" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Senin, 13 Maret 2017

Jika Khawatir Dengan Rezeki, Bacalah 2 Ayat Ini Setiap Saat Dan Renungkanlah


Jika berbicara tentang rezeki, maka itu merupakan misteri yang Allah rahasiakan sehingga dirasakan oleh manusia itu sendiri. Tidaklah Allah menciptakan seorang makhluk melainkan dengan rezekinya masing­masing. 

Bahkan makhluk sekecil semut atau bakteri telah Allah siapkan rezekinya tanpa dikurangi sedikit pun. Hanya saja saat ini banyak manusia yang merasa khawatir dengan rezekinya. 

Terlebih pandangan manusia tentang rezeki identik dengan pekerjaan yang kini semakin sulit. Padahal selama manusia masih berikhtiar, maka Allah akan menurunkan rezeki kepadanya. Bahkan bisa saja melalui tangan orang lain. Guna menambah keyakinan dan agar tidak merasa khawatir dengan rezeki yang telah Allah siapkan, bacalah 2 ayat Al Qur’an berikut setiap saat serta renungkanlah.

 ْودَ َع َهاۚ ُك ٌّل فِي ِكتَا ٍب ُمبِي ٍن َو ُم ْستَ َّر َها ُم ُم ْستَقَ َويَ ْعلَ َها َّلا َعلَى ا َِّࠀ ِر ْزقُ ِ ْر ِض إ َو َما ِم ْن دَابَّ ٍة فِي ا ْلأَ 

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi, melainkan Allah­lah yang memberi rezekinya. Dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” (QS Hud 6) 

Dikatakan oleh Imam Ibnu Katsir bahwa Allah menjadikan semua makhluk hidup yang ada di muka bumi, entah yang kecil maupun yang besar, entah makhluk laut maupun makhluk darat dengan rezekinya masing­masing. 

Bahkan Allah juga mengetahui setiap tempat berdiam, tempat beristirahat dan tempat tinggalnya, meski dalam kegelapan sekalipun. Dengan ayat tersebut mengingatkan kepada kita semua bahwa jika binatang melata saja sudah dijamin rezekinya oleh Allah, apalagi manusia yang menjadi makhluk sempurna dibandingkan yang lain dan diberikan anugerah berupa akal dan hati. Selain itu jatah rezeki pun sudah tertulis di Lauh Mahfudz mulai dari cara mendapatkan, sumbernya hingga jalan untuk menghabiskannya. Sehingga mustahil Allah menciptakan seorang makhluk tanpa rezeki yang mengiringinya. 

عَِلي ُم ْ َو ُهَو ال َّسِمي ُع ال ِيَّا ُكْمۚ َوإ َها َها ا َّࠀُ يَ ْر ُزقُ ْن ِم ْن دَابَّ ٍة َلا تَ ْحِم ُل ِر ْزقَ يِّ َو َكأَ

“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah­lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al Ankabut 60) 

Ayat ini menegaskan bahwa ada makhluk yang tak kuasa untuk mendapatkan rezeki dari usaha dan tangannya. Namun Allah tetap memberikan jatah rezekinya melaui cara yang dikehendaki­Nya. Lihatlah sosok bayi, orang sakit maupun orang jompo yang tentu sulit untuk mendapatkan rezeki seperti makan dan minum. Namun Allah menakdirkan orang lain untuk mengantarkan rezeki bagi mereka. 

Semoga kita semakin yakin bahwa Allah Maha Pemberi Rezeki dan telah menyiapkan rezeki terbaik bagi kita. Yang jelas jangan berputus asa untuk senantiasa berusaha dan berdoa. Wallahu A’lam

Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!

Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:



لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.


"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."



Lathaiful Ma'arif, hlm. 19




 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :