" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Sabtu, 16 Desember 2017

27 TANDA-TANDA KITA SUDAH MENJADI HAMBA DUNIA + Video

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Y a RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!

I REALLY LIKE THIS LINK






_1. Kita tidak bersiap-siap saat waktu solat akan tiba._


_2. Kita melalui hari ini tanpa sedikit pun membuka lembaran Al-Qur’an lantaran kita terlalu sibuk._


_3. Kita selalu berfikir setiap waktu bagaimana caranya agar harta kita semakin bertambah._


_4. Kita marah ketika ada orang yang memberikan nasihat bahawa perbuatan yang kita lakukan adalah haram._


_5. Kita terus menerus menunda untuk berbuat amal soleh. “Aku akan mengerjakannya besok, nanti dan seterusnya.”_


_6. Kita sangat kagum dengan gaya hidup orang-orang kaya._


_7. Kita selalu bersaing dengan orang lain untuk meraih cita-cita duniawi sehingga terabaikan amal ibadah._


_8. Kita tidak merasa bersalah saat melakukan dosa-dosa kecil._


_9. Kita tidak mampu untuk segera berhenti berbuat yang haram, dan selalu menunda bertaubat kepada Allah._


_10. Kita tidak kuasa berbuat sesuatu yang diredhai Allah sekiranya perbuatan itu boleh mengecewakan orang lain._


_11. Kita sangat menumpukan perhatian terhadap harta benda yang sangat ingin kita miliki._


_12. Kita merencanakan kehidupan hingga jauh ke hadapan._


_13. Kita menjadikan aktiviti belajar agama sebagai aktiviti pengisi waktu luang saja, setelah sibuk berkerjaya._


_14. Kita memiliki teman-teman yang kebanyakannya tidak pernah mengingatkan kita kepada Allah._


_15. Kita menilai orang lain berdasarkan status sosialnya di dunia._


_16. Kita melalui hari ini tanpa sedikit pun memikirkan kematian, bahkan kita benci pada mati dan tidak ingin memikirkannya._


_17. Kita meluangkan banyak waktu sia-sia melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi kehidupan akhirat._


_18. Kita merasa sangat malas dan berat untuk mengerjakan suatu ibadah._


_19. Kita tidak kuasa mengubah gaya hidup kita yang suka berfoya-foya, walaupun kita tahu bahawa Allah tidak menyukai gaya hidup seperti itu._


_20. Kitaa diberi nasihat tentang bahaya memakan harta riba, akan tetapi kita beralasan bahawa beginilah satu-satunya cara agar tetap bertahan di tengah kesulitan ekonomi._


_21. Kita ingin menikmati hidup ini sepuasnya-puasnya._


_22. Kita sangat prihatin dengan penampilan fizikal kita._


_23. Kita meyakini bahawa kematian dan hari kiamat masih lambat lagi dan lama datangnya._


_24. Kita ikut menguburkan orang lain yang meninggal, tapi kita sedikit pun tidak mendapat pengajaran dari kematiannya._


_25. Kita mengerjakan solat dengan tergesa-gesa agar dapat segera meneruskan pekerjaan._


_26. Kita tidak pernah berfikir bahawa hari ini boleh jadi hari terakhir kita hidup di dunia._


_27. Kita merasa mendapatkan ketenangan hidup dari berbagai kemewahan yang kita miliki, bukan merasa tenang dengan mengingati._


*Semoga Allah melindungi kita dari hal tersebut dan semoga kita termasuk golongan hamba-hamba Nya yang soleh..*



Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :