" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Senin, 14 Agustus 2017

Milik Orang Tua

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!




Anta wa maluka liabika.Anda dan harta kekayaan anda adalah milik bapakmu.

Dalam hadis riwayat Thabrani dari Jarir RA, ada
seorang anak muda mengadu kepada Rasulullah SAW. Ia berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku ingin mengambil hartaku.”
Mendengar pengaduan anak muda itu, Rasul
berkata, “Pergilah kamu dan bawa ayahmu kesini!” Setelah anak muda itu berlalu, Malaikat Jibril turun menyampaikan salam dan pesan Allah kepada beliau. Jibril berkata; “Ya, Muhammad,Allah 'Azza wa Jalla menyampaikan salam
untukmu, dan berpesan, kalau orang tuanya
datang, engkau harus menanyakan apa-apa yang dikatakan dalam hatinya dan tidak didengarkan oleh telinganya.”

Tak lama, anak muda itu datang bersama ayahnya. Rasulullah kemudian bertanya orang tua
itu. “Mengapa anakmu mengadukanmu? Apakah benar engkau ingin mengambil uangnya?”
Sang ayah yang sudah tua itu menjawab,
“Tanyakan saja kepadanya, ya Rasulullah.

Bukankah saya menafkahkan uang itu untuk
beberapa orang ammati (saudara ayahnya) atau khalati (saudara ibu)-nya, dan untuk keperluan saya sendiri?”Rasulullah bersabda lagi, “Lupakanlah hal itu.
Sekarang ceritakanlah kepadaku apa yang
engkau katakan di dalam hatimu dan tak pernah didengar oleh telingamu.”
Maka wajah keriput lelaki tua itu pun menjadi
cerah dan tampak bahagia. Dia berkata, “Demi Allah, ya Rasulullah, dengan ini Allah SWT
berkenan menambah kuat keimananku dengan kerasulanmu. Memang saya pernah menangisi nasib malangku dan kedua telingaku tak pernah mendengarnya.”

Rasulullah mendesak, “Katakanlah, aku ingin
mendengarnya.”Orang tua itu berkata dengan air mata yang berlinang. “Saya mengatakan kepadanya kata-kata ini, 'Aku mengasuhmu sejak bayi dan memeliharamu waktu muda. Semua hasil jerih-payahku kau minum dan kau reguk puas. Bila kau sakit di malam hari, hatiku gundah dan gelisah. Lantaran sakit dan deritamu, aku tak bisa tidur dan resah, bagai akulah yang sakit, bukan kau yang menderita.”

“Lalu air mataku berlinang-linang dan mengucur deras. Hatiku takut engkau disambar maut,
padahal aku tahu ajal pasti datang. Setelah
engkau dewasa, dan mencapai apa yang kau cita-citakan, kau balas aku dengan kekerasan,
kekasaran dan kekejaman, seolah kaulah
pemberi kenikmatan dan keutamaan.”
“Sayang, kau tak mampu penuhi hak ayahmu,kau perlakukan aku seperti tetangga jauhmu.

Engkau selalu menyalahkan dan membentakku,seolah-olah kebenaran selalu menempel di dirimu.
Seakan-akan kesejukan bagi orang-orang yang benar sudah dipasrahkan.”Selanjutnya Jabir berkata, “Pada saat itu Nabi langsung memegangi ujung baju pada leher anak itu, seraya berkata, ‘Engkau dan hartamu milik ayahmu!”

Dari kisah ini, kita bisa mengambil pelajaran
bahwa ketika sudah besar, sebagai anak kadang kita lupa kepada orang tua yang telah berjuang mencari nafkah untuk kita. Ayah kita
memberikan segala apa yang dimilikinya tanpa pernah meminta kembali.

Sedangkan kita, ketika akan memberikan sesuatu untuk ayah dan ibu, begitu banyak pertimbangan.
Tak jarang, kita mencari dan membuat berbagai alasan agar kepunyaan yang dimiliki tidak
berpindah kepada orang tua kita.

Dalam kesempatan ini, marilah kita terus
mencintai dan menyayangi keduanya, sebelum
mereka pergi meninggalkan kita untuk selamanya.

Insyaallah bermanfaat dan menjadi Motivasi bagi kehidupan Kita
Bagikan Artikel Ini Kepada Teman-Teman-mu
Yang Belum Mengetahui Tausyiah Ini.

Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :

alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :