" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Selasa, 04 April 2017

KATA BIJAK SYEKH ABDUL QODIR JAELANI




#Ibroh

Bismillaahirrahmaanirrahiim

@ Allah Karim

"Selama hidup di dunia ini, yang terbaik adalah menyelamatkan hati dari buruk sangka." (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

“Orang yang beriman selalu menyembunyikan apa yang ada padanya. Jika lisannya terlanjur mengucapkan sesuatu yang kurang baik, maka ia segera memperbaiki ungkapan yang di ucapkan itu. Berusahalah menutupi apa yang telah lahir, dan mohon kemaafan.” (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

“Janganlah kamu menghendaki kelebihan dan kekurangan. Janganlah mencari kemajuan dan kemunduran. Sebab ketentuan telah menetapkan bagian masing-masing. Setiap orang di antara kamu, tidak diwujudkan melainkan telah ditentukan catatan mengenai pengalaman hidupnya secara khusus.” (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

“Jika dunia dan akhirat datang melayanimu, dengan tanpa susah payah, ketuklah pintu Tuhanmu dan menetaplah di dalamnya. Bila kamu telah menetap di dalamnya, akan jelaslah bagimu seperti “buah fikiran.” (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

“Janganlah engkau menuntut imbuhan atas amal perbuatanmu, baik keduniaan maupun keakhiratan. Janganlah kamu mencari nikmat, carilah Dzat yang memberimu nikmat. Carilah tetangga sebelum mendapatkan rumah. Dialah Dzat yang mewujudkan segala sesuatu, Dzat yang mengaturkannya dan yang wujud sesudah segala sesuatu." (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

"Sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'Aalaihi Wa Sallam yang artinya; “Takutlah kamu dengan firasat seorang mukmin. Sebab ia memandang sesuatu dengan cahaya Illahi.” (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

“Para kekasih Allah (aulia) terhadap makhluk adalah buta, tuli dan bisu. Jika hati mereka telah dekat kepada Allah Azza Wa Jalla, maka mereka tidak mendengar dan melihat selain-Nya. Mereka berada pada kedudukan antara Al-Jalal dan Al-Jamal, tidak berpaling ke kanan ataupun kiri. Bagi mereka tidak ada belakang, yang ada hanyalah depan. Manusia, jin, malaikat dan makhluk yang lain melayani mereka." (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

"Demikian pula hukum dan ilmu. Karunia (fadhal) merupakan santapan dan penyegarnya. Mereka makan dari fadhal-Nya dan minum susu-Nya. Mereka minum, mereka merasa bising terhadap suara-suara manusia, tetapi mereka tinggal bersama dengannya (makhluk). Mereka menyuruh makhluk melaksanakan perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala mencegah makhluk dari mengerjakan larangan-larangan-Nya, sebagai penerus ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Aalaihi Wa Sallam. Merekalah pewaris yang sebenarnya." (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

"Para kekasih Allah itu tidak pernah bertindak dan bersikap demi diri dan nafsunya sendiri. Mereka mencintai sesuatu karena Allah Azza Wa Jalla dan membenci sesuatu juga karena-Nya. Semuanya demi Dia, tidak ada bagian yang diberikan kepada selain-Nya." (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

“Terimalah nasib dengan zuhud, tidak dengan kebencian. Orang yang makan sambil menangis tidak sama dengan orang yang makan sambil ketawa, dalam menerima segala ketentuan-Nya. Senantiasalah hatimu dengan Allah Azza Wa Jalla. Berserah dirilah atas keburukan nasib. Kamu makan sesuatu yang diberikan oleh tabib dan sesuai dengan obatnya adalah lebih baik daripada makan sesuatu yang kamu sendiri tidak mengetahui asal usulnya. Selama hatimu keras terhadap amanat, maka hilanglah rahmat darimu, dan hilanglah pula segala yang ada padamu. Hukum-hukum syariat itu amanat yang dibebankan kepadamu, sedangkan kamu meninggalkan dan mengkhianatinya. Tidak berguna lagi jika amanat telah lenyap dari hatimu.” (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

“Syirik itu terdapat pada lahir maupun batin. Syirik lahir adalah menyembah berhala sedangkan syirik batin adalah berpegang kepada makhluk dan memandang mereka dapat memberi kemudaratan dan manfa’at.” (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

"Wahai anak; “Janganlah kamu menuntut sesuatu kepada seseorang. Jika kamu mampu untuk memberi dan tidak mengambil (mencuri) maka lakukanlah. Jika kamu mampu melayani dan kamu tidak minta dilayani oleh orang lain maka lakukanlah.” (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

“Jadikanlah akhiratmu sebagai modalmu dan jadikan duniamu sebagai keuntunganmu. Gunakanlah seluruh waktumu untuk menghasilkan akhiratmu. Lalu apabila dari waktumu itu ada sedikit yang masih tersisa maka gunakanlah untuk berusaha dalam urusan duniamu dan mencari penghidupanmu.” (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

“Mudah-mudahan umat Islam di selamatkan dari bencana alam selama dia masih mau mendo’akan saudaranya yang seiman.” (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

“Yang paling beruntung adalah mereka yang mampu ikhlas mulai dari awal hingga akhirnya.” (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

“Berpikirlah, bahwasanya sesuatu yang kamu cintai di dunia ini tidak akan kekal selamanya. Tidak abadi dan pasti fana. Jika kamu telah menyadari hal ini, maka kamu tidak akan melupakan-Nya walaupun sekejap.” (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

“Sesungguhnya bencana terhadapmu bukan untuk menghancurkanmu melainkan sesungguhnya akan mengujimu, mengesahkan kesempurnaan imanmu dan menguatkan dasar kepercayaanmu dan memberikan kabar baik ke dalam batinmu.” (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

“Orang itu dikatakan dekat dengan Allah selama dia meluangkan waktunya untuk berdzikir setiap hari.” (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

"Jika bertemu dengan seorang yang bodoh, maka katakanlah (dalam hatimu); “Orang ini bermaksiat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena dia bodoh (tidak tahu), sedangkan aku bermaksiat kepada-Nya padahal aku mengetahui akibatnya. Dan aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya kelak. Dia tentu lebih baik dariku." (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

"Jika bertemu orang tua, maka ucapkanlah (dalam hatimu); "Dia telah beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, jauh lebih lama dariku, tentu dia lebih baik dariku.” (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

"Jika bertemu dengan seorang yang berilmu, maka ucapkanlah (dalam hatimu); “Orang ini memperoleh karunia yang tidak akan kuperoleh, mencapai kedudukan yang tidak akan pernah kucapai, mengetahui apa yang tidak kuketahui dan dia mengamalkan ilmunya, tentu dia lebih baik dariku.” (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

"Jika engkau bertemu dengan seseorang, maka yakinilah bahwa dia lebih baik darimu. Ucapkan (dalam hatimu); “Bisa jadi kedudukannya disisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, jauh lebih baik dan lebih tinggi dariku.” (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

"Jika bertemu anak kecil, maka ucapkanlah (dalam hatimu); “Anak ini belum bermaksiat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepada-Nya. Tentu anak ini jauh lebih baik dariku.” (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

"Jika bertemu dengan orang kafir, maka katakanlah (dalam hatimu); "Aku tidak tahu bagaimana keadaannya kelak, bisa jadi di akhir usianya, dia memeluk agama Islam dan beramal shaleh. Dan bisa jadi di akhir usia, diriku kufur dan berbuat buruk." (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

"Hai yang ternoda karena ketamakannya…! Andaikata kau bersama penghuni bumi bersatu untuk mendatangkan sesuatu yang bukan bagianmu, maka kalian semua tidak akan mampu mendatangkannya. Oleh karena itu tinggalkanlah rasa tamak untuk mencari sesuatu (rezeki) yang telah ditetapkan untukmu, maupun yang tidak ditetapkan untukmu. Apakah pantas bagi seorang yang berakal untuk menghabiskan waktunya memikirkan sesuatu yang telah selesai pembagiannya….?!" (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

"Wahai Allah…. Dzat yang mengetahui Kelemahanku dari memuji-Mu.… Aku memohon kehadirat-Mu… sesempurna orang yang memuji-Mu… Engkau bukakan hakekat-hakekat Asma-Mu dan Sifat-Mu.... dan kenalkan aku melalui Kesempurnaan-Mu yang Maha lembut." (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

“Bantulah orang fakir dengan sebagian harta kalian. Jangan pernah menolak pengemis, padahal kalian mampu memberikan sesuatu untuknya baik sedikit maupun banyak. Raihlah kasih sayang Allah dengan pemberian kalian. Bersyukurlah kepada Allah yang telah membuat kalian mampu memberi. Jika pengemis adalah hadiah dari Allah Ta'ala, sementara kalian mampu memberinya, mengapa kalian menolak hadiah itu?! Bohong, kalau kalian mendengar nasehat dan menangis di hadapanku, tapi saat orang datang meminta uluran tangan, kalian malah membiarkannya. Itu menunjukkan bahwa tangisan kalian bukan karena Allah Ta'ala.” (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

"Dunia adalah Ladang dan Akhirat adalah Tempat Tinggal; “Wahai muridku, jangan jadikan apa yang kamu makan dan minum, yang kamu pakai, yang kamu nikahi dan berkumpul dengannya sebagai tujuan dan cita-cita. Semuanya adalah dorongan hasrat dan hawa nafsu. Tujuan dan cita-cita hati adalah Allah al-Haq. Maka jadikanlah Allah dan segala yang ada pada-Nya sebagai tujuan dan cita-citamu. Dunia ada penggantinya yaitu akhirat. Makhluk ada penggantinya yaitu al-Khaliq. Segala sesuatu yang kamu tinggalkan di dunia, akan engkau dapati pengganti yang lebih baik di dalam kehidupan yang akan datang. Anggaplah bahwa masih tersisa umur sampai hari ini, bersiaplah untuk kehidupan akhirat, karena kesempatan itu akan hilang dengan datangnya Izrail 'alaihissalam pencabut nyawa. Dunia adalah ladang dan tempat singgah bagi manusia, dan akhirat adalah tempat diam. Jika semangat dari Allah telah datang, maka keduanya (dunia dan akhirat) akan tertutupi. Sehingga dia akan berdiri di antara keduanya, tidak kepada dunia dan tidak kepada akhirat.” (Syekh Abdul Qodir Jaelani)

@ Allah Karim yaa Salaam
Allah Hafizh yaa Karim

Sumber: Dari Masa Ke Masa | Dec 1, 2015

@ Allahu musta'an
YAA ALLAH YAA HAYYU YAA QAYYUM
√ Yaa Malikul Quddus yaa Karim

Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



 
 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.blogspot.com #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :