" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Selasa, 17 Januari 2017

Ruqyah Sebagai Obat Paling Ampuh





Ruqyah Sebagai Obat Paling Ampuh - Dalam Sistem kedokteran ala Nabi SAW tidak sama dengan apa yang diresepkan oleh para dokter dan ahli kesehatan, dimana obat Nabi SAW adalah pengobatan yang efektif dan menyembuhkan berdasarkan wahyu.


Pengobatan ala ruqyah memang jauh berbeda dari sistem pengobatan modern yang berdasarkan hipotesis, eksperimen dan observasi, dimana orang-orang tidak percaya obat yang dianjurkan Nabi SAW itu “Manjur” sehingga tidak memperoleh manfaat sama sekali.


Hanyalah orang-orang yang kuat Imannya kepada Allah dan Rasulullah SAW yang merasakan manfaat dari ruqyah ini.


Ora Et Labora, begitu juga dengan pengobatan ala Nabi ini, berusaha dan berdo’a seperti halnya orang-orang yang shalatnya bagus maka ia telah meminta kepada Allah SWT agar diberikan kesehatan 17 kali sehari semalam dalam 5 kali shalat wajib saat duduk antara 2 sujud selalu kita mintakan “Wa-‘afinii” (Sehatkan aku).


Apakah anda percaya ?. “Inna Lillaahi Wainna Ilaihi Raaji’uun”, sesungguhnya semuanya datang dari Allah SWT dan kembali kepadaNya. Mulai dari yang ringan seperti Batuk, pilek, allergi, dll sampai dengan yang parah seperti Jantung koroner dan sebaginya itu datangnya dari Allah SWT, dan maka Allah SWT pulalah yang pasti akan menyembuhkannya.


Bagaimana Al-qur’an menjelaskan tentang “Madu” dan “Lebah” dalam surat An-Nahli, yang artinya; “Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada Lebah, “buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia” (QS. An-Nahli, 68).


“Kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang (dimudahkan). Dari perut lebah itu keluar minuman (Madu) yang bermacam-macam warnamya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berfikir “. (QS. An-Nahli, 69).


Subhanallah, Allah menciptakan lebah, mengajarkan lebah membuat sarang dan mencari makannya, kemudian Allah memberitahukan manusia untuk mengambil manfaatnya.


Pengalaman berobat kepada dokter saat kita menderita Flu Berat biasanya kita dianjurkan misalnya minumlah 2 sendok makan madu 3 x sehari, minumlah teh rosella (tinggi Vitamin C) atau Minumlah 1 gelas perasan air jeruk nipis 2 x sehari dan minum air putih yang banyak serta tidur atau istirahat yang cukup. Lalu rekomendasi dokter ini keta jalankan 100 % dan setelah 3 hari kitapun sembuh dari serangan Flu berat.


Pertanyaannya Apakah Obat dan rekomendasi dokter tadi ataukah Allah yang menyembuhkan kita ? . Memang benar rekomendasi dan obat dokter membuat kita sehat tetapi siapakan yang menciptakan lebah, rosella dan jeruk nipis tadi ? Semuanya tumbuh dari tanah, lalu siapa pula yang menciptakan tanahnya ? Pada akhirnya kita sendiri akan menjawab bahwa Allah telah menciptakan semuanya termasuk kita dan sang dokter itu sendiri serta sehat dan sakitnya kita sehingga kita harus ambil hikmahnya.


Proses pengobatan ala Rasulullah SAW juga menganjurkan kita mempertahankan Wudhuk karena menjadi pembuka bagi disembuhkannya berbagai penyakit karena Wudhuk menunjukkan kebersihan dan kesucian untuk dapat melanjutkan berdo’a dan membaca Al-qur’an sehingga kita dilindungi Oleh Allah SWT dari pengaruh setan.


Allah SWT Berfirman yang artinya ; "Wahai orang-orang yang beriman !, apabila kamu hendak mengerjakan shalat maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai kesiku, dan sapulah kepalamu, dan basuh kedua kakimu hingga kedua mata kaki. Jika kamu junub maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau kamu menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air maka bertayammumlah dengan debu yang baik (suci) ; usaplah wajahmu dan tanganmu dengan debu itu. Allah tak ingin menyulitkan kamu, tetapi Ia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur". (QS. Al-Maaidah ; 6)


Ruqyah yaitu singkatan dari “Ruqyah Syar’iyah” yang dipraktekkan oleh rasulullah SAW dan diizinkan bagi orang lain untuk melakukannya. Ruqyah adalah Pembacaan ayat-ayat Al-Quran atau berdo’a kepada Allah SWT untuk tujuan penyembuhan penyakit seseorang atau dirinya sendiri.


Ini dilakukan oleh Muslim yang suci dan do’a yang dibacakan tidak boleh berisi kata-kata yang tidak dapat dipahami dan tidak boleh ditujukan kepada selain Allah SWT. Orang yang melakukan Ruqyah dan subjeknya harus sama-sama percaya dengan pasti bahwa penyembuhan berasal dari Allah, bukan dari orang yang berdo’a dan bukan pula dari do’a itu sendiri.


Bukhari, volume 007, buku 071, nomor hadits ; 631, diriwayatkan dari Aisyah : "Selama masa Nabi SAW sakit, Beliau biasa membaca “Muawwidzatain (Surah An-Nas dan Surah Al-Falaq) dan kemudian meniupkan nafas di atas rubuhnya. Ketika penyakitnya bertambah parah, saya membaca kedua surah tersebut dan meniupkan nafas saya di atas Beliau dan membantu beliau menggosok tubuhnya dengan tangannya sendiri untuk berkat-berkatnya".


(Ma’mar bertanya pada Az-Zuhri, “bagaimana cara Nabi meniupkannya ?” Az-Zuhri berkata ; “Beliau meniupkannya pada kedua telapak tangannya, kemudian mengusapkannya melewati wajahnya”.)


Bukhari, volume 007, buku 071, nomor hadits 633 ; diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas bahwa beberapa sahabat Nabi melewati beberapa orang yang tinggal di dekat sumber air dan salah satu dari orang tersebut telah disengat kalajengking.


Seorang lelaki diantara mereka yang tinggal dekat sumber air, datang dan berkata kepada sahabat Nabi, "Apakah ada seorang diantara kalian yang dapat melakukan Ruqyah karena di dekat air disana ada seseorang yang telah disengat oleh kalajengking". 


Salah seorang sahabat Nabi pun pergi kesana dan membaca Surah A-Fatihah dengan domba sebagai imbalannya. Pasien tersebut sembuh dan sahabat tersebut membawa domba imbalan kepada teman-temannya yang tidak suka akan hal itu dan berkata, “Anda telah mengambil upah untuk membaca Kitab Allah”. 


Ketika mereka tiba di Madinah, mereka berkata ; "Wahai Rasulullah !, (orang ini) telah mengambil upah untuk membaca Kitab Allah”. Rasulullah berkata, “Kau yang paling berhak untuk mengambil upah untuk untuk melakukan ruqyah dengan Kitab Allah".


Bukhari, volume 007, buku 071, nomor hadits 635 ; diriwayatkan oleh Ummu Salamah bahwa Nabi SAW melihat di rumahnya seorang gadis yang wajahnya memiliki bercak hitam. Beliau berkata ; "Dia berada di bawah pengaruh mata jahat maka sembuhkan ia dengan ruqyah".


Bukhari, volume 007, buku 071, nomor hadits 637 ; diriwaqtkan oleh Al-Aswad, “Aku bertanya kepada Aisyah tentang merawat sengatan beracun (gigitan ular atau sengatan kalajengking) dengan ruqyah. Dia berkata, "Nabi mengizinkan pengobatan sengatan beracun dengan ruqyah".


Bukhari, volume 007, buku 071, nomor hadits 638 ; diriwayatkan oleh ‘Abdul ‘Aziz bahwa Tsabit dan saya pergi ke Anas bin Malik. Tsabit berkata ; "Wahai Abu Hamzah !, Aku sakit”. Anas berkata, “Perlukah aku merawat anda dengan ruqyah Rasulullah ?", Tsabit berkata, "Ya", Anas membaca, "Ya Allah ! Tuhan manusia, penghilang masalah !, (Mohon) sembuhkan (pasien ini), karena Engkau adalah Penyembuh. Tidak ada yang membawa kesembuhan kecuali Engkau, penyembuhan yang tidak meninggalkan penyakit".


Bukhari, volume 007, buku 071, nomor hadits 640 ; diriwayatkan oleh Aisyah bahwa Rasulullah biasa mengobati dengan ruqyah dengan membaca ; "Wahai Tuhan manusia ! Hilangkan sakit, kesembuhan ada di tangan-Mu, dan tidak ada yang mampu menghapuskan (penyakit itu) kecuali Engkau".


Kondisi-kondisi yang diperbolehkan ruqyah telah diringkas oleh Ibnu Hajar ra. (18 Februari 1372 – 2 Februari 448, 852 H) adalah seorang ilmuwan muslim sunni pada abad pertengahan Shafite yang mewakili seluruh lingkup dunia sunni di bidang hadits.


Ibnu Hajar ra. : "Ada kesepakatan diantara para Ulama bahwa ruqyah diizinkan jika memenuhi tiga persyaratan : 


1. Dengan kata-kata Allah, Nama atau atribut-Nya.
2. Dengan bahasa Arab atau kalimat-kalimat yang bermakna.
3. Percaya bahwa mereka tidak menimbulkan dampak apapun, tetapi Allah SWT”. (Fathul Bari 10/240). 


Pedoman tambahan yang harus dipertimbangkan dalam melakukan ruqyah yaitu "Ruqyah" adalah suatu bentuk do’a. Sebagaimana halnya dengan do’a lain, ruqyah dapat menggunakan kata-kata apa saja asalkan memenuhi syarat di atas (yaitu sesuai dengan sunnah). Hal ini diizinkan oleh Rasulullah SAW, yang mengatakan ; "Tidak ada yang salah dengan ruqyah selama mereka tidak melibatkan syirik". (Muslim).


Hal-hal yang harus dihindari dalam meruqyah :


1. Melakukan syirik
2. Mencari ruqyah dari penyihir atau peramal (paranormal)
3. Menggunakan kata-kata atau frase yang tidak dapat dimengerti
4. Menerapkan Ruqyah pada situasi yang dilarang atau aneh (kuburan/tempat atau orang yang tidak suci)
5. Menggunakan kata atau frase yang dilarang (mengandung makian, syirik, sihir, dll)
6. Mengandalkan pada kekuatan ruqyah (jangan menganggap ruqyah yang menyembuhkan tetapi Allah SWT)


Jadi ruqyah dilakukan dengan Nama Allah, dengan kitab Allah, dengan al-Fatihah.


Ayat-ayat ruqyah antara lain :


- Surah Al-Fatihah
- Surah Al-Baqarah ; 1-6
- Surah Albaqarah ; 102
- Surah Al-Baqarah ; 163-164
- Surah Ayat Kursi
- Surah Al-Baqarah ; 255
- Surah Al-Baqarah ; 285-286
- Surah Ali Imraan ; 18-19
- Surah Al-A’raaf ;54-56
- Surah Al-A’raaf ; 117-122
- Surah Yunus ; 81-82
- Surah Thaahaa ; 69
- Surah Al-Mu’minuun ; 115-118
- Surah Ash-Shaaffaat ; 1-10
- Surah Al-Ahqaaf ; 29-32
- Surah Ar-Rahmaan ; 33-36
- Surah Al-Hasyr ; 21-24
- Surah Al-Jiin ; 1-9
- Surah Al-Ikhlaash
- Surah Al-Falaaq
- Surah An-Naas

Inna Lillahii Wainna Ilaihi Raaji’uun .... Wassalam

Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :