" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Kamis, 15 Desember 2016

Bolehkah Melakukan “Itu” di Kamar Mandi?

kamar mandi romantis
Ada beberapa pembahasan mengenai hal ini yang akan lebih mudah jika dikelompokan dalam beberapa poin:
  1. Pasangan suami istri sesaat akan melakukan (itu) dianjurkan untuk berdoa terlebih dahulu, seperti yang dilakukan Rasulullah:
    Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang dari kalian (yaitu suami) ingin (itu) dengan istrinya, lalu ia membaca do’a: [Bismillah Allahumma jannibnaasy syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa], “Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami”, kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan ini, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya” (HR. Bukhari no. 6388 dan Muslim no. 1434)Analoginya, dikamar mandi terlarang (makruh) untuk berdoa, menyebut asma Allah juga berzikir, seperti hadist riwayat Muslim yang menyatakan Rasulullah tidak membalas salam dari seseorang saat ia sedang di dalam kamar mandi.
  2. Imam Nawawi mengatakan jika hukumnya makruh untuk orang-orang yang buang hajat untuk berzikir mengucapkan Subhanallah, laa ilaaha illallah, tidak menjawab salam, berdoa dan menjawab doa orang yang bersin, juga menjawab Adzan.
  3. Jika terpaksa bersin di kamar mandi, hendaklah berdoa dalam hati saja, begitu pula saat berjima’ jika dilakukan di kamar mandi, maka hendaklah berdoa dalam hati. Hal ini hukumnya makruh tanzih bukan haram dan yang melakukannya bukan kategori dosa, demikian imam Nawawi menambahkan. (lihat Syarh Shahih Muslim, 4:61)
  4. Menjaga kerahasiaan (itu) dari pengamatan orang lain, anak-anak dan dari orang-orang yang bisa mengetahui jika dilakukan di suatu tempat yang bisa saja didatangi mereka. Padahal (itu) adalah hal yang patut dirahasiakan.
    Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya termasuk manusia paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang melakukan (itu) kemudian dia sebarkan rahasianya.” (HR. Muslim no. 1437).
    Kata “sebarkan”, disini bukan hanya secara sengaja, namun juga karena kelalaian pelaku tersebut yang melakukan ditempat yang tidak aman dari pendengaran dan penglihatan orang lain.
  5. Ada pula yang menyebutkan (Fatwa Islam web) jika hukum (itu) dalam kamar mandi tidaklah terlarang, dan tak ada pula kafarah yang ditunaikan, hanya saja hal tersebut menyelisihi adab kesopanan, dan satu lagi masalah yang cukup krusial yakni membaca doa sebelum (itu) di kamar mandi makruh atau cenderung terlarang jika dilakukan secara lisan.
  6. Lakukanlah (itu) di tempat yang semestinya; semisal kamar yang tertutup rapat, yang lebih nyaman, tenang dan tidak ada rasa was-was jika ada yang mendekati tempat umum tersebut. Akan tetapi jika dalam keadaan terpaksa (oleh keadaan), sesuatu yang darurat dalam Islam, tentu dari yang Harampun bisa jadi halal begitu juga hukum makruh maka bisa beranjak jadi mubah.
Itulah hukum melakukan (itu) di kamar mandi, semoga memberi manfaat. Apabila ada pertanyaan jangan sungkan untuk diajukan. Wassalam…
Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :