" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Sabtu, 29 April 2017

Seorang IBU tanpa bekal Agama

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!




Masya Allah.. 

Ketampar sama artikel yang ada di salah satu grup WA 

Seorang ibu insyaallah ga akan ada NIAT menjerumuskan anaknya ke sesuatu yg mudharat apalagi *SENGAJA* ingin mencelakakan dunia akherat anak anaknya.

Tapi... *seorang ibu tanpa bekal agama saat mendidik anak sangat mungkin melakukan hal yg sebaliknya*.

Berapa banyak justru seorang ibulah yg menyuruh anaknya yg masih kecil belajar naik motor atau naik mobil dan *bangga saat kecil2 udah bisa anter2 ke pasar*.

Berapa banyak justru seorang ibulah yg menyuruh anak gadisnya *dandan cantik* setiap keluar rumah dan *bangga saat anaknya memiliki pacar*.

Berapa banyak justru seorang ibulah yg mengantar anaknya ikut *lomba2 kontes model umbar aurat dan bangga saat anaknya menjadi artis*.

Berapa banyak justru seorang ibulah yg sengaja *menyuap ke kantor2 / pns supaya menerima anaknya bekerja dan bangga saat anaknya memegang jabatan yg tinggi dengan hasil yg curang*.

Berapa banyak justru seorang ibulah yg dengan rasa *kasihan dan tidak teganya* enggan membangunkan anaknya untuk shalat subuh dan isya meskipun sudah baligh *tanpa berfikir gimana nasib anaknya kelak di neraka*.

Berapa banyak justru seorang ibulah yg membujuk suaminya untuk *membelikan anak2nya gadget laptop maupun tivi* di kamar masing2 spy anak tidak ketinggalan informasi nyatanya benda2 tsblah yg *menjadi jalan anaknya mengenal pornografi dan kecanduan game*.

Berapa banyak justru seorang ibulah yg lebih senang mengajarkan anaknya *nyanyian2 dan tarian2 yg sebenarnya dilarang dalam islam* dibanding khusus *mengajarkan lafadz2 Quran* dan *bangga saat anaknya masih kecil fasih meniru2 lirik dan gerakan orang dewasa*.

Berapa banyak justru seorang ibulah yg menjejali anaknya dengan *aneka les2 pengetahuan dunia tapi enggan mengajarkan perkara shalat ngaji dan ibadah lain* pada anak2nya dan bangga anaknya menjadi *orang "bergelar" tapi bahkan ga tau doa masuk wc*.

Berapa banyak justru seorang ibulah yg *mendoakan anaknya supaya jadi orang yg berguna bagi umat tapi saat ujian mencari2 bocoran jawaban UN* untuk anaknya, atau *bangga jika anaknya lulus meskipun dia sadar telah melakukan kecurangan dengan cara menyogok*.

Berapa banyak seorang ibu yg membelikan pakaian2 sexy dan pernak-pernik agar anaknya tampil cantik.


Wahai ibu engkaulah yg paling dekat dengan anak2 mu di banding dengan suami mu.
.

Wahai ibu...sebab itulah engkau di juluki sebagai "AL UMMU MADRASAH AL ULA" (Ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya)

Dan *"kejahilan2" seorang ibu yg dilakukan krn minimnya agama*.

*Anak anak itu amanah.*

Tidakkah engkau sayangkan mengandungnya 9 bulan penuh perjuangan dan kesakitan, namun mengapa begitu anak mu sudah besar engkau biarkan auratnya terumbar, engkau biarkan ia di zinai pacarnya berkali2, engkau biarkan dia melakukan maksiat dan dosa.


Wahai ibu.. janganlah engkau Didik anak mu sesuai nafsu dunia, tapi Didik ia menjadi anak yg sholehah,
.
Wahai ibu... Segeralah dan cegahlah anak mu di jalan yg salah, sebelum semua terlambat dan engkau akan menyesalinya dunia dan akhirat,
.

Wahai ibu... Ayo segera singkirkan baju2 anak gadis mu yg ketat, sexy dan mengumbar aurat, sebelum ia kenakan terus dan menjadi santapan para laki2,

Hanya boleh *dididik sesuai keinginan yg Menitipkan*.
Bukan sesuai hawa nafsu kita.

Rem hawa nafsu kita yg sifatnya duniawi.
*Ingat untuk apa kita dan anak2 kita diciptakan.*

Dan kelak pasti semua kembali pada kita.
*Hisab detail akan apa yg telah kita ajarkan.*
Kebaikan akan kembali.
Keburukan akan kembali.

*Perbanyak istighfar.*
*Belajar dan kaji ilmu agama.*
*Jadikan Quran dan Hadits sbg pedoman hidup.*
*Amalkan dan ajak seisi rumah amalkan juga.*

Kita *ga bisa lolos dari hisab* dengan alasan "maaf saya ga tau kalo harus ajari ini itu"
Karena *perintah menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim*.

*Tidak terhenti saat kita menikah, tidak terhenti saat kita jadi nenek kakek, terus smpe kita meninggal.*

*Jadikan* diri kita setiap harinya pencari ilmu.
Ada rasa ingin tau yg besar thdp hukum2 islam.
*Bukan* untuk mendebat dan merasa paling tau, *tapi* untuk diamalkan dalam hidup kita sehari2.

_*Barakallahu fiikum.*_
Semoga bermanfaat


Copast.

Nb : Begitu juga seorang bapak tanpa bekal agama dalam mendidik anaknya, bahkan tanggung jawabnya dihadapan Allah lebih berat karena seorang bapak adalah pemimpin keluarga.



Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :


alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)





TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19





Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar