" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Jumat, 03 November 2017

Hutang Shalat Bagi Orang yang Telah Meninggal Dunia





Hutang shalat bagi orang yang telah meninggal dunia bisa dibayar dengan dua cara yaitu :


Pertama, dengan cara walinya menshalatkan (mengqadha shalat) yang ditinggalkan mayat.


Kedua, dengan cara membayar fidyah (denda), yaitu satu waktu shalat yang ditinggalkan mayat dibayar dengan satu mud atau 6 ons beras.


Memang tidak terdapat hadits yang secara tegas menunjukkan kebolehan qadha shalat. Ulama yang membolehkan hal ini berdalil pada hadits kewajiban qadha puasa bagi wali (ahli waris) nya.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ

Dari Aisyah rah; Bahwa Rasulullah saw bersabda: Siapa yang meninggal, sedangkan ia masih memiliki hutang puasa, maka yang membayarnya adalah walinya. (H. R. Bukhari no. 1952 dan Muslim no. 2784)


Sayyid Bakri Syatha Ad-Dimyathi dalam kitabnya mengatakan :


ونقل ابن برهان عن القديم أنه يلزم الولي إن خلف تركة أن يصلى عنه كالصوم. وفي وجه - عليه كثيرون من أصحابنا - أنه يطعم عن كل صلاة مدا

Telah dinukil dari Ibnu Burhan dari qaul qadim (madzhab Syafi'i) bahwasanya wajib bagi wali menshalatkan (mengqadha shalat) yang ditinggalkan mayat, seperti halnya puasa. Menurut sebagian besar ashab kami (ulama-ulama Syafi'iyah) bahwa sesungguhnya (menganti dengan) memberi makan untuk setiap shalat dibayarkan satu mud (6 ons beras). (Kitab I'anatuth Thalibin, Juz I, halaman 33)


Anjuran mengqadha puasa ini disematkan pada shalat, karena keduanya sama-sama ibadah badaniyah (ibadah fisik). Dan pahalanya sampai kepada orang yang telah meninggal.

Imam Nawawi dalam kitabnya mengatakan :


وَذَهَبَ جَمَاعَاتٍ مِنَ الْعُلَمَاءِ إِلَى أَنَّهُ يَصِلُ إِلَى الْمَيِّتِ ثَوَابُ جَمِيْعِ الْعِبَادَاتٍ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّوْمِ الْقِرَاءَةِ وَغَيْرِ ذَلِكَ ، وَفِي صَحِيْحِ الْبُخَارِيّ فِي بَابِ مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ نَذْرٌ أَنَّ اِبْنَ عُمَرَ أَمَرَ مَنْ مَاتَتْ أُمُّهَا وَعَلَيْهَا صَلَاةٌ أَنْ تُصَلِّيَ عَنْهَا

Sekelompok ulama berpendapat bahwa pahala seluruh ibadah (yang dihadiahkan kepada orang yang meninggal) sampai kepada mereka, baik ibadah shalat, puasa, dan membaca Al-Qur’an. Dalam shahih Bukhari, bab orang yang meninggal dan masih memiliki kewajiban nadzar, Ibnu Umar memerintahkan kepada orang yang ibunya meninggal dan memiliki tanggungan shalat untuk mengerjakan shalat untuk ibunya. (Kitab syarah shahih Muslim, Juz I, halaman 25)


Syaikh Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitabnya mengatakan :


عَنْ شَرْحِ التَّنْبِيْهِ لِلْمُحِبِّ الطَّبَرِيِّ أَنَّهُ يَصِلُ لِلْمَيِّتِ ثَوَابُ كُلِّ عِبَادَةٍ تُفْعَلُ عَنْهُ وَاجِبَةً كَانَتْ أَوْ مُتَطَوَّعًا

Dalam kitab syarahnya imam Thabari mengatakan : Bahwasanya setiap ibadah yang dikerjakan pahalanya akan sampai kepada mayat, baik berupa ibadah wajib maupun ibadah sunnah. (KItab Tuhfah Al-Muhtaj fi Syarh Al-Minhaj, Juz XIII, halaman 499)


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!

Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:



لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.


"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."



Lathaiful Ma'arif, hlm. 19




 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :