" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

Minggu, 05 November 2017

Tata Cara Sholat Sunnah Wudhu Sesuai Tuntunan Nabi

أنا أحبك يا رسول الله


Sebelum baca, harus BERSHOLAWAT dulu!,
Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



Adapun dalil untuk melaksanakannya dapat ditemui pada sejumlah hadits Shohih, salah satunya berikut:
مَا مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ الْوُضُوءَ وَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ يُقْبِل بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ عَلَيْهِمَا إِلاَّ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ (رواه مسلم، رقم)
“Tidaklah seseorang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu shalat dua rakaat dengan sepenuh hati dan jiwa melainkan wajib baginya (mendapatkan) surga.” (HR. Muslim, no. 234).
Selanjutnya diriwayatkan oleh Utsman Bin Affan dalam Bukhari 160 dan Muslim 22, sebagai berikut:
مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ لَا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini kemudian berdiri melaksanakan dua rakaan dengan tidak mengucapkan pada dirinya, maka dia akan diampuni dosanya yang telah lalu.”

Keutamaan Sholat Sunnah Wudhu

Di janjikan surga bagi yang melaksanakannya seperti perkataan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sohbihi Wa Sallam berikut ini:
“Tidaklah seseorang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu shalat dua rakaat dengan sepenuh hati dan jiwa melainkan wajib baginya (mendapatkan) surga.”
“Rasulullah berkata kepada Bilal: Ceritakanlah kepadaku amal apa yang amat engkau harapkan dalam Islam, sebab aku mendengar suara kedua sandalmu di surga? Bilal menjawab: Tidak ada amal ibadah yang paling kuharapkan selain setiap aku berwudhu baik siang atau malam aku selalu shalat setelahnya sebanyak yang aku suka” . (HR Bukhari).
Dan Allah Ta’ala menyukai orang-orang yang mensucikan diri seperti yang difirmakanNya berikut ini:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah : 222)

Waktu melaksanakan Sholat Sunnah Wudhu

Sholat Sunnah Wudhu bisa dilaksanakan kapan saja setelah tuntas ber-Wudhu, tidak terikat oleh waktu, bahkan pada waktu dilarang Sholat menurut para Ulama seperti Ibnu Taimiyah dalam kitab Al-Fatawa Al-Kubro, 5/345 dan Zakariya Al-Anshari dalam kitab ‘Asna Al-Matholib, 1/44.

Jumlah rakaat Sholat Sunnah Wudhu

Jumlah rakaatnya adalah dua rakaat seperti keterangan Hadis Nabi berikut ini:
“Tidaklah seseorang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu shalat dua rakaat dengan sepenuh hati dan jiwa melainkan wajib baginya (mendapatkan) surga.”

Niat sholat Sunnah Wudhu

Sedangkan untuk niat yang dibaca untuk memulai sholat Sunnah Wudhu adalah sebagai berikut:
Ushallii sunnatal-wudhuu’I rak’ ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
Artinya: ”Aku niat sholat sunah wudhu 2 rakaat karena Allah.”


Tata cara Sholat Sunnah Wudhu sesuai tuntunan Nabi

Berikut adalah tata cara Sholat Sunnah Wudhu atau Tahiyatul Wudhu berupa panduan lengkap mengerjakannya dari Niat hingga Salam.
UrutanRakaat PertamaRakaat Kedua
1Membaca NiatMembaca Al-Fatihah
2Takbiratul Ihram, dianjurkan membaca doa iftitahMembaca surah al-Qur'an
3Membaca al-FatihahRuku' (Membaca Subhana rabbiyal 'adzhimi wa bihamdihi )
4Membaca surah al-Qur'anI'tidal (Membaca Sami’Allaahu liman hamidah kemudian Rabbana Lakalhamdu Mil Assamawati Wamil Ardhi Wamil a’maasyita Min Syai i’nba’du)
5Ruku' (Membaca Subhana Rabbiyal 'Adzhimi Wa Bihamdihi )Sujud (Membaca Subhana Rabbiyal A'la Wa Bihamdihi)
6I'tidal (Membaca Sami’Allaahu liman hamidah kemudian Rabbana Lakalhamdu Mil Assamawati Wamil Ardhi Wamil a’maasyita Min Syai i’nba’du)Duduk diantara dua sujud (Membaca Rabbighfirli Warhamni Wajburni Warfa’kni Warzuqni Wahdini Wa’afini Wa’fu ‘anni)
7Sujud (Membaca Subhana Rabbiyal A'la Wa Bihamdihi)Sujud ke 2 (Membaca Subhana Rabbiyal A'la Wa Bihamdihi)
8Duduk diantara dua sujud (Membaca Rabbighfirli Warhamni Wajburni Warfa’kni Warzuqni Wahdini Wa’afini Wa’fu ‘anni)Tahiyat akhir
9Sujud ke 2 (Membaca Subhana Rabbiyal A'la Wa Bihamdihi)Salam
10Berdiri berlanjut ke rakaat kedua

Akhirul Kalam

Demikianlah panduan mengenai tata cara sholat Sunnah Wudhu, dalil, keutamaan dan niat melaksanakan ibadah yang dicintai oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sohbihi Wassallam dan para sahabatnya Radhiyallahu ‘Anha, semoga kita istiqomah melaksanakannya dan benar-benar teguh dalam mengikuti sunnah Nabi kita.
Allahu A’llam Bissawab.

Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)





TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19







Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar