" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

Minggu, 05 Maret 2017

Surat Al-Qiyamah (Hari Kiamat) 40 Ayat • Surat ke 75 • Makkiyah


أنا أحبك يا رسول الله


Sebelum baca, harus BERSHOLAWAT dulu!,
Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!


Klik untuk mendengarkan ⏯ atau klik titik 3 untuk download ⇓ murothal


سورة الـقـيامـة

Surah Al-Qiyamah

Bismillāhir rahmānir rahīm

لَا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ ﴿١﴾
75/Al-Qiyamah-1: La oqsimu biyawmi alqiyamati
Aku bersumpah demi hari kiamat, (1)
وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ ﴿٢﴾
75/Al-Qiyamah-2: Wala oqsimu bialnnafsi allawwamati
dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri). (2)
أَيَحْسَبُ الْإِنسَانُ أَلَّن نَجْمَعَ عِظَامَهُ ﴿٣﴾
75/Al-Qiyamah-3: Ayahsabu alinsanu allan najmaAAa AAithamahu
Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? (3)
بَلَى قَادِرِينَ عَلَى أَن نُّسَوِّيَ بَنَانَهُ ﴿٤﴾
75/Al-Qiyamah-4: Bala qadireena AAala an nusawwiya bananahu
Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna. (4)
بَلْ يُرِيدُ الْإِنسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ ﴿٥﴾
75/Al-Qiyamah-5: Bal yureedu alinsanu liyafjura amamahu
Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus. (5)
يَسْأَلُ أَيَّانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ ﴿٦﴾
75/Al-Qiyamah-6: Yasalu ayyana yawmu alqiyamati
Ia berkata: "Bilakah hari kiamat itu?" (6)
فَإِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ ﴿٧﴾
75/Al-Qiyamah-7: Faitha bariqa albasaru
Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), (7)
وَخَسَفَ الْقَمَرُ ﴿٨﴾
75/Al-Qiyamah-8: Wakhasafa alqamaru
dan apabila bulan telah hilang cahayanya, (8)
وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ﴿٩﴾
75/Al-Qiyamah-9: WajumiAAa alshshamsu waalqamaru
dan matahari dan bulan dikumpulkan, (9)
يَقُولُ الْإِنسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّ ﴿١٠﴾
75/Al-Qiyamah-10: Yaqoolu alinsanu yawmaithin ayna almafarru
pada hari itu manusia berkata: "Ke mana tempat berlari?" (10)
كَلَّا لَا وَزَرَ ﴿١١﴾
75/Al-Qiyamah-11: Kalla la wazara
sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung! (11)
إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمُسْتَقَرُّ ﴿١٢﴾
75/Al-Qiyamah-12: Ila rabbika yawmaithin almustaqarru
Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali. (12)
يُنَبَّأُ الْإِنسَانُ يَوْمَئِذٍ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ ﴿١٣﴾
75/Al-Qiyamah-13: Yunabbao alinsanu yawmaithin bima qaddama waakhkhara
Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. (13)
بَلِ الْإِنسَانُ عَلَى نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ ﴿١٤﴾
75/Al-Qiyamah-14: Bali alinsanu AAala nafsihi baseeratun
Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, (14)
وَلَوْ أَلْقَى مَعَاذِيرَهُ ﴿١٥﴾
75/Al-Qiyamah-15: Walaw alqa maAAatheerahu
meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya. (15)
لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ ﴿١٦﴾
75/Al-Qiyamah-16: La tuharrik bihi lisanaka litaAAjala bihi
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. (16)
إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ ﴿١٧﴾
75/Al-Qiyamah-17: Inna AAalayna jamAAahu waquranahu
Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. (17)
فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ ﴿١٨﴾
75/Al-Qiyamah-18: Faitha qaranahu faittabiAA quranahu
Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. (18)
ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ ﴿١٩﴾
75/Al-Qiyamah-19: Thumma inna AAalayna bayanahu
Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya. (19)
كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ ﴿٢٠﴾
75/Al-Qiyamah-20: Kalla bal tuhibboona alAAajilata
Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia, (20)
وَتَذَرُونَ الْآخِرَةَ ﴿٢١﴾
75/Al-Qiyamah-21: Watatharoona alakhirata
dan meninggalkan (kehidupan) akhirat. (21)
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ ﴿٢٢﴾
75/Al-Qiyamah-22: Wujoohun yawmaithin nadiratun
Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. (22)
إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ ﴿٢٣﴾
75/Al-Qiyamah-23: Ila rabbiha nathiratun
Kepada Tuhannyalah mereka melihat. (23)
وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ بَاسِرَةٌ ﴿٢٤﴾
75/Al-Qiyamah-24: Wawujoohun yawmaithin basiratun
Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram, (24)
تَظُنُّ أَن يُفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌ ﴿٢٥﴾
75/Al-Qiyamah-25: Tathunnu an yufAAala biha faqiratun
mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat. (25)
كَلَّا إِذَا بَلَغَتْ التَّرَاقِيَ ﴿٢٦﴾
75/Al-Qiyamah-26: Kalla itha balaghati alttaraqiya
Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan, (26)
وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ ﴿٢٧﴾
75/Al-Qiyamah-27: Waqeela man raqin
dan dikatakan (kepadanya): "Siapakah yang dapat menyembuhkan?", (27)
وَظَنَّ أَنَّهُ الْفِرَاقُ ﴿٢٨﴾
75/Al-Qiyamah-28: Wathanna annahu alfiraqu
dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), (28)
وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ ﴿٢٩﴾
75/Al-Qiyamah-29: Wailtaffati alssaqu bialssaqi
dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan), (29)
إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمَسَاقُ ﴿٣٠﴾
75/Al-Qiyamah-30: Ila rabbika yawmaithin almasaqu
kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau. (30)
فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّى ﴿٣١﴾
75/Al-Qiyamah-31: Fala saddaqa wala salla
Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al Quran) dan tidak mau mengerjakan shalat, (31)
وَلَكِن كَذَّبَ وَتَوَلَّى ﴿٣٢﴾
75/Al-Qiyamah-32: Walakin kaththaba watawalla
tetapi ia mendustakan (Rasul) dam berpaling (dari kebenaran), (32)
ثُمَّ ذَهَبَ إِلَى أَهْلِهِ يَتَمَطَّى ﴿٣٣﴾
75/Al-Qiyamah-33: Thumma thahaba ila ahlihi yatamatta
kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak (sombong). (33)
أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى ﴿٣٤﴾
75/Al-Qiyamah-34: Awla laka faawla
Kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu, (34)
ثُمَّ أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى ﴿٣٥﴾
75/Al-Qiyamah-35: Thumma awla laka faawla
kemudian kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu. (35)
أَيَحْسَبُ الْإِنسَانُ أَن يُتْرَكَ سُدًى ﴿٣٦﴾
75/Al-Qiyamah-36: Ayahsabu alinsanu an yutraka sudan
Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)? (36)
أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّن مَّنِيٍّ يُمْنَى ﴿٣٧﴾
75/Al-Qiyamah-37: Alam yaku nutfatan min manayyin yumna
Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), (37)
ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّى ﴿٣٨﴾
75/Al-Qiyamah-38: Thumma kana AAalaqatan fakhalaqa fasawwa
kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, (38)
فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنثَى ﴿٣٩﴾
75/Al-Qiyamah-39: FajaAAala minhu alzzawjayni alththakara waalontha
lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan. (39)
أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَن يُحْيِيَ الْمَوْتَى ﴿٤٠﴾
75/Al-Qiyamah-40: Alaysa thalika biqadirin AAala an yuhyiya almawta
Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati? (40)

Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)


TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN

✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar