" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Kamis, 22 Maret 2018

DOSA YANG DITANGGUNG KAUM LAKI2

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!




~Lelaki bujang Menanggung Dosa Sendiri Apabila sudah baligh..Sedangkan Dosa Anak gadis Ditanggung pula oleh Bapaknya..

~Lelaki Yang Menikah Menanggung Dosa sendiri..Dosa istri..Dosa anak Perempuan Yang Belum kawin dan Dosa anak Lelaki yang belum Baligh...

~Hukum Menjelaskan..Anak Lelaki Bertanggung Jawab pada Ibunya..dan Sekiranya dia tidak Menjalankan Tanggung Jawabnya Maka dosa baginya Terutama anak Lelaki yang paling Tua..Manakala Perempuan tidak...Perempuan Hanya perlu taat kepada Suaminya...

~Istri Yang berbuat baik Mendapat pahala.. kalau Berbuat tak Baik Dosanya Ditanggung Pula oleh Suaminya...

~Suami wajib Memberi Nafkah pada istri..Tapi istri Tidak...
Walaupun Begitu istri boleh Membantu...Tak Layak bagi Suami Bertanya Pendapatan istri Lebih-lebih lagi Menggunakan Pendapatan istri Tanpa izin..

~Diakhirat kelak, Seorang lelaki akan Dipertanggung Jawabkan Terhadap 4 wanita ini Istrinya..Ibunya..Anak Perempuannya dan Saudara Perempuannya...

~Banyak Lagi yang Harus Ditanggung oleh Lelaki, Lebih-lebih lagi Yang bergelar Suami.. Kalau Dibayangkan Beratnya Dosa-dosa yang Ditanggungnya seperti Gunung dengan Semut..

~Itu sebabnya Mengikut kajian..Nyawa orang perempuan lebih Panjang Daripada lelaki.. Lelaki mati Cepat Karena Tak tahan Dengan beratnya Dosa-dosa yang ditanggung..
Kita Sebagai insan Takkan Dapat Lari dari Qadha dan Qadhar dari Allah..

~Nyawa dan Jasad ini hanya Dipinjamkan oleh-Nya...Suatu hari nanti Pasti kita Akan kembali Menghadap yang Esa...
Kita sendiri tidak Tahu Apakah nasib kita di Akhirat kelak...Apakah yang Bakal kita Hadapi bila kita Ditanya oleh Kedua Malaikat...

Buat Anak Perempuan/Wanita yg Bergelar Istri,Yuk kita Sama2 Ringankan Beban Kaum Adam 😊 Mulailah Dari Menutup Aurat kita.
Buat Kaum Adam,,,,Didiklah Kaum hawa Di Jalan Yg Di Ridhoi Oleh Allah Dgn Penuh Kelembutan Dan Kasih Sayang 😊.
Sama2,Saling membantu, sama2 Saling Mengingatkan.

~Semuanya Kuasa Allah..
Kita berserah kepada-Nya dan Semoga “Perjalanan” kita ke “sana” akan diterangi dengan Cahaya-Nya…INSYAALLaH…

Semoga bermanfaat 🙏😊

Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :


alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)






TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19





Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar