" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Jumat, 02 Juni 2017

"Jangan Tunggu Kaya Untuk Bersedekah Sebaliknya Bersedekahlah Untuk Membuka Pintu Rezeki & Harta"


Saudaraku yang dimuliakan Allah SWT, mungkin anda sudah sering mendapatkan informasi tentang betapa banyak dan utamanya kemuliaan sodaqoh (sedekah). Dan tentu bagi seorang muslim kita semua juga berkeinginan bagaimana agar kita bisa meraih pahala dan keutamaan tersebut. jika rasa itu masih ada maka berbahagialah, berarti Allah SWT masih memberikan kita petunjuk dan pertolongan-Nya kepada kita. Akan tetapi tidak bisa dipungkiri juga bahwa ada banyak diantara kita sering merasa minder dan gamang untuk menjalankan ibadah sedekah tersebut, pasalnya adalah karena mungkin Allah SWT belum memberikan karunia berupa kelapangan harta kepada kita. Pertanyaannya adalah, jika kondisi kita seperti itu apakah masih mungkin kita melakukan sedekah?

Pertanyaan yang sama pernah diajukan oleh sahabat Rasulullah SAW yang merasa iri dan risau karena mereka bukan termasuk orang-orang yang bisa besedekah dengan hartanya. Mereka berpikir bahawa para shahabat yang kaya bisa lebih mudah berbuat kebaikan dengan harta mereka itu. Apalagi di saat itu ibadahnya mereka yang kaya tidak kalah dengan mereka yang kekurangan harta. Sahabat-sahabat utama yang kaya seperti Ustman, Abdurrahman bin Auf, Umar, Abu Bakar dan lainnya adalah para ‘abid (ahli ibadah).

Menghadapi kerisauan para sahabat ini Rasulullah SAW bersabda, ”Bukankah Allah telah menjadikan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir kalian sebagai sedekah? Begitupun dengan memerintah kepada yang makruf dan melarang perbuatan mungkar merupakan bagian dari sedekah.” (HR Muslim).

Subhanallah, jawaban Rasulullah SAW merupakan jawaban abadi bagi kita semua yang ingin bersedekah tetapi minim harta. Karena dari hadist tersebut diatas telah terbuka peluang yang luas sekali bagi kita untuk senantiasa bersedekah, baik di saat lapang maupun di saat kita merasa sempit.

Begitulah Islam yang indah ini memberikan solusi bagi semua umatnya. Akan tetapi tentu saja untuk bisa bersedekah dengan segala macam yang kita bisa tentu membutuhkan “modal” – misalkan saja – Anda ingin menyedekahkan ilmu Anda tentu anda harus punya ilmu dulu. Kata pepatah “Anda tidak bisa memberi kalau anda tidak mempunyai’

Oleh karenanya tantangan bagi kita semua untuk meningkatkan kapasitas diri kita agar bisa menjadikan apa yang kita punyai ini untuk bersedekah. Untuk itu tentu kita harus banyak melakukan musabah atau instropeksi diri: Apakah kita sudah bisa bersedekah dengan harta kita? Apakah kita sudah bisa bersedekah dengan ilmu kita? Apakah kita sudah bisa bersedekah dengan akhlaq kita? Apakah kita sudah bisa bersedekah dengan waktu luang kita? Atau dengan pertanyaan singkat, sudah bermanfaatkah kita kepada lingkungan sekitar kita – bukankah Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain?”

Itulah pertanyaan-pertanyaan yang harus kita jawab sebelum kita bersedekah, jika semua jawaban itu bisa kita jawab dan kita laksanakan, tentu hal itu sebuah keutamaan yang Allah SWT limpahkan kepada kita, kewajiban kita adalah menata niat agar semua itu hanya semata-mata untuk Allah SWT. Namun jika pertanyaan di atas tadi belum bisa kita jawab, maka masih ada kesempatan untuk melakukannya.

Akhirnya mari kita renungkan sabda Rasullah SAW dalam sebuah hadist yang lain, ““Setiap ruas tulang manusia harus disedekahi setiap hari selagi matahari masih terbit. Mendamaikan dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, menolong orang hingga ia dapat naik kendaraan atau mengangkatkan barang bawaan ke atas kendaraannya merupakan sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, setiap langkah kaki yang engkau ayunkan menuju ke masjid adalah sedekah dan menyingkirkan aral (rintangan, ranting, paku, kayu, atau sesuatu yang mengganggu) dari jalan juga merupakan sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wallahua’lam



Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!


Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:



لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.


"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."



Lathaiful Ma'arif, hlm. 19




 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :