" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Rabu, 28 Desember 2016

PESAN CINTA DARI ALLAH DI ANTARA AYAT-AYAT AL-QUR'AAN PERIHAL PUASA RAMADHAN





AL-BAQARAH: 183


Demikian eloknya Allah Azza wa Jalla menyebut hamba-hamba-Nya dengan sebutan: "Wahai, orang-orang yang beriman!" Ini adalah sebutan yang spesial diberikan oleh Al-Malik kepada hamba pilihan dan kekasih-Nya. Seraya gayung pun bersambut, hamba-hamba yang mencintai Tuhannya menyambut dengan kepatuhan: sami'na (kami mendengar) dan atha'na (kami patuh/taat). Kemudian yang berkenaan dengan perintah berpuasa pada Bulan Suci Ramadhan si hamba itupun dengan ikhlas karena Allah bersedia menjalankan sembari memohon kepada-Nya agar diberikan kekuatan dan perlindungan dari segala hal yang dapat merusak puasanya.

AL-BAQARAH: 184


Bentuk cinta dan belas-kasihan Allah kepada hamba-Nya tergambar dalam Surah Al-Baqarah ini, yaitu tentang pemberian dispensasi (keringanan/pengecualian) kepada orang-orang yang dikenai perintah wajib berpuasa, apabila mereka sedang sakit atau sedang dalam perjalanan, maka mereka boleh mengganti puasa itu pada hari-hari yang lain sejumlah puasa yang mereka tinggalkan. Bahkan, bagi yang berat menjalankannya karena sebab-sebab tertentu, yaitu: sakit yang sangat berat, orang yang sudah sangat tua, wanita hamil atau menyusui; maka tidak diwajibkan atas mereka mengganti puasa. Mereka mengganti hanya dengan membayar fidyah, yaitu dengan memberi makan seorang miskin untuk satu hari. Apabila mampu memberi makan kepada lebih dari satu orang dalam satu hari, maka itu akan lebih baik baginya di sisi Allah.

Mujahid ra. mengatakan, bahwa ayat ini diturunkan pada Qais bin as-Sa'ib yang sudah sangat tua tetapi memaksa tetap berpuasa. Lalu, Qais tidak berpuasa dengan konsekuensi memberi makan satu orang miskin setiap harinya. (HR. Ibnu Sa'ad) 

AL-BAQARAH: 185



Bukti kecintaan Allah yang luar biasa kepada hamba-hamba-Nya adalah berupa penyampaian risalah yang agung, yaitu Al-Qur'an al-Kariim kepada kekasih-Nya, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, melalui utusan-Nya Malaikat Jibril as pada Bulan Ramadhan yang disebut Nuzulul-Qur'aan (lahirnya Al-Qur'aan) itu. Sedemikian mulyanya Al-Qur'aan itu sehingga diturunkan pada bulan yang mulya juga.

Al-Qur'aan al-Kariim adalah kitab suci akhir zaman, sebagai pengganti dari kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan diturunkan kepada Nabi penutup. Inilah keistimewaan kitab yang ditulis dalam 30 zuz itu, yang harus disampaikan, bukan saja kepada umat yang mengimani kenabian Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, melainkan kepada seluruh umat manusia di muka bumi ini sebagai:

  • petunjuk kepada jalan yang lurus,
  • pembeda antara yang hak dan yang batil,
  • pengobat bagi segala problem kehidupan,
  • rahmat bagi manusia dan Alam Semesta, dan
  • pengajur perdamaian dan persatuan.  



Ada korelasi antara peristiwa turunnya Al-Qur'aan dengan perintah menjalankan puasa Bulan Ramadhan. Al-Qur'aan adalah ilmu yang didalamnya ada perintah menjalankan puasa, sedangkan puasa adalah perwujudan empiris (pengejawantahan) dari pemahaman akan nilai-nilai ketuhanan yang berisi perintah dan larangan, berita gembira dan berita duka.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda dalam salah satu hadits Qudsi, "Puasa dan Al-Qur'aan memberikan syafaat kepada hamba-Ku di hari kiamat." Puasa berkata, "Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya dari makan minum dan syahwat di siang hari, maka perkenankanlah aku memberikan syafaat kepada-Nya." Al-Qur-aan pun berkata, "Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya dari tidur malam
hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat kepadanya. Syafaat keduanya diterima oleh Allah." (HR. Ahmad dan Thabarani)

AL-BAQARAH: 186



Adakah manusia di muka bumi ini, sebelum tumbuh kesadarannya untuk meyakini akan eksistensi Tuhannya, akalnya tidak bertanya-tanya tentang keyakinannya itu? Atau adakah hamba-hamba Tuhan yang beriman yang tidak merindukan Tuhannya? Dengan sangat sederhana namun indah dan sarat dengan makna Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan jawaban dalam Surah Al-Baqarah: 186 ini, bila ada yang bertanya-tanya tentang Allah, maka Rasulullah diperintahkan untuk menjawab bahwa sesungguhnya Dia itu dekat. Namun, kedekatan itu mustahil dapat terdeteksi atau terukur oleh kekerdilan otak  atau keterbatasan panca indera manusia.

Mungkinkah manusia dapat menggapai eksistensi Tuhannya, sedangkan manusia berikut seperangkat panca indera dan otaknya yang kecil itu adalah karya cipta Al-Khaliq, Tuhan Yang
Maha Mencipta? Bila demikian, bagaimana hamba-hamba Allah
harus beribadah dalam rangka membangun kedekatan dirinya dengan Tuhan? 

Beribadahlah yang serius, yang khusyu', yang istiqamah (berkesinambungan), yang tuma'ninah (tenang dan tidak tergesa-gesa); seolah-olah engkau melihat Tuhanmu. Akan tetapi, bila engkau tidak dapat melihatnya, maka yakinlah seyakin-yakinnya sesungguhnya Allah, Tuhan yang engkau cintai, melihatmu, mendengarkanmu, mengabulkan doa-doamu, menjagamu, memeliharamu dan memenuhi segala kebutuhanmu.

Berpuasalah dengan memenuhi kesempurnaan puasa dengan harapan bahwa Allah akan memperhatikan puasamu untuk kemudian akan memberikan balasan pahala yang berlipat ganda atas jerih payahmu dalam berlapar-lapar, berdahaga serta dalam memelihara diri dari segala yang membatalkan puasa. Niatkan semua itu karena ingin membuktikan cintamu kepada Allah dan berharap Cinta-Nya kepadamu. Bila semua aturan yang diberikan kepadamu sudah engkau penuhi, kemudian bertanyalah pada dirimu sendiri: Adakah karunia yang melebihi karunia berupa Cinta Tuhanmu?

Dari Abu Hurairah ra., ia bercerita bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Setiap amal anak Adam akan dibalas berlipat ganda. Kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya sampai 700 kali lipat. Allah swt. berfirman, 'Kecuali puasa, di mana puasa itu adalah untuk diri-Ku dan Aku akan membalasnya. Dia meninggalkan nafsu syahwat dan makanan demi diri-Ku. Dan orang yang berpuasa itu memiliki dua kegembiraan; kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan saat berjumpa dengan Rabbnya. Dan sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi'." (HR. Bukhari dan Muslim)

AL-BAQARAH: 187




Kegembiraan lain yang diberikan oleh Allah karena Cinta-Nya kepada para shaimun (orang-orang yang berpuasa) adalah dengan dihalalkan (diperbolehkan) bagi mereka bercampur dengan istri-istri mereka pada malam puasa. Akan tetapi, mereka dilarang melakukan itu pada saat i'tikaf (berdiam diri dalam masjid dengan niat beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah).

Al-Barra' ra. berkata, "Saat turun kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan, para sahabat tidak mendekati para istri mereka satu bulan penuh. Namun, beberapa di antara mereka ada yang melanggar larangan itu. Maka, Allah menurunkan ayat ini." (HR. Bukhari)



PUASA YANG SUKSES ADALAH YANG DILAKUKAN HANYA KARENA MENGHARAP KERIDHAAN DAN CINTA ALLAH SEMATA.

Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!


Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:



لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.


"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."



Lathaiful Ma'arif, hlm. 19




 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :