" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

Minggu, 05 Maret 2017

Surat Al-Muddassir (Orang yang berkemul) 56 Ayat • Surat ke 74 • Makkiyah


أنا أحبك يا رسول الله


Sebelum baca, harus BERSHOLAWAT dulu!,
Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!


Klik untuk mendengarkan ⏯ atau klik titik 3 untuk download ⇓ murothal


سورة الـمّـدّثّـر

Surah Al-Muddassir

Bismillāhir rahmānir rahīm

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ ﴿١﴾
74/Al-Muddassir-1: Ya ayyuha almuddaththiru
Hai orang yang berkemul (berselimut), (1)
قُمْ فَأَنذِرْ ﴿٢﴾
74/Al-Muddassir-2: Qum faanthir
bangunlah, lalu berilah peringatan! (2)
وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ ﴿٣﴾
74/Al-Muddassir-3: Warabbaka fakabbir
dan Tuhanmu agungkanlah! (3)
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ ﴿٤﴾
74/Al-Muddassir-4: Wathiyabaka fatahhir
dan pakaianmu bersihkanlah, (4)
وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ ﴿٥﴾
74/Al-Muddassir-5: Waalrrujza faohjur
dan perbuatan dosa tinggalkanlah, (5)
وَلَا تَمْنُن تَسْتَكْثِرُ ﴿٦﴾
74/Al-Muddassir-6: Wala tamnun tastakthiru
dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. (6)
وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ ﴿٧﴾
74/Al-Muddassir-7: Walirabbika faisbir
Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah. (7)
فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُورِ ﴿٨﴾
74/Al-Muddassir-8: Faitha nuqira fee alnnaqoori
Apabila ditiup sangkakala, (8)
فَذَلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ ﴿٩﴾
74/Al-Muddassir-9: Fathalika yawmaithin yawmun AAaseerun
maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit, (9)
عَلَى الْكَافِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ ﴿١٠﴾
74/Al-Muddassir-10: AAala alkafireena ghayru yaseerin
bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah. (10)
ذَرْنِي وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا ﴿١١﴾
74/Al-Muddassir-11: Tharnee waman khalaqtu waheedan
Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian. (11)
وَجَعَلْتُ لَهُ مَالًا مَّمْدُودًا ﴿١٢﴾
74/Al-Muddassir-12: WajaAAaltu lahu malan mamdoodan
Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak, (12)
وَبَنِينَ شُهُودًا ﴿١٣﴾
74/Al-Muddassir-13: Wabaneena shuhoodan
dan anak-anak yang selalu bersama dia, (13)
وَمَهَّدتُّ لَهُ تَمْهِيدًا ﴿١٤﴾
74/Al-Muddassir-14: Wamahhadtu lahu tamheedan
dan Ku-lapangkan baginya (rezeki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya, (14)
ثُمَّ يَطْمَعُ أَنْ أَزِيدَ ﴿١٥﴾
74/Al-Muddassir-15: Thumma yatmaAAu an azeeda
kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya. (15)
كَلَّا إِنَّهُ كَانَ لِآيَاتِنَا عَنِيدًا ﴿١٦﴾
74/Al-Muddassir-16: Kalla innahu kana liayatina AAaneedan
Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (Al Quran). (16)
سَأُرْهِقُهُ صَعُودًا ﴿١٧﴾
74/Al-Muddassir-17: Saorhiquhu saAAoodan
Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan. (17)
إِنَّهُ فَكَّرَ وَقَدَّرَ ﴿١٨﴾
74/Al-Muddassir-18: Innahu fakkara waqaddara
Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya), (18)
فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ ﴿١٩﴾
74/Al-Muddassir-19: Faqutila kayfa qaddara
maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?, (19)
ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ ﴿٢٠﴾
74/Al-Muddassir-20: Thumma qutila kayfa qaddara
kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?, (20)
ثُمَّ نَظَرَ ﴿٢١﴾
74/Al-Muddassir-21: Thumma nathara
kemudian dia memikirkan, (21)
ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ ﴿٢٢﴾
74/Al-Muddassir-22: Thumma AAabasa wabasara
sesudah itu dia bermasam muka dan merengut, (22)
ثُمَّ أَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَ ﴿٢٣﴾
74/Al-Muddassir-23: Thumma adbara waistakbara
kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, (23)
فَقَالَ إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ يُؤْثَرُ ﴿٢٤﴾
74/Al-Muddassir-24: Faqala in hatha illa sihrun yutharu
lalu dia berkata: "(Al Quran) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu), (24)
إِنْ هَذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِ ﴿٢٥﴾
74/Al-Muddassir-25: In hatha illa qawlu albashari
ini tidak lain hanyalah perkataan manusia". (25)
سَأُصْلِيهِ سَقَرَ ﴿٢٦﴾
74/Al-Muddassir-26: Saosleehi saqara
Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. (26)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُ ﴿٢٧﴾
74/Al-Muddassir-27: Wama adraka ma saqaru
Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu? (27)
لَا تُبْقِي وَلَا تَذَرُ ﴿٢٨﴾
74/Al-Muddassir-28: La tubqee wala tatharu
Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (28)
لَوَّاحَةٌ لِّلْبَشَرِ ﴿٢٩﴾
74/Al-Muddassir-29: Lawwahatun lilbashari
(Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. (29)
عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ ﴿٣٠﴾
74/Al-Muddassir-30: AAalayha tisAAata AAashara
Dan di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). (30)
وَمَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلَّا مَلَائِكَةً وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلَّا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا وَلَا يَرْتَابَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْمُؤْمِنُونَ وَلِيَقُولَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَالْكَافِرُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلًا كَذَلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَن يَشَاء وَيَهْدِي مَن يَشَاء وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ وَمَا هِيَ إِلَّا ذِكْرَى لِلْبَشَرِ ﴿٣١﴾
74/Al-Muddassir-31: Wama jaAAalna ashaba alnnari illa malaikatan wama jaAAalna AAiddatahum illa fitnatan lillatheena kafaroo liyastayqina allatheena ootoo alkitaba wayazdada allatheena amanoo eemanan wala yartaba allatheena ootoo alkitaba waalmuminoona waliyaqoola allatheena fee quloobihim maradun waalkafiroona matha arada Allahu bihatha mathalan kathalika yudillu Allahu man yashao wayahdee man yashao wama yaAAlamu junooda rabbika illa huwa wama hiya illa thikra lilbashari
Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orng-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): "Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia. (31)
كَلَّا وَالْقَمَرِ ﴿٣٢﴾
74/Al-Muddassir-32: Kalla waalqamari
Sekali-kali tidak, demi bulan, (32)
وَاللَّيْلِ إِذْ أَدْبَرَ ﴿٣٣﴾
74/Al-Muddassir-33: Waallayli ith adbara
dan malam ketika telah berlalu, (33)
وَالصُّبْحِ إِذَا أَسْفَرَ ﴿٣٤﴾
74/Al-Muddassir-34: Waalssubhi itha asfara
dan subuh apabila mulai terang. (34)
إِنَّهَا لَإِحْدَى الْكُبَرِ ﴿٣٥﴾
74/Al-Muddassir-35: Innaha laihda alkubari
Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar, (35)
نَذِيرًا لِّلْبَشَرِ ﴿٣٦﴾
74/Al-Muddassir-36: Natheeran lilbashari
sebagai ancaman bagi manusia. (36)
لِمَن شَاء مِنكُمْ أَن يَتَقَدَّمَ أَوْ يَتَأَخَّرَ ﴿٣٧﴾
74/Al-Muddassir-37: Liman shaa minkum an yataqaddama aw yataakhkhara
(Yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur. (37)
كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ ﴿٣٨﴾
74/Al-Muddassir-38: Kullu nafsin bima kasabat raheenatun
Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, (38)
إِلَّا أَصْحَابَ الْيَمِينِ ﴿٣٩﴾
74/Al-Muddassir-39: Illa ashaba alyameeni
kecuali golongan kanan, (39)
فِي جَنَّاتٍ يَتَسَاءلُونَ ﴿٤٠﴾
74/Al-Muddassir-40: Fee jannatin yatasaaloona
berada di dalam surga, mereka tanya menanya, (40)
عَنِ الْمُجْرِمِينَ ﴿٤١﴾
74/Al-Muddassir-41: AAani almujrimeena
tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, (41)
مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ ﴿٤٢﴾
74/Al-Muddassir-42: Ma salakakum fee saqara
"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" (42)
قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ ﴿٤٣﴾
74/Al-Muddassir-43: Qaloo lam naku mina almusalleena
Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, (43)
وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ ﴿٤٤﴾
74/Al-Muddassir-44: Walam naku nutAAimu almiskeena
dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, (44)
وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ ﴿٤٥﴾
74/Al-Muddassir-45: Wakunna nakhoodu maAAa alkhaideena
dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, (45)
وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ ﴿٤٦﴾
74/Al-Muddassir-46: Wakunna nukaththibu biyawmi alddeeni
dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, (46)
حَتَّى أَتَانَا الْيَقِينُ ﴿٤٧﴾
74/Al-Muddassir-47: Hatta atana alyaqeenu
hingga datang kepada kami kematian". (47)
فَمَا تَنفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِينَ ﴿٤٨﴾
74/Al-Muddassir-48: Fama tanfaAAuhum shafaAAatu alshshafiAAeena
Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberikan syafa'at. (48)
فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِينَ ﴿٤٩﴾
74/Al-Muddassir-49: Fama lahum AAani alttathkirati muAArideena
Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?, (49)
كَأَنَّهُمْ حُمُرٌ مُّسْتَنفِرَةٌ ﴿٥٠﴾
74/Al-Muddassir-50: Kaannahum humurun mustanfiratun
seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut, (50)
فَرَّتْ مِن قَسْوَرَةٍ ﴿٥١﴾
بَلْ يُرِيدُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ أَن يُؤْتَى صُحُفًا مُّنَشَّرَةً ﴿٥٢﴾
74/Al-Muddassir-52: Bal yureedu kullu imriin minhum an yuta suhufan munashsharatan
Bahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka. (52)
كَلَّا بَل لَا يَخَافُونَ الْآخِرَةَ ﴿٥٣﴾
74/Al-Muddassir-53: Kalla bal la yakhafoona alakhirata
Sekali-kali tidak. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat. (53)
كَلَّا إِنَّهُ تَذْكِرَةٌ ﴿٥٤﴾
74/Al-Muddassir-54: Kalla innahu tathkiratun
Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya Al Quran itu adalah peringatan. (54)
فَمَن شَاء ذَكَرَهُ ﴿٥٥﴾
74/Al-Muddassir-55: Faman shathakarahu
Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran daripadanya (Al Quran). (55)
وَمَا يَذْكُرُونَ إِلَّا أَن يَشَاء اللَّهُ هُوَ أَهْلُ التَّقْوَى وَأَهْلُ الْمَغْفِرَةِ ﴿٥٦﴾
74/Al-Muddassir-56: Wama yathkuroona illa an yashaa Allahu huwa ahlu alttaqwa waahlu almaghfirati
Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran daripadanya kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dia (Allah) adalah Tuhan Yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan berhak memberi ampun. (56)


Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN

✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar