" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Senin, 16 Oktober 2017

*Menanam*




Kalau ingin memelihara kupu-kupu, jangan tangkap kupu-kupunya, pasti sulit dan melelahkan. Tetapi tanamlah bunga.

🌺🌷🌺🌷

Maka kupu-kupu 🦋🦋🦋 akan datang sendiri, dan membentangkan sayap-sayapnya yang dijamin indah, bukan hanya kupu-kupu yang datang, tetapi dengan teman-temannya, si lebah,.....  si capung.... dan lainnya, juga akan datang,
*menambah warna warni keindahan.*...

Sama halnya dalam kehidupan di dunia ini...

Ketika kita ingin kebahagiaan dan keberuntungan yang natural, hakiki, dan abadi. 
Tanam saja kebaikan demi kebaikan, kebajikan demi kebajikan.
Pasti kebahagiaan dan keberuntungan akan dilimpahkan oleh Allah Swt, bukan hanya satu .. tetapi,
BANYAK KEBAIKAN DAN KEBERUNTUNGAN...

Oleh karena itu, selagi kita
masih diberi hidup dan kehidupan, mari kita membangun taman-taman bunga kita.

*_TANAMLAH KEBAIKAN... MAKA PADA SAATNYA_ ...*
   *_KITA AKAN MENUAI KEBAIKAN_*

Semoga bermanfaat...

Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!

Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:



لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.


"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."



Lathaiful Ma'arif, hlm. 19




 
 


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :