" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Jumat, 14 April 2017

Bangsa Mongol, Dari Penghancur menjadi Pembela Islam


Image result for pasukan jenghis khan


Dalam sejarah digambarkan bangsa Mongol sebagai bangsa yang paling biadab. Dibawah kepemimpinan Jengis Khan, mereka berhasil menguasai separoh dunia dengan cara yang sangat tidak manusiawi. Dengan membawa pasukan berkuda dalam jumlah besar dan amat terlatih, Jenghis Khan berhasil menebar teror di seantaro Eurasia selama 1 dasawarsa.

Mereka berhasil menguasai Tiongkok, mengalahkan Rusia, menghancurkan kekaisaran Persia, mencaplok Polandia dan Hongaria, serta meluluh-lantahkan Baghdad sebagai pusat kekhalifahan Islam pada masa itu.

Ketika di Baghdad, pasukan Mongol menggasak habis seluruh pusat peradaban dan kebudayaan Islam. Baghdad dikuasai. perpustakaan Negara dibongkar. Jutaan buku dibakar dan sebagian lagi dilempar ke sungai Euphrat dan Tigris hingga warna air kedua sungai itu berubah menjadi hitam.

Kemudian, keadaan menjadi terbalik. Pasukan Mongol yang tadinya membantai ummat Islam, pada akhirnya memeluk agama Islam. Para keturunan Jangis Khan menjadi pejuang Islam yang hebat.

Ini tidak lepas dari peran da’i yang menyebarkan dakwah Islam ke bangsa Mongol. Padahal ketika itu agama Buddha dan Kristen lebih dikenal oleh bangsa Mongol.

Persaingan ketiga agama ini (Islam, Buddha, Kristen) untuk mempengaruhi kaum penyerbu yang biadab itu tercatat sebagai persaingan yang paling menegangkan dalam sejarah penyiaran agama di dunia ini.

Banyak ditemukan penentangan terhadap keberadaan ummat Islam di Cina. Ini karena Islam menolak pemujaan terhadap berhala dan dewa-dewa.

Para penyembah berhala, juga mereka yang menghiasi candi-candi dan gereja dengan patung-patung tidak pernah memiliki rasa bersahabat dengan ummat Islam. Beberapa perbedaan dalam kehidupan juga membuat hubungan antara orang Mongol (non Islam) dan Islam menjadi tidak harmonis. Misalnya, orang Mongol menyembelih sapi dan domba dengan membelah perut hewan itu sedangkan orang Islam menyebelih dengan menyayat leher hewan itu.

Namun di balik segala kesulitan itu, akhirnya bangsa Mongol dan suku-suku buas pengikutnya tunduk juga kepada kaum Muslimin yang telah mereka injak-injak sebelumnya.

Pada masa pemerintahan Ogtay (1229-1241) kita mendengar adanya seorang Gubernur Persia yang beragama Buddha, brnama Kurguz, yang pada akhir hayatnya beralih menganut agama Islam.

Raja Mongol yang pertama masuk Islam adalah Baraka Khan, cucu Jengis Khan dari putranya Juchi Khan, yang memerintah di Golden Horde (1256-1267). Menurut Abdul Ghazi, Baraka Khan masuk Islam setelah naik tahta. Disebutkan bahwa dia pernah menyertai suatu kafilah dari Bukhara, dan dengan diapit oleh dua orang pedagang Muslim, dia menanyai mereka tentang Islam, yang disambut oleh mereka dengan penjelasan-penjelasan yang membuat dia secara sadar masuk Islam. Pertama kali dia menyatakan masuk Islam itu kepada adiknya yang juga diajaknya untuk mengikutinya, baru kemudian dia mengumumkan di depan umum. Tetapi menurut al-Juzjani, Baraka Khan telah masuk Islam sejak kecil, dan setelah dewasa dia diajari al-Qur’an oleh seorang ulama di kota Khujand. Ahli sejarah yang menuliskan sejarah sepanjang masa pemerintahan Baraka juga menyebut bahwa seluruh anggota pasukannya adalah Islam.

Baraka pernah mengirim ribuan tentaranya untuk membantu sultan Baybars di Mesir yang sedang menghadapi serangan Hulagu Khan dan tentara Salib. Dalam pertempuran di Ain Jalut pasukan Hulagu dapat dihancurkan. Sejak itu agama Islam berkembang pesat di lembah Wolga dan orang-orang Mongol yang bermukim di wilayah itu menyebut diri sebagai orang Kozak (Kystchak). Menurut Ibnu Katsir, Barkha Khan meninggal pada tahun 665 H dan digantikan oleh salah seorang dari keluarganya yang bernama Mankutmar Bin Tughan Bin Babu bin Tuli bin Jenghis khan.

Pada masa Timur Khan (1323-1328), Ananda, cucu Kubilai Khan dan Wakil Raja di Kan Su adalah seorang Muslim yang taat dan berjasa mengislamkan banyak orang di Tangut.

Dia dipanggil ke istana dan berbagai cara diusahakan untuk membujuknya kembali ke agama Buddha. Tapi karena tetap menolak, maka dia dimasukkan ke penjara. Tetapi segera dibebaskan kembali karena khawatir timbulnya pemberontakan rakyat Tangut yang banyak bersimpati kepada Ananda.

Ananda adalah seorang pangeran Mongol yang diasuh oleh orang Islam. Setelah dewasa dia memeluk agama Islam. Kemudian ia ditunjuk oleh Khubulai Khan menjadi gubernur untuk wilayah An-Si.

Selama menjadi gubernur An-Si dia giat menyebarkan agama Islam di wilayahnya. Dia juga mengembangkan agama Islam di wilayah Tang-Wu (sekarang masuk provinsi Ning Hsia), beserta daerah sekitarnya. Ia menguasai sekitar 1,5 juta prajurit dan semuanya memeluk agama Islam.

Perkembangan agama Islam yang begitu pesat terjadi pada masa pemerintahan dinasti Yuan. Orang Islam ditemukan di pelosok tanah Tiongkok, di bawah pemerintahan dinasti ini.

Imigran Islam dari Timur Tengah bertambah besar jumlahnya. Hubungan antara muslim pendatang dengan warga muslim pribumi cukup baik.

Tidak heran kalau mereka mendirikan masjid di mana-mana dan melaksanaan shalat berjamah di masjid tersebut. Mereka juga bahu membahu mengembangkan agama Islam dan ilmu pengetahuan. Daratan Cina makin menikmati kemajuan ilmu pengetahuan.

Pemerintahan dinasti Yuan tidak membawa perubahan yang nyata, kecuali mereka belajar bagaimana mengelola pemerintahan secara baik atas wilayah yang sangat luas itu. Mereka juga mempelajari ilmu pengetahuan yang sudah ada di tangan bangsa Han dan Hui-Hui yang terlebih dulu memeluk Islam.

Selain itu, keturunan Hulagu Khan yang beragama Syamanis akhirnya juga masuk Islam. Yang pertama kali masuk Islam adalah raja ketiga yaitu Ahmad Teguder ( 1282-1284M). Karena masuk Islam, Ahmad Teguder ditentang oleh pembesar-pembesar kerajaan yang lain. Akhimya, ia ditangkap dan dibunuh oleh Arghun yang kemudian menggantikannya menjadi raja (1284-1291 M). Arghun ini ini sangat kejam terhadap umat Islam. Banyak di antara mereka yang dibunuh dan diusir.

Pengganti Arghun, yaitu Baidu Khan (1293-1295) berbuat serupa. Namun justru pada masa pemerintahan Baidu inilah terjadi peristiwa paling bersejarah. Putranya yang menggantikan dia, Ghazan Khan (1295-1302), walaupun sejak kecil dididik sebagai penganut Budhis yang fanatik, ketika naik tahta menyatakan memeluk Islam.

Peristiwa tersebut merupakan kemenangan besar Islam. Ghazan lahir pada tanggal 4 Desember 1271 M. Usianya ketika naik tahta belum genap 24 tahun. Pada umur 10 tahun dia diangkat menjadi gubernur Khurasan. Pendamping dan penasehatnya ialah Amir Nawruz, putra Arghhun Agha yang telah memerintah selama 39 tahun di beberapa provinsi Persia di bawah pengawasan langsung Jengis Khan dan penggantinya. Amir Nawruz merupakan pembesar Mongol awal yang memeluk agama Islam secara diam-diam. Atas usaha dialah Ghazan Khan memeluk agama Islam. Ajakan memeluk Islam itu berawal ketika Ghazan sedang berjuang merebut tahta kerajaan dari saingan utamanya, yaitu ayahnya. Atas petunjuk dan nasihat Amir Nawruz itulah Ghazan Khan berhasil mengalahkan Baidu dan naik tahta. Janjinya untuk memeluk Islam dipenuhi hari itu juga.

Bersama 10.000 orang Mongol lain, termasuk sejumlah pembesar dan jenderal dia mengucapkan dua kalimah syahadat di hadapan Syekh Sadruddin Ibrahim, putra tabib terkemuka al-Hamawi.

Setelah empat bulan memerintah, Sultan Ghazan memerintahkan tentaranya menghancurkan kuil Budha, gereja dan sinagor di seluruh kota Tabriz. D atasnya kemudian dibangun kembali masjid dan madrasah, sebab di tempat yang sama itulah dahulu Hulagu menghancurkan puluhan madrasah dan masjid yang megah. Dengan berbuat demikian dia telah menebus dosa leluhurnya kepada kaum muslimin.

Selain itu, Baber, keturunan Jenghis Khan, masuk Islam, dan membangun imperium Moghul di anak benua India. Ini merupakan sebuah imperium Islam terbesar sampai pertengahan abad ke-19. Prajurit prajurit Mongol pun tampil menjadi pejuang-pejuang Islam yang perkasa.


Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



 
 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.blogspot.com #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :