" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Selasa, 19 Desember 2017

TIAP-TIAP JIWA YANG HIDUP PASTI MENGALAMI KEMATIAN DAN KEMATIAN ITULAH RAHASIA ALLAH

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK



Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!




بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Daripada ABU HURAIRAH r.a, RasuluLLah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang menyeru (manusia) kepada hidayah, maka baginya pahala sebanyak pahala yang diperolehi oleh orang-orang yang mengikutnya tanpa dikurangi sedikitpun pahala mereka." Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab al-'Ilm (2674), Imam Malik dalam Muattha'(2674), Ahmad (9171), Abu Dawud (4609), Turmudzi (2674), ad-Darimi (513), ibnu Majah (206), ibnu Hibban (112), al-Bagahwi (109)

“Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut” (21:35)






Hidup kita bukan untuk diri kita, dan mati bukanlah penamat segala siri cerita hidup kita. Hidup ini adalah untuk bertemu Allah, tunduk dan menyerah pada Allah.

“Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut” (21:35)-Setiap yang bernyawa pasti akan menemui mati-

Allah SWT berfirman: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. " (QS. Al-Imran:185)

Dunia perubatan menjadi satu medan untuk aku menyaksikan berbagai bentuk kematian didepan mata kepala sendiri, dan juga menyaksikan perbagai jenis kesedihan dan ratapan dari Sang Keluarga si mati. Maha Suci Allah, yang memberikan aku kesempatan untuk menyaksikannya dan Subhanallah yang memberikan aku kesempatan untuk menginsafinya. Aku melihat bayi yang mati ketika dilahirkan, aku melihat budak sekian tahun meninggal, dan aku melihat orang seumur ibu bapa ku berada dalam sakaratul maut, dan aku melihat bayi yang belum sempat dilahirkan dan mati dalam kandungan.

Aku melihat pelbagai jenis kematian dari pelbagai jenis usia. Jadi kenapa wahai hati kadang-kadang kita masih ego untuk bertaubat,masih ego untuk menundukkan hati kepada pencipta kita kerana kita tidak tahu pinjaman nyawa dariNYA bila akan diambil kelak, mungkin sebentar,mungkin esok atau beberapa tahun lagi, semuanya adalah urusan dariNYA.

Ratapan dari Sang Keluarga melihat betapa dangkalnya pemahaman agama masyarakat kini, si mati sudah tiada baru berteriak "mak maafkan adik, ayah maafkan abang, kakak tak sempat mak nak belikan kek, jangan pergi", seolah-olah mereka tidak merelakan takdir dariNYA.

Wahai manusia, sedarlah setiap yang ada pada diri kita, hatta diri kita sendiri adalah pinjaman dari Allah dan bukan kepunyaan kita, orang-orang yang beriman sentiasa merindukan kematian, jadi ayuhlah kita sentiasa bersiap dengan kematian dengan sentiasa membawa bekalan untuk ke alam sana.

“Ya Allah perbaikilah agamaku yang menjadi pelindung urusanku, perbaikilah duniaku yang menjadi penghidupanku, perbaikilah akhiratku yang menjadi tempat kembaliku, jadikanlah hidup ini sebagai kesempatan menambah setiap kebaikan dan jadikanlah mati sebagai istirahat dari semua kejahatan” (HR Muslim)


Matikanlah aku, ahli keluargaku dan sahabat-sahabatku dalam syahid..Amin..~Nanges~


Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :