" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

Selasa, 28 Februari 2017

Terapi Mengatasi Gula Darah (Diabetes) dengan Minyak Zaitun (Olive Oil)

أنا أحبك يا رسول الله


Sebelum baca, harus BERSHOLAWAT dulu!,
Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!




Aku dapati penyakit diabetes yang aku derita mencapai 500 mg. Lalu setelah 1 bln lakukan diet ketat dan olah raga, gula darahku turun menjadi 300 mg (keadaan tidak puasa) dan 200 mg (puasa). Tidak terlalu signifikan.


Lantas aku putuskan utk konsumsi minyak zaitun. Suatu hal yg luar biasa terjadi, stlh 3 hari konsumsi Minyak Zaitun, gula darahku turun jadi 180 mg, atau turun sekitar 100 mg (dr kondisi awal). 3 hari berikutnya, turun jadi hanya 93 mg (tdk puasa). Setelah mengetahui semua hasil ini, timbul beberapa pertanyaan, Apkh minyak zaitun pengobatan smntr, atau si pasien harus terus mengkonsumsinya?

Apkh minyak zaitun mampu memompa kinerja pankreas lebih baik? Atau minyak zaitun hanya menyerap kadar gula berlebih dalam darah?

Atau ia mampu bantu enzim insulin utk masuk terserap ke dalam sel?

Tapi fakta yang paling penting, kadar gula darah benar-benar turun.

Nah, dosisku untuk konsumsinya :

Dua sendok mkn sblm tidur,
Dan dua sendok mkn stlh bangun tidur.
Dr hasil penelitianku ternyata yang terbaik adalah konsumsi saat seteleh bangun tidur.

Hasil penelitian ini aku tulis setelah beberapa bulan kemudian, dan alhamdulillah selama itu kadar gula darahku tetap normal.

Aku pun melakukan penelitian thd bbrp org pasien, yg meñghasilkan sebuah kesimpulan positif yakni:

Bahwa tubuh manusia berbeda-beda dalam merespon minyak zaitun, ada yang langsung menurun (gula darahnya) 100 mg pada hari pertama, namun ada pula yang menurun setelah 3 hari. Tapi hasilnya sangat baik.
Mayoritas mengatakan telah sembuh organ dalam mrk, terutama pankreas.
Tanda-tanda diabetes mereka menurun drastis bahkan hilang, seperti rasa panas dingin di tapak kaki ketika malam hari, atau seringnya buang air kecil.
Beberapa teman mulai meninggalkan obat-obatan dokter.
Tidak seorangpun mengeluh efek samping buruk dr minyak zaitun. Dan ini merupakan nikmat dari Allah.
(Muhammad Zahroni di Madinah Munawwarah)

Seminar Prof. Hassan Syamsi Basya.
_Minyak Zaitun = Olive Oil

Ayooo kita coba para diabetans_.

Monggo dishare agar banyak orang yg sembuh dr diabetes.

Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)





TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19





Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar