" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Sabtu, 10 Juni 2017

Sebagian Rahasia Do’a Lailatul Qadar

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!


Kenapa Rasulullah saw mengkhususkan do’a tertentu pada saat kita berharap Lailatul Qadar?
Sudah jamak diketahui bahwa do’a khusus pada malam yang diharapkan sebagai Lailatul Qadar adalah sebagaimana tersebut dalam riwayat berikut:
عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّهَا سَأَلَتْ رَسُولَ اللَّهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَتْ: إِنْ وَافَقَنِي لَيْلَةُ الْقَدْرِ فَمَاذَا أَقُولُ؟ فَقَالَ: «قُولِي اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي» (رواه أحمد [25384]، والترمذي [3513]، والنسائي في الكبرى [10708، 10709، 10710]).
Dari ‘Aisyah, bahwasanya dia bertanya kepada Rasulullah saw, ia berkata: “Jika aku menepati Lailatul Qadar, apa yang aku ucapkan?”. Rasulullah saw bersabda: “Ucapkan: Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”.
(Hadits shahih diriwayatkan oleh Ahmad [25384], At-Tirmidzi [3513] dan An-Nasa-iy dalam As-Sunan al-Kubro [10708, 10709, 10710].

Kenapa do’a di atas yang perlu diperbanyak, diulang-ulang dan dipersering?
Perlu diketahui, bahwa, kosa kata kunci pada do’a yang diajarkan oleh Rasulullah tersebut adalah kosa kata: al-‘afwu.
Kosa kata al-‘afwu ini bisa berarti:
  1. Al-‘Afwu fil abdan (العفو في الأبدان),
  2. Al-‘Afwu fil adyan (العفو في الأديان), dan
  3. Al-‘Afwu min Ad-Dayyan (عفوٌ من الديان).
ِAl-‘Afwu fil Abdan (العفو في الأبدان), atau istilah gampangnya adalah ‘afiyat yang berkaitan dengan fisik dan badan. Hal ini mencakup tiga hal, yaitu:
  1. Sembuhnya fisik dan badan dari segala macam penyakit,
  2. Amannya fisik dan badan dari berbagai hal yang mengancam,
  3. Serta Selamatnya fisik dan badan dari berbagai bencana dan hal-hal buruk yang tidak diinginkan.
Jadi, dengan mengucapkan do’a: Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annimenurut makna al-‘afwu yang ini, artinya adalah kita telah meminta dan memohon kepada Allah SWT, agar Dia berkenan memberikan kesembuhan kepada kita dari berbagai penyakit, memberikan rasa aman dari segala yang mengancam dan memberikan keselamatan kepada kita dari segala hal yang buruk yang bisa menimpa diri kita, amin.
Al-‘Afwu fil Adyan (العفو في الأديان), atau istilah gampangnya adalah ‘afiyat yang berkaitan dengan keber-agama-an kita. Maksudnya, dengan do’a ini, kita telah meminta kepada Allah SWT agar senantiasa memberikan taufiq, hidayah, bimbingan, kekuatan dan pertongan kepada kita dalam urusan kehidupan beragama, ibadah, ketaatan, amal shalih, ketaqwaan dan semua urusan ubudiyyah kita.
jadi, dengan mengucapkan do’a: Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annimenurut makna al-‘afwu yang ini, artinya adalah kita telah meminta dan memohon kepada Allah SWT, agar Dia berkenan memberikan taufik, hidayah, bimbingan, kekuatan dan pertolongan, agar kita semakin baik dalam menjalani kehidupan beragama dan dalam menghambakan diri kepada-Nya, amin
‘Afwun min Ad-Dayyan (عفوٌ من الديان), maksudnya adalah pemaafan dan pengampunan dari Allah SWT kepada diri kita, sebab, Allah SWT adalah Dzat yang Maha Pemaaf, Pengampun, dan Penghapus segala dosa.
Jadi, dengan mengucapkan do’a: Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annimenurut makna al-‘afwu yang ini, artinya adalah kita telah meminta dan memohon kepada Allah SWT, agar Allah SWT berkenan menghapuskan catatan-catatan dosa kita, memaafkan dan memberikan pengampunan kepada kita.
Secara bahasa, kosa kata al-‘afwu yang ada dalam do’a: Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni juga mempunyai kemungkinan arti yang lain.
Ini berarti kemungkinan makna al-‘afwu yang keempat.
Makna yang keempat dari kosa kata al-‘afwu adalah tambahan, atau kelebihan, atau sesuatu yang banyak atau melimpah).
Karenanya, dalam bahasa Arab, ada istilah: ‘afwul mal, maksudnya adalah tambahan, atau kelebihan, atau harta yang melimpah.
Al-‘Afwu dalam arti ini, juga dipergunakan dalam Al-Qu’ran, yaitu dalam Q.S. Al-Baqarah: 219.
Pada ayat ini disebutkan: yas-alunaka madza yunfiqun? Qulil ‘afwu.
yang dimaksud dengan al;’afwu pada ayat ini adalah adalah: infaqkanlah dari harta yang berlebih dari nafkah pokok mu.
Dengan demikian, ‘al-‘afwu dalam do’a: Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa, fa’fu ‘anni, juga bisa dimaknai: semoga Allah SWT berkenan memberikan kepada kita apa yang kamu minta dan bahkan melebihi dari apa yang kita minta, termasuk dalam urusan harta, amin.
Oleh karena itu, perbanyak ucapan:
« اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي»
Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Dzat Pemberi ‘afwun, yang mencintai sifat ‘afwun, oleh karena itu, berikanlah ‘afwun itu kepada diriku.

Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :