" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Minggu, 09 April 2017

UJIAN KEIMANAN DI BALIK KENIKMATAN

I REALLY LIKE THIS LINK




Bismillaah.



NIKMAT, TAPI…



Sudah merupakan suatu hal yang maklum, bahwa rumah adalah nikmat dari Allah ta’ala yang sangat besar. Kita merasakan sekian banyak manfaat dari nikmat yang satu ini. Menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan, melindungi dari marabahaya, sebagai tempat aktivitas keluarga, tempat pembinaan anak dan lain-lain.



Namun, apabila kita cermati baik-baik berbagai komponen sebuah rumah, maka akan tampak jelas, bahwa di balik nikmat yang besar tersebut terdapat berbagai macam ujian keimanan yang sangat dahsyat. (Ujian tersebut biasa disebut dengan FITNAH).



Hal ini sesungguhnya bukan suatu hal mengherankan, karena sudah merupakan sunnatullah bahwa kehidupan dan kematian adalah ujian bagi kita. (Lihat: 📑QS. Al-Mulk: 2).


الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ



"Dan ujian itupun beraneka ragam, mulai dari kesulitan-kesulitan hidup, sampai kenikmatan dan kesenangan hidup." (Cermati: 📑QS. Al-Anbiya’: 35).


وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً



KENALILAH HAKIKAT NIKMAT, INSYAALLAH ANDA AKAN SELAMAT!



Dengan mengetahui hakikat sebuah nikmat, kita bisa mendapatkan berbagai manfaat. Di antaranya :



1. Kita akan mampu mensyukuri nikmat tersebut dengan cara yang benar.



2. Akan menghindarkan diri dari rasa iri terhadap saudara atau teman kita, apabila mereka mendapatkan suatu nikmat yang tidak kita dapatkan. Karena hakikatnya mereka sedang diuji dengan ujian yang besar.



3. Menumbuhkan kesadaran dalam diri kita, sehingga tidak terlena dengan segala bentuk kenikmatan yang kita dapatkan, dan senantiasa waspada akan besarnya fitnah (ujian) di balik kenikmatan tersebut.



APAKAH UJIAN ITU?



Mari kita cermati bersama komponen-komponen sebuah rumah, yang pada hakikatnya adalah ujian kehidupan :



1. Bangunan rumah, tanah pekarangan, kendaraan, hewan piaraan, dll yang merupakan HARTA.



Sebagaimana telah maklum bahwa harta adalah fitnah bagi seorang manusia. (Baca: 📑QS. At-Taghabun: 15).



إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ



Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam juga telah menerangkan pada kita, bahwa ujian umat ini terletak dalam harta.


إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ



“Sesungguhnya setiap umat diuji, dan ujian umatku ini adalah dengan harta”.  (📓HR Tirmidzi dari Ka’ab bin ‘Iyadh radhiyallahu ’anhu dan isnadnya dinyatakan sahih oleh al-Hakim)



Bahkan diterangkan bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh fitnah harta sangat besar.



مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِي غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ



“Tidaklah marabahaya yang dialami seekor kambing manakala diserang dua serigala yang kelaparan, lebih parah dibandingkan marabahaya yang terjadi pada agama seseorang akibat kerakusan dia terhadap harta dan kedudukan”.  (📓HR.Tirmidzi dari Ka’ab bin Malik radhiyallahu ’anhu. At-Tirmidzy menilai hadits ini hasan sahih)



2. Anak



Sebagaimana harta, anak pun juga fitnah yang tidak kalah dahsyatnya bagi seorang muslim. (Lihat: 📑QS. At-Taghabun: 15 dan QS. Al-A’raf: 190)


إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ


فَلَمَّا آَتَاهُمَا صَالِحًا جَعَلَا لَهُ شُرَكَاءَ فِيمَا آَتَاهُمَا فَتَعَالَى اللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ



Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menerangkan bagaimana seorang anak bisa merubah sikap dan pola berpikir seseorang dalam sabdanya,


الْوَلَدُ مَحْزَنَةٌ مَجْبَنَةٌ مَجْهَلَةٌ مَبْخَلَةٌ



“Anak itu bisa menyebabkan seseorang menjadi sedih, pengecut, bodoh dan kikir”.  (📓HR.Thabrani dari Khaulah binti Hakim dan dinyatakan sahih oleh al-Albany)



3. Istri



Istri pun merupakan ujian berat bagi seseorang. Bahkan sebagian istri bisa menjadi musuh bagi suaminya. (Cermati: 📑QS. At- Taghabun: 14).



BAGAIMANA SIKAP KITA?



Setelah mengetahui hakikat ini, bukan berarti kita harus menjual rumah kita atau meninggalkannya. Juga bukan pula kita harus menceraikan istri atau mengusir anak kita, tidak mendidiknya atau bahkan tidak menikah dan tidak punya anak. Karena sejatinya kita pun merupakan ujian yang berat bagi anak dan istri kita. (Baca: 📑QS. Al-Furqon: 20).


وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا



Namun langkah dan sikap yang tepat adalah:  mensyukuri nikmat-nikmat tersebut dengan benar dan memohon kepada Allah ta’ala agar mengaruniakan kemudahan dan taufik dalam mendidik istri juga anak.



Wallahu a'lam



Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



 
 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.blogspot.com #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :