" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Rabu, 11 Januari 2017

Potonglah Kumis dan Peliharalah Jenggot



Memelihara jenggot dan memotong kumis merupakan perintah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Memelihara jenggot juga sebagai identitas seorang muslim dan fitrah kaum laki laki. Salah satu alasan kenapa harus memelihara jenggot adalah untuk menyelisihi kaum musyrik. Meskipun saat ini memelihara jenggot dikalangan muslim sendiri masih belum sepenuhnya bisa dijalankan oleh umat muslim seluruhnya. Bagi mereka yang belum memelihara jenggot memiliki alasan - alasan yang mereka buat, seperti : kan masih banyak sunnah lain selain memelihara jenggot, di tempat kerjaku tidak dibolehkan memelihara jenggot, jenggot terlihat seperti terroris dan lain sebagainya. Namun itu semua adalah alasan yang dikemukakan oleh manusia yang berkedudukan sebagai hamba Allah.


Ikuti perintah nabi untuk memelihara jenggot

Ingat sekali lagi sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam


إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.”
(HR. Ahmad 5: 363)

Sedangkan apa saja yang diperintahkan Allah dan Nabinya tentu memiliki manfaat dan keutamaan yang besar. Dan Allah lebih tahu yang terbaik untuk makhluknya.

"Tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kecuali padanya terdapat berbagai mashlahat yang tidak bisa diketahui secara menyeluruh"

Sesungguhnya sesuatu yang oleh manusia dianggap kurang pas / tidak baik, namun disisi Allah subhanahu wa ta'ala adalah yang terbaik baginya. Sebagaimana firman Allah :

أَأَنتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللّهُ

"Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah (yang lebih mengetahui)?"
(Al-Baqarah: 140)



Peliharalah Jenggot dan Pendekkan Kumis

Hukum memotong jenggot dalam islam

Ikutilah perintah Nabi kita, karena sebaik baik manusia adalah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Berikut ini beberapa hadits yang memerintahkan kita untuk memelihara jenggot dan memotong kumis.

Hadits tentang Memelihara Jenggot dan Memotong Kumis

أَنَّهُ أَمَرَ بِإِحْفَاءِ الشَّوَارِبِ وَإِعْفَاءِ اللِّحْيَةِ.

"Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong pendek kumis dan membiarkan (memelihara) jenggot."
(HR. Muslim no. 624)

جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ

"Pendekkanlah kumis dan biarkanlah (perihalah) jenggot dan selisilah Majusi."
(HR. Muslim no. 626, dari Abu Hurairah)

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى

"Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot."
(HR. Muslim no. 625, dari Ibnu ‘Umar)

عَشْرٌ مِنَ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ

“Ada sepuluh macam fitroh, yaitu memendekkan kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, istinja’ (cebok) dengan air.
(HR. Muslim no. 627, dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu ‘anha)


Setelah membaca dan memahami isi hadits tersebut, tentunya kita sebagai umat muslim diperintahkan untuk memelihara jenggot. Karena memelihara jenggot adalah perintah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Pada awal awal memelihara jenggot ( bagi yang sebelumnya memotong jenggot) tentunya mungkin akan menghadapi beberapa pertentangan baik dari internal keluarga maupun lingkungan sekitar. Sebagian muslim bahkan sampai dikucilkan, disebut terroris dan merasa minder. Bahkan dari kalangan keluarga seperti ayah, ibu dan istri kadang tidak menyetujui. Sebagai anak yang ingin berbakti kepada kedua orang tua dan sebagai pemimpin keluarga tentunya sikap kita adalah :


"Tetaplah engkau memelihara dan membiarkan jenggotmu begitu saja. Karena tidak boleh seorang pun menaati makhluk dalam rangka bermaksiat pada Allah, walaupun yang memerintahkan adalah ayah atau ibu kita sendiri. Namun dalam masalah ketaatan lainnya yang bukan maksiat tetaplah kita taati. Kita pun mesti tetap berakhlaq baik dengan mereka."
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ طَاعَةَ فِى مَعْصِيَةٍ ، إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِى الْمَعْرُوفِ

“Tidak ada ketaatan dalam melakukan maksiat. Sesungguhnya ketaatan hanya dalam melakukan kebajikan.”
(HR. Bukhari no. 7257 dan Muslim no. 1840, dari ‘Ali)

Beliau juga bersabda,

السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ ، فِيمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ ، مَا لَمْ يُؤْمَرْ بِمَعْصِيَةٍ ، فَإِذَا أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ

“Patuh dan taatlah pada seorang muslim pada apa yang dia sukai atau benci selama tidak diperintahkan untuk bermaksiat. Apabila diperintahkan untuk bermaksiat, maka tidak boleh ada kepatuhan dan taat.”
(HR. Bukhari no. 7144, dari Ibnu ‘Umar)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

أَطِعْ أَبَاكَ مَا دَامَ حَيًّا وَلاَ تَعْصِهِ

“Tatatilah ayahmu semasa ia hidup, namun selama tidak diperintahkan untuk bermaksiat.”
(HR. Ahmad. Dikatakan oleh Syu’aib Al Arnauth bahwa sanadnya hasan)


Memelihara jenggot merupakan fitrah laki laki. Dengan adanya jenggot maka seorang laki laki tidak akan menyerupai seorang perempuan. Dan yang paling penting adalah bahwa ini perintah Nabi, maka harus kita ikuti. Nabi Muhammada shallallahu a'alaihi wa sallam juga berjenggot, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini:

Dari Anas bin Malik –pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam– mengatakan,

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah laki-laki yang berperawakan terlalu tinggi dan tidak juga pendek. Kulitnya tidaklah putih sekali dan tidak juga coklat. Rambutnya tidak keriting dan tidak lurus. Allah mengutus beliau sebagai Rasul di saat beliau berumur 40 tahun, lalu tinggal di Makkah selama 10 tahun. Kemudian tinggal di Madinah selama 10 tahun pula, lalu wafat di penghujung tahun enam puluhan. Di kepala serta jenggotnya hanya terdapat 20 helai rambut yang sudah putih."
(Lihat Mukhtashor Syama’il Al Muhammadiyyah, Muhammad Nashirudin Al Albani, hal. 13, Al Maktabah Al Islamiyyah Aman-Yordan. Beliau katakan hadits ini shohih)


Jenggot dan kumis

Nabi juga tidak suka melihat orang yang mencukur jenggotnya

Pada suatu waktu, Nabi melihat dua orang utusan yang dikirim oleh persia untuk menghadap beliau. Namun Nabi sangat tidak suka ketika melihat mereka memotong jenggotnya. Hal ini diriwayatkan dalam HR. Thabrani dengan derajat hadits hasan.

Ketika Kisro (penguasa Persia) mengutus dua orang untuk menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka menemui beliau dalam keadaan jenggot yang tercukur dan kumis yang lebat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka melihat keduanya. Beliau bertanya,”Celaka kalian! Siapa yang memerintahkan kalian seperti ini?” Keduanya berkata, ”Tuan kami (yaitu Kisra) memerintahkan kami seperti ini.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Akan tetapi, Rabb-ku memerintahkanku untuk memelihara jenggotku dan menggunting kumisku.”
(HR. Thabrani, Hasan. Dinukil dari Minal Hadin Nabawi I’faul Liha)

Penutup
Semoga kita senantiasa diberikah hidayah oleh Allah dan semoga selalu istiqomah dalam menjalankan apa yang diperintahkan dan apa apa saja yang dilarangnya.


“Tidak perlu engkau mencari keridhoan manusia sedangkan engkau membuat Allah cemburu dan murka dengan maksiat yang engkau lakukan.”


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :