" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Rabu, 08 Maret 2017

Surat Al-Waqi’ah (Hari Kiamat) 96 Ayat • Surat ke 56 • Makkiyah

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



Klik untuk mendengarkan ⏯ atau download ⇓



سورة الواقيـة

Surah Al-Waqi’ah

Bismillāhir rahmānir rahīm

إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ ﴿١﴾
56/Al-Waqi’ah-1: Itha waqaAAati alwaqiAAatu
Apabila terjadi hari kiamat, (1)
لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ﴿٢﴾
56/Al-Waqi’ah-2: Laysa liwaqAAatiha kathibatun
tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya. (2)
خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ ﴿٣﴾
56/Al-Waqi’ah-3: Khafidatun rafiAAatun
(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), (3)
إِذَا رُجَّتِ الْأَرْضُ رَجًّا ﴿٤﴾
56/Al-Waqi’ah-4: Itha rujjati alardu rajjan
apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, (4)
وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا ﴿٥﴾
56/Al-Waqi’ah-5: Wabussati aljibalu bassan
dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya, (5)
فَكَانَتْ هَبَاء مُّنبَثًّا ﴿٦﴾
56/Al-Waqi’ah-6: Fakanat habaan munbaththan
maka jadilah ia debu yang beterbangan, (6)
وَكُنتُمْ أَزْوَاجًا ثَلَاثَةً ﴿٧﴾
56/Al-Waqi’ah-7: Wakuntum azwajan thalathatan
dan kamu menjadi tiga golongan. (7)
فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ ﴿٨﴾
56/Al-Waqi’ah-8: Faashabu almaymanati ma ashabu almaymanati
Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu. (8)
وَأَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ ﴿٩﴾
56/Al-Waqi’ah-9: Waashabu almashamati ma ashabu almashamati
Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu. (9)
وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ ﴿١٠﴾
56/Al-Waqi’ah-10: Waalssabiqoona alssabiqoona
Dan orang-orang yang beriman paling dahulu, (10)
أُوْلَئِكَ الْمُقَرَّبُونَ ﴿١١﴾
56/Al-Waqi’ah-11: Olaika almuqarraboona
Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah. (11)
فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ ﴿١٢﴾
56/Al-Waqi’ah-12: Fee jannati alnnaAAeemi
Berada dalam jannah kenikmatan. (12)
ثُلَّةٌ مِّنَ الْأَوَّلِينَ ﴿١٣﴾
56/Al-Waqi’ah-13: Thullatun mina alawwaleena
Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, (13)
وَقَلِيلٌ مِّنَ الْآخِرِينَ ﴿١٤﴾
56/Al-Waqi’ah-14: Waqaleelun mina alakhireena
dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian (14)
عَلَى سُرُرٍ مَّوْضُونَةٍ ﴿١٥﴾
56/Al-Waqi’ah-15: AAala sururin mawdoonatin
Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata, (15)
مُتَّكِئِينَ عَلَيْهَا مُتَقَابِلِينَ ﴿١٦﴾
56/Al-Waqi’ah-16: Muttakieena AAalayha mutaqabileena
seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. (16)
يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُونَ ﴿١٧﴾
56/Al-Waqi’ah-17: Yatoofu AAalayhim wildanun mukhalladoona
Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, (17)
بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِّن مَّعِينٍ ﴿١٨﴾
56/Al-Waqi’ah-18: Biakwabin waabareeqa wakasin min maAAeenin
dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir, (18)
لَا يُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلَا يُنزِفُونَ ﴿١٩﴾
56/Al-Waqi’ah-19: La yusaddaAAoona AAanha wala yunzifoona
mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, (19)
وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ ﴿٢٠﴾
56/Al-Waqi’ah-20: Wafakihatin mimma yatakhayyaroona
dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, (20)
وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُونَ ﴿٢١﴾
56/Al-Waqi’ah-21: Walahmi tayrin mimma yashtahoona
dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. (21)
وَحُورٌ عِينٌ ﴿٢٢﴾
56/Al-Waqi’ah-22: Wahoorun AAeenun
Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli, (22)
كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ ﴿٢٣﴾
56/Al-Waqi’ah-23: Kaamthali allului almaknooni
laksana mutiara yang tersimpan baik. (23)
جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴿٢٤﴾
56/Al-Waqi’ah-24: Jazaan bima kanoo yaAAmaloona
Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. (24)
لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا تَأْثِيمًا ﴿٢٥﴾
56/Al-Waqi’ah-25: La yasmaAAoona feeha laghwan wala tatheeman
Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, (25)
إِلَّا قِيلًا سَلَامًا سَلَامًا ﴿٢٦﴾
56/Al-Waqi’ah-26: Illa qeelan salaman salaman
akan tetapi mereka mendengar ucapan salam. (26)
وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ ﴿٢٧﴾
56/Al-Waqi’ah-27: Waashabu alyameeni ma ashabu alyameeni
Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. (27)
فِي سِدْرٍ مَّخْضُودٍ ﴿٢٨﴾
56/Al-Waqi’ah-28: Fee sidrin makhdoodin
Berada di antara pohon bidara yang tak berduri, (28)
وَطَلْحٍ مَّنضُودٍ ﴿٢٩﴾
56/Al-Waqi’ah-29: Watalhin mandoodin
dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), (29)
وَظِلٍّ مَّمْدُودٍ ﴿٣٠﴾
56/Al-Waqi’ah-30: Wathillin mamdoodin
dan naungan yang terbentang luas, (30)
وَمَاء مَّسْكُوبٍ ﴿٣١﴾
56/Al-Waqi’ah-31: Wamain maskoobin
dan air yang tercurah, (31)
وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ ﴿٣٢﴾
56/Al-Waqi’ah-32: Wafakihatin katheeratin
dan buah-buahan yang banyak, (32)
لَّا مَقْطُوعَةٍ وَلَا مَمْنُوعَةٍ ﴿٣٣﴾
56/Al-Waqi’ah-33: La maqtooAAatin wala mamnooAAatin
yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya. (33)
وَفُرُشٍ مَّرْفُوعَةٍ ﴿٣٤﴾
56/Al-Waqi’ah-34: Wafurushin marfooAAatin
dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. (34)
إِنَّا أَنشَأْنَاهُنَّ إِنشَاء ﴿٣٥﴾
56/Al-Waqi’ah-35: Inna anshanahunna inshaan
Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung (35)
فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا ﴿٣٦﴾
56/Al-Waqi’ah-36: FajaAAalnahunna abkaran
dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. (36)
عُرُبًا أَتْرَابًا ﴿٣٧﴾
56/Al-Waqi’ah-37: AAuruban atraban
penuh cinta lagi sebaya umurnya. (37)
لِّأَصْحَابِ الْيَمِينِ ﴿٣٨﴾
56/Al-Waqi’ah-38: Liashabi alyameeni
(Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan, (38)
ثُلَّةٌ مِّنَ الْأَوَّلِينَ ﴿٣٩﴾
56/Al-Waqi’ah-39: Thullatun mina alawwaleena
(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu. (39)
وَثُلَّةٌ مِّنَ الْآخِرِينَ ﴿٤٠﴾
56/Al-Waqi’ah-40: Wathullatun mina alakhireena
dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian. (40)
وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّمَالِ ﴿٤١﴾
56/Al-Waqi’ah-41: Waashabu alshshimali ma ashabu alshshimali
Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu? (41)
فِي سَمُومٍ وَحَمِيمٍ ﴿٤٢﴾
56/Al-Waqi’ah-42: Fee samoomin wahameemin
Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih, (42)
وَظِلٍّ مِّن يَحْمُومٍ ﴿٤٣﴾
56/Al-Waqi’ah-43: Wathillin min yahmoomin
dan dalam naungan asap yang hitam. (43)
لَّا بَارِدٍ وَلَا كَرِيمٍ ﴿٤٤﴾
56/Al-Waqi’ah-44: La baridin wala kareemin
Tidak sejuk dan tidak menyenangkan. (44)
إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُتْرَفِينَ ﴿٤٥﴾
56/Al-Waqi’ah-45: Innahum kanoo qabla thalika mutrafeena
Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewahan. (45)
وَكَانُوا يُصِرُّونَ عَلَى الْحِنثِ الْعَظِيمِ ﴿٤٦﴾
56/Al-Waqi’ah-46: Wakanoo yusirroona AAala alhinthi alAAatheemi
Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa besar. (46)
وَكَانُوا يَقُولُونَ أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَئِنَّا لَمَبْعُوثُونَ ﴿٤٧﴾
56/Al-Waqi’ah-47: Wakanoo yaqooloona aitha mitna wakunna turaban waAAithaman ainna lamabAAoothoona
Dan mereka selalu mengatakan: "Apakah bila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami akan benar-benar dibangkitkan kembali? (47)
أَوَ آبَاؤُنَا الْأَوَّلُونَ ﴿٤٨﴾
56/Al-Waqi’ah-48: Awa abaona alawwaloona
apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (juga)?" (48)
قُلْ إِنَّ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ ﴿٤٩﴾
56/Al-Waqi’ah-49: Qul inna alawwaleena waalakhireena
Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian, (49)
لَمَجْمُوعُونَ إِلَى مِيقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُومٍ ﴿٥٠﴾
56/Al-Waqi’ah-50: LamajmooAAoona ila meeqati yawmin maAAloomin
benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal. (50)
ثُمَّ إِنَّكُمْ أَيُّهَا الضَّالُّونَ الْمُكَذِّبُونَ ﴿٥١﴾
56/Al-Waqi’ah-51: Thumma innakum ayyuha alddalloona almukaththiboona
Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan, (51)
لَآكِلُونَ مِن شَجَرٍ مِّن زَقُّومٍ ﴿٥٢﴾
56/Al-Waqi’ah-52: Laakiloona min shajarin min zaqqoomin
benar-benar akan memakan pohon zaqqum, (52)
فَمَالِؤُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ ﴿٥٣﴾
56/Al-Waqi’ah-53: Famalioona minha albutoona
dan akan memenuhi perutmu dengannya. (53)
فَشَارِبُونَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيمِ ﴿٥٤﴾
56/Al-Waqi’ah-54: Fashariboona AAalayhi mina alhameemi
Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. (54)
فَشَارِبُونَ شُرْبَ الْهِيمِ ﴿٥٥﴾
56/Al-Waqi’ah-55: Fashariboona shurba alheemi
Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum. (55)
هَذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّينِ ﴿٥٦﴾
56/Al-Waqi’ah-56: Hatha nuzuluhum yawma alddeeni
Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan". (56)
نَحْنُ خَلَقْنَاكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُونَ ﴿٥٧﴾
56/Al-Waqi’ah-57: Nahnu khalaqnakum falawla tusaddiqoona
Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan? (57)
أَفَرَأَيْتُم مَّا تُمْنُونَ ﴿٥٨﴾
56/Al-Waqi’ah-58: Afaraaytum ma tumnoona
Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. (58)
أَأَنتُمْ تَخْلُقُونَهُ أَمْ نَحْنُ الْخَالِقُونَ ﴿٥٩﴾
56/Al-Waqi’ah-59: Aantum takhluqoonahu am nahnu alkhaliqoona
Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya? (59)
نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ ﴿٦٠﴾
56/Al-Waqi’ah-60: Nahnu qaddarna baynakumu almawta wama nahnu bimasbooqeena
Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan, (60)
عَلَى أَن نُّبَدِّلَ أَمْثَالَكُمْ وَنُنشِئَكُمْ فِي مَا لَا تَعْلَمُونَ ﴿٦١﴾
56/Al-Waqi’ah-61: AAala an nubaddila amthalakum wanunshiakum fee ma la taAAlamoona
untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui. (61)
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْأَةَ الْأُولَى فَلَوْلَا تَذكَّرُونَ ﴿٦٢﴾
56/Al-Waqi’ah-62: Walaqad AAalimtumu alnnashata aloola falawla tathakkaroona
Dan Sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran (untuk penciptaan yang kedua)? (62)
أَفَرَأَيْتُم مَّا تَحْرُثُونَ ﴿٦٣﴾
56/Al-Waqi’ah-63: Afaraaytum ma tahruthoona
Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam. (63)
أَأَنتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ ﴿٦٤﴾
56/Al-Waqi’ah-64: Aantum tazraAAoonahu am nahnu alzzariAAoona
Kamukah yang menumbuhkannya atau Kamikah yang menumbuhkannya? (64)
لَوْ نَشَاء لَجَعَلْنَاهُ حُطَامًا فَظَلَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ ﴿٦٥﴾
56/Al-Waqi’ah-65: Law nashao lajaAAalnahu hutaman fathaltum tafakkahoona
Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia hancur dan kering, maka jadilah kamu heran dan tercengang. (65)
إِنَّا لَمُغْرَمُونَ ﴿٦٦﴾
56/Al-Waqi’ah-66: Inna lamughramoona
(Sambil berkata): "Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian", (66)
بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ ﴿٦٧﴾
56/Al-Waqi’ah-67: Bal nahnu mahroomoona
bahkan kami menjadi orang-orang yang tidak mendapat hasil apa-apa. (67)
أَفَرَأَيْتُمُ الْمَاء الَّذِي تَشْرَبُونَ ﴿٦٨﴾
56/Al-Waqi’ah-68: Afaraaytumu almaa allathee tashraboona
Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. (68)
أَأَنتُمْ أَنزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنزِلُونَ ﴿٦٩﴾
56/Al-Waqi’ah-69: Aantum anzaltumoohu mina almuzni am nahnu almunziloona
Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya? (69)
لَوْ نَشَاء جَعَلْنَاهُ أُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُونَ ﴿٧٠﴾
56/Al-Waqi’ah-70: Law nashao jaAAalnahu ojajan falawla tashkuroona
Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur? (70)
أَفَرَأَيْتُمُ النَّارَ الَّتِي تُورُونَ ﴿٧١﴾
56/Al-Waqi’ah-71: Afaraaytumu alnnara allatee tooroona
Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dengan menggosok-gosokkan kayu). (71)
أَأَنتُمْ أَنشَأْتُمْ شَجَرَتَهَا أَمْ نَحْنُ الْمُنشِؤُونَ ﴿٧٢﴾
56/Al-Waqi’ah-72: Aantum anshatum shajarataha am nahnu almunshioona
Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya? (72)
نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً وَمَتَاعًا لِّلْمُقْوِينَ ﴿٧٣﴾
56/Al-Waqi’ah-73: Nahnu jaAAalnaha tathkiratan wamataAAan lilmuqweena
Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir. (73)
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ ﴿٧٤﴾
56/Al-Waqi’ah-74: Fasabbih biismi rabbika alAAatheemi
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Maha Besar. (74)
فَلَا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ ﴿٧٥﴾
56/Al-Waqi’ah-75: Fala oqsimu bimawaqiAAi alnnujoomi
Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quran. (75)
وَإِنَّهُ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ ﴿٧٦﴾
56/Al-Waqi’ah-76: Wainnahu laqasamun law taAAlamoona AAatheemun
Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui. (76)
إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ ﴿٧٧﴾
56/Al-Waqi’ah-77: Innahu laquranun kareemun
Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia, (77)
فِي كِتَابٍ مَّكْنُونٍ ﴿٧٨﴾
56/Al-Waqi’ah-78: Fee kitabin maknoonin
pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), (78)
لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ ﴿٧٩﴾
56/Al-Waqi’ah-79: La yamassuhu illa almutahharoona
tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. (79)
تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٨٠﴾
56/Al-Waqi’ah-80: Tanzeelun min rabbi alAAalameena
Diturunkan dari Rabbil 'alamiin. (80)
أَفَبِهَذَا الْحَدِيثِ أَنتُم مُّدْهِنُونَ ﴿٨١﴾
56/Al-Waqi’ah-81: Afabihatha alhadeethi antum mudhinoona
Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini? (81)
وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ ﴿٨٢﴾
56/Al-Waqi’ah-82: WatajAAaloona rizqakum annakum tukaththiboona
kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan Allah. (82)
فَلَوْلَا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ ﴿٨٣﴾
56/Al-Waqi’ah-83: Falawla itha balaghati alhulqooma
Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, (83)
وَأَنتُمْ حِينَئِذٍ تَنظُرُونَ ﴿٨٤﴾
56/Al-Waqi’ah-84: Waantum heenaithin tanthuroona
padahal kamu ketika itu melihat, (84)
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَكِن لَّا تُبْصِرُونَ ﴿٨٥﴾
56/Al-Waqi’ah-85: Wanahnu aqrabu ilayhi minkum walakin la tubsiroona
dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat, (85)
فَلَوْلَا إِن كُنتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ ﴿٨٦﴾
56/Al-Waqi’ah-86: Falawla in kuntum ghayra madeeneena
maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)? (86)
تَرْجِعُونَهَا إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ ﴿٨٧﴾
56/Al-Waqi’ah-87: TarjiAAoonaha in kuntum sadiqeena
Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar? (87)
فَأَمَّا إِن كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِينَ ﴿٨٨﴾
56/Al-Waqi’ah-88: Faamma in kana mina almuqarrabeena
adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), (88)
فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَجَنَّةُ نَعِيمٍ ﴿٨٩﴾
56/Al-Waqi’ah-89: Farawhun warayhanun wajannatu naAAeemin
maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta jannah kenikmatan. (89)
وَأَمَّا إِن كَانَ مِنَ أَصْحَابِ الْيَمِينِ ﴿٩٠﴾
56/Al-Waqi’ah-90: Waamma in kana min ashabi alyameeni
Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan, (90)
فَسَلَامٌ لَّكَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ ﴿٩١﴾
56/Al-Waqi’ah-91: Fasalamun laka min ashabi alyameeni
maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan. (91)
وَأَمَّا إِن كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِينَ الضَّالِّينَ ﴿٩٢﴾
56/Al-Waqi’ah-92: Waamma in kana mina almukaththibeena alddalleena
Dan adapun jika dia termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat, (92)
فَنُزُلٌ مِّنْ حَمِيمٍ ﴿٩٣﴾
56/Al-Waqi’ah-93: Fanuzulun min hameemin
maka dia mendapat hidangan air yang mendidih, (93)
وَتَصْلِيَةُ جَحِيمٍ ﴿٩٤﴾
56/Al-Waqi’ah-94: Watasliyatu jaheemin
dan dibakar di dalam jahannam. (94)
إِنَّ هَذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِينِ ﴿٩٥﴾
56/Al-Waqi’ah-95: Inna hatha lahuwa haqqu alyaqeeni
Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar. (95)
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ ﴿٩٦﴾
56/Al-Waqi’ah-96: Fasabbih biismi rabbika alAAatheemi
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha Besar. (96)




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :