" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Minggu, 20 Agustus 2017

QURBAN UNTUK ORANG YANG SUDAH MENINGGAL

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



Apakah boleh berkurban kemudian pahalanya dihadiahkan (diatas-namakan) orang tua yang sudah wafat?

1. Berkurban untuk orang yang sudah meninggal dikarenakan wasiat atau nadzar si mayyit, jika mati nanti agar disisihkan sebagian dari harta warisannya untuk menyembelih hewan qurban,
*maka berqurban seperti ini sah, dan pahalanya sampai ke mayit, insya Allah.*

2. Seseorang berqurban atas namanya sendiri kemudian pahalanya disertakan untuk keluarganya yang masih hidup, atau orang tuanya yang sudah wafat.

Difatwakan Syekh Utsaimin rahimahullah:

*أن يضحي الرجل عنه وعن أهل بيته وينوي بهم الأحياء والأموات ، ( وهذا جائز) وأصل هذا تضحية النبي صلى الله عليه وسلّم عنه وعن أهل بيته وفيهم من قد مات من قبل*

_"Seseorang berkurban untuk dirinya dan disertakan pahalanya untuk keluarganya baik hidup maupun yang sudah mati, *maka hal ini dibolehkan, dasarnya adalah kurbannya nabi untuk dirinya dan untuk keluarganya yg hidup maupun yang sudah wafat*"_.

3. Seseorang berqurban dan diatas namakan orang tuanya, khusus diniatkan oleh anak bahwa yang berqurban adalah orang tuanya yang sudah wafat.

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma :

*أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ أُمّـِيْ افْـتُـلِـتَتْ نَـفْسُهَا (وَلَـمْ تُوْصِ) فَـأَظُنَّـهَا لَوْ تَـكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، فَـهَلْ لَـهَا أَجْـرٌ إِنْ تَـصَدَّقْتُ عَنْهَا (وَلِـيْ أَجْـرٌ)؟ قَالَ: «نَعَمْ» (فَـتَـصَدَّقَ عَـنْـهَا)*

_Bahwasanya ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya ibuku meninggal dunia secara tiba-tiba (dan tidak memberikan wasiat), dan aku mengira ia akan bersedekah. Apakah ia memperoleh pahala jika aku bersedekah atas namanya? Rasul menjawab, “Ya, (maka bersedekahlah untuknya)._"  (HR. Bukhari-Muslim)

Mari Ayah..., mari Bunda..., 

Iedul Qurban *tinggal 2 hari lagi!* 

Mari memampukan diri membeli & menyembelih hewan qurban, *agar orgtua kita yg sudah wafat sekalipun masih bisa mdapatkan banyak kebaikan di alam kuburnya, insya Allah...*

*Semoga sgala niat baik Ayah & Bunda mendapatkan balasan dari Allah berupa diterimanya amal shalih si mayyit, dilapangkan kuburnya, dan dimasukkan ke dalam golongan ahli syurgaNya, aamiin...*

Barakallahu fiikum...

Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :

alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :