" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Rabu, 15 Mei 2019

Pesan Imam al-Ghazali tentang Tiga Macam Kesabaran

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!


Saat kita ditimpa musibah, lalu hati ikhlas menerimanya, tanpa ada sumpah serapah yang mengiringi, itulah sabar. Sabar adalah hati tetap sejuk walau di bawah terik matahari dan di tengah hamparan gurun. Sabar adalah kunci hidup tenang dan aman. Tenang dalam menyikapi ujian. Aman dari bisikan-bisikan menyesatkan saat menjalani ujian. Jangankan sesama manusia, Allah Swt. pun jatuh cinta pada orang yang memiliki kesabaran. Allah Swt. berfirman:
 وَاللّٰهُ يُحِبُّ الصّٰبِرِيْن
Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar. (Qs. Ali Imron (3) : 146)
Kalau Allah Swt. sudah mencintai seorang hamba karena kesabaran, maka semakin terbuka pintu kebahagiaan untuk hamba tersebut yang diberikan oleh-Nya. Allah Swt. berfirman:
 وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar (Qs. Al-Baqoroh (2) : 155)
Dalam Tafsir Jalalain, Kabar gembira yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah surga (Juz 1. hal. 22). Dalam artian surga adalah balasan bagi mereka yang bersabar saat diuji oleh Allah Swt. di dunia. Surga (rumah kebahagian) yang menjadi dambaan semua umat manusia dari sejak Nabi Adam as. hingga Nabi Muhammad saw.
Ibarat jamu, kesabaran itu pahit rasanya saat baru mencicipi. Namun, lama kelamaan ia akan berbuah manis. Artinya, jamu pahitnya hanya terasa di mulut, sedang manisnya menjalar ke seluruh tubuh. Begitu juga dengan sifat sabar, ia akan terasa sangat pahit di awal cerita, namun manis di akhir jua. Sungguh beruntung orang-orang yang bisa menahan gejolak jiwanya dan bersabar dalam setiap takdir yang menimpa.
Sabar tidak melulu berhubungan dengan ujian atau musibah. Sabar bisa berkaitan dengan ibadah yang dilakukan atau maksiat yang ditinggalkan. Imam Ghazali dalam kitabnya, Mukasyafatul Qulub, hal. 10, ia menyebutkan bahwa,
والصبر على اوجه صبر على طاعة الله وصبر على محارمه وصبر على المصيبة
Washshobru ala aujuhin shobrun ‘ala tho’atillahi washobrun ‘ala maharimihi washobrun ‘alal mushibati.
Sabar terdiri dari beberapa bagian, yaitu (1) sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, (2) sabar dalam menjahui larangan-larangan Allah,  (3) sabar dalam menerima musibah.
Pertama, kesabaran dalam menjalani ketaatan. Salat lima waktu terus tiap hari dikerjakan tanpa ada rasa mengeluh sedikitpun. Sesibuk apapun tetap mengerjakannya. Sesakit apapun penyakit yang diderita, selama akal masih berfungsi, salat tetap menjadi kewajiban. Saat bulan puasa, selama sebulan penuh bersabar menahan segala ujian lapar dan dahaga di siang hari. Dalam hal ibadah, semua dilakukan dengan senang hati tanpa ada rasa capek yang menghampiri. Jika kita mampu bersabar dalam beribadah, maka Allah Swt. akan mengaruniai kita dengan 300 derajat. Tiap-tiap derajat seperti sesuatu yang ada di antara langit dan bumi.
Kedua, sabar menjauhi larangan. Hati mungkin tergoda untuk mabuk-mabukan, namun kita tahan. Perasaan ingin selingkuh dari keluarga, namun hati melarang sehingga mengurungkannya. Sungguh, ada keinginan untuk melanggar larangan-larangan yang sudah digariskan agama, hanya saja kita dituntut untuk bersabar pada semua itu. Karena balasannya bagi mereka yang bersabar atas kemaksiatan, di akhirat kelak akan dianugerahi 600 derajat yang tiap derajatnya seperti sesuatu yang ada di antara langit ketujuh dan bumi.
Ketiga, sabar menerima ujian. Ujian dari Allah Swt. tetap harus disikapi dengan sabar. Hati harus qonaah(menerima) ujian tersebut. Yakinlah, ujian yang diberikan pada makhluk sudah disesuaikan dengan kadar kemampuan yang dimiliki. Tidak mungkin Allah Swt. menguji hamba-Nya melebihi batas keimanan yang dimiliki. Tiap-tiap hamba tingkat keimanannya tidak sama sehingga tingkat ujiannnya juga berbeda. Semakin tinggi keimanan yang dimiliki, maka semakin tinggi pula ujian yang akan diberikan. Ketika kita mampu mengelola kesabaran saat diberi ujian, maka Allah Swt. akan memberikan 700 derajat di surga nanti yang tiap-tiap derajat seperti sesuatu yang ada di antara arsy dan bumi.
Allah Ta’ala A’lam.
Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)





TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19





Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar