" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Kamis, 15 Desember 2016

15 Amalan Ibu Hamil Menurut Islam

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK



Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



Amalan ibu hamil menurut islam terdapat beberapa yang harus dilakukan agar proses kehamilan dan kelahirannya bisa berjalan dengan lancar. Untuk itu biasanya ibu hamil kebanyakan menjaga sikap, perilaku dan perbuatan mereka sehari-hari

Amalan yang bisa diamalkan saat sedang hamil

Kehamilan merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap wanita yang sudah menikah. Selain itu wanita akan terasa sempurna ketika mendapati dirinya sedang mengandung hasil cinta kasihnya dengan suami yang ia idam-idamkan. Dalam hukum islam ibu hamil pun dianjurkan untuk melakukan amalan-amalan sholeh agar semasa hamil tidak terjadi hal-hal yang buruk serta diberikan kelancaran.

Di dalam masa kehamilan wanita cenderung mengalami perubahan sikap seperti halnya menjadi lebih hati-hati, perasaan menjadi lebih sensitive, tingkat kecemasan terlihat berlebihan. Namun semua itu memang wajar karena adanya perubahan hormon saat hamil. Dalam Al-Qur’an dijelaskan mengenai hal-hal seputar masa kehamilan :

“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” (QS. Al-Fatihah : 5)

“Wahai putraku, sesungguhnya sekalipun terdapat (kebaikan) seberat biji sawi yang berada di dalam batu atau di langit atau di bumi, Allah akan menghadirkannya. Sesungguhnya Allah Maha Teliti, Maha Memahami. Wahai putraku, dirikanlah shalat dan tekunilah kebaikan dan hindarilah kejahatan serta bersabarlah (tenang) terhadap yang menimpa dirimu, sesungguhnya yang demikian termasuk hal-hal yang diharuskan. Dan jangan memalingkan wajahmu terhadap manusia dan jangan berlaku sembarangan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai setiap orang yang congkak, berkeras diri. Dan berjalanlah secara berhati-hati dan rendahkan suaramu. Sesungguhnya suara paling kasar adalah suara keledai.” (QS. Al-Lukman : 12 sampai 19).


Berikut amalan yang bisa dilakukan oleh ibu hamil menurut islam untuk kebaikan calon anaknya kelak, yuk kita simak penjelasannya sebagai berikut :

1. Banyak Memanjatkan Do’a Kepada Allah

Setiap calon orang tua selalu mempunyai harapan besar terhadap calon anak-anaknya di masa depannya. Orang tua selalu berharap anak-anaknya akan menjadi hamba yang sholeh dan sholehah. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Imran ayat 35, 36, 38, penjelasannya sebagai berikut :

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang shaleh dan berkhidmat karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui dan aku mohon perlindungan untuknya dan keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk.” (QS. Al-Imran : 35 sampai 36)

“Ya Allah berikanlah kepadaku dari sisi-Mu keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau adalah pendengar permohonan (do’a).” (QS. Al-Imran : 38)

2. Tidak Meninggalkan Shalat Wajib Dan Memperbanyak Melaksanakan Shalat Sunah

Shalat merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Menjadi pribadi yang taat pastinya menjadi keinginan bagi setiap orang tua untuk anak-anaknya.

“Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim : 40)

3. Perbanyak Bertaubat Dan Tidak Lupa Untuk Selalu Beristighfar Kepada Allah

Sebagai manusia tentunya kita tidak lepas dari dosa yang disengaja ataupun tidak disengaja. Untuk itu senantiasa kita harus memperbanyak taubat dan memohonkan ampun atas dosa-dosa kita yang telah lalu agar semua yang kita lakukan mendapatkan keridhoan dari-Nya. Berikut penjelasan yang diambil dari sumber Al-Qur’an :

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyanyang.” (QS. Al-Baqarah : 128)

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah : 222)

4. Senantiasa Melaksanakan Puasa Sunat (Senin Dan Kamis)

Puasa senin dan kamis yang kita lakukan secara rutin akan membuat kita semakin dekat dengan Allah. Selain itu, hal ini berguna untuk melatih calon anak kita sejak dalam lahir untuk melaksanakan kewajibannya sebagai muslim yakni dengan melaksanakan ibadah puasa. Perkataan Abu Hurairah berdasarkan riwayat dari HR. Tirmidzi, penjelasannya sebagai berikut :

“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 747)


5. Memperbanyak Melantunkan Ayat-Ayat Suci Al-Qur’an

Melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an selain membuat hati kita menjadi tenang, tentram dan damai, hal ini juga dimaksudkan untuk memperkenalkan dan membiasakan anak kita sejak ia masih di dalam Rahim, agar kelak setelah ia lahir ke dunia bisa menjadi anak yang bermanfaat untuk agamanya. Selain itu melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an bisa dikatakan melakukan perniagaan yang tidak akan mengalami kerugian dalam segi apapun. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qu’an surat Fathir ayat 29 sampai 30.

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir : 29 sampai 30).

6. Memperbanyak Melakukan Dzikir

Dzikir bisa dilakukan kapan saja tidak harus setelah selesai sholat saja. Dzikir akan membuat kita senantiasa lebih bersyukur dan mendekatkan diri kepada Allah. Di Al-Qur’an dijelaskan pada surat Qaf ayat 39 dan Ar-Rum ayat 17, penjelasannya sebagai berikut :

“Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam.” (QS. Qaf : 39)

“Maka bertasbilah kepada Allah di waktu kamu berada di sore hari dan waktu kamu berada di waktu pagi hari.” (QS.Ar-Rum : 17)

7. Memperhatikan Adab Dan Akhlak Keseharian

Berperilaku baik tentunya menjadi hal yang diinginkan oleh setiap orang. Berperilaku baik ataupun tidak akan sangat mempengaruhi terhadap akhlak anak kita nantinya. Hal ini dijelaskan di Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 55 sampai 56.

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadaNya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf : 55 sampai 56)

8. Makan Dan Minumlah Yang Baik

Yang dimaksud makan dan minum yang baik adalah mengkonsumsi makanan dan minuman yang sewajarnya dan tentunya terjamin kehalalannya. Hal ini dijelaskan di Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 168, penjelasannya sebagai berikut :

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah : 168)

9. Hindari Diri Kita Dari Penyakit Hati Seperti Dendam Dan Dengki

Penyakit hati yang kita simpan berlarut-larut dalam jangka waktu lama hanya akan membuat dada kita menjadi sesak dan hanya melakukan hal-hal yang tidak terasa sia-sia saja. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Yunus ayat 57, penjelasannya sebagai berikut :

“Hai Manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan Penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57)

10. Perbanyaklah Senyum Untuk Menebar Kebaikan

Dalam islam, senyum saja sudah termasuk ibadah. Senyum yang kita perlihatkan ke orang lain sama saja kita menebar kebahagiaan dan kebaikan. Hal ini dijelaskan Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“

11. Perbanyaklah Hadir Di Majlis Untuk Menambah Ilmu

Dengan kita rajin menghadiri majlis akan merangsang dan membiasakan anak kita untuk bersilaturahmi, berkumpul dengan orang-orang sholeh serta menuntut ilmu. Hal ini dijelaskan sebagai berikut :

“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga.” (HR. Muslim no.2699)

12. Jangan Bermalas-Malasan Agar Proses Kelahiran Menjadi Lebih Lancar

Dengan kita melakukan aktivitas dan rutinitas sehari-hari dengan catatan masih dalam kategori aman, maka nantinya akan membantu memperlancar proses persalinan. Bermalas-malasan juga perbuatan yang tidak disukai oleh Allah. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat At Taubah ayat 54, penjelasannya sebagai berikut :

“Dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas.” (QS. At Taubah : 54).

13. Buatlah Diri Kita Seenjoy Mungkin Agar Tidak Mudah Stres Ataupun Tertekan

Jika kita berpikir terlalu berat mengenai pekerjaan ataupun hal lain akan mempengaruhi perkembangan janin pada kandungan sehingga membuat bayi ikut stress. Sebaiknya disarankan anda melakukan aktivitas yang sewajarnya saja dan tidak berlebihan.

14. Memperbanyak Membaca Buku

Dengan membaca buku maka kita akan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan yang baru dan membiasakan anak kita sejak dalam kandungan untuk memperbanyak ilmu. Banyaklah membaca buku khususnya mengenai kisah para nabi ataupun para sahabat nabi.

15. Membiasakan Untuk Membiasakan Mengajak Komunikasi Bayi Sejak Masih Di Dalam Rahim

Fungsi berkomunikasi sangatlah penting. Dengan membiasakan komunikasi bayi sejak masih di dalam kandungan berarti kita mengajarkan hubungan baik antara anak dengan orang tua sehingga setelah anak kita lahir nanti ia sudah tidak asing dengan suara kedua orang tuanya.

Nah beberapa penjelasan mengenai amalan ibu hamil menurut islam yang sudah saya ulas di atas mungkin bias anda jadikan sebagai referensi untuk menambah pengetahuan dan wawasan baru sehingga pada saat mengalami proses kehamilan, anda bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sampai disini dulu artikel kali ini yang membahas mengenai amalan ibu hamil menurut islam. Semoga bermanfaat dan terima kasih.


Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)






TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19





Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar