" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Jumat, 23 Desember 2016

71 Wasiat Nabi Muhammad SAW Kepada Ali bin Abi Thalib

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK



Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!





1. Hai Ali! Siapa saja yang memakan makanan halal, maka akan bersih agamanya, halus hatinya dan tidak akan ditolak doanya.

2. Hai Ali! Siapa saja yang memakan makanan syubhat, maka akan disyubhatkan agamanya dan menjadi gelap hatinya. Siapa saja yang memakan makanan haram, maka akan mati hatinya, ringan agamanya, lemah keyakinannya, tidak dikabulkan doanya, dan malas beribadah
     
3. Hai Ali! Jika Allah swt marah kepada seseorang, ia akan diberi-Nya rizki yang haram. Jika Allah sangat membencinya, maka Dia akan menguasakan pada setan untuk memberkahi rizkinya, menemaninya, membuatnya sibuk dalam mencari harta sampai ia menyia-nyiakan agamanya, dan memudahkannya dalam urusan keduniawian, kemudian setan bilang, “Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

4. Hai Ali! Tiada seorang pun yang pergi dengan berjalan kaki mencari harta haram, melainkan setan senantiasa menemaninya. Tiada yang pergi dengan naik kendaraan, melainkan setan akan memboncengnya. Tiada yang mengumpulkan harta haram, melainkan setan akan menemaninya makan. Dan tiada yang lupa menyebut Asma’ Allah sewaktu menyetubuhi isterinya, melainkan setan ikut berpartisipasi didalamnya, sebagaimana yang disinggung Allah swt didalam firman-Nya :



وَشَارِكْـهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ وَعِدْهُمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُوْرًا

“…dan berserikatlah (setan) dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka.” (QS Al-Isa` : 64)

5. Hai Ali! Allah tidak menerima shalat yang dilaksanakan tanpa wudhu dan tidak menerima shadaqah dari harta haram.

6. Hai Ali! Orang mukmin akan selalu memperoleh tambahan dalam agamanya selama ia tidak memakan harta haram. Barangsiapa yang berpisah atau menjauhi ulama, maka hatinya menjadi mati dan buta untuk taat kepada Allah swt.

7. Hai Ali! Siapa saja yang membaca Al-Qur`an tetapi tidak menghalalkan sesuatu yang telah dihalalkan Al-Qur`an dan tidak mengharamkan sesuatu yang telah diharamkan Al-Qur`an, maka ia termasuk golongan orang yang membuang jauh-jauh Kitab Allah tersebut.

8. Hai Ali! Sempurnakan wudhumu, karena ini merupakan sebagian dari (kesempurnaan) iman. Bila berwudhu, jangan berlebihan dalam menggunakan air. Bila selesai berwudhu, bacalah 10 x surat Al-Qadr : Innaa anzalnaahu fii lailatil qadr … sampai akhir surat setelah selesai membasuh kedua telapak kakimu, sebab Allah akan menghilangkan kesusahanmu.


9. Hai Ali! Bila selesai melakukan thaharah (wudhu), ambillah air dengan kedua tanganmu dan usapkanlah pada lehermu sambil membaca doa :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ, أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ, أَسْتَغْفِرُكَ وَ أَتُوْبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, Ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada ruhan yang wajib disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu. Aku memohon ampunan dan bertaubat kepada-Mu”
Kemudian arahkan pandanganmu ke bumi sambil mengucapkan :

وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَ رَسُوْلِكَ

“Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu”
Orang yang mengucapkan bacaan seperti itu akan diampuni seluruh dosanya, baik yang kecil maupun yang besar.

10. Hai Ali! Sesungguhnya para malaikat memohonkan ampunan buat seseorang, selama ia terus-menerus dalam keadaan suci dan tidak berhadas.



11. Hai Ali! Siapa saja yang mandi pada hari jum’at, Allah akan mengampuni dosa-dosa yang ia lakukan di hari itu sampai hari jum’at berikutnya. Allah akan memberi tambahan pahala di kuburnya dan memberatkan timbangan amalnya.



12. Hai Ali! Kamu seharusnya bersiwak, karena dalam bersiwak itu terkandung 24 macam keutamaan yang berkaitan dengan kebaikan (pahala) agama dan (kesehatan) badan.



13. Hai Ali! Hendaklah kamu mengerjakan shalat tepat pada waktunya, karena shalat merupakan pokok dari semua keutamaan dan peribadatan.


14. Hai Ali! Malaikat Jibril mengharapkan agar anak Adam (manusia) melakukan tujuh hal berikut :

Shalat fardhu lima waktu bersama imam (shalat berjamaah)
Bergaul dengan para ulama
Membesuk orang yang sakit
Mengiringkan jenazah sampai ke kuburan
Memberi minum orang yang haus
Mendamaikan dua saudara muslim yang bertikai
Menghormati tetangga dan anak yatim.

Dan lakukanlah hal itu dengan penuh kesungguhan.

15. Hai Ali! Shalatlah (sunnah) di waktu malam sekalipun sebentar. Karena orang yang suka melakukan shalat malam merupakan sebaik-baik manusia. 

16. Hai Ali! Pada saat kamu bertakbir dalam shalat, renggangkan jari-jarimu dan angkatlah kedua tanganmu sejajar dengan bahu. Setelah bertakbir, letakkan telapak tangan kananmu di atas tangan kirimu di bawah pusar. Sewaktu rukuk, letakkan kedua telapak tanganmu di atas lutut sambil merenggangkan jari-jarinya.

17. Hai Ali! Kerjakan shalat shubuh pada saat cahaya remang-remang dan segeralah shalat maghrib setelah matahari tenggelam. Karena hal ini merupakan perilaku para Nabi.

18. Hai Ali! Hendaklah shalat berjamaah, karena pahalanya menurut Allah bagaikan melakukan ibadah haji dan umrah. Tiada seseorang yang bersemangat melakukannya kecuali orang mukmin yang dibenar-benar dicintai Allah dan tiada yang menjauhinya kecuali orang munafik yang benar-benar dibenci Allah.

19. Hai Ali! Orang yang paling disukai Allah adalah orang yang sewaktu sujudnya membaca :

رَبِّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ, فَاغْفِرْلِيْ ذَنْبِيْ, فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

“Tuhanku! Sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri. Karena itu, ampunilah dosaku. Karena tiada yang mampu mengampuni semua dosa selain Engkau”.

20. Hai Ali! Lakukanlah shalat dhuha, baik sewaktu sedang bepergian maupun berada di rumah. Karena pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil dari arah surga : “Mana orang-orang yang suka shalat dhuha! Masuklah kalian semua ke surga melalui pintu dhuha dengan aman sejehtera”. Dan lagi, Allah tidak mengutus seorang Nabi melainkan disertai perintah agar melakukan shalat dhuha.

21. Hai Ali! Diantara sebagian kemuliaan orang yang beriman adalah memiliki isteri yang kompak serasi (shalihah), melaksanakan shalat secara berjamaah, dan punya tetangga yang menyenangkan.

22. Hai Ali! Barangsiapa yang berpuasa ramadhan sambil menjauhi hal-hal yang diharamkan dan meninggalkan kebohongan, maka Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang akan meridhai dan memasukkannya ke surga.

23. Hai Ali! Barangsiapa yang melanjutkan puasa ramadhannya dengan berpuasa selama enam hari di bulan syawwal, maka Allah memberinya pahala seperti melakukan puasa selama setahun penuh.

24. Hai Ali! Sesungguhnya para Wali kekasih Allah memperoleh keluasan rahmat dan ridha Allah itu bukan disebabkan banyaknya beribadah, akan tetapi lebih dikarenakan kedermawanan dan usaha menjauhi kesenangan duniawi.

25. Hai Ali! Orang yang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan rahmat-Nya dan jauh dari siksa-Nya. Sebaliknya orang yang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari rahmat-Nya dan dekat dengan siksa-Nya.

26. Hai Ali! Aku pernah melihat tulisan kalimat diatas pintu surga yang berbunyi “Kamu haram dimasuki orang yang bakhil, orang yang menyakiti hati orang tua dan orang yang mengadu domba”.

27. Hai Ali! Sewaktu Allah menciptakan surga, surga itu berkata : “Wahai Tuhanku! Untuk siapa saja Engkau ciptakan kami?”. “Untuk setiap orang yang dermawan dan yang bertakwa”, jawab Allah. Surga berkomentar, “Kalau begitu, kami bersedia”. Sementara (sewaktu neraka diciptakan), neraka bilang : “Untuk siapa saja Engkau ciptakan kami?”. Jawab Allah, “Untuk setiap orang yang bakhil dan sombang”. Kata neraka lagi, “Kami bersedia untuk itu”.

28. Hai Ali! Barangsiapa yang mengalahkan hawa nafsunya, maka surgalah tempat tinggalnya, dan barangsiapa yang menuruti hawa nafsunya, maka neraka jahannamlah tempat kembalinya.

29. Hai Ali! Takutlah kepada doa yang dipanjatkan orang dermawan. Sebab, kalaupun doanya itu terpeleset, maka Allah sendirilah yang akan mengambilnya.

30. Hai Ali! Siapa saja yang memberi makanan secara sukarela kepada orang islam, maka Allah akan memberinya balasan berupa pahala sejuta kebaikan, melebur sejuta amal keburukannya, dan meninggikannya seribu derajat.

31. Hai Ali! Cintailah saudara (sesama muslim) sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri.

32. Hai Ali! Carilah amal kebaikan di saat semua wajah orang ceria dan muliakanlah tamu. Karena pada saat tamu itu berkunjung ke rumah suatu kaum, Allah menurunkan rizki bersamanya, dan pada saat tamu itu pergi, kepergiannya itu menyeret dosa-dosa tuan rumah. Lalu melemparkannya ke laut.

33. Hai Ali! Para malaikat tidak mau masuk suatu rumah yang didalamnya terdapat gambar-gambar (makhluk bernyawa) dan patung-patung, atau ada orang yang menyakiti hati orang tuanya, serta rumah yang tidak pernah dikunjungi tamu.

34. Hai Ali! Ber-amar ma’ruf-lah, sekalipun kepada orang rendahan. – Sementara itu sayyidina Ali bertanya kepada beliau saw : “Siapa yang dimaksud dengan orang rendahan, wahai Rasulalloh?”. Beliau saw bersabda, “Yaitu orang yang apabila dinasehati, ia tidak mau menerimanya, dan apabila dilarang melakukan kemaksiatan, ia malah tidak segera menghentikan perbuatan maksiatnya, serta tidak peduli terhadap apa yang ia dan orang lain katakan.

35. Hai Ali! Shadaqah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dapat meredam kemarahan Allah dan dapat mendatangkan keberkahan dan rizki yang banyak. Karena itu, segeralah bersedekah, karena cobaan Allah akan segera menimpamu sebelum pagi. Sedangkan shadaqah itu mampu menepisqadha` Allah yang masih berada di awang-awang (belum di-qadar-kan).

36. Hai Ali! Sewaktu bersedekah, sedekahkanlah sebagian dari milikmu yang terbaik, karena mensedekahkan sesuap makanan halal lebih disukai Allah daripada (mensedekahkan) seratus mitsqal makanan haram. Sedekah yang diberikan sewaktu masih hidup (belum wafat) lebih baik daripada sedekah seratus mitsqal yang diberikan setelah wafat. Allah berfirman didalam QS an-Naba’ : 40

يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ

“… pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya”

37. Hai Ali! Bersedekahlah (yang pahalanya dihadiahkan) untuk orang mati, karena Allah mewakilkan kepada para malaikat agar sedekah tersebut diantarkan kepada mereka yang mati. Mereka merasa sangat senang menerimanya, sebagaimana mereka merasa senang menerimanya sewaktu masih hidup di dunia. Mereka kemudian membalas dengan berdoa :


أَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِمَنْ نَوَّرَ قَبْرَنَا وَ بَشِّرْهُ بِالْجَنَّـةِ كَمَا بَشَّرَنَا بِـهَا

“Ya Allah! Ampunilah orang yang menerangi kuburan kami dan berilah kegembiraan dengan surga, sebagaimana ia membuat kami gembira dengan sedekahnya”.

38. Hai Ali! Beramallah secara ikhlas karena Allah. Karena Allah tidak akan menerima kecuali amal yang dilakukan secara ikhlas karena Allah semata. Allah berfirman didalam surat Al-Kahfi : 110

فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْ لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".

39. Hai Ali! Hendaklah kamu selalu berdoa di sela-sela waktu antara adzan dan iqamat. Karena doa itu akan terkabul.

40. Hai Ali! Sewaktu berdoa, bentangkan tanganmu sejajar dadamu, jangan sampai mengangkatnya melebihi kepalamu, dan acungkan jari telunjukmu yang kanan untuk memberi isyarat kepada (ke-Esaan) Allah.

41. Hai Ali! Jangan kamu keraskan suara bacaan Al-Qur`anmu dan doamu, sekiranya ada orang yang shalat di sekitarmu, karena akan menggangu (kekhyusukan) shalatnya.

42. Hai Ali! Barangsiapa yang berdzikir kepada Allah sebelum waktu fajar, sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam, maka Allah merasa malu dan segan menyiksanya dengan api neraka.

43. Hai Ali! Jika kamu selesai shalat (shubuh), hendaklah tetap duduk di tempatmu semula (untuk berdzikir), maka Allah akan memberi kepada orang yang melakukannya pahala ibadah haji dan umrah, atau pahala memerdekakan budak, atau pahala sedekah seribu dinar di jalan Allah.

44. Hai Ali! Siapa saja yang setiap harinya membaca sebanyak 25 kali dzikir berikut ini, maka Allah akan menetapkannya sebagai salah satu dari kekasi-Nya :

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ, لِيْ وَ لِوَالِدَيَّ وَ لِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ وَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ, الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ

“Aku Memohon maaf kepada Allah Yang Maha Agung, untukku, untuk kedua orang tuaku, untuk seluruh kaum muslimin dan muslimat, serta untuk kaum mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat.”.

45. Hai Ali! Barangsiapa yang setiap harinya membaca 10 kali bacaan dzikir berikut ini, maka para malaikat yang ada di langit tidak tinggal diam, melainkan memohonkan maaf untuk orang itu :

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَبْلَ كُلِّ أَحَدٍ, لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ بَعْدَ كُلِّ أَحَدٍ, لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ, يَبْقَى رَبُّنَا وَ يَفْـنَى كُلُّ أَحَدٍ.

“Tiada tuhan selain Allah sebelum tiap-tiap seseorang (terciptanya makhluk). Tiada tuhan selain Allah sesudah tiap-tiap seseorang (matinya seluruh makhluk). Tiada tuhan selain Allah, Tetao kekal Tuhan kami dan binasa seluruh makhluk”.

46. Hai Ali! Barangsiapa yang setiap harinya membaca :

أَللَّهُمَّ بَارِكْ لِيْ فِى الْمَوْتِ وَ فِيْمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

“Ya Allah, berilah aku keberkahan sewaktu mati dan setelah mati”
maka Allah tidak perlu meng-hisab (memperhitungkan) amal apa saja yang pernah diperbuatnya di dunia. Barangsiapa yang membaca bacaan takbir“Allohu Akbar” 100 kali sebelum matahari terbit dan 100 kali sebelum matahari tenggelam, maka Allah akan memberinya pahala seratus orang yang ahli beribadah dan seratus orang yang berjihad fi sabilillah. Dan barangsiapa yang membaca shalawat atasku setiap hari atau malamnya 100 kali, maka ia tentu memeroleh syafaatku. Banyaknya bilangan bacaan istighfar merupakan benteng penjagaan dari siksa api neraka bagi orang yang bertaubat.

47. Hai Ali! Lakukan kejujuran, meskipun kejujuran itu justru membuatmu sengsara di hari ini, namun ia sebenarnya akan memberi manfaat di masa depan. Dan jangan berbohong, sekalipun kebohongan itu memberimu manfaat di hari ini, namun pada hakekatnya ia akan membahayakanmu di masa depan.

48. Hai Ali! Siapa saja yang sering melakukan dosa, maka akan hilang kewibawaannya.

49. Hai Ali! Hendaklah berbicara yang jujur, memelihara pembicaraan, menjaga amanah (kepercayaan orang lain), dermawan dan menjaga kesucian perut (dari makanan haram dan syubhat).

50. Hai Ali! Sejelek-jelek teman adalah orang yang bertindak zhalim kepada temannya dan menyebarluaskan aib (rahasia) temannya itu.

52. Hai Ali! Teman yang sejati itu memiliki beberapa ciri. Diantaranya : ia mau mengorbankan hartanya dan bukan hartamu; ia mau mengorbankan jiwa raganya dan bukan jiwa ragamu; ia mau mengorbankan kehormatannya dan bukan kehormatanmu.

53. Hai Ali! Orang yang bertaubat tidak dapat dikatakan telah bertaubat, sehingga ia mau mencuci perutnya terlebih dahulu dari makanan haram dengan penghasilan yang halal.

54. Hai Ali! Jika seorang alim ulama’ tidak takut kepada Allah, maka segala nasehat yang ia berikan kepada orang lain adalah laksana air hujan yang menetes di tas burung suwari dan batu yang licin.

55. Hai Ali! Jika telah lewat empat puluh hari seorang mukmin tidak bergaul atau bertemu dengan ulama, maka hatinya akan mengeras dan ia berani melakukan dosa-dosa besar. Karena ilmu itu sesungguhnya dapat membuat hati menjadi hidup.

56. Hai Ali! Allah tidak segan-segan menyiksa orang kaya yang mencuri dan orang berilmu (ulama) yang fasiq.

57. Hai Ali! Kamu jangan mencela seseorang disebabkan sesuatu (aib) yang ada pada dirinya. Karena tiada daging yang tidak bertulang dan tidak ada kafarat (denda) bagi orang yang menggunjing (ngerasani), sampai ia meminta kehalalannya (minta maaf) dan memohonkan maaf untuk orang itu”.

58. Hai Ali! Allah tidak menciptakan organ tubuh manusia yang lebih utama melebihi lidahnya. Dengan adanya lidah itu seseorang akan masuk surga dan neraka. Oleh karena itu, peliharalah lidahmu, sebab lidah adalah bagaikan anjing

59. Hai Ali! Kamu jangan suka melaknat orang islam dan juga hewan. Sebab, laknat itu nanti akan kembali kepada dirimu sendiri.

60. Hai Ali! Agama itu seluruhnya ada pada sifat malu. Malu adalah menjaga kepala beserta apa saja yang ada didalamnya dan memelihara perut beserta apa saja yang terkandung didalamnya.

61. Hai Ali! Tidak sempurna agama seseorang yang tidak memiliki perasaan takut (kepada Allah dan Rasulullah). Tidak sempurna akal seseorang yang tidak mampu menjaga dirinya (dari perbuatan maksiat). Tidak sempurna iman seseorang yang bersikap wara’ (sikap teliti dan hati-hati dalam masalah halal dan haram). Tidak sempurna ibadah seseorang yang tidak berilmu. Tiada muru`ah (kehormatan dan kewibaan) bagi orang yang tidak bershadaqah. Tidak disebut amanah (dapat dipercaya) bagi orang yang tidak bisa menyimpan rahasia. Tidak akan diterima taubat seseorang yang tidak mendapatkan taufiq (dari Allah). Tidak dapat dikatakan dermawan bagi orang yang tidak memiliki perasaan malu (kepada Allah dan masyarakat).

62. Hai Ali! Barangsiapa yang tidak wara`, maka dikubur didalam bumi (mati) adalah lebih baik baginya daripada tetap hidup di atas bumi, karena tidak ada iman didalam hatinya.

63. Hai Ali! Pokok dan inti sikap wara’ adalah meninggalkan yang haram dan apa saja yang diharamkan Allah. Sedangkan pokok keutamaan adalah terletak pada usaha meninggalkan kemaksiatan.

64. Hai Ali! Dengan akhlak dan budi pekerti yang baik, seseorang sebenarnya dapat mencapai derajat orang berpuasa yang ahli ibadah lagi ikut berperang fi sabilillah.

65. Hai Ali! Jadikan wajahmu selalu berseri (sumeh), karena Allah suka kepada orang yang wajahnya berseri-seri dan membenci orang yang cemberut atau muram.

66. Hai Ali! Pokok ibadah adalah diam, selain untuk berdzikir kepada Allah.

67. Hai Ali! Seringnya tidur dapat menyebabkan hati menjadi mati dan menghilangkan kecemerlangan wajah. Sedangkan sering melakukan dosa mengakibatkan hatinya mati dan menyebabkannya menyesal (di kemudian hari).

68. Hai Ali! Barangsiapa yang menerima nikmat lalu bersyukur, tertimpa cobaan lalu bersabar, dan berbuat jahat (dosa) lalu bertaubat memohon ampunan, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.

69. Hai Ali! Jangan suka bergembira ria, karena Allah tidak suka kepada orang yang bergembira-ria. Dan hendaklah suka prihatin, karena Allah menyukai orang yang prihatin.

70. Hai Ali! Tiada hari berganti, melainkan hari itu berkata : “Hai manusia! Aku ini hari yang baru dan senantiasa menyaksikan semua amal perbuatanmu. Oleh karenanya, pikirkan terlebih dahulu tentang apa yang akan kamu perbuat”.

71. Hai Ali! Awas, jauhi orang yang tidak mengingat mati, yang diingatnya hanya urusan duniawi saja. Kemudian Ali bertanya: “Siapa mereka itu, wahai Nabi?”. Jawab beliau saw : “Orang kaya dan pemilik harta dunia. Kamu lihat mereka suka dan sibuk menumpuk-numpuk harta kekayaan, seperti kesukaan seorang ibu kepada anaknya. Mereka itu adalah orang-orang yang merugi”

Di Terjemah Kitab Wasiyyatul Musthofa Li al-Imam Ali Karramallahu Wajhahu


Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :