" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Sabtu, 24 Juni 2017

DULU AKU INI SIAPA & SEKARANG MAU KEMANA ?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



Tulisan bagus.  Walaupun tidak mudah untuk dilakukan, tetapi baik untuk di *RENUNG*kan

*Dulu...*
Aku sangat *KAGUM* pada manusia yang :
» Cerdas
» Kaya
» Berhasil dalam Karir
» Hidup sukses &
» Hebat  dunianya

*Sekarang...*
Aku memilih untuk mengganti kriteria kekagumanku.
Aku kagum dengan manusia yang hebat di mata ALLOH. Sekalipun kadang penampilannya begitu biasa & sangat bersahaja

*Dulu...*
Aku memilih *MARAH* ketika merasa *harga diriku* dijatuhkan oleh orang lain yang berlaku kasar kepadaku & menyakitiku dengan kalimat2 sindiran.

*Sekarang...*
Aku memilih untuk 
*BERSABAR*. Karena aku yakin *ada hikmah lain* yang datang dari mereka, ketika aku mampu untuk  *bersabar*

*Dulu...*
Aku memilih *MENGEJAR DUNIA* & *menumpuknya* sebisaku.
Ternyata aku sadari, kebutuhanku hanyalah
 *makan & minum* untuk hari ini.

*Sekarang...*
Aku memilih untuk *BERSYUKUR & BERSYUKUR* dengan apa yang ada, & memikirkan bagaimana aku bisa *mengisi waktuku*, dengan apa yang bisa aku lakukan / perbuat & bermanfaat *untuk sesamaku*.

*Dulu...*
Aku berpikir bahwa aku bisa *MEMBAHAGIAKAN* 
» Orang tua
» Saudara &
» Teman2 ku
jika aku berhasil dengan duniaku. Ternyata yang membuat mereka bahagia *bukan itu*, melainkan : 
» Ucapan
» Sikap
» Tingkah laku &
» Sapaanku kepada mereka. 

*Sekarang...*
Aku memilih untuk *'membuat mereka bahagia'* dengan apa yang ada padaku, karena aku ingin ke-manfaat-an ku ditengah-tengah mereka.
*(Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfa'at buat manusia lainnya)*.

*Dulu...*
Fokus pikiranku adalah membuat *RENCANA2 DAHSYAT* untuk *duniaku*, tetapi,
ternyata aku menjumpai teman2 & saudara2ku begitu *cepat menghadap kepada-NYA*.

*Sekarang...*
yang menjadi *fokus pikiran* & *rencana2* ku adalah : *bagaimana agar hidupku dapat berkenan di mata ALLOH, jika suatu saat nanti diriku *dipanggil oleh-NYA* 

*Τak ada yang dapat menjamin* bahwa *aku* dapat menikmati *teriknya matahari esok pagi*.

*Τak ada yang  bisa memberikan jaminan kepadaku* bahwa *aku* masih bisa *menghirup udara besok hari*.

Jadi apabila *hari ini & esok hari* aku masih hidup, itu adalah karena *kehendak & anugerah NYA  semata*.
Jadi bukan kehendak siapa2.

*Renungan ini* mengintropeksi kita, agar lebih mawas diri bahwa :
*DULU aku ini siapa?*
dan
*SEKARANG aku mau kemana?*

Mari kita renungkan

Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :

alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)




TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19





Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :