" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Sabtu, 29 Juni 2019

Arti Syafakillah / Syafakallah, Doa Saat Mengunjungi Orang Sakit

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!






Dalam kehidupan sehari-hari, tidak ada manusia yang tak pernah sakit. Sesekali, seseorang pasti pernah sakit, entah sakit yang tergolong ringan atau sakit yang tergolong berat. Dan, jika ada kerabat, saudara, atau teman yang sakit, kita disarankan untuk menjenguk kerabat yang sakit tersebut.

Mengunjungi atau menjenguk orang yang sakit termasuk salah satu hak seorang Muslim. Sebagaimana hadis Nabi Muhammad yang mengatakan “hak seorang Muslim yang harus ditunaikan ada lima, di antaranya menjawab salam, mendoakan saudara sesama Muslim yang bersin, menghadiri undangan, menjenguk yang sakit, dan mengantarkan jenazah Muslim yang lain”.

Selayaknya seorang Muslim, ketika mengunjungi saudara atau kerabat yang sedang sakit, kita disarankan untuk mendoakan agar yang bersangkutan segera mendapat kesembuhan dan segera diberi kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dan, di antara ucapan yang kita baca kepada orang yang sedang sakit adalah ucapan syafakillah.

Secara lebih lengkap, ucapan tersebut berbunyi syafakillah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba’dahu saqaman. Ucapan ini berarti “semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya”. Jika syafakillah ditujukan untuk mereka yang berjenis kelamin perempuan, maka ucapan “syafakallah” ditujukan untuk mereka yang berjenis kelamin laki-laki.

Selain itu, ucapan atau doa lain yang bisa disampaikan ketika mendoakan kesembuhan bagi orang yang sedang sakit adalah As’alullahal adzim, rabbal arsyil adzim an yasyfiaka. Doa ini secara garis besar berarti, Aku memohon kepada Allah yang Maha Agung, pemilik Arasy yang agung agar segera menyembuhkanmu.


Doa tersebut dibaca untuk orang yang sedang sakit sebanyak tujuh kali, sebagaimana petunjuk Nabi Muhammad tentang anjuran membaca doa ini, yaitu “Tidaklah seorang Muslim mengunjungi Muslim lain yang sakit yang belum sekarat lalu dia mengucap ini (doa tersebut) sebanyak tujuh kali, melainkan Allah akan menyembuhkannya (hadis riwayat at-Tarmidzi).

Sementara bagi yang sakit, ketika mendapat doa tersebut, disarankan juga mengucapkan terima kasih atau syukran. Pasalnya, bagi mereka yang melakukan hal tersebut, sudah meninggalkan perkara yang lebih utama, yaitu mengatakan jazaakallahu khairan (semoga Allah membalas kebaikanmu).

Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)





TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19





Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar