" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Minggu, 10 November 2019

Doa ketika Mendengar Ayat Rahmat atau Ayat Siksa

أنا أحبك يا رسول الله


Sebelum baca, harus BERSHOLAWAT dulu!,
Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK



Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!





"Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqân (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,” Selain itu, secara karakteristik, ayat-ayat Al-Qur’an juga memiliki corak “keberpasangan”, corak keberpasangan ini bisa kita temukan misalnya dalam hal fungsi Al-Qur’an sebagai kabar gembira (basyîran) bagi orang-orang mukmin, sekaligus ancaman (nadzîran) bagi orang kafir. 

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang diturunkan oleh Allah swt melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw untuk disebarluaskan kepada segenap makhluk Allah. Selain sebagai petunjuk (hudan) bagi orang-orang yang bertakwa, Al-Qur’an juga memiliki fungsi sebagai pembeda (al-furqân) antara yang baik dan yang buruk. Hal ini ditegaskan dalam 

Q.S. Al-Furqon (25:1):

 تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا 


Kita juga menemukannya dalam corak ayat-ayat Al-Qur’an yang cenderung memasangkan ayat rahmat dengan ayat siksa (adzab). Terkait dengan ayat rahmat dan ayat adzab, Syekh Abu Bakar Syatho ad-Dimyathi dalam kitab I’ânatuth Thâlibîn (Beirut: Dar Ihya al-Kutub al-Islamiyyah, tt), juz I, hal. 166, telah meriwayatkan doa-doa yang disunnahkan untuk dibaca ketika kita membaca atau mendengarkan ayat-ayat tersebut. 

Kesunnahan semacam ini berlaku baik ketika kita mendengarkannya di dalam sholat maupun di luar shalat, dan sebaiknya dibaca dalam kondisi suci, meskipun boleh juga dibaca dalam kondisi tidak memiliki wudhu. 

Doa-doa tersebut ialah: 
Doa ketika mendengar ayat yang menerangkan rahmat: 

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ 
Rabbighfir warham wa Anta khairur râhimîn 
“Ya Tuhanku, ampuni dan welasi aku, Engkau-lah Sebaik-baiknya Dzat Yang Penyayang.”

 Doa ketika mendengar ayat yang menerangkan siksa:

 رَبِّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَذَابِ 
Rabbi innî a’ûdzu bika minal ‘adzâb 
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung pada-Mu dari adzab.” 

Demikianlah, semoga bisa senantiasa kita amalkan. Wallâhu a’lam bi-shawâb.


Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)






TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19





Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar