" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Rabu, 12 April 2017

Waspada Penggunaan Shortening Dari Lemak Babi Pada Roti

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK



Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



(Ilustrasi) Roti yang telah berjamur

Banyak orang suka menikmati roti dengan tekstur yang lembut, dan rasanya enak, sesuai selera. Nah, agar dapat dihasilkan roti dengan rasa lezat yang diinginkan itu, maka dalam proses pembuatannya, digunakan bahan antara lain shortening.  Shortening itu sendiri merupakan bahan dari lemak yang dipergunakan dan dicampur dengan adonan roti agar roti yang dihasilkan menjadi lembut, berasa enak, gurih dan pulen.

Adonan untuk roti kalau hanya dari tepung gandum, hasilnya niscaya keras, kurang atau bahkan tidak enak untuk dikonsumsi. Dalam kajian yang dilakukan oleh LPPOM MUI, Lemak untuk shortening itu bisa berasal dari bahan nabati, dan bisa juga dari lemak hewan. Nah, kalau dari lemak hewan, maka harus dikaji dan diteliti lebih lanjut, apakah hewannya halal, seperti lemak dari ayam, kambing, atau sapi. Atau justru dari lard babi. Karena dari pengalaman di lapangan, ada temuan bahwa shortening itu ada yang dibuat dengan bahan berasal dari lemak atau lard babi.
Penelusuran Secara Komprehensif
Kepala Bidang Pelatihan LPPOMMUI, Ir Nur Wahid M.Si., dalam pengantarnya pada pembukaan Pelatihan Sistim Jaminan Halal (SJH), 27 Oktober 2015 di Kantor LPPOM MUI, Global Halal Centre (GHC) Bogor, menyatakan, dengan audit yang dilakukan dalam proses sertifikasi halal oleh LPPOM MUI, kesemua bahan dari lemak itu diteliti secara mendalam, dan ditelusuri dengan beberapa tahapan yang sangat hati-hati. Sebab, bahan tersebut merupakan titik-titik kritis keharaman produk yang dihasilkan.
Penelusuran dilakukan secara komprehensif, dengan menelaah dokumen-dokumen terkait produksi bahan yang dihasilkan. Seperti dokumen pemesanan dan pembelian bahan baku. Juga dokumen penerimaan bahan dan penggunaan bahan tersebut di pabrik, dst. Lalu dicocokkan dengan temuan di lapangan. Sehingga dengan temuan yang diperoleh, pihak perusahaan niscaya tidak dapat berkelit, kalau ada hal-hal yang dianggap diragukan.
Kalau bahan dari lemak, maka harus diketahui dengan pasti, apakah itu merupakan lemak nabati, dari tumbuhan; ataukah lemak hewani, yakni berasal dari lemak hewan. Kalau dari lemak hewan, harus ditelaah lagi, apakah hewannya itu babi yang diharamkan dalam Islam, ataukah dari sapi atau hewan lain yang halal dikonsumsi bagi umat Muslim.
Lebih lanjut lagi, kalaupun lemak itu berasal dari hewan sapi yang halal, tetap mengemuka pertanyaan yang krusial dan sangat menentukan; apakah sapi itu disembelih sesuai dengan kaidah syariah, atau tidak.
Menurut ketentuan MUI, penyembelihan sesuai dengan kaidah syariah harus memenuhi syarat yang ketat.  “Dari sini dapat dipahami, menikmati roti dengan selera yang diinginkan, walaupun secara sekilas tampak sederhana, namun harus diwaspadai, agar dapat terhindar dari konsumsi produk yang haram,” ujar Nurwahid lagi menandaskan kepada para peserta pelatihan.
Pelatihan SJH telah menjadi agenda rutin LPPOM MUI, diselenggarakan bagi para auditor halal internal perusahaan yang telah mendapat Sertifikat Halal MUI, maupun yang baru mengajukan proses sertifikasi halal. Sekaligus juga sebagai persyaratan bagi pihak perusahaan dalam proses sertifikasi halal. (Usm/halalmui)

Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :