" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Sabtu, 10 Desember 2016

Larangan Berkata Dusta




Businessman with fingers crossed behind his back.
Islam melarang umatnya untuk berkata dusta kepada siapa saja. Karena dengan melakukan kebohongan secara berkelanjutan maka diri kita akan dicatat sebagai pendusta selama hidupnya. Jika seseorang melakukan kebohongan maka ia akan cenderung terus menerus melakukan kebohongan untuk menutupi kebohongan yang pertama. Dan saat orang lain mengetahui kebohongan seseorang yang pertama dan seterusnya, maka kecil kemungkinannya bagi mereka untuk percaya kepada seorang pendusta meski apa yang kita katakan adalah sebuah kebenaran.
“Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya”.
Banyak kisah yang menceritakan  hikmah dari perkataan jujur. Salah satu diantaranya adalah kisah Abdul Qodir Al-Jaelani dan pencuri. Bahkan Rasululllah SAW mendapat gelar Al-Amin karena beliau adalah pribadi yang amanah, jujur, dan dapat dipercaya. Dengan keindahan akhlaknya, tentu saja hal ini menarik hati seorang Khadijah yang berharap dapat menikahi beliau. Kejujuran akan mendatangkan kebaikan bagi diri kita dimana pun kita berada.
Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya kejujuran akan membimbing pada kebaikan dan kebaikan akan membimbing ke surga. Selama seseorang itu akan selalu jujur dan terus jujur maka tertulis di sisi Allah bahwa dia seorang yang jujur. Sedangkan kedustaan itu akan mengantarkan pada kejahatan dan kejahatan akan menggiring ke neraka. Selama seseorang itu selalu berdusta dan terus-menerus berdusta maka tertulis di sisi Allah bahwa dia adalah seorang pendusta.” (HR. Bukhari)
“Tanda orang munafik itu tiga apabila ia berucap berdusta, jika membuat janji berdusta, dan jika dipercayai mengkhianati” (HR Al-Bukhari)
Ubaidullah bin Abu Bakar bin Anas menceritakan kepada kami dari Anas, dari Nabi SAW; Tentang dosa-dosa besar beliau bersabda, “Menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa, dan perkataan dusta.” (HR. Tirmidzi)
“… sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebajikan…” (HR Muslim dari Abdullah bin Mas’ud, Shahîh Muslim, VIII/29, hadits no. 8605)
“Tinggalkan apa yang meragukanmu kepada yang tidak meragukanmu, sesungguhnya kejujuran, (mendatangkan) ketenangan dan kebohongan, (mendatangkan) keraguan.” (HR at-Tirmidzi, Sunan at-Tirmidzi, IV/668, hadits no. 2518)

 Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :