" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Minggu, 01 Januari 2017

Jangan Bercita-cita menjadi konglomerat



Tafsir al-Qur'an,Tafsir al-Baqarah : 152, Berdzikir dan bersyukur

Janganlah engkau bercita2 menjadi kaya wahai orang fakir, bisa saja kekayaan itu menjadi penyebab kebinasaanmu. Dan janganlah engkau bercita2 untuk sehat wahai orang yg sakit, boleh jadi kesehatanmu itu akan menjadi sebab kebinasaanmu. 
Engkau akan terpuji jika menjadi orang yg berakal dan menjaga buah hasilmu. Hendaknya engkau menerima takdir yg menyertaimu. Janganlah engkau meminta lebih darinya. Allah swt memberi apa saja kepadamu disebabkan oleh permintaanmu yg bercampur kotoran dan kebencian. Hendaknya engkau memohon ampunan dan keselamatan di dunia dan di akhirat dalam doamu. Janganlah engkau memilih2 dan sombong terhadap Allah swt karena itu dapat melemahkanmu, maka hendaknya engkau meminta ini saja. Agar Dia tidak menghancurkanmu dan menyiksamu, maka janganlah engkau menyombongkan kemudahanmu, kekuatanmu, kekuasaanmu dan kemudaanmu. Ketahuilah bahwa siksa-Nya amat pedih.
Betapa celakanya engkau, lidahmu muslim tetapi hatimu bertentangan dengan apa yg engkau ucapkan. Ucapanmu muslim tetapi perbuatanmu tidak. Engkau muslim ketika di tengah2 khalayak ramai, tetapi dalam keadaan sepi tidak demikian. Tahukah engkau jika engkau shalat, puasa, dan melakukan segala amal shalih tetapi bukan untuk mencari ridha Allah swt, berarti engkau munafik, dan ketahuilah bahwa orang munafik itu jauh dari Allah swt. Maka bertaubatlah sekarang juga kepada Allah swt dari seluruh ucapan, perbuatan dan tujuan2 yg hina. 

Klik untuk baca artikel ini : Doa Rasulullah yang tidak populer di zaman ini


Para kekasih Allah itu tidak pernah menamerkan amal perbuatan mereka. Mereka adalah orang2 yg meraih keberhasilan, mereka adalah orang2 yg menerima apa adanya, mereka hanya mengesakan Allah swt, ikhlas, dan bersabar atas segala ujian yg menimpanya serta bersyukur atas segala kenikmatan yg didapatkannya. Lidah dan hati mereka selalu berdzikir. Wajah mereka tersenyum jika mereka disakiti manusia. Penguasa2 adalah orang yg asing dihadapan mereka. Semua manusia di muka bumi ini ibarat mayat, lemah, sakit dan miskin. Surga merindukan mereka dan neraka bisa padam karenanya. Tujuan mereka sangat jelas, yakni hanya menuju pada satu arah. Mereka berjalan bersama dunia dan penghuninya pada mulanya, tetapi kemudian mereka berjalan bersama pemelihara dunia dan akhirat.Sampailah mereka kepada-Nya dan berhasil berteman menelusuri jalan karena mereka telah bertemu dengan-Nya dengan hati mereka. Pintu antara diri mereka dengan Dia telah berhasil mereka buka. Mereka kosong dari selain-Nya dan mereka selalu bersama-Nya, dan Dia mengingat mereka selagi mereka mengingat-Nya. Mereka mendengar firman Allah swt:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ  [البقرة : 152]

" Karena itu ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku." (Q.S.Al- Baqarah: 2: 152)




Dijelaskan dalam tafsir As-Sa’di karangan Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di bahwa:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ

“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu”
Allah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk mengingat-Nya, dan menjanjikan baginya sebaik-baik balasan yaitu bahwa Allah akan mengingatnya pula, yaitu bagi orang yang ingat kepadanya, sebagaimana sabda Rasulullah Saw :


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - قَالَ قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِى ، فَإِنْ ذَكَرَنِى فِى نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِى نَفْسِى ، وَإِنْ ذَكَرَنِى فِى مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِى مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا ، وَإِنْ أَتَانِى يَمْشِى أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً »


Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).

Karena ingin diingat oleh-Nya, maka mereka selalu berdzikir kepada-Nya. Mereka telah mendengar hadis Qudsi,
" Aku adalah teman bagi orang yg mengingat-Ku." Majelis yg sia2 mereka tinggalkan dan mereka berpuasa dengan majelis dzikir sehingga mereka berhasil ber-mujalasah ( duduk2) dengab-Nya.

Dzikir kepada Allah yang paling istimewa istimewa adalah dzikir yang dilakukan dengan hati dan lisan yaitu dzikir yang menumbuhkan ma’rifat kepada Allah, kecintaan kepada Nya dan menghasilkan ganjaran yang banyak dari –Nya. Dzikir adalah puncaknya rasa syukur, oleh karena itu Allah memerintahkan hal itu secara khusus, kemudian memerintahkan untuk bersyukur secara umum seraya berfirman:

وَاشْكُرُوا لِي
 “Dan bersyukurlah kepada Ku”.
Maksudnya terhadap apa yang kami nikmatkan kepada kalian dengan nikmat-nikmat tersebut, dan Aku jauhkan dari kalian berbagai macam kesulitan. Syukur itu dilakukan dengan hati berupa pengakuan atas kenikmatan yang didapatkan, dengan lisan berupa dzikir dan pujian , dan dengan anggota tubuh berupa ketaatan kepada Allah serta kepatuhanterhadap perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Syukur itu menyebabkan kelanggengan nikmat yang telah didapatkan dan menambah kenikamtan yang belum didapatkan.
Dengan adanya perintah bersyukur setelah kenikmatan agama seperti ilmu dan penyucian akhlak serta taufik kepada pengamalan merupakan penjelasan bahwa hal itu adalah sebesar-besarnya kenikmatan, bahkan ia adalah kenikmatanyang sebenarnya selalu eksis bila yang lain lenyap. Dan sayogyanya bagi orang yang diberikan taufik kepada ilmu dan amal agar bersyukur kepada Allah atas semua itu, agar Allah menambahkan nikmat-Nya dan menghindarkan dirinya dari arsa bangga diri hingga akhirnya dia hanya sibuk dengan bersyukur.
Dan ketika kebalikan dari rasa syukur adalah pengingkaran maka Allah melarang pengingkaran tersebut seraya berfirman :
وَلَا تَكْفُرُونِ 
.”Dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku”
Maksud dari pengingkaran disini adalah satu hal yang bertolak belakang dengan bersyukur yaitu ingkar terhadap kenikmatan yang diberikan dan menampiknya serta tidak bersyukur kapada-Nya. Kemungkinan juga maknanya bersifat umum, maka pengingkaran terhadap Allah adalah pengingkaran yang paling besar, kemudian bermacam-macam kemaksiatan dengan segala bentuk dan jenisya dari kesyirikan dan selainnya.

PROGRAM dan  CARA MEREALISASIKAN dari INTI QS. AL BAQARAH: 152  

Inti kandungan Qs. Al Baqarah : 152 meliputi
1.     Perintah untuk mengingat Allah melalui dzikir
2.     Perintah untuk mensyukuri nikmat Allah
3.     Larangan kufur nikmat atas nikmat Allah

A.    Dzikir
Dzikir merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah yaitu dengan mengingat Allah dalam keadaan apapun.

1.   Dzikir melalui lisan
Penerapan dalam kehidupan sehari-hari
a.   Setiap saat mengucapkan kalimah-kalimah thayyibah, seperti

b.     Dzikir pagi dan petang, dengan cara sebagai berikut:
1.     Membaca ayat kursi
2.     Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, An-Nas, masing-masing 3x
3.     Membaca

c.      Membaca Al Qur’an setiap waktu, minimal setelah shalat

2.     Dzikir melalui anggota tubuh

Dengan melakukan ketaatan, salah satunya dengan shalat, karena shalat merupakan salah satu cara untuk mengingat Allah.
Pelaksanaannya:
a.      Shalat fardhu
b.     Shalat sunnah, meliputi
. Shalat qabliyah dan ba’diyah
.Shalat dhuha,
.Shalat tahajjud + shalat witir


B.    Syukur atas nikmat Allah

Penerapan dalam kehidupan sehari-hari ketika mendapatkan kenikmatan dari Allah maka yang harus dilakukan adalah:
1.     Mengakui dalam hati bahwa seluruh nikmat yang dating hanya dari Allah
2.     Mengucapkan tahmid (Alhandulillah) dari lisan
3.     Berterimakasih kepada orang yang menjadi lantaran datangnya nikmat
4.     Menggunakan nikmat yang telah diberikan untuk menegakkan ketaatan kepada Allah
5.     Menampakkan bekas (atsar) nikmat yang telah diberikan

Contoh:
Ketika mendapatkan nikmat yang berupa kesehatan, maka cara mensyukurinya menggunakan nikmat tersebut dengan sebaik-baiknya untuk menjalankan ketaatan kepada Allah, mencari rizki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, untuk menuntut ilmu dan menghindarkan diri dari perbuatan yang dilarang Allah.

Ketika mendapatkan nikmat yang berupa harta benda, maka cara mensyukurinya mengguakan harta tersebut dengan sebaik-baiknya unuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang bermanfaat, berinfak, bersedekah, menunaikan zakat, menjalankan ibadah haji ke baitullah jika mampu. (Ial_Rayyan)   


Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



 
 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.blogspot.com #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :