" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Minggu, 11 Desember 2016

Waktu yang Mustajab untuk Berdoa






Dalam berdoa, kita sebaiknya mengetahui waktu-waktu yang mustajab. Insya Allah, doa kita akan dikabulkan oleh Allah SWT bila waktu-waktu yang spesial tersebut digunakan untuk berdoa. Beberapa waktu yang mustajab untuk berdoa adalah:
  1. Pertengahan malam yang terakhir dan waktu sahur
Sesungguhnya Allah menangguhkan, hingga ketika datang sepertiga malam yang terakhir Dia turun ke langit dunia kemudian berseru, ‘Apakah ada orang yang meminta ampun?’ Apakah ada orang yang bertobat? Apakah ada orang yang meminta? Apakah ada orang yang bertobat, hingga fajar terbit.” (HR. Muslim)
“Waktu paling dekat antara Rabb dan seorang hamba adalah waktu tengah malam yang terakhir. Jika kamu termasuk orang yang mampu mengingat Allah pada waktu itu, lakukanlah.” (HR. Nasa’i)
Rasulullah SAW pernah ditanya, “Ya Rasulullah, doa mana yang paling didengar?” Nabi SAW menjawab, “Tengah malam yang terakhir dan setelah shalat fardhu.” (HR. Tirmidzi)
Diriwayatkan dari Anas ra bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya akhir malam itu lebih aku sukai untuk bertahajud daripada awalnya, karena Allah berfirman, ‘Dan, pada waktu sahur mereka meminta ampun.’ (QS. Adz-Dzariyat [51]:18) (HR. Ibnu Mardawih)
2. Setiap penghujung shalat fardhu
Diriwayatkan dari Abu Umamah ra, “Seseorang pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, doa yang bagaimana yang lebih dikabulkan?’ Beliau menjawab, ‘Doa pada tengah malam yang terakhir dan pada setiap penghujung shalat fardhu.'” (HR. Tirmidzi)
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa punya suatu hajat kepada Allah, hendaklah dia berdoa untuk hajatnya itu pada penghujung shalat fardhu.” (HR. Ibnu ‘Asakir)
3. Setelah tasyahud akhir sebelum salam
Rasulullah SAW pernah mengajari mereka tasyahud di dalam shalat. Di bagian akhir beliau bersabda, “Kemudian, hendakklah ia memilih permohonan yang dia kehendaki.” (HR. Muslim)
4. Waktu diantara azan dan iqamat
Diriwayatkan dari Anas ra bahwa Rasululllah SAW telah bersabda, “Doa itu tidak tertolak diantara azan dan iqamat.” (HR. Ahmad)
Ketika muazin mengumandangkan azan maka dibukalah pintu-pintu langit dan dikabulkan doa. Maka barangsiapa ditimpa kesusahan atau kesulitan hendaklah ia berseru sebagaimana muazin. Ketika muazin takbir hendaklah ia takbir, ketika muazin membaca tasyahud hendalah ia membaca tasyahud, ketika muazin membaca ‘Hayya ‘ala as-shalah’ hendaklah ia membaca ‘Hayya ‘ala as-shalah’, ketika muazin membaca ‘Hayya ‘alal falah’ hendaklah ia membaca ‘Hayya ‘alal falah,’  kemudian ia membaca doa, ‘Ya Allah, Tuhan seruan yang sempurna ini, yang  benar dan haq, yang dikabulkan dan terkabul, baginya seruan haq dan kalimat takwa, dihupkanlah aku dengannya, matikanlah aku dengannya, bangkitkanlah aku dengannya, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang  pilihannya pada saat hidup kami dan mati kami.’ Kemudian, setelah itu dia menyebutkan hajatnya.” (HR. Abu Ya’la)
5. Saat dikumandangkan iqamah
Ada dua waktu dijabahnya doa. Siapa yang berdoa pada waktu itu, doanya tidak akan ditolak, yaitu saat dikumandangkan iqamah untuk shalat dan saat di dalam barisan di jalan Allah (HR. Ibnu Majah)
6. Saat turunnya hujan
“Ada dua doa yang tidak tertolak, yakni doa ketika azan dan ketika turun hujan.” (HR. Al-Hakim)

pray
7. Saat tertentu pada hari Jumat
“Sesungguhnya pada hari Jumat itu terdapat waktu yang tidak ada seorang hamba muslim pun yang bertepatan dengan saat itu dia berdiri shalat seraya memohon suatu kebaikan kepada Allah, melainkan Allah akan memberikannya kepadanya.” (HR. Ahmad)
8. Ketika membaca surat Al-Fatihah
“Jika ia membaca, ‘Iyyakana’budu wa iyyaka nasta’in (Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan).’ Allah berfirman, ‘Inilah antara Aku dan hamba-Ku; Hamba-Ku akan mendapatkan apa yang dimintanya.’ Jika dia membaca, Ihdinashshiratal mustaqin, shiratal ladzina an’amta ‘alahim ghairil maghdhubi ‘alahim wa ladhdhallin (Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat, bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan kalan orang-orang yang sesat), Alla berfirman, ‘Ini bagi hamba-Ku dan hamba-Ku akan mendapat apa yang dimintanya.'” (HR. Muslim)
9. Ketika sujud
“Saat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb-nya adalah saat dia bersujud, maka perbanyaklah doa (di dalam sujud)!” (HR. Muslim)
10. Antara magrib dan Isya
“Sesungguhnya termasuk doa yang mustajab dan doa yang tidak tertolah adalah waktu di antara magrib dan isya.” (HR. Ibnu Mardawih)
11. Ketika khatam Quran
“Barangsiapa mengerjakan shalat fardhu, ia mempunyai doa yang mustajab. Dan barangsiapa mengkhatamkan Al-Quran, dia memiliki doa yang mustajab” (HR. Thabrani)
Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR. Tirmidzi
“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak pernah tenang, nafsu yang tidak pernah merasa puas dan dari do’a yang tidak pernah dikabulkan.” (HR. bukhari dan Muslim)
Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :