" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Rabu, 14 Desember 2016

Keutamaan Membebaskan Hutang Seseorang yang dalam Kesulitan




can-i-deduce-my-debt-from-my-zakah
Di dunia ini, ada kaya dan ada pula miskin, bagaikan dua sisi yang saling melengkapi satu sama lain. Islam menganjurkan kepada orang yang memberi hutang untuk memberikan kelonggaran waktu dalam pembayaran hutang. Bahkan Allah memberikan ampunan yang begitu luasnya kepada siapa saja yang membebaskan hutang seseorang yang sedang dalam kesusahan.
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang memberi tempo (kelonggaran waktu) pembayaran utang kepada orang yang kesulitan atau membebaskannya, maka Allah akan menempatkannya di bawah naungan arsy-Nya pada hari Kiamat nanti, hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.” (HR. Tirmidzi)
Rasulullah SAW bersabda, “Seorang laki-laki dari umat sebelum kalian telah dihisab, maka tidak ditemukan sekalipun kebaikan pada dirinya, kecuali dia adalah orang kaya yang mau bergaul dengan sesama dan pernah menyuruh budaknya untuk membebaskan utang seorang yang kesulitan. Maka Allah Azza wa Jallah berfirman, ‘Kami lebih berhak melakukan itu daripada dia. Oleh karena itu, hapuslah semua kesalahannya’.” (HR. Tirmidzi)
“Dan jika (orang berutang) itu dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” [al-Baqarah/2:280]
Allah adalah Tuhan semesta alam yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Allah membalas setiap kebaikan yang dilakukan oleh manusia bahkan setiap dzarrah sekalipun tidak akan luput dari perhitungan-Nya. Allah mengampuni dosa hamba-Nya yang tidak berbuat kebaikan namun pernah membebaskan hutang seseorang yang sedang kesulitan. Allah jualah yang memberikan naungan di hari Kiamat kepada orang yang memberikan kelonggaran dalam pembayaran hutang. Namun jika seseorang yang kaya raya namun merasa enggan dalam membayar hutang. Sesungguhnya ia telah melakukan suatu tindakan zalim yang nyata.
“Penundaan pelunasan utang oleh orang kaya adalah tindakan zhalim. Apabila seorang di antara kalian dipindahkan utang piutangnya kepada orang yang mampu, hendaklah ia mengikutinya.” (HR. Tirmidzi)
Jangan pernah merasa ragu untuk melunasi hutang yang pernah kita lakukan ke kerabat maupun kepada kawan. Karena sesungguhnya hingga mati pun, hutang tetaplah harus dibayar meskipun di akhirat kelak sudah tidak ada lagi rupiah, dolar, maupun dinar atau dirham. Selain itu, ruh kita akan tetap tertahan hingga hutang yang pernah kita pinjam telah dilunasi oleh ahli waris dalam keluarga.
“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan [3] hutang, maka dia akan masuk surga”. (HR. Ibnu Majah)
‘SUBHÂNALLÂH, betapa berat ancaman yang diturunkan.’ Kami diam saja namun sesungguhnya kami terkejut. Keesokan harinya aku bertanya kepada beliau, ‘Wahai Rasûlullâh! Ancaman berat apakah yang turun?’ Beliau menjawab, ‘Demi Allâh yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya seorang laki-laki terbunuh fii sabiilillaah kemudian dihidupkan kembali kemudian terbunuh kemudian dihidupkan kembali kemudian terbunuh sementara ia mempunyai utang, maka ia tidak akan masuk surga hingga ia melunasi utangnya.’” (HR. Sunan Abu Dawud)
Dari Abu Hurairah, ia berkata “Rasulullah SAW pernah berutang seekor unta, kemudian beliau mengembalikannya dengan unta yang lebih baik dari untanya. Lalu beliau bersabda, “Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang paling baik dalam melunasi utangnya.” (HR. Tirmidzi)
Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!

Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)




TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:



لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.


"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."



Lathaiful Ma'arif, hlm. 19




 
 


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :