" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Kamis, 31 Mei 2018

Penyesalan selalu datang di akhir

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!






*RENUNGAN JUM'AT:*

Insya Allah, sebentar lagi kita akan bertemu dg Lebaran.
Biasanya kita ber-lomba2 untuk mendapatkan tiket agar bisa mudik ke KAMPUNG HALAMAN.
Dan kita pun berusaha maksimal agar koper kita penuh berisi pebekalan.

Namun ironisnya, kita seringkali lupa untuk mempersiapkan dg sungguh2 perjalanan mudik kita ke KAMPUNG ABADI, kampung asal kita yg sebenarnya. 

_'Mudik'_ yg ini bukan untuk beberapa hari, tetapi untuk perjalanan jauh, panjang dan melelahkan, bahkan yg satu harinya sama dg seribu tahun pada hitungan kita sekarang.

_'Mudik'_ yg ini _'one way ticket'_ tidak bisa kembali lagi.
Walaupun kita berteriak dg penuh penyesalan: 

Surat Al-Munafiqun Ayat 10

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"

_"Yaa Rabbi, tangguhkan kematianku sejenak saja agar aku bisa bersedekah dan termasuk orang yg sholeh"._ (QS. 63:10) 

Tapi terlambat, karena: 

Surat Al-Munafiqun Ayat 11


وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.


_"Allah se-kali2 tidak akan menangguhkan kematian seseorang jika datang waktu kematianya."_ (QS. 63:11) 

Ikhwan fillah,... 
Sudahkah kita punya bekal untuk mudik yg sebenarnya ini? 
Maka, mumpung masih ada waktu, mari kita siapkan perbekalan:


Surat Al-Baqarah Ayat 197

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.


Surat Al-Baqarah Ayat 197

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.


_"...Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa..."_ (QS. 2:197) 

Anggap saja ini adalah Ramadhan terakhir dalam mempersiapkan bekal untuk pulang ke kampung abadi.

Bukankah kita seringkali merasa punya kesempatan yg masih lama, sehingga tidak sunggung2 mempersiapkan bekal ke alam kubur? 

Dan baru menyesal ketika menyadari bahwa ajal sudah sampai di tenggorokan. 

Sehingga Rasulullah SAW pernah mengingatkan: 
_"Pada dasarnya semua orang kelak pada hari kemudian akan *MENYESAL*"_

_Jika dia orang baik, maka ia akan menyesal karena belum beramal maksimal & lebih baik lagi daripada amal yg pernah ia lakukan._ 

_Jika dia orang durhaka, maka ia akan sangat menyesal karena tidak berhenti dari dosa & belum sempat bertobat sebelum ajal menjemput."_ 

Maka ikhwan fillah.... 
Sebelum hari penyesalan itu tiba: 
Mari kita sesali dosa2 kita dan menggantinya dg amal2 sholeh dan amal2 ibadah yg berkualitas. 

================ 
Semoga kita keluar dari Ramadhan tahun ini mendapat predikat: 

_"kal yaumi waladdathu ummuhu"_ 
persis seperti hari ketika ia dilahirkan ibunya - suci dan bersih. 
Aamiin
===================
salam: #i'tikaf @Rudy Surhadi


Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)






TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19





Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :


DERAJAT PUASA MENURUT IMAM AL GHAZALI

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK




Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!




Imam Al Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin menerangkan tingkatan dalam berpuasa. Shaumul Umum, Shaumul Khushus, dan Shaumul Khushusil Khushus. Ketiganya bagaikan tangga yang selalu menarik siapapun untuk menaikinya agar sampai di tempat yang lebih tinggi.
Beliau mengatakan bahwa posisi ibadah puasa adalah seperempat bagian dari iman. Artinya barang siapa yang tidak puasa maka imannya kurang seperempat. Hal ini merupakan kesimpulan dari dua sabda Rasulullah saw. yang pertama berbunyi “ الصوم نصف الصبر” puasa merupakan setengah dari kesabaran. Dan hadits kedua berbunyai “ الصبر نصف الإيمان ” sabar adalah setengah dari iman. Oleh karena itulah Imam Ghazali menyimpulkan bahwa puasa adalah seperempat bagian dari iman.
Dua hadits tersebut sebenarnya tidaklah hanya menunjukkan bagian puasa dalam iman, tetapi juga menghubungkan puasa, kesabaran dan iman. Jika dicermati maka sesungguhnya ketiganya memiliki hubungan yang erat. Sabar adalah inti dari puasa. Kesabaran dalam menahan segala larangan dhahiriah yang dapat membatalkan puasa, dan larangan batiniyah yang mengurangi makna puasa. Keduanya merupakan ujian yang berat. Sekaligus juga merupakan barometer kualitas keimanan seseorang.


Dalam dunia tasawuf mengukur barometer keimanan diri pribadi bukanlah hal yang sulit, meskipun iman adalah soal kepercayaan dan kepercayaan tersimpan rapat-rapat dalam dunia batin. Akan tetapi, iman itu membutuhkan aktualisasi diri dalam dunia kenyataan. Ketika kita dihadapkan pada suatu perintah/kewajiban dari Allah SWT seperti sholat 5 waktu atau puasa ramadhan, apakah kita merasa gembira atau merasa berat? Hanya diri kita yang tahu. Tidaklah mungkin seseorang mengaku iman (cinta) kepada Allah SWT tetapi ia kurang ikhlas/ridlo atau merasa berat dalam menerima perintah/kewajiban dari yang dicintainya. Tetapi jika tingkat keimanan kita telah cukup tinggi kita akan merasa gembira disebabkan ikhlas/ridlo menerima perintah/kewajiban dari-Nya, dimana perintah/kewajiban darinya adalah pembuka jalan bagi kita menuju syurga-Nya.
"Barang siapa yang bergembira atas datangnya bulan Ramadhan, Allah telah mengharamkan jasadnya dari api neraka."
( HR. An-Nasa'i )


Imam Ghazali mengklasifikasikan secara bertingkat model puasa manusia, yaitu ada tiga tingkatan:

- Pertama, Shaumul Umum, yang bisa diterjemahkan dengan puasa biasa-biasa saja (puasanya orang awam).
Yaitu puasa dengan menahan lapar, dahaga dan syahwat, menjaga mulut dan alat kelamin dari hal-hal yang membatalkan puasa.

- Kedua, Shaumul Khushus, atau puasa spesial (puasanya orang khusus).
Yaitu puasa dengan menahan pendengaran, penglihatan, lisan, tangan, kaki dan segala anggota badan dari dosa dan maksiat.

- Ketiga, Shaumul Khususil Khusus, atau puasa istimewa (puasanya orang istimewa).
Yaitu puasa dengan menahan hati dari keraguan mengenai hal-hal keakhiratan, dan menahan pikiran untuk tidak memikirkan masalah keduniawiyahan, serta menjaga diri dari berpikir selain Allah SWT.


Bagi kebanyakan kaum muslim puasanya adalah puasa tingkat kedua yaitu puasa Shaumul Khushus. Kemudian Imam al-Ghazali jelaskan bahwa puasa spesial (shaumul khusus) itu adalah sudah masuk puasanya "para shalihin". Yang dapat digapai dengan menyempurnakan enam hal ini:
1. Menjaga mata dan penglihatan dari segala hal yang dicela agama dan dibenci Allah SWT. dan menghindarkan dari melihat segala hal yang akan melalaikan hati kita ingat kepada Allah. Misalnya, menyibukkan mata dengan menonton film selama puasa, bermain game, memanjakan mata dengan pemandangan duniawi di seputar Mall dan Mini Market yang menggiurkan dan seterusnya.
Dalam sebuah hadits Rasulullah saw. pernah bersabda:

النظرة سهم من سهام إبليس من تركها خوفا من الله آتاه الله إيمانا يجد حلاوته في قلبه

"Pandangan adalah saham bagian dari sahamnya Iblis, barang siapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah akan memberikan kelezatan (kemanisan) iman dalam hatinya."

2. Dengan menjaga lisan dari berbohong, menggunjing, berbicara jorok dan berbagai keburukan lisan lainnya, serta menggunakan lisan untuk dzikir kepada Allah SWT dan memperbanyak membaca Al-Qur’an. Inilah makna puasa bagi lisan.

3. Mencegah pendengaran dari hal-hal yang dibenci Allah SWT. diantara perkara yang dilarang adalah mendengarkan pergunjingan. Baik yang menggunjing maupun yang mendengarkannya terkena hukum haram. Begitu buruknya perkerjaan mennggunjing dan mendengarkan gunjingan hingga Allah SWT. berfirman:

سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ

"Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram."


4. Mencegah anggota badan yang lain seperti tangan, kaki, dan perut dari makanan-makanan syubhat ketika berpuasa. Puasa bukanlah menahan makanan halal dan berbuka dengan yang haram, tetapi menahan diri dari makanan yang haram. Diantara menjaga makanan haram adalah menghindarkan diri dari memakan daging manusia sesama saudaranya. Artinya, menghindarkan diri dari menggunjing orang lain.

5. Menjaga diri untuk tidak berlebih-lebihan ketika berbuka puasa. Meskipun makanan itu sudah jelas halalnya. Karena diantara hal yang dibenci Allah SWT. adalah perut yang dipenuhi makanan halal (makan berlebihan). Hal ini dianggap menghambat diri memecahkan hawa nafsu.

6. Hendaklah setelah berbuka puasa seseorang menjadi bermuhasabah, mengintrospeksi diri adakah puasa yang diakukannya hari ini diterima, atau ditolak? Sungguh hal ini akan menjadi pelajaran dan membawa seseorang lebih berhati-hati di hari kemudian.

Sedangkan standar kebatalan puasa Shaumul Khususil Khusus (puasa istimewa) adalah apabila telah terbersit dalam hati pikiran selain Allah, apalagi memikirkan harta kekayaan yang tidak bermanfaat bagi kehidupan akhirat kelak. Bahkan puasa dapat terkurangi nilainya, dan dianggap batal apabila di dalam hati tersirat keraguan atas kekuasaan-Nya. Misalkan dengan meniatkan diri untuk bekerja dan mencari penghidupan sepanjang siang hanya karena khawatir tidak bisa mendapat sesuatu yang dipakai untuk berbuka puasa, sungguh hal ini sama artinya dengan tidak percaya kepada janji Allah, bahwa Allah Yang Maha Pemberi Rezeki itu sungguh-sungguh menghormati dan memuliakan orang yang berpuasa. Tidak mungkin ada orang berpuasa yang tidak berbuka.
Wallahu a’lam bissawab...

Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)





TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19





Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :


10 MANFAAT LAPAR MENURUT IMAM AL GHAZALI

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK




Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!




Bagi kaum muslimin lapar dan dahaga merupakan salah satu sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena lapar merupakan wujud dari menghinakan nafsu. Sementara nafsu sendiri merupakan musuh yang paling berat bagi manusia.
Lapar yang dimaksudkan di sini tentunya lapar dalam mengerjakan ibadah puasa. Puasa adalah salah satu Rukun Islam yakni puasa pada bulan Ramadan. Sementara puasa di bulan-bulan yang lain merupakan ibadah sunnat.
Maka dikatakan bahwa puasa merupakan salah satu cara untuk mengalahkan nafsu.
Sesuai dengan sabda Rasulullah Muhammad SAW SAW:
“Perangilah hawa nafsumu dengar lapar dan dahaga, karena sesungguhnya pahala semua itu sama dengan pahala jihad di jalan Allah, dan sesungguhnya tidak ada suatu amal pun yang dicitai Allah daripada lapar dan dahaga.”

Sejalan dengan itu, maka tersebutlah dalam sebuah kitab karangan Imam Al Ghazali diterangkan 10 manfaat menahan lapar dan dahaga, yaitu:

1. Menjernihkan hati, mencerdikkan otak, dan menerangi pengelihatan hati. Sedangkan kenyang menyebabkan kebebalan, membuat hati buta dan mempertebal asap di dalam otak menyerupai kemabukan sehingga memenuhi sumber-sumber pikiran.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Hidupkanlah hatimu dengan sedikit tertawa, sedikit kenyang, dan sucikanlah ia dengan lapar maka ia akan bersih dan menjadi lembut.”
“Barang siapa yang kenyang dan tidur maka keras membatu hatinya.”

Abu Sulaiman Ad-Darmi berkata:
“Tetaplah engkau pada lapar, karena sesungguhnya ia adalah menghinakan nafsu, melembutkan hati, dan medatangkan samawi.”


2. Kelembutan hati dan kejernihannya yang menyebabkan hati itu siap untuk menemukan kelezatan ketekunan dan pengaruh manfaat dari dzikir.
Abu Sulaiman Ad-Darmi berkata:
“Apabila hati itu lapar dan haus akan bersemangat dan lembut, dan apabila kenyang akan keras dan membatu.”


3. Merasa kalah dan hina, serta kehilangan kecongkakan, kegembiraan, dan mengkufurkan nikmat, yang semua ini menjadi penyebab penyimpangan dan kelalaian dari Allah SWT.
Perut dan farji merupakan sebuah pintu dari pintu neraka, dan pangkalnya adalah kenyang. Kehinaan dan kekalahan nafsu adalah merupakan sebuah pintu dari pintu surga, dan pangkalnya adalah lapar.

4. Tidak lupa bala Allah dan azab-Nya dan tidak lupa pemilik-pemilik bala. Karena sesungguhnya kenyang membuat lupa pada orang yang lapar dan lupa terhadap lapar itu sendiri.

5. Yang merupakan manfaat terbesar, yaitu mematahkan keinginan nafsu terhadap semua bentuk maksiat dan menguasai nafsu yang selalu mengajak kepada kejahatan. Karena sesungguhnya sumber-sumber maksiat itu adalah kesenangan nafsu dan kekuatan, sedangkan bahan dari kekuatan dan keinginan nafsu itu tidak lain hanyalah makanan-makanan ini.
Aisyah RA berkata:
“Bid’ah yang terjadi pertama kali sepeninggal Rasulullah SAW adalah kenyang. Sesungguhnya kamu itu kenyang perutnya menjadi liarlah nafsunya dalam menghadapi dunia ini.”


6. Menghalangi tidur dan melanggengkan jaga. Karena sesungguhnya orang yang kenyang akan banyak minum, dan orang yang banyak minum akan banyak tidurnyaa. Karena itulah sementara ulama berkata ketika telah dihidangkan makanan, “Hai murid-murid (peminat-peminat akhirat), janganlah kamu banyak makan, tentu kamu akan banyak minum, dan akhirnya akan banyak tidur, dan akhirnya mengalami kerugian yang banyak.”

7. Memudahkan ketekunan dalam beribadah, karena amalan menghalangi berbagai ibadah sebab dia memerlukan waktu yang digunakan makan. Bahkan kadang-kadang memerlukan waktu untuk membeli makanan dan memasaknya, kemudian memerlukan waktu untuk mencuci tangan dan membersihkan sisa makanan yang ada di celah-celah gigi, akhirnya banyak sekali mondar-mandirnya ke tempat air minum karena banyak sekali minumnya.

8. Orang akan dapat mengambil manfaat dari sedikit makanan, kesehatan tubuh, dan selamat dari macam-macam penyakit.

9. Keringanan biaya hidup, adalah karena orang yang membiasakan makan sedikit, maka cukuplah sedikit harta baginya. sedangkan orang yang membiasakan kenyang maka perutnya menjadi pemilik pemberi hutang yang selalu akan menagihnya dan bertindak mencekik lehernya setiap hari. Perut itu selalu berkata: “ Apakah yang akan engkau makan hari ini?”

10. Memungkinkan orang untuk mengutamakan orang lain dan bersedekah dengan makanan yang lebih kepada anak-anak yatim dan orang-orang yang miskin, lalu berada di bawah naungan sedekahnya kelak di hari kiamat, sebagaimana telah diterangkan di dalam hadis. Semua yang dimakannya simpanan kekayaannya adalah kakus dan semua yang disedekahkannya adalah pahala Allah SWT.
( Imam Al-Ghazali, “Rahasia Mengenal Nafsu dan Menjaganya” , hal 26-43 )


Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)





TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19





Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :