" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Jumat, 02 Juni 2017

Berharap Bertemu Ramadhan Kembali





Setiap Habis Rama­dhan

Oleh: Taufik Ismail

Setiap habis rama­dhan

Hamba rindu lagi ramadhan

Saat-saat padat beribadah

Tak terhingga nilai mahalnya

Setiap habis ramadhan

Hamba cemas kalau tak sampai

Umur hamba di tahun depan

berilah hamba kesempatan

Setiap habis Ramadhan

Rindu hamba tak pernah menghilang

Mohon tambah umur setahun lagi

Berilah hamba kesempatan

Alangkah nikmat ibadah bulan Ramadhan

Sekeluarga, sekampung, senegara Kaum muslimin dan muslimat se dunia

Seluruhnya kumpul di persatukan

Dalam memohon ridho-Nya.

Tidak terasa Ramadhan sudah meninggalkan kita semua. Begitu cepat terasa perpisahan dengan bulan Mubarok. Bulan mulia yang penuh barokah dan ampunan. Harusnya kita sering merenung, apakah kita sudah memanfaatkan dan mengisi bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknyanya? Atau malah ‘memperlakukan’ Ramadhan seperti bulan biasanya? Shalat kita mungkin tak beda dengan saat shalat selain Ramadhan, shaum kita tak sempurna, shadaqah kita dihiasi dengan sikap riya’, dan amalan lainnya yang kita khawatir sia-sia belaka. Naudzubillah min dzalik. Semoga kita semua termasuk hamba-hamba Allah Swt. yang pandai bersyukur atas segala nikmat yang diberikanNya. Memanfaatkan Ramadhan sebaik mungkin demi mengumpulkan pahala. Semoga.

Bukankah tidak semua orang diberikan karunia bertemu dengan Ramadhan di Tahun ini, Banyak diantara teman kita, saudara, atau ustad yang Ramadhan dulu masih menikmati Ramadhan dan sekarang sudah kembali kepada-Nya. Siapa yang menjamin umur kita samapi pada Ramadhan tahun depan? Sebagai salah satu rasa sykur kita mendapat jamuan Allah di bulan Ramadhan tahun ini, marilah kita teruskan amalan-amalan bulan Ramadhan di 11 bulan berikutnya. Semoga kita dipertemukan kembali di Ramadhan tahun depan.

Ramadhan telah berlalu, Bagaimana keadaan kita?

Kita merasa sangat senang dan gembira ketika melihat manusia berbondong-bondong ke masjid untuk shalat jamaah dibulan Ramadhan, masjid-masjid penuh, Al Quran dilantunkan siang malam, orang-orang berlomba untuk bersedekah dan melakukan berbagai amal kebaikan, akan tetapi kita terheran-heran setelah ramadhan lewat kita tidak mendapati lagi pemandangan yang sangat menyejukan ini, secara tidak langsung seolah-olah mereka mengatakan bahwa ibadah, taubat dan amalan-amalan ibadah lain itu hanya dilakukan dibulan suci ramadhann saja, memang ramadhan merupakan bulan paling mulia diantara bulan-bulan lain, oleh karena itu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sangat rajin beribadah ketika datang bulan suci ini, akan tetapi beliau juga beribadah dibulan-bulan lain, hanya saja beliau lebih giat ketika datangnya bulan ini dan beliau sering berdoa dengan doa ini:”Dan aku berlindung dari kemunduran (dalam beribadah) setelah kesungguhan melakukannya (keistiqomahan)”. Allah juga berfirman: Dan janganlah kalian manjadi seperti seorang wanita yang mengurai benang-benang setelah ia memintalnya dengan kuat (QS. An Nahl: 92)

Jangan sampai kita tertipu dengan amalan-amalan yang telah kita kerjakan dibulan ramadhan dan merasa puas dengan apa yang telah kita lakukan sehingga kita berhenti beramal setelahnya, memang kita harus mensukuri nikmat Allah yang telah memudahkan kita untuk melakukan ketaatan didalamnya, tapi yang jauh lebih penting dari itu adalah kita memohon kepada-Nya agar kita bisa istiqamah dan meningkatkan kwalitas pribadi kita setelah ramadhan berlalu, agar kita bisa mencapai derajat ketakwaan, karena itulah sebenarnya tujuan inti dari puasa ramadhan. Orang yang senang bersantai-santai dan bermalas-malasan sesungguhnya ia telah kehilangan makna istirahat, karena ia akan menyesal dikemudian hari dan sengsara berkepanjangan.Dikatakan : “Jika engkau tidak ingin capek maka maka beramalah semaksimal mungkin agar engkau tidak capek dikemudian hari”

Allah berfirman: ” Jika engkau telah selesai melakukan sesuatu maka kerjakanlah yang lain” (QS. Al Insyirah: 8)

Karena seorang pemalas tidak akan menunaikan hak dengan sepenuhnya, sedangkan orang cerdas adalah orang yang merendahkan dirinya dan beramal untuk kehidupan akhirat, dan orang lemah adalah orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya dan banyak berangan-angan.Sesungguhnya manusia telah diciptaklan dalam keadaan susah payah, dan jiwa yang baik akan berusaha untuk mendekatkan diri kepada Rabbnya, dan hal terpenting yang akan membantu seseorang untuk konsisten dan istiqamah dalam ketaatan adalah jangan sampai membebani diri dengan sesuatu yang tidak mampu memikulnya, sebaik-baik amal adalah yang dilakukan secara kontinyu sekalipun sedikit, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,. Bersabda: “Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidaklah ada seorangpun yang mempersulitnya kecuali ia akan mengalahhkannya” (HR. Bukhari).

Beliau juga bersabda: “Wahai manusia lakukanlah amal kebaikan yang engku mampu, karena sesungguhnya Allah tidak akan merasa bosan hingga engkau bosan, dan sesungguhnya amal yang paling Allah cintai adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus sekalipun serdikit” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ramadhan merupakan madrasah yang seharusnya mengeluarkan generasi-generasi terpelajar dan disiplin, seseorang yang telah lulus dari sekolahan ini hendaknya kwalitas keimanan dan ketakwaanya akan meningkat, ia telah dibiasakan untuk menahan hawa nafsu, shalat malam dan bersedekah serta berbagai macam amalan shalih lainnya, seharusnya setelah ia keluar dari bulan ini ia akan terus melakukannya dan jika perlu mengingkatkannya kejenjang yang lebih tinggi, agar ia termasuk orang yang beruntung, karena barang siapa yang hari ini sama dengan kemarin maka ia termasuk orang yang merugi, apalagi jika amalannya lebih buruk maka hal itu merupakan kerugian diatas kerugian, kita memohon kepada Allah swt., agar selalu ditolong dan dibimbing kejalan yang lurus dan menjadi hamba-hamba Nya yang selalu diridhai. Amin. 
“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidupku. Seandainya Engkau berketetapan sebaliknya, maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yang dirahmati bukan yang sia – sia semata”


Bulan Rajab adalah salah satu dari 4 bulan mulia (asyhurul hurum) sebagaimana yang disebutkan dalam al-Qur’an dan Hadis. Ketika masuk pada bulan Rajab, kita dianjurkan berdoa dengan doa bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan sebagai berikut:


الّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ


“Allaahumma baariklanaa fii Rajaba wa Sya’baana wa ballighna Ramadhana.”

artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban ini, dan sampaikanlah umur kami bertemu Ramadhan.”

Selain membaca doa bulan Rajab di atas, kita juga sebaiknya mempersiapkan diri dengan memperbanyak amalan amalan sholeh yang dianjurkan, seperti memperbanyak istighfar, tasbih dan dzikir-dzikir yang lain. Juga bisa kita laksanakan puasa pada bulan ini meski tidak secara khusus untuk puasa Rajab, tapi kita bisa melaksanakannya pada beberapa hari yang memang disunnatkan, seperti puasa senin kamis. Dengan demikian kita sudah bersiap-siap pula untuk menyambut Ramadhan tahun ini.


Semoga ALLAH senantiasa memberkahi kita di bulan Rajab dan Sya’ban ini dan mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah. Amin…

Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!


Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:



لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.


"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."



Lathaiful Ma'arif, hlm. 19




 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :