" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Jumat, 22 Desember 2017

SETIAP UCAPAN ADALAH DO’A + VIDEO

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK



Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!




Sahabat, Disebuah syair lagu, "... lebih baik sakit gigi daripada sakit hati..." Bagaimana bila ketika sakit hati, eh, sakit gigi juga? 

Ada juga yang berucap, "... rasanya kepala ini mau pecah..." Bagaimana bila kepala itu pecah benaran? Kadang bila anak qt hendak melakukan sesuatu, misalnya memegang pisau, "Na', hati-hati nanti tanganmu luka." atau ia berlari-lari, "Na', awas nanti jatuh." Bagaimana bila, tangannya benar terluka, atau benar terjatuh? Yang paling menakutkan ketika qt sedang marah, ucapan-ucapan tidak senonoh sering terucap dari mulut ini, dari warga Margasatwa sampai warga Jin Jahat. MASYA ALLAAH, ASTAGHFIRULLAAHAL AZHIIM. Sahabat, Rasulullah saw. bersabda, ”KULLU KALAM ADDU'A”. yang artinya, "Setiap perkataan itu merupakan do’a”. Maka berhati-hatilah dalam berucap. 

Sebagaiman firman Allah Ta'aala, ”Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: ‘Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar)’...” (Al-Israa`[17]: 53a) 

وَقُل لِّعِبَادِي يَقُولُواْ الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلإِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِينًا ﴿٥٣﴾


Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. (53)




Kemarin, seorang perempuan bernama Roslena mengeluh kepada saya terhadap perasaan batinnya yang gundah seakan-akan seperti orang stres hampir saja dia gila sehubungan usahanya gagal, toko terbakar dan mobil yang dia kredit dilarikan orang.

“ Bagaimana saya seperti orang mau gila pak Saiful Guci, pasalnya usaha saya habis karena toko saya terbakar dan mobil Avanza yang baru setengah jalan kreditnya dilarikan orang,” Ujar Roslena.

Saya cuma dapat berkata “ bersabarlah buk Roslena menerima cobaan dari Allah ini, dibalik semua ini pasti ada hikmahnya,” ujar saya.

“ memang pak Saiful , saya sekarang mencoba merenung terhadap apa-apa kesalahan saya dimasa silam, sehingga Allah memberikan cobaan secara bertubi-tubi kepada saya“ ujar Roslena.

“ coba saja inggat-ingat, apakah buk Roslena pernah berkata baik kepada anak-anak saat dia minta uang belanja, ataupun pernah berkata kepada orang tua maupun kepada teman-teman apabila dia meminta uang ataupun meminjam buk Roslena berkata “ saya tidak punya uang” karena semua perkataan itu adalah doa. “ ujar saya.

“ memang benar pak saiful, apabila anak-anak saya meminta uang jajan selalu saya dulukan dengan kata “ ibu tidak punya uang” dan hal juga pernah disapa oleh ibu saya dan dia berkata” janganlah kepada anak selalu bilang tidak ada uang, kalau mau beri ya beri kalau tidak ya tidak dan tidak usah perkataan itu dilontarkan, ibu saja mendengarnya tidak baik,” ibu saya selalu mengingatkan hal ini apabila saya menyatakan tidak ada uang,” ujar Roslena.

“ sama saja ibu saya dulu mengingatkan pula, bahwa lidah lebih tajam dari pada pedang “Mulutmu Harimaumu, yang akan menerkammu”. Rasulullah saw bersabda:” Yang dikatakan muslim itu adalah manusia selamat dari bahaya lidah dan tangannya”. Sementara Imam Ali Radhiallhu’anhu berkata:”Hati yang jahat terletak pada mulutnya, dan mulut yang baik, terletak pada hatinya”. Ulas saya.



“ Benar sekali pak Saiful, saya baru menyadari banyak hal-hal yang terjadi pada diri saya akibat dari perkataan saya, walaupun dalam bentuk gurauan “

“ nah mulai sekarang mari kita jadikan perkataan kita kepada hal-hal yang baik yang berguna buat anak-anak sahabat dan masyarakat dimana Rasulullah saw. bersabda, ”kullu kalam addu'a”.yang artinya, "Setiap perkataan itu merupakan do’a”. Maka berhati-hatilah dalam berucap.



Sebagaiman firman Allah Ta'aala, “Dan katakanlah kepada para hamba-Ku hendaknya mereka mengatakan perkataan yang lebih baik, sesungguhnya syaithan itu melakukan hasutan di antara mereka. Sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (Al-Isra: 53)

Jelaslah disini bahwa “Allah Ta’ala memerintahkan kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam agar menyeru hamba-hamba Allah Ta’ala yang beriman supaya berkata dalam pembicaraan dan perbincangan mereka dengan ucapan yang baik dan perkataan yang bagus.

Jika mereka tidak melakukan hal ini syaithan akan menghasut di antara mereka, lalu mengantarkan ucapan (yang kurang baik) menjadi perbuatan, dan terjadilah kerusakan, permusuhan dan pertikaian.



“ Memang betul pak saiful, kadang kadang saat kita marah kepada anak-anak kita bermacam macam perkataan keluar dari mulut seorang ibu terhadap anaknya:” Anak sialan, anak kurang ajar, anak tak tau diuntung, bodoh..dsbnya…”,” terang Roslena



“ Kita harus menyadari, bahwa “ucapan yang baik akan mengundang munculnya semua perangai yang indah dan amalan shalih, karena siapa yang bisa menguasai lisannya akan bisa menguasai semua anggota badannya. Nah setiap kita harus menyadari akan sabda Rasulullah :”Kullu kalam addu’a, setiap perkataan itu adalah merupakan do’a”.(Astagfirullaha ladziim, semoga kita bertaubat bila hal ini terlanjur kita keluarkan disaat-saat emosi kita datang).

“ Apakah perasaan gelisah ini dapat di refleksi pak saiful ?” tanya Roslena

“ hehehe refleksi hanya dapat menyebuhkan Fisik atau Jasmani sementara Rohani harus dengan bersabar. Hal ini dapat kita lihat dari sebuah hadits, dari cerita seorang ibu yang menghadapi musibah, saat itu Rasulullah memberikannya nasihat agar bersabar, apa kata perempuan itu pada Rasulullah, :” Anda tidak tau apa-apa”, setelah rasulullah menghilang, diberitahukanlah kepada perempuan itu bahwa yang menegurnya tadi adalah Rasulullah, dan ia datang kepada Rasulullah, apa jawab Rasulullah:”Sesungguhnya dinamakan kesabaran itu adalah sabar ketika menghadapi goncangan yang pertama sekali. Makanya buk Roslena harus bersabar. “Wallahu a'lam bish-shawabi yang artinya “Dan Allah Mahatahu yang benar/yang sebenarnya”. Ujar Saya.



PESAN MORAL:

Jagalah pikiranmu karena dia akan menjadi perkataanmu

Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :