" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Jumat, 31 Maret 2017

Penjelasan Tentang Perhitungan Zakat

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!




Penjelasan Tentang Perhitungan Zakat

Zakat Profesi:

Syaikh DR. Yusuf aaradlawi menjelaskan dałam karyanya Fiqih Zakat, bab zakat profesi dan penghasilan, bahwa cara mengeluarkan zakat dari Penghasilan Netto atau zakat bers h, yaitu mengeluarkan zakat dari harta yang sudah mencapai nishab setelah dikurangi untuk kebutuhan pokok seharł-hari, baik pangan, papan, hutang jatuh tempo dan kebutuhan pokok lainnya untuk keperluan dirinya, keluarga dan yang menjadi tanggungannya. Hal inl berdasarkan hadits riwayat Imam Al-Bukhari dari Hakim bin Hizam bahwa Rasulullah SAW bersabda dan paling baiknya zakat iłu dikeluarkan dari kelebihan kebutuhan... ll . (lihat: DR Yusuf Al-aaradlawi. Fiqh Zakat, 486). Meskipun mengeluarkan zakat dari penghasilan Brutto atau zakat kotor lebih afdhol dalam rangka kehati-hatian.

Oleh karena iłu, seseorang yang mendapatkan penghasilan halal dan telah mencapai nishabnya maka wajib dikeluarkan zakatnya setiap bulan atau diakumulasikan dan dikeluarkan di akhir tahun. Zakat profesi dianalogikan dengan zakat pertanian dan zakat emas dan perak.

Dari sudut nishab dianalogikan pada zakat pertanian sebesar 5 ausuq atau 653 kg gabah dan dikonversi ke beras dengan penyusutan 20% dari gabah yaitu 520 kg beras. Bagi zakat profesi tidak ada ketentuan haul. Ketentuan waktu menyalurkannya adalah pada saat menerima. Penganalogian zakat profesi dengan zakat pertanian dilakukan karena ada kemiripan antara keduanya (Qiyas asy-Syabah) Jika hasil panen pada setiap musim berdiri sendiri tidak terkait dengan hasil sebelumnya, demikian halnya dengan upah atau gaji yang diterima, tidak terkait antara penerimaan bulan kesatu dan bulan kedua seterusnya.

Sedangkan dari SISI kadar zakat maka zakat profesi dianalogikan dengan zakat uang (emas dan perak) sebesar 2,5% karena pendapatan yang diterima profesi dalam bentuk honorarium, gaj, upah d terima dalam bentuk uang.

Zakat Perdagangan

Zakat perdagangan harus dikeluarkan setiap tahun sekali berdasarkan perkataan Ibnu Rusyd dałam "Bidayatul Mujtahid' jilid 2 hal 261-262 bahwa Jurnhur Ułama mensyaratkan kewajiban berzakat pada emas, perak, hewan, dan barang dagangan setiap tahun (hau) karena telah diberlakukan dan diamalkannya hal iłu iłu di kalangan khalifah yang empat (Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali) serta tersebarnya hal iłu di kalangan para sahabat Nabi. Keyakinan mereka dalam hal ini menunjukkan bahwa hal tersebut (pengeluaran zakat setiap tahun) berasal dari sumber hukum yang je as (tauqif). Telah diriwayatkan dari hadits Ibnu Umar ra dari Nabi saw sesungguhnya beliau bersabda: "Tidak ada zakat pada harta sehingga telah beryalan selama satu tahun” (HR. Daruquthni dan Baihaqi). Demikian pula hadits yang diriwayatkan dari Ali bi Abi Thalib ra, Rasulullah saw bersabda: "Jika anda memiliki dua ratus dirham dan telah berlalu waktu satu tahun, maka wajib dikeluarkan zakatnya sebanyak lima dirham. Anda tidak mempunyai kewajiban apa-apa sehingga anda memiliki dua puluh dinar dan telah berlalu waktu satu tahun, dan anda harus berzakat sebesar setengah dinar. Jika lebih, maka dihitung berdasarkan kelebihannya. Dan tidak ada zakat pada harta sehingga berlalu waktu satu tahun” (HR. Abu Dawud). Masalah ini telah ijma (dłsepakati) oleh para fuqaha negeri-negeri Islam dan tidak ada perselisihan di kalangan sahabat Nabi saw.

Sedangkan nłshab zakat perdagangan menurut pendapat jumhur ułama adalah sama dengan nłshab dari zakat emas dan perak, yaitu senilai dua puluh mitsqal atau dua puluh dinar emas atau dua ratus dirharn perak (Fiqh al-Zakat, DR Yusuf al-aardhawi Jilid 2 hal. 789). Nishab zakat emas dan perak sebesar 20 mitsqal atau 200 dirham, sebagaimana hadits yang diriwayatkan darł Ali bin Abi Thalib ra tadi dan hadits lain dari Abu Said al-Khudri ra, Rasulullah saw bersabda: "Tidak wajib sedekah (zakat) pada perak yang kurang dari lima awaq". Dua puluh mitsqal/dinar setara dengan 85 gr emas (satu dinar-4,25 gr emas); adapun lima awaq ekuivalen dengan 200 dirham (satu dirham=2,975 gr perak), karena itu 200 dinar setara dengan 595 gr perak

Adapun cara pengeluaran zakat perdagangan adalah (Nilai harga barang yang belurn teoual/rnodal yang diputar+laba+piutang lancar-hutang jatuh tempo x 2,5%) berdasarkan riwayat yang disampaikan oleh Abu Ubaid dalam kitabnya "Al-Amwal" hal. 431, beliau meriwayatkan dari Maimun bin Mahran sebagai berikut: "Bila telah tiba waktu pernbayaran zakat, maka hitunglah kekayaan uang dan barang perniagaan yang karnu miliki kernudian taksir seluruhnya dalam bentuk uang setelah ditambah dengan piutang yang ada dan dikurangi dengan utang yang harus dilunasi kernudian zakatilah sisanya

Sedangkan kadar zakat perdagangan yaitu 2,5% seperti kadar zakat emas atau uang (Fiqh alZakat, DR. Yusuf al-aardhawi, ji Id 1, hal 314). Berkaitan dengan kadar zakat emas berpegang kepada hadits riwayat Imam Bukhari bahwa Rasulullah saw bersabda: "Zakat atas emas murni (riqqah) adalah seperempat dari sepersepuluh (maksudnya 2,5%), jika tidak memiliki emas kecuali sekadarnya, maka tidak ada zakatnya sampai kapanpun (maksudnya jika belum mencapai nishab)'

Zakat Emas dan Perak

Nishab zakat ernas dan perak yaitu senilai dua puluh mitsqal atau dua puluh dinar emas atau dua ratus dirham perak dan dikeluarkan setiap tahun sekali Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ra, Rasulullah saw bersabda: '/Jika anda memiliki dua ratus dirham dan telah berlalu waktu satu tahun, maka wajib dikeluarkan zakatnya sebanyak lima dirham. Anda tidak mempunyai kewajiban apa-apa sehingga anda memiliki dua puluh dinar dan telah berlalu waktu satu tahun, dan anda harus berzakat sebesar setengah dinar. Jika lebih, maka dihitung berdasarkan kelebihannya. Dan tidak ada zakat pada harta sehingga berlalu waktu satu tahun" (HR. Abu Dawud). Demikian pula hadits ain dari Abu Said al-Khudri ra, Rasulullah savv bersabda: "Tidak wajib sedekah (zakat) pada perak yang kurang dari lima awaq". Dua puluh mitsqal/dinar setara dengan 85 gr emas (satu dinar=4,25 gr emas); adapun lima awaq ekuivalen dengan 200 dirham (satu dirham=2,975 gr perak), karena itu 200 dinar setara dengan 595 gr perak

Sedangkan kadar zakat emas dan perak ya tu 2,5%. Berkaitan dengan kadar zakat emas berpegang kepada hadits riwayat mam Bukhari bahwa Rasulullah saw bersabda: "Zakat atas emas murni (riqqah) adalah seperernpat dari sepersepuluh (maksudnya 2,5%), jika tidak memiliki emas kecuali sekadarnya, maka tidak ada zakatnya sampai kapanpun (maksudnyajika belum mencapai nishab)'

Zakat Tabungan

Seluruh harta simpanan baik yang berupa tabungan ataupun deposito merupakan sumber harta yang wajb dikeluarkan zakatnya apabila sudah mencapai nishab dan berjalan satu tahun (hau). Kadarnya sebesar 2,5% dari jumlah simpanan ditambah bagi hasilnya. Jika bentuk bagi hasilnya adalah bunga (bank konvensional) maka tidak dapat dikeluarkan zakat atas bunga tersebut karena dikatagorikan oleh sebagian besar ulama sebagai dana haram. Para ulama kontemporer sepakat bahwa bunga bank adalah harta riba yang diharamkan dalam Islam (Fatawa Muashirah DR. Yusuf Al-aardhawi: jilid 2, hal 410). Harta riba yang diperoleh dari bunga bank sama kedudukannya dengan harta yang diperoleh dengan cara haram Iainnya seperti mencuri korupsi, dan Iain-Iain. Dan ulama sepakat bahwa harta haram tidak sah untuk dikeluarkan zakatnya

Adapun nishab zakat tabungan disamakan dengan nishab zakat ernas dan perak atau zakat uang yaitu senilai 85 gram emas.



Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :