" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Minggu, 05 Maret 2017

Surat An-Naba’ (Berita besar) 40 Ayat • Surat ke 78 • Makkiyah

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!

Klik untuk mendengarkan ⏯ atau download ⇓



سورة الـنبإ

Surah An-Naba’

Bismillāhir rahmānir rahīm

عَمَّ يَتَسَاءلُونَ ﴿١﴾
78/An-Naba’-1: AAamma yatasaaloona
Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? (1)
عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ ﴿٢﴾
78/An-Naba’-2: AAani alnnabai alAAatheemi
Tentang berita yang besar, (2)
الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ ﴿٣﴾
78/An-Naba’-3: Allathee hum feehi mukhtalifoona
yang mereka perselisihkan tentang ini. (3)
كَلَّا سَيَعْلَمُونَ ﴿٤﴾
78/An-Naba’-4: Kalla sayaAAlamoona
Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, (4)
ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ ﴿٥﴾
78/An-Naba’-5: Thumma kalla sayaAAlamoona
kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka mengetahui. (5)
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا ﴿٦﴾
78/An-Naba’-6: Alam najAAali alarda mihadan
Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, (6)
وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا ﴿٧﴾
78/An-Naba’-7: Waaljibala awtadan
dan gunung-gunung sebagai pasak?, (7)
وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا ﴿٨﴾
78/An-Naba’-8: Wakhalaqnakum azwajan
dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, (8)
وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا ﴿٩﴾
78/An-Naba’-9: WajaAAalna nawmakum subatan
dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, (9)
وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا ﴿١٠﴾
78/An-Naba’-10: WajaAAalna allayla libasan
dan Kami jadikan malam sebagai pakaian, (10)
وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا ﴿١١﴾
78/An-Naba’-11: WajaAAalna alnnahara maAAashan
dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, (11)
وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا ﴿١٢﴾
78/An-Naba’-12: Wabanayna fawqakum sabAAan shidadan
dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh, (12)
وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا ﴿١٣﴾
78/An-Naba’-13: WajaAAalna sirajan wahhajan
dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), (13)
وَأَنزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاء ثَجَّاجًا ﴿١٤﴾
78/An-Naba’-14: Waanzalna mina almuAAsirati maan thajjajan
dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, (14)
لِنُخْرِجَ بِهِ حَبًّا وَنَبَاتًا ﴿١٥﴾
78/An-Naba’-15: Linukhrija bihi habban wanabatan
supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, (15)
وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا ﴿١٦﴾
78/An-Naba’-16: Wajannatin alfafan
dan kebun-kebun yang lebat? (16)
إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا ﴿١٧﴾
78/An-Naba’-17: Inna yawma alfasli kana meeqatan
Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, (17)
يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا ﴿١٨﴾
78/An-Naba’-18: Yawma yunfakhu fee alssoori fatatoona afwajan
yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, (18)
وَفُتِحَتِ السَّمَاء فَكَانَتْ أَبْوَابًا ﴿١٩﴾
78/An-Naba’-19: Wafutihati alssamao fakanat abwaban
dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, (19)
وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا ﴿٢٠﴾
78/An-Naba’-20: Wasuyyirati aljibalu fakanat saraban
dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia. (20)
إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا ﴿٢١﴾
78/An-Naba’-21: Inna jahannama kanat mirsadan
Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai, (21)
لِلْطَّاغِينَ مَآبًا ﴿٢٢﴾
78/An-Naba’-22: Lilttagheena maaban
lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, (22)
لَابِثِينَ فِيهَا أَحْقَابًا ﴿٢٣﴾
78/An-Naba’-23: Labitheena feeha ahqaban
mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, (23)
لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا ﴿٢٤﴾
78/An-Naba’-24: La yathooqoona feeha bardan wala sharaban
mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, (24)
إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا ﴿٢٥﴾
78/An-Naba’-25: Illa hameeman waghassaqan
selain air yang mendidih dan nanah, (25)
جَزَاء وِفَاقًا ﴿٢٦﴾
78/An-Naba’-26: Jazaan wifaqan
sebagai pambalasan yang setimpal. (26)
إِنَّهُمْ كَانُوا لَا يَرْجُونَ حِسَابًا ﴿٢٧﴾
78/An-Naba’-27: Innahum kanoo la yarjoona hisaban
Sesungguhnya mereka tidak berharap (takut) kepada hisab, (27)
وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا كِذَّابًا ﴿٢٨﴾
78/An-Naba’-28: Wakaththaboo biayatina kiththaban
dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya. (28)
وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ كِتَابًا ﴿٢٩﴾
78/An-Naba’-29: Wakulla shayin ahsaynahu kitaban
Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab. (29)
فَذُوقُوا فَلَن نَّزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا ﴿٣٠﴾
78/An-Naba’-30: Fathooqoo falan nazeedakum illa AAathaban
Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab. (30)
إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا ﴿٣١﴾
78/An-Naba’-31: Inna lilmuttaqeena mafazan
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (31)
حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا ﴿٣٢﴾
78/An-Naba’-32: Hadaiqa waaAAnaban
(yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, (32)
وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا ﴿٣٣﴾
78/An-Naba’-33: WakawaAAiba atraban
dan gadis-gadis remaja yang sebaya, (33)
وَكَأْسًا دِهَاقًا ﴿٣٤﴾
78/An-Naba’-34: Wakasan dihaqan
dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). (34)
لَّا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا كِذَّابًا ﴿٣٥﴾
78/An-Naba’-35: La yasmaAAoona feeha laghwan wala kiththaban
Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula) perkataan dusta. (35)
جَزَاء مِّن رَّبِّكَ عَطَاء حِسَابًا ﴿٣٦﴾
78/An-Naba’-36: Jazaan min rabbika AAataan hisaban
Sebagai pembalasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak, (36)
رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرحْمَنِ لَا يَمْلِكُونَ مِنْهُ خِطَابًا ﴿٣٧﴾
78/An-Naba’-37: Rabbi alssamawati waalardi wama baynahuma alrrahmani la yamlikoona minhu khitaban
Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia. (37)
يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلَائِكَةُ صَفًّا لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرحْمَنُ وَقَالَ صَوَابًا ﴿٣٨﴾
78/An-Naba’-38: Yawma yaqoomu alrroohu waalmalaikatu saffan la yatakallamoona illa man athina lahu alrrahmanu waqala sawaban
Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar. (38)
ذَلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّ فَمَن شَاء اتَّخَذَ إِلَى رَبِّهِ مَآبًا ﴿٣٩﴾
78/An-Naba’-39: Thalika alyawmu alhaqqu faman shaa ittakhatha ila rabbihi maaban
Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya. (39)
إِنَّا أَنذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنتُ تُرَابًا ﴿٤٠﴾
78/An-Naba’-40: Inna antharnakum AAathaban qareeban yawma yanthuru almaro ma qaddamat yadahu wayaqoolu alkafiru ya laytanee kuntu turaban
Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah". (40)

Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :

alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)




TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19





Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :