" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Selasa, 20 Oktober 2015

*PENGURUS MASJID..WAJIB TAHU..*




♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
(MAAF SEKEDAR UTK REFRENSI)♡
*MASJID NAMIRA  Lamongan.* 
_(Inspirasi utk para Pengurus. Masjid)_
♡♡♡♡♡♡♡♡♡

Assalamu'alaikum

💥Lamongan, kota kecil di Jawa Timur yg lekat dengan ikon SOTO & PERSELA, menghadirkan ikon baru buah karya dari inovasi tanpa henti dari Pemimpin Perubahan..Namira, 

Semoga menginspirasi.

*"NAMIRA MASJID KU"*

💥Sampai detik ini aku masih heran...Kok bisa Lamongan punya masjid seperti ini... Lokasinya juga bukan di tengah kota...Malah sudah minggir sekali...Berada di Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, Lamongan...

*Namira memang masjid yg beda !*...
Jamaahnya selalu membludak ...

Kalau Shalat Subuh jamaahnya bisa sampai 1000 orang...Paling dikit 500 orang dari banyak penjuru desa... Habis itu jamaah diberi sarapan gratis...

Pas puasa menyediakan makanan gratis sampai 2000 pax untuk buka puasa & sahur bagi siapa saja yg datang...

Masjid ini juga jadi lokasi "kongkow" anak2 muda... Kalau janjian ketemu mereka akan memilih ke Namira lalu mendiskusikan kegiatan mereka di sana...

Anak2 kecil pun disediakan tempat bermain yg aman untuk memberikan ingatan masa kecil bahwa masjid adalah tempat yg asyik...

_Prinsipnya Dahsyat !!_

*Uang sedekah jamaah harus kembali ke jamaah secepatnya !!*...
Kami Takmir "malu" kpd ALLAH kalau *_'uang jamaah menumpuk di Kotak Infak atau Kas Masjid' !!_*...

_Kalau bisa, *Saldo Infak itu Nol rupiah,* Yg artinya Takmir Masjid nya kreatif karena berarti selalu punya program untuk jamaah_ ...

*_Masjid kalau punya saldo tidak 'nol berarti masjid gagal memper tanggung jawabkan amanah Jamaahnya !!_*... 
_Takmir nya miskin kreativitas...Jamaah nggak dapat manfaat apa pun dari keberadaan Takmir_...

_*Jamaah juga belum dapat pahala karena uang sedekahnya belum mengalir... Masih mandek di Kotak Infak/Kas Masjid !*...

🔸Buka 24 jam untuk Musafir ;
🔹Boleh rehat & tiduran di teras ;
🔸Bagi yg iktikaf disediakan kawasan tenda untuk menginap tidur ;
🔹Makanan sahur melimpah ;
🔸Free WiFi sepanjang hari ;
🔹Daya tampung parkir mencapai 400 mobil &
🔸Tiap minggu selalu mendatangkan penceramah baru dari berbagai Kota...

Masih banyak kelebihan2 lainnya yg sulit ketuliskan... Tapi inilah cikal bakal Masjid Madani... 

_💥Saking banyaknya acara yang bermutu_...
*Donatur yg datang entah darimana datangnya semakin membanjir ... _Lagi2 Takmir nya harus berpikir keras bagaimana menghabiskan uang itu_...
_*Makin habis makin datang Donatur yg lebih besar*_...

*💥Kami hanya ingin agar sedekah dari jamaah 'segera berubah jadi pahala!'*... *Justru kalau uangnya ngendon saja*... 
*Kami sebagai Takmir _merasa berdosa dihadapan Allah._!*...

 *💥Sedekah mereka _"terlambat segera menjadi pahala",_ karena belum ada kegiatan yg diwujudkan dari uang yg kita terima.!*

*HATI2 menjaga amanah*..
"Allah akan melimpahkan berkahnya kpd Pengrs Mesjid yg menjalankan Amanah dg *segera*" ‼..

Motto kami:
*_Usahakan Saldo bisa Nol !_*

_SEMOGA AKAN ADA MASJID NAMIRA NAMIRA YG LAINYA..aamiin.

_Jangan lupa mampir ya_
WASSALAM .



Di Lamongan, Ada Masjid Bernuansa Masjidil Haram

Eko Sudjarwo - detikNews

Masjid Namira saat malam hari/Foto: Eko Sudjarwo

Lamongan - Masjid Namira. Sepintas, masjid satu ini memang lain dari yang lain. Bangunan masjid yang terletak di Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, Lamongan ini lebih menyerupai bangunan masjid minimalis seperti layaknya masjid-masjid di timur tengah.


Masyarakat dan jamaah dibuat takjub dengan bangunan yang megah dan halaman parkir yang luas serta suasana bersih dan asri. Tak hanya itu saja kekhasan yang dimiliki Masjid Namira. Saat masuk ke masjid yang dibangun tahun 2013 lalu, sebuah kiswah berukuran besar di bagian depan mihrab imam yang sengaja didatangkan dari Masjidil Haram, berdiri kokoh dan dilindungi kaca. Kiswah-kiswah berukuran kecil pun juga dipajang di sekeliling area dalam masjid, menambah ketakjuban.


Tak hanya kiswah, masyarakat dan jamaah bisa mencium wewangian khas Tanah Suci Mekkah seakan menambah kerinduan akan Baitulloh. Tak bisa dipungkiri, siapa saja yang menginjakkan kaki ke dalam masjid juga dimanjakan dengan empuknya karpet seperti berada di Roudhoh Madinah atau rumah Rosulullah SAW. Suasana adem dan khusyuk pun terasa saat menjalankan salat.

Kiswah terbesar Masjid Namira Lamongan Foto: Eko Sudjarwo



Fasilitas-fasilitas masjid milik warga Lamongan ini juga menyediakan kursi roda dan tempat duduk bagi jamaah yang tidak bisa melakukan salat dengan berdiri. Tak jarang, pengunjung dari bebagai daerah itu juga bisa jadi ajang berswafoto.


Tak hanya arsitektur bangunan masjid saja yang disamakan. Tata letak tempat wudhu juga dibangun dengan nuansa khas Masjidil Haram dan Madinah. 


Wakil Takmir Masjid Namira, Ahrian Saifi mengatakan, sebelumnya masjid memiliki luas 1 hektar dan mampu menampung 500 jamaah. Namun pada perkembangannya, masjid ini diperluas dan dibangun lagi kurang lebih 2,7 hektar dan mampu menampung tiga kali lipat dari bangunan sebelumnya.


Menurutnya, nama Masjid Namira kita ambil dari nama salah satu masjid yang ada di Padang Arofah Arab Saudi. "Nama Masjid Namira kita ambil dari nama salah satu masjid yang ada di Padang Arofah di Arab Saudi," jelasnya.

Masjid Namira Lamongan tampak dari depan Foto: Eko Sudjarwo



Ramadhan tahun 2017 ini, menurut Ahrian, adalah puasa pertama di lokasi pembangunan Masjid Namira yang baru. Masjid Namira dibuka pertama kali 1 Juni 2013 lalu. "Kita perluas karena saat ini parkir sepertinya kurang luas dan bisa menampung banyak jamaah," kata Ahrian kepada detikcom saat ditemui di lokasi, Kamis (15/6/2017).


Sementara untuk perawatan Masjid Namira, Ahrian tidak bersedia menjelaskan berapa biaya yang dikeluarkan untuk mendatangkan kiswah dari Arab Saudi dan wewangian khas tanah Arab tersebut. Namun informasi yang didapat, setiap bulan Masjid Namira menghabiskan dana lebih dari Rp 500 ribu.


Selama satu bulan, biaya perawatan masjid menelan setidaknya Rp 200 juta yang sebagian besar digunakan untuk listrik. Sementara, ustadz yang menjadi imam yang berjumlah 6 orang di masjid ini hafidz-hafidz dengan bacaan Al Qurannya seperti di Arab Saudi.


Ahrian mengaku, Masjid Namira sengaja dibangun seperti di Arab Saudi agar masyarakat yang belum berkesempatan datang ke tanah suci atau rindu suasana Masjidil Haram bisa merasakan nuansa itu di masjid ini. Dan bangunan masjid sengaja dibangun minimalis agar bisa didatangi semua golongan dan merasakan hal yang sama. 

Masjid Namira Lamongan saat siang hari Foto: Eko Sudjarwo



"Dengan bangunan yang mirip di Arab Saudi ini, kami berharap semua golongan bisa masuk di masjid ini," tuturnya.


Masjid Namira saat ini salah satu masjid di Lamongan yang menjadi jujugan sejumlah orang untuk beribadah. Saat ramadan, banyak pengunjung yang melakukan ngabuburit di masjid. Sebab, pihak pengurus menyediakan takjil bagi yang datang. Dan bagi pengunjung bisa mengikuti salat tarawih yang digelar sebanyak 2 kali. Dengan imam salat tarawih yang sengaja didatangkan dari timur tengah. Tak hanya jadi jujugan untuk ngabuburit dan salat, masjid milik perseorangan ini seringkali digunakan sebagai tempat akad nikah, pengajian dan lain-lain.


Salah seorang jamaah yang biasa beribadah di masjid Namira, Faisol mengaku senang beribadah di masjid ini karena suasana dan nuansanya yang khas. Faisol mengaku bisa merasakan suasana beribadah seperti di tanah suci meski belum pernah ke tanah suci. "Suasana khas dan arsitekturnya mengingatkan kita akan masjid-masjid di tanah suci," terangnya. 


Sementara pengunjung asal Sidoarjo, Mayang (40) mengaku saat rindu Baitulloh, dirinya bersama suami dan anak-anaknya sengaja datang ke Masjid Namira. "Kalau kangen Masjidil Haram, saya dan keluarga sengaja datang ke masjid ini. Benar-benar bisa merasakan nuansa Mekkah dan Madinah kalau sudah ada di sini," jelas Mayang terkagum-kagum.

Masjid Namira di Lamongan Foto: Eko Sudjarwo





Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!

Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:



لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.


"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."



Lathaiful Ma'arif, hlm. 19




 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :