar AAala alardi mina alkafireena dayyaran
Nuh berkata: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. (26)
إِنَّكَ إِن تَذَرْهُمْ يُضِلُّوا عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوا إِلَّا فَاجِرًا كَفَّارًا ﴿٢٧﴾
71/Nuh-27: Innaka in tatharhum yudilloo AAibadaka wala yalidoo illa fajiran kaffaran
Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir. (27)
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا ﴿٢٨﴾
71/Nuh-28: Rabbi ighfir lee waliwalidayya waliman dakhala baytiya muminan walilmumineena waalmuminati wala tazidi alththalimeena illa tabaran
Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan". (28)


سورة الجن

Surah Al-Jinn

Bismillāhir rahmānir rahīm

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا ﴿١﴾
72/Al-Jinn-1: Qul oohiya ilayya annahu istamaAAa nafarun mina aljinni faqaloo inna samiAAna quranan AAajaban
Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan, (1)
يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ وَلَن نُّشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا ﴿٢﴾
72/Al-Jinn-2: Yahdee ila alrrushdi faamanna bihi walan nushrika birabbina ahadan
(yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami, (2)
وَأَنَّهُ تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلَا وَلَدًا ﴿٣﴾
72/Al-Jinn-3: Waannahu taAAala jaddu rabbina ma ittakhathsahibatan wala waladan
dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak. (3)
وَأَنَّهُ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى اللَّهِ شَطَطًا ﴿٤﴾
72/Al-Jinn-4: Waannahu kana yaqoolu safeehuna AAala Allahi shatatan
Dan bahwasanya: orang yang kurang akal daripada kami selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah, (4)
وَأَنَّا ظَنَنَّا أَن لَّن تَقُولَ الْإِنسُ وَالْجِنُّ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا ﴿٥﴾
72/Al-Jinn-5: Waanna thananna an lan taqoola alinsu waaljinnu AAala Allahi kathiban
dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah. (5)
وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا ﴿٦﴾
72/Al-Jinn-6: Waannahu kana rijalun mina alinsi yaAAoothoona birijalin mina aljinni fazadoohum rahaqan
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (6)
وَأَنَّهُمْ ظَنُّوا كَمَا ظَنَنتُمْ أَن لَّن يَبْعَثَ اللَّهُ أَحَدًا ﴿٧﴾
72/Al-Jinn-7: Waannahum thannoo kama thanantum an lan yabAAatha Allahu ahadan
Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul)pun, (7)
وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاء فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا ﴿٨﴾
72/Al-Jinn-8: Waanna lamasna alssamaa fawajadnaha muliat harasan shadeedan washuhuban
dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, (8)
وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَن يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَّصَدًا ﴿٩﴾
72/Al-Jinn-9: Waanna kunna naqAAudu minha maqaAAida lilssamAAi faman yastamiAAi alana yajid lahu shihaban rasadan
dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). (9)
وَأَنَّا لَا نَدْرِي أَشَرٌّ أُرِيدَ بِمَن فِي الْأَرْضِ أَمْ أَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا ﴿١٠﴾
72/Al-Jinn-10: Waanna la nadree asharrun oreeda biman fee alardi am arada bihim rabbuhum rashadan
Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka. (10)
وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا ﴿١١﴾
72/Al-Jinn-11: Waanna minna alssalihoona waminna doona thalika kunna taraiqa qidadan
Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda. (11)
وَأَنَّا ظَنَنَّا أَن لَّن نُّعجِزَ اللَّهَ فِي الْأَرْضِ وَلَن نُّعْجِزَهُ هَرَبًا ﴿١٢﴾
72/Al-Jinn-12: Wanna thananna an lan nuAAjiza Allaha fee alardi walan nuAAjizahu haraban
Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa kami sekali-kali tidak akan dapat melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di muka bumi dan sekali-kali tidak (pula) dapat melepaskan diri (daripada)Nya dengan lari. (12)
وَأَنَّا لَمَّا سَمِعْنَا الْهُدَى آمَنَّا بِهِ فَمَن يُؤْمِن بِرَبِّهِ فَلَا يَخَافُ بَخْسًا وَلَا رَهَقًا ﴿١٣﴾
72/Al-Jinn-13: Waanna lamma samiAAna alhuda amanna bihi faman yumin birabbihi fala yakhafu bakhsan wala rahaqan
Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al Quran), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan. (13)
وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُوْلَئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا ﴿١٤﴾
72/Al-Jinn-14: Waanna minna almuslimoona waminna alqasitoona faman aslama faolaika taharraw rashadan
Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. (14)
وَأَمَّا الْقَاسِطُونَ فَكَانُوا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا ﴿١٥﴾
72/Al-Jinn-15: Waama alqasitoona fakanoo lijahannama hataban
Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahannam. (15)
وَأَلَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُم مَّاء غَدَقًا ﴿١٦﴾
72/Al-Jinn-16: Waallawi istaqamoo AAala alttareeqati laasqaynahum maan ghadaqan
Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak). (16)
لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَمَن يُعْرِضْ عَن ذِكْرِ رَبِّهِ يَسْلُكْهُ عَذَابًا صَعَدًا ﴿١٧﴾
72/Al-Jinn-17: Linaftinahum feehi waman yuAArid AAan thikri rabbihi yaslukhu AAathaban saAAadan
Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang amat berat. (17)
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا ﴿١٨﴾
72/Al-Jinn-18: Waanna almasajida lillahi fala tadAAoo maAAa Allahi ahadan
Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah. (18)
وَأَنَّهُ لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللَّهِ يَدْعُوهُ كَادُوا يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَدًا ﴿١٩﴾
72/Al-Jinn-19: Waannahu lamma qama AAabdu Allahi yadAAoohu kadoo yakoonoona AAalayhi libadan
Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya. (19)
قُلْ إِنَّمَا أَدْعُو رَبِّي وَلَا أُشْرِكُ بِهِ أَحَدًا ﴿٢٠﴾
72/Al-Jinn-20: Qul innama adAAoo rabbee wala oshriku bihi ahadan
Katakanlah: "Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya". (20)
قُلْ إِنِّي لَا أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا رَشَدًا ﴿٢١﴾
72/Al-Jinn-21: Qul innee la amliku lakum darran wala rashadan
Katakanlah: "Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudharatanpun kepadamu dan tidak (pula) suatu kemanfaatan". (21)
قُلْ إِنِّي لَن يُجِيرَنِي مِنَ اللَّهِ أَحَدٌ وَلَنْ أَجِدَ مِن دُونِهِ مُلْتَحَدًا ﴿٢٢﴾
72/Al-Jinn-22: Qul innee lan yujeeranee mina Allahi ahadun walan ajida min doonihi multahadan
Katakanlah: "Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali aku tiada akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya". (22)
إِلَّا بَلَاغًا مِّنَ اللَّهِ وَرِسَالَاتِهِ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ﴿٢٣﴾
72/Al-Jinn-23: Illa balaghan mina Allahi warisalatihi waman yaAAsi Allaha warasoolahu fainna lahu nara jahannama khalideena feeha abadan
Akan tetapi (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. (23)
حَتَّى إِذَا رَأَوْا مَا يُوعَدُونَ فَسَيَعْلَمُونَ مَنْ أَضْعَفُ نَاصِرًا وَأَقَلُّ عَدَدًا ﴿٢٤﴾
72/Al-Jinn-24: Hatta itha raaw ma yooAAadoona fasayaAAlamoona man adAAafu nasiran waaqallu AAadadan
Sehingga apabila mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit bilangannya. (24)
قُلْ إِنْ أَدْرِي أَقَرِيبٌ مَّا تُوعَدُونَ أَمْ يَجْعَلُ لَهُ رَبِّي أَمَدًا ﴿٢٥﴾
72/Al-Jinn-25: Qul in adree aqareebun ma tooAAadoona am yajAAalu lahu rabbee amadan
Katakanlah: "Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu dekat ataukah Tuhanku menjadikan bagi (kedatangan) azab itu masa yang panjang?". (25)
عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا ﴿٢٦﴾
72/Al-Jinn-26: AAalimu alghaybi fala yuthhiru AAala ghaybihi ahadan
(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. (26)
إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا ﴿٢٧﴾
72/Al-Jinn-27: Illa mani irtada min rasoolin fainnahu yasluku min bayni yadayhi wamin khalfihi rasadan
Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. (27)
لِيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا رِسَالَاتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَى كُلَّ شَيْءٍ عَدَدًا ﴿٢٨﴾
72/Al-Jinn-28: LiyaAAlama an qad ablaghoo risalati rabbihim waahata bima ladayhim waahsa kulla shayin AAadadan
Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu. (28)


سورة الـمـزّمّـل

Surah Al-Muzzammil

Bismillāhir rahmānir rahīm

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ ﴿١﴾
73/Al-Muzzammil-1: Ya ayyuha almuzzammilu
Hai orang yang berselimut (Muhammad), (1)
قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا ﴿٢﴾
73/Al-Muzzammil-2: Qumi allayla illa qaleelan
bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (2)
نِصْفَهُ أَوِ انقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا ﴿٣﴾
73/Al-Muzzammil-3: Nisfahu awi onqus minhu qaleelan
(yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. (3)
أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا ﴿٤﴾
73/Al-Muzzammil-4: Aw zid AAalayhi warattili alqurana tarteelan
atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. (4)
إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا ﴿٥﴾
73/Al-Muzzammil-5: Inna sanulqee AAalayka qawlan thaqeelan
Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat. (5)
إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْءًا وَأَقْوَمُ قِيلًا ﴿٦﴾
73/Al-Muzzammil-6: Inna nashiata allayli hiya ashaddu watan waaqwamu qeelan
Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu') dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. (6)
إِنَّ لَكَ فِي اَلنَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلًا ﴿٧﴾
73/Al-Muzzammil-7: Inna laka fee alnnahari sabhan taweelan
Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak). (7)
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا ﴿٨﴾
73/Al-Muzzammil-8: Waothkuri isma rabbika watabattal ilayhi tabteelan
Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. (8)
رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا ﴿٩﴾
73/Al-Muzzammil-9: Rabbu almashriqi waalmaghribi la ilaha illa huwa faittakhithhu wakeelan
(Dialah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung. (9)
وَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًا ﴿١٠﴾
73/Al-Muzzammil-10: Waisbir AAala ma yaqooloona waohjurhum hajran jameelan
Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik. (10)
وَذَرْنِي وَالْمُكَذِّبِينَ أُولِي النَّعْمَةِ وَمَهِّلْهُمْ قَلِيلًا ﴿١١﴾
73/Al-Muzzammil-11: Watharnee waalmukaththibeena olee alnnaAAmati wamahhilhum qaleelan
Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar. (11)
إِنَّ لَدَيْنَا أَنكَالًا وَجَحِيمًا ﴿١٢﴾
73/Al-Muzzammil-12: Inna ladayna ankalan wajaheeman
Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang menyala-nyala. (12)
وَطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ وَعَذَابًا أَلِيمًا ﴿١٣﴾
73/Al-Muzzammil-13: WataAAaman tha ghussatin waAAathaban aleeman
Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih. (13)
يَوْمَ تَرْجُفُ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ وَكَانَتِ الْجِبَالُ كَثِيبًا مَّهِيلًا ﴿١٤﴾
73/Al-Muzzammil-14: Yawma tarjufu alardu waaljibalu wakanati aljibalu katheeban maheelan
Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan. (14)
إِنَّا أَرْسَلْنَا إِلَيْكُمْ رَسُولًا شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَا أَرْسَلْنَا إِلَى فِرْعَوْنَ رَسُولًا ﴿١٥﴾
73/Al-Muzzammil-15: Inna arsalna ilaykum rasoolan shahidan AAalaykum kama arsalna ila firAAawna rasoolan
Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu (hai orang kafir Mekah) seorang Rasul, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Fir'aun. (15)
فَعَصَى فِرْعَوْنُ الرَّسُولَ فَأَخَذْنَاهُ أَخْذًا وَبِيلًا ﴿١٦﴾
73/Al-Muzzammil-16: FaAAasa firAAawnu alrrasoola faakhathnahu akhthan wabeelan
Maka Fir'aun mendurhakai Rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang berat. (16)
فَكَيْفَ تَتَّقُونَ إِن كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا ﴿١٧﴾
73/Al-Muzzammil-17: Fakayfa tattaqoona in kafartum yawman yajAAalu alwildana sheeban
Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban. (17)
السَّمَاء مُنفَطِرٌ بِهِ كَانَ وَعْدُهُ مَفْعُولًا ﴿١٨﴾
73/Al-Muzzammil-18: Alssamao munfatirun bihi kana waAAduhu mafAAoolan
Langit(pun) menjadi pecah belah pada hari itu. Adalah janji-Nya itu pasti terlaksana. (18)
إِنَّ هَذِهِ تَذْكِرَةٌ فَمَن شَاء اتَّخَذَ إِلَى رَبِّهِ سَبِيلًا ﴿١٩﴾
73/Al-Muzzammil-19: Inna hathihi tathkiratun faman shaa ittakhatha ila rabbihi sabeelan
Sesungguhnya ini adalah suatu peringatan. Maka barangsiapa yang menghendaki niscaya ia menempuh jalan (yang menyampaikannya) kepada Tuhannya. (19)
إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَى مِن ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِّنَ الَّذِينَ مَعَكَ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ عَلِمَ أَن لَّن تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَؤُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ عَلِمَ أَن سَيَكُونُ مِنكُم مَّرْضَى وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِن فَضْلِ اللَّهِ وَآخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَاقْرَؤُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿٢٠﴾
73/Al-Muzzammil-20: Inna rabbaka yaAAlamu annaka taqoomu adna min thuluthayi allayli wanisfahu wathuluthahu wataifatun mina allatheena maAAaka waAllahu yuqaddiru allayla waalnnahara AAalima an lan tuhsoohu fataba AAalaykum faiqraoo ma tayassara mina alqurani AAalima an sayakoonu minkum marda waakharoona yadriboona fee alardi yabtaghoona min fadli Allahi waakharoona yuqatiloona fee sabeeli Allahi faiqraoo ma tayassara minhu waaqeemoo alssalata waatoo alzzakata waaqridoo Allaha qardan hasanan wama tuqaddimoo lianfusikum min khayrin tajidoohu AAinda Allahi huwa khayran waaAAthama ajran waistaghfiroo Allaha inna Allaha ghafoorun raheemun
Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (20)


سورة الـمّـدّثّـر

Surah Al-Muddassir

Bismillāhir rahmānir rahīm

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ ﴿١﴾
74/Al-Muddassir-1: Ya ayyuha almuddaththiru
Hai orang yang berkemul (berselimut), (1)
قُمْ فَأَنذِرْ ﴿٢﴾
74/Al-Muddassir-2: Qum faanthir
bangunlah, lalu berilah peringatan! (2)
وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ ﴿٣﴾
74/Al-Muddassir-3: Warabbaka fakabbir
dan Tuhanmu agungkanlah! (3)
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ ﴿٤﴾
74/Al-Muddassir-4: Wathiyabaka fatahhir
dan pakaianmu bersihkanlah, (4)
وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ ﴿٥﴾
74/Al-Muddassir-5: Waalrrujza faohjur
dan perbuatan dosa tinggalkanlah, (5)
وَلَا تَمْنُن تَسْتَكْثِرُ ﴿٦﴾
74/Al-Muddassir-6: Wala tamnun tastakthiru
dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. (6)
وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ ﴿٧﴾
74/Al-Muddassir-7: Walirabbika faisbir
Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah. (7)
فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُورِ ﴿٨﴾
74/Al-Muddassir-8: Faitha nuqira fee alnnaqoori
Apabila ditiup sangkakala, (8)
فَذَلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ ﴿٩﴾
74/Al-Muddassir-9: Fathalika yawmaithin yawmun AAaseerun
maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit, (9)
عَلَى الْكَافِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ ﴿١٠﴾
74/Al-Muddassir-10: AAala alkafireena ghayru yaseerin
bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah. (10)
ذَرْنِي وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا ﴿١١﴾
74/Al-Muddassir-11: Tharnee waman khalaqtu waheedan
Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian. (11)
وَجَعَلْتُ لَهُ مَالًا مَّمْدُودًا ﴿١٢﴾
74/Al-Muddassir-12: WajaAAaltu lahu malan mamdoodan
Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak, (12)
وَبَنِينَ شُهُودًا ﴿١٣﴾
74/Al-Muddassir-13: Wabaneena shuhoodan
dan anak-anak yang selalu bersama dia, (13)
وَمَهَّدتُّ لَهُ تَمْهِيدًا ﴿١٤﴾
74/Al-Muddassir-14: Wamahhadtu lahu tamheedan
dan Ku-lapangkan baginya (rezeki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya, (14)
ثُمَّ يَطْمَعُ أَنْ أَزِيدَ ﴿١٥﴾
74/Al-Muddassir-15: Thumma yatmaAAu an azeeda
kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya. (15)
كَلَّا إِنَّهُ كَانَ لِآيَاتِنَا عَنِيدًا ﴿١٦﴾
74/Al-Muddassir-16: Kalla innahu kana liayatina AAaneedan
Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (Al Quran). (16)
سَأُرْهِقُهُ صَعُودًا ﴿١٧﴾
74/Al-Muddassir-17: Saorhiquhu saAAoodan
Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan. (17)
إِنَّهُ فَكَّرَ وَقَدَّرَ ﴿١٨﴾
74/Al-Muddassir-18: Innahu fakkara waqaddara
Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya), (18)
فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ ﴿١٩﴾
74/Al-Muddassir-19: Faqutila kayfa qaddara
maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?, (19)
ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ ﴿٢٠﴾
74/Al-Muddassir-20: Thumma qutila kayfa qaddara
kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?, (20)
ثُمَّ نَظَرَ ﴿٢١﴾
74/Al-Muddassir-21: Thumma nathara
kemudian dia memikirkan, (21)
ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ ﴿٢٢﴾
74/Al-Muddassir-22: Thumma AAabasa wabasara
sesudah itu dia bermasam muka dan merengut, (22)
ثُمَّ أَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَ ﴿٢٣﴾
74/Al-Muddassir-23: Thumma adbara waistakbara
kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, (23)
فَقَالَ إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ يُؤْثَرُ ﴿٢٤﴾
74/Al-Muddassir-24: Faqala in hatha illa sihrun yutharu
lalu dia berkata: "(Al Quran) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu), (24)
إِنْ هَذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِ ﴿٢٥﴾
74/Al-Muddassir-25: In hatha illa qawlu albashari
ini tidak lain hanyalah perkataan manusia". (25)
سَأُصْلِيهِ سَقَرَ ﴿٢٦﴾
74/Al-Muddassir-26: Saosleehi saqara
Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. (26)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُ ﴿٢٧﴾
74/Al-Muddassir-27: Wama adraka ma saqaru
Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu? (27)
لَا تُبْقِي وَلَا تَذَرُ ﴿٢٨﴾
74/Al-Muddassir-28: La tubqee wala tatharu
Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (28)
لَوَّاحَةٌ لِّلْبَشَرِ ﴿٢٩﴾
74/Al-Muddassir-29: Lawwahatun lilbashari
(Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. (29)
عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ ﴿٣٠﴾
74/Al-Muddassir-30: AAalayha tisAAata AAashara
Dan di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). (30)
وَمَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلَّا مَلَائِكَةً وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلَّا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا وَلَا يَرْتَابَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْمُؤْمِنُونَ وَلِيَقُولَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَالْكَافِرُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلًا كَذَلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَن يَشَاء وَيَهْدِي مَن يَشَاء وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ وَمَا هِيَ إِلَّا ذِكْرَى لِلْبَشَرِ ﴿٣١﴾
74/Al-Muddassir-31: Wama jaAAalna ashaba alnnari illa malaikatan wama jaAAalna AAiddatahum illa fitnatan lillatheena kafaroo liyastayqina allatheena ootoo alkitaba wayazdada allatheena amanoo eemanan wala yartaba allatheena ootoo alkitaba waalmuminoona waliyaqoola allatheena fee quloobihim maradun waalkafiroona matha arada Allahu bihatha mathalan kathalika yudillu Allahu man yashao wayahdee man yashao wama yaAAlamu junooda rabbika illa huwa wama hiya illa thikra lilbashari
Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orng-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): "Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia. (31)
كَلَّا وَالْقَمَرِ ﴿٣٢﴾
74/Al-Muddassir-32: Kalla waalqamari
Sekali-kali tidak, demi bulan, (32)
وَاللَّيْلِ إِذْ أَدْبَرَ ﴿٣٣﴾
74/Al-Muddassir-33: Waallayli ith adbara
dan malam ketika telah berlalu, (33)
وَالصُّبْحِ إِذَا أَسْفَرَ ﴿٣٤﴾
74/Al-Muddassir-34: Waalssubhi itha asfara
dan subuh apabila mulai terang. (34)
إِنَّهَا لَإِحْدَى الْكُبَرِ ﴿٣٥﴾
74/Al-Muddassir-35: Innaha laihda alkubari
Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar, (35)
نَذِيرًا لِّلْبَشَرِ ﴿٣٦﴾
74/Al-Muddassir-36: Natheeran lilbashari
sebagai ancaman bagi manusia. (36)
لِمَن شَاء مِنكُمْ أَن يَتَقَدَّمَ أَوْ يَتَأَخَّرَ ﴿٣٧﴾
74/Al-Muddassir-37: Liman shaa minkum an yataqaddama aw yataakhkhara
(Yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur. (37)
كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ ﴿٣٨﴾
74/Al-Muddassir-38: Kullu nafsin bima kasabat raheenatun
Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, (38)
إِلَّا أَصْحَابَ الْيَمِينِ ﴿٣٩﴾
74/Al-Muddassir-39: Illa ashaba alyameeni
kecuali golongan kanan, (39)
فِي جَنَّاتٍ يَتَسَاءلُونَ ﴿٤٠﴾
74/Al-Muddassir-40: Fee jannatin yatasaaloona
berada di dalam surga, mereka tanya menanya, (40)
عَنِ الْمُجْرِمِينَ ﴿٤١﴾
74/Al-Muddassir-41: AAani almujrimeena
tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, (41)
مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ ﴿٤٢﴾
74/Al-Muddassir-42: Ma salakakum fee saqara
"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" (42)
قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ ﴿٤٣﴾
74/Al-Muddassir-43: Qaloo lam naku mina almusalleena
Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, (43)
وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ ﴿٤٤﴾
74/Al-Muddassir-44: Walam naku nutAAimu almiskeena
dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, (44)
وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ ﴿٤٥﴾
74/Al-Muddassir-45: Wakunna nakhoodu maAAa alkhaideena
dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, (45)
وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ ﴿٤٦﴾
74/Al-Muddassir-46: Wakunna nukaththibu biyawmi alddeeni
dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, (46)
حَتَّى أَتَانَا الْيَقِينُ ﴿٤٧﴾
74/Al-Muddassir-47: Hatta atana alyaqeenu
hingga datang kepada kami kematian". (47)
فَمَا تَنفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِينَ ﴿٤٨﴾
74/Al-Muddassir-48: Fama tanfaAAuhum shafaAAatu alshshafiAAeena
Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberikan syafa'at. (48)
فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِينَ ﴿٤٩﴾
74/Al-Muddassir-49: Fama lahum AAani alttathkirati muAArideena
Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?, (49)
كَأَنَّهُمْ حُمُرٌ مُّسْتَنفِرَةٌ ﴿٥٠﴾
74/Al-Muddassir-50: Kaannahum humurun mustanfiratun
seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut, (50)
فَرَّتْ مِن قَسْوَرَةٍ ﴿٥١﴾
بَلْ يُرِيدُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ أَن يُؤْتَى صُحُفًا مُّنَشَّرَةً ﴿٥٢﴾
74/Al-Muddassir-52: Bal yureedu kullu imriin minhum an yuta suhufan munashsharatan
Bahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka. (52)
كَلَّا بَل لَا يَخَافُونَ الْآخِرَةَ ﴿٥٣﴾
74/Al-Muddassir-53: Kalla bal la yakhafoona alakhirata
Sekali-kali tidak. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat. (53)
كَلَّا إِنَّهُ تَذْكِرَةٌ ﴿٥٤﴾
74/Al-Muddassir-54: Kalla innahu tathkiratun
Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya Al Quran itu adalah peringatan. (54)
فَمَن شَاء ذَكَرَهُ ﴿٥٥﴾
74/Al-Muddassir-55: Faman shathakarahu
Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran daripadanya (Al Quran). (55)
وَمَا يَذْكُرُونَ إِلَّا أَن يَشَاء اللَّهُ هُوَ أَهْلُ التَّقْوَى وَأَهْلُ الْمَغْفِرَةِ ﴿٥٦﴾
Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran daripadanya kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dia (Allah) adalah Tuhan Yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan berhak memberi ampun. (56)


سورة الـقـيامـة

Surah Al-Qiyamah

Bismillāhir rahmānir rahīm

لَا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ ﴿١﴾
75/Al-Qiyamah-1: La oqsimu biyawmi alqiyamati
Aku bersumpah demi hari kiamat, (1)
وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ ﴿٢﴾
75/Al-Qiyamah-2: Wala oqsimu bialnnafsi allawwamati
dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri). (2)
أَيَحْسَبُ الْإِنسَانُ أَلَّن نَجْمَعَ عِظَامَهُ ﴿٣﴾
75/Al-Qiyamah-3: Ayahsabu alinsanu allan najmaAAa AAithamahu
Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? (3)
بَلَى قَادِرِينَ عَلَى أَن نُّسَوِّيَ بَنَانَهُ ﴿٤﴾
75/Al-Qiyamah-4: Bala qadireena AAala an nusawwiya bananahu
Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna. (4)
بَلْ يُرِيدُ الْإِنسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ ﴿٥﴾
75/Al-Qiyamah-5: Bal yureedu alinsanu liyafjura amamahu
Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus. (5)
يَسْأَلُ أَيَّانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ ﴿٦﴾
75/Al-Qiyamah-6: Yasalu ayyana yawmu alqiyamati
Ia berkata: "Bilakah hari kiamat itu?" (6)
فَإِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ ﴿٧﴾
75/Al-Qiyamah-7: Faitha bariqa albasaru
Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), (7)
وَخَسَفَ الْقَمَرُ ﴿٨﴾
75/Al-Qiyamah-8: Wakhasafa alqamaru
dan apabila bulan telah hilang cahayanya, (8)
وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ﴿٩﴾
75/Al-Qiyamah-9: WajumiAAa alshshamsu waalqamaru
dan matahari dan bulan dikumpulkan, (9)
يَقُولُ الْإِنسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّ ﴿١٠﴾
75/Al-Qiyamah-10: Yaqoolu alinsanu yawmaithin ayna almafarru
pada hari itu manusia berkata: "Ke mana tempat berlari?" (10)
كَلَّا لَا وَزَرَ ﴿١١﴾
75/Al-Qiyamah-11: Kalla la wazara
sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung! (11)
إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمُسْتَقَرُّ ﴿١٢﴾
75/Al-Qiyamah-12: Ila rabbika yawmaithin almustaqarru
Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali. (12)
يُنَبَّأُ الْإِنسَانُ يَوْمَئِذٍ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ ﴿١٣﴾
75/Al-Qiyamah-13: Yunabbao alinsanu yawmaithin bima qaddama waakhkhara
Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. (13)
بَلِ الْإِنسَانُ عَلَى نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ ﴿١٤﴾
75/Al-Qiyamah-14: Bali alinsanu AAala nafsihi baseeratun
Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, (14)
وَلَوْ أَلْقَى مَعَاذِيرَهُ ﴿١٥﴾
75/Al-Qiyamah-15: Walaw alqa maAAatheerahu
meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya. (15)
لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ ﴿١٦﴾
75/Al-Qiyamah-16: La tuharrik bihi lisanaka litaAAjala bihi
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. (16)
إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ ﴿١٧﴾
75/Al-Qiyamah-17: Inna AAalayna jamAAahu waquranahu
Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. (17)
فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ ﴿١٨﴾
75/Al-Qiyamah-18: Faitha qaranahu faittabiAA quranahu
Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. (18)
ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ ﴿١٩﴾
75/Al-Qiyamah-19: Thumma inna AAalayna bayanahu
Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya. (19)
كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ ﴿٢٠﴾
75/Al-Qiyamah-20: Kalla bal tuhibboona alAAajilata
Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia, (20)
وَتَذَرُونَ الْآخِرَةَ ﴿٢١﴾
75/Al-Qiyamah-21: Watatharoona alakhirata
dan meninggalkan (kehidupan) akhirat. (21)
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ ﴿٢٢﴾
75/Al-Qiyamah-22: Wujoohun yawmaithin nadiratun
Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. (22)
إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ ﴿٢٣﴾
75/Al-Qiyamah-23: Ila rabbiha nathiratun
Kepada Tuhannyalah mereka melihat. (23)
وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ بَاسِرَةٌ ﴿٢٤﴾
75/Al-Qiyamah-24: Wawujoohun yawmaithin basiratun
Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram, (24)
تَظُنُّ أَن يُفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌ ﴿٢٥﴾
75/Al-Qiyamah-25: Tathunnu an yufAAala biha faqiratun
mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat. (25)
كَلَّا إِذَا بَلَغَتْ التَّرَاقِيَ ﴿٢٦﴾
75/Al-Qiyamah-26: Kalla itha balaghati alttaraqiya
Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan, (26)
وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ ﴿٢٧﴾
75/Al-Qiyamah-27: Waqeela man raqin
dan dikatakan (kepadanya): "Siapakah yang dapat menyembuhkan?", (27)
وَظَنَّ أَنَّهُ الْفِرَاقُ ﴿٢٨﴾
75/Al-Qiyamah-28: Wathanna annahu alfiraqu
dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), (28)
وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ ﴿٢٩﴾
75/Al-Qiyamah-29: Wailtaffati alssaqu bialssaqi
dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan), (29)
إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمَسَاقُ ﴿٣٠﴾
75/Al-Qiyamah-30: Ila rabbika yawmaithin almasaqu
kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau. (30)
فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّى ﴿٣١﴾
75/Al-Qiyamah-31: Fala saddaqa wala salla
Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al Quran) dan tidak mau mengerjakan shalat, (31)
وَلَكِن كَذَّبَ وَتَوَلَّى ﴿٣٢﴾
75/Al-Qiyamah-32: Walakin kaththaba watawalla
tetapi ia mendustakan (Rasul) dam berpaling (dari kebenaran), (32)
ثُمَّ ذَهَبَ إِلَى أَهْلِهِ يَتَمَطَّى ﴿٣٣﴾
75/Al-Qiyamah-33: Thumma thahaba ila ahlihi yatamatta
kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak (sombong). (33)
أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى ﴿٣٤﴾
75/Al-Qiyamah-34: Awla laka faawla
Kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu, (34)
ثُمَّ أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى ﴿٣٥﴾
75/Al-Qiyamah-35: Thumma awla laka faawla
kemudian kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu. (35)
أَيَحْسَبُ الْإِنسَانُ أَن يُتْرَكَ سُدًى ﴿٣٦﴾
75/Al-Qiyamah-36: Ayahsabu alinsanu an yutraka sudan
Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)? (36)
أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّن مَّنِيٍّ يُمْنَى ﴿٣٧﴾
75/Al-Qiyamah-37: Alam yaku nutfatan min manayyin yumna
Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), (37)
ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّى ﴿٣٨﴾
75/Al-Qiyamah-38: Thumma kana AAalaqatan fakhalaqa fasawwa
kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, (38)
فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنثَى ﴿٣٩﴾
75/Al-Qiyamah-39: FajaAAala minhu alzzawjayni alththakara waalontha
lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan. (39)
أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَن يُحْيِيَ الْمَوْتَى ﴿٤٠﴾
75/Al-Qiyamah-40: Alaysa thalika biqadirin AAala an yuhyiya almawta
Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati? (40)


سورة الإنسان

Surah Al-Insan

Bismillāhir rahmānir rahīm

هَلْ أَتَى عَلَى الْإِنسَانِ حِينٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُن شَيْئًا مَّذْكُورًا ﴿١﴾
76/Al-Insan-1: Hal ata AAala alinsani heenun mina alddahri lam yakun shayan mathkooran
Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? (1)
إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن نُّطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَّبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا ﴿٢﴾
76/Al-Insan-2: Inna khalaqna alinsana min nutfatin amshajin nabtaleehi fajaAAalnahu sameeAAan baseeran
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. (2)
إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا ﴿٣﴾
76/Al-Insan-3: Inna hadaynahu alssabeela imma shakiran waimma kafooran
Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. (3)
إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَلَاسِلَا وَأَغْلَالًا وَسَعِيرًا ﴿٤﴾
76/Al-Insan-4: Inna aAAtadna lilkafireena salasila waaghlalan wasaAAeeran
Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala. (4)
إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِن كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا ﴿٥﴾
76/Al-Insan-5: Inna alabrara yashraboona min kasin kana mizajuha kafooran
Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur, (5)
عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيرًا ﴿٦﴾
76/Al-Insan-6: AAaynan yashrabu biha AAibadu Allahi yufajjiroonaha tafjeeran
(yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. (6)
يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا ﴿٧﴾
76/Al-Insan-7: Yoofoona bialnnathri wayakhafoona yawman kana sharruhu mustateeran
Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. (7)
وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا ﴿٨﴾
76/Al-Insan-8: WayutAAimona alttaAAama AAala hubbihi miskeenan wayateeman waaseeran
Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. (8)
إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاء وَلَا شُكُورًا ﴿٩﴾
76/Al-Insan-9: Innama nutAAimukum liwajhi Allahi la nureedu minkum jazaan wala shukooran
Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. (9)
إِنَّا نَخَافُ مِن رَّبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا ﴿١٠﴾
76/Al-Insan-10: Inna nakhafu min rabbina yawman AAaboosan qamtareeran
Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. (10)
فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا ﴿١١﴾
76/Al-Insan-11: Fawaqahumu Allahu sharra thalika alyawmi walaqqahum nadratan wasurooran
Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. (11)
وَجَزَاهُم بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا ﴿١٢﴾
76/Al-Insan-12: Wajazahum bima sabaroo jannatan wahareeran
Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera, (12)
مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ لَا يَرَوْنَ فِيهَا شَمْسًا وَلَا زَمْهَرِيرًا ﴿١٣﴾
76/Al-Insan-13: Muttakieena feeha AAala alaraiki la yarawna feeha shamsan wala zamhareeran
di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan. (13)
وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلَالُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوفُهَا تَذْلِيلًا ﴿١٤﴾
76/Al-Insan-14: Wadaniyatan AAalayhim thilaluha wathullilat qutoofuha tathleelan
Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya. (14)
وَيُطَافُ عَلَيْهِم بِآنِيَةٍ مِّن فِضَّةٍ وَأَكْوَابٍ كَانَتْ قَوَارِيرَا ﴿١٥﴾
76/Al-Insan-15: Wayutafu AAalayhim bianiyatin min fiddatin waakwabin kanat qawareera
Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca, (15)
قَوَارِيرَ مِن فِضَّةٍ قَدَّرُوهَا تَقْدِيرًا ﴿١٦﴾
76/Al-Insan-16: Qawareera min fiddatin qaddarooha taqdeeran
(yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya. (16)
وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنجَبِيلًا ﴿١٧﴾
76/Al-Insan-17: Wayusqawna feeha kasan kana mizajuha zanjabeelan
Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. (17)
عَيْنًا فِيهَا تُسَمَّى سَلْسَبِيلًا ﴿١٨﴾
76/Al-Insan-18: AAaynan feeha tusamma salsabeelan
(Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. (18)
وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُونَ إِذَا رَأَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُؤْلُؤًا مَّنثُورًا ﴿١٩﴾
76/Al-Insan-19: Wayatoofu AAalayhim wildanun mukhalladoona itha raaytahum hasibtahum luluan manthooran
Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. (19)
وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيمًا وَمُلْكًا كَبِيرًا ﴿٢٠﴾
76/Al-Insan-20: Waitha raayta thamma raayta naAAeeman wamulkan kabeeran
Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. (20)
عَالِيَهُمْ ثِيَابُ سُندُسٍ خُضْرٌ وَإِسْتَبْرَقٌ وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِن فِضَّةٍ وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا ﴿٢١﴾
76/Al-Insan-21: AAaliyahum thiyabu sundusin khudrun waistabraqun wahulloo asawira min fiddatin wasaqahum rabbuhum sharaban tahooran
Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. (21)
إِنَّ هَذَا كَانَ لَكُمْ جَزَاء وَكَانَ سَعْيُكُم مَّشْكُورًا ﴿٢٢﴾
76/Al-Insan-22: Inna hatha kana lakum jazaan wakana saAAyukum mashkooran
Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan). (22)
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ تَنزِيلًا ﴿٢٣﴾
76/Al-Insan-23: Inna nahnu nazzalna AAalayka alqurana tanzeelan
Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Quran kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur. (23)
فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ آثِمًا أَوْ كَفُورًا ﴿٢٤﴾
76/Al-Insan-24: Faisbir lihukmi rabbika wala tutiAA minhum athiman aw kafooran
Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antar mereka. (24)
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا ﴿٢٥﴾
76/Al-Insan-25: Waothkuri isma rabbika bukratan waaseelan
Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang. (25)
وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيلًا ﴿٢٦﴾
76/Al-Insan-26: Wamina allayli faosjud lahu wasabbihhu laylan taweelan
Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari. (26)
إِنَّ هَؤُلَاء يُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَاءهُمْ يَوْمًا ثَقِيلًا ﴿٢٧﴾
76/Al-Insan-27: Inna haolai yuhibboona alAAajilata wayatharoona waraahum yawman thaqeelan
Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat). (27)
نَحْنُ خَلَقْنَاهُمْ وَشَدَدْنَا أَسْرَهُمْ وَإِذَا شِئْنَا بَدَّلْنَا أَمْثَالَهُمْ تَبْدِيلًا ﴿٢٨﴾
76/Al-Insan-28: Nahnu khalaqnahum washadadna asrahum waitha shina baddalna amthalahum tabdeelan
Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka, apabila Kami menghendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka. (28)
إِنَّ هَذِهِ تَذْكِرَةٌ فَمَن شَاء اتَّخَذَ إِلَى رَبِّهِ سَبِيلًا ﴿٢٩﴾
76/Al-Insan-29: Inna hathihi tathkiratun faman shaa ittakhatha ila rabbihi sabeelan
Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (29)
وَمَا تَشَاؤُونَ إِلَّا أَن يَشَاء اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا ﴿٣٠﴾
76/Al-Insan-30: Wama tashaoona illa an yashaa Allahu inna Allaha kana AAaleeman hakeeman
Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (30)
يُدْخِلُ مَن يَشَاء فِي رَحْمَتِهِ وَالظَّالِمِينَ أَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا ﴿٣١﴾
76/Al-Insan-31: Yudkhilu man yashao fee rahmatihi waalththalimeena aAAadda lahum AAathaban aleeman
Dan memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya (surga). Dan bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih. (31)


سورة الـمرسلات

Surah Al-Mursalat

Bismillāhir rahmānir rahīm

وَالْمُرْسَلَاتِ عُرْفًا ﴿١﴾
77/Al-Mursalat-1: Waalmursalati AAurfan
Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan, (1)
فَالْعَاصِفَاتِ عَصْفًا ﴿٢﴾
77/Al-Mursalat-2: FaalAAasifati AAasfan
dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya, (2)
وَالنَّاشِرَاتِ نَشْرًا ﴿٣﴾
77/Al-Mursalat-3: Waalnnashirati nashran
dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Tuhannya) dengan seluas-luasnya, (3)
فَالْفَارِقَاتِ فَرْقًا ﴿٤﴾
77/Al-Mursalat-4: Faalfariqati farqan
dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang hak dan yang bathil) dengan sejelas-jelasnya, (4)
فَالْمُلْقِيَاتِ ذِكْرًا ﴿٥﴾
77/Al-Mursalat-5: Faalmulqiyati thikran
dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu, (5)
عُذْرًا أَوْ نُذْرًا ﴿٦﴾
77/Al-Mursalat-6: AAuthran aw nuthran
untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan, (6)
إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَوَاقِعٌ ﴿٧﴾
77/Al-Mursalat-7: Innama tooAAadoona lawaqiAAun
sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi. (7)
فَإِذَا النُّجُومُ طُمِسَتْ ﴿٨﴾
77/Al-Mursalat-8: Faitha alnnujoomu tumisat
Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan, (8)
وَإِذَا السَّمَاء فُرِجَتْ ﴿٩﴾
77/Al-Mursalat-9: Waitha alssamao furijat
dan apabila langit telah dibelah, (9)
وَإِذَا الْجِبَالُ نُسِفَتْ ﴿١٠﴾
77/Al-Mursalat-10: Waitha aljibalu nusifat
dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu, (10)
وَإِذَا الرُّسُلُ أُقِّتَتْ ﴿١١﴾
77/Al-Mursalat-11: Waitha alrrusulu oqqitat
dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka). (11)
لِأَيِّ يَوْمٍ أُجِّلَتْ ﴿١٢﴾
77/Al-Mursalat-12: Liayyi yawmin ojjilat
(Niscaya dikatakan kepada mereka:) "Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?" (12)
لِيَوْمِ الْفَصْلِ ﴿١٣﴾
77/Al-Mursalat-13: Liyawmi alfasli
Sampai hari keputusan. (13)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الْفَصْلِ ﴿١٤﴾
77/Al-Mursalat-14: Wama adraka ma yawmu alfasli
Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? (14)
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ ﴿١٥﴾
77/Al-Mursalat-15: Waylun yawmaithin lilmukaththibeena
Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. (15)
أَلَمْ نُهْلِكِ الْأَوَّلِينَ ﴿١٦﴾
77/Al-Mursalat-16: Alam nuhliki alawwaleena
Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang yang dahulu? (16)
ثُمَّ نُتْبِعُهُمُ الْآخِرِينَ ﴿١٧﴾
77/Al-Mursalat-17: Thumma nutbiAAuhumu alakhireena
Lalu Kami iringkan (azab Kami terhadap) mereka dengan (mengazab) orang-orang yang datang kemudian. (17)
كَذَلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَ ﴿١٨﴾
77/Al-Mursalat-18: Kathalika nafAAalu bialmujrimeena
Demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berdosa. (18)
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ ﴿١٩﴾
77/Al-Mursalat-19: Waylun yawmaithin lilmukaththibeena
Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. (19)
أَلَمْ نَخْلُقكُّم مِّن مَّاء مَّهِينٍ ﴿٢٠﴾
77/Al-Mursalat-20: Alam nakhluqkum min main maheenin
Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina? (20)
فَجَعَلْنَاهُ فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ ﴿٢١﴾
77/Al-Mursalat-21: FajaAAalnahu fee qararin makeenin
kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim), (21)
إِلَى قَدَرٍ مَّعْلُومٍ ﴿٢٢﴾
77/Al-Mursalat-22: Ila qadarin maAAloomin
sampai waktu yang ditentukan, (22)
فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ ﴿٢٣﴾
77/Al-Mursalat-23: Faqadarna faniAAma alqadiroona
lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan. (23)
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ ﴿٢٤﴾
77/Al-Mursalat-24: Waylun yawmaithin lilmukaththibeena
Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. (24)
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ كِفَاتًا ﴿٢٥﴾
77/Al-Mursalat-25: Alam najAAali alarda kifatan
Bukankah Kami menjadikan bumi (tempat) berkumpul, (25)
أَحْيَاء وَأَمْوَاتًا ﴿٢٦﴾
77/Al-Mursalat-26: Ahyaan waamwatan
orang-orang hidup dan orang-orang mati? (26)
وَجَعَلْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ شَامِخَاتٍ وَأَسْقَيْنَاكُم مَّاء فُرَاتًا ﴿٢٧﴾
77/Al-Mursalat-27: WajaAAalna feeha rawasiya shamikhatin waasqaynakum maan furatan
dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar? (27)
وَيْلٌ يوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ ﴿٢٨﴾
77/Al-Mursalat-28: Waylun yawmaithin lilmukaththibeena
Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. (28)
انطَلِقُوا إِلَى مَا كُنتُم بِهِ تُكَذِّبُونَ ﴿٢٩﴾
77/Al-Mursalat-29: Intaliqoo ila ma kuntum bihi tukaththiboona
(Dikatakan kepada mereka pada hari kiamat): "Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakannya. (29)
انطَلِقُوا إِلَى ظِلٍّ ذِي ثَلَاثِ شُعَبٍ ﴿٣٠﴾
77/Al-Mursalat-30: Intaliqoo ila thillin thee thalathi shuAAabin
Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang, (30)
لَا ظَلِيلٍ وَلَا يُغْنِي مِنَ اللَّهَبِ ﴿٣١﴾
77/Al-Mursalat-31: La thaleelin wala yughnee mina allahabi
yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka". (31)
إِنَّهَا تَرْمِي بِشَرَرٍ كَالْقَصْرِ ﴿٣٢﴾
77/Al-Mursalat-32: Innaha tarmee bishararin kaalqasri
Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana. (32)
كَأَنَّهُ جِمَالَتٌ صُفْرٌ ﴿٣٣﴾
77/Al-Mursalat-33: Kaannahu jimalatun sufrun
Seolah-olah ia iringan unta yang kuning. (33)
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ ﴿٣٤﴾
77/Al-Mursalat-34: Waylun yawmaithin lilmukaththibeena
Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. (34)
هَذَا يَوْمُ لَا يَنطِقُونَ ﴿٣٥﴾
77/Al-Mursalat-35: Hatha yawmu la yantiqoona
Ini adalah hari, yang mereka tidak dapat berbicara (pada hari itu), (35)
وَلَا يُؤْذَنُ لَهُمْ فَيَعْتَذِرُونَ ﴿٣٦﴾
77/Al-Mursalat-36: Wala yuthanu lahum fayaAAtathiroona
dan tidak diizinkan kepada mereka minta uzur sehingga mereka (dapat) minta uzur. (36)
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ ﴿٣٧﴾
77/Al-Mursalat-37: Waylun yawmaithin lilmukaththibeena
Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. (37)
هَذَا يَوْمُ الْفَصْلِ جَمَعْنَاكُمْ وَالْأَوَّلِينَ ﴿٣٨﴾
77/Al-Mursalat-38: Hatha yawmu alfasli jamaAAnakum waalawwaleena
Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang terdahulu. (38)
فَإِن كَانَ لَكُمْ كَيْدٌ فَكِيدُونِ ﴿٣٩﴾
77/Al-Mursalat-39: Fain kana lakum kaydun fakeedooni
Jika kamu mempunyai tipu daya, maka lakukanlah tipu dayamu itu terhadap-Ku. (39)
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ ﴿٤٠﴾
77/Al-Mursalat-40: Waylun yawmaithin lilmukaththibeena
Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. (40)
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي ظِلَالٍ وَعُيُونٍ ﴿٤١﴾
77/Al-Mursalat-41: Inna almuttaqeena fee thilalin waAAuyoonin
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata-mata air. (41)
وَفَوَاكِهَ مِمَّا يَشْتَهُونَ ﴿٤٢﴾
77/Al-Mursalat-42: Wafawakiha mimma yashtahoona
Dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka ingini. (42)
كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿٤٣﴾
77/Al-Mursalat-43: Kuloo waishraboo haneean bima kuntum taAAmaloona
(Dikatakan kepada mereka): "Makan dan minumlah kamu dengan enak karena apa yang telah kamu kerjakan". (43)
إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنينَ ﴿٤٤﴾
77/Al-Mursalat-44: Inna kathalika najzee almuhsineena
Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (44)
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ ﴿٤٥﴾
77/Al-Mursalat-45: Waylun yawmaithin lilmukaththibeena
Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. (45)
كُلُوا وَتَمَتَّعُوا قَلِيلًا إِنَّكُم مُّجْرِمُونَ ﴿٤٦﴾
77/Al-Mursalat-46: Kuloo watamattaAAoo qaleelan innakum mujrimoona
(Dikatakan kepada orang-orang kafir): "Makanlah dan bersenang-senanglah kamu (di dunia dalam waktu) yang pendek; sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang berdosa". (46)
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ ﴿٤٧﴾
77/Al-Mursalat-47: Waylun yawmaithin lilmukaththibeena
Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. (47)
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ارْكَعُوا لَا يَرْكَعُونَ ﴿٤٨﴾
77/Al-Mursalat-48: Waitha qeela lahumu irkaAAoo la yarkaAAoona
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Rukuklah, niscaya mereka tidak mau ruku'. (48)
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ ﴿٤٩﴾
77/Al-Mursalat-49: Waylun yawmaithin lilmukaththibeena
Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. (49)
فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ ﴿٥٠﴾
77/Al-Mursalat-50: Fabiayyi hadeethin baAAdahu yuminoona
Maka kepada perkataan apakah selain Al Quran ini mereka akan beriman? (50)
Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)





TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19





Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :






Tidak ada komentar:

Posting Komentar